Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Analysis Determinants Of Anxiety In Pregnancy Afifah, Ramadhana Alya Nuur; Wulandatika, Darmayanti; Fatimah, Siti
Journal Midwifery Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Gorontalo Vol 11, No 2 (2025): Jurnal Midwifery
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jm.v11i2.1542

Abstract

Background: pregnancy is a natural process that is accompanied by physical and psychological changes. These changes can trigger mental disorders such as anxiety, especially if they are not properly managed. These conditions can have an impact on the health of the mother and fetus. Objective: This study aims to identify the prevalence of anxiety in pregnant women in the city of Banjarmasin and analyze the relationship between age, parity, education, income, and employment with anxiety during pregnancy. Methods: this study uses a quantitative approach with cross-sectional design. A total of 33 participants were selected using purposive sampling technique. The data was collected using the Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS) instrument to measure anxiety events during pregnancy. Data analysis was conducted by Spearman Rank test to determine the relationship between the variables studied. Results: this study showed that as many as 66.7% of pregnant women experienced anxiety during pregnancy. In addition, there is a significant relationship between age, parity, education level, income, and employment status with the level of anxiety experienced. Conclusion: the results of this study suggest that performing anxiety screening during pregnancy is important to detect psychological disorders.
The Impact of Anemia on Adolescent Girls in the Future Puteri, Mahfuzhah Deswita; Wulandatika, Darmayanti; Fatimah, Siti
Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas) Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas)
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/abdigermas.v2i3.284

Abstract

This community service activity aims to increase teenagers' knowledge about anemia when teenagers are at risk of becoming pregnant and giving birth to stunted children in Banjarbaru City. This activity needs to be done because development during adolescence, greatly determines a person's ability to become an adult. Nutritional problems that occur during adolescence will increase vulnerability to disease in adulthood and risk giving birth to a generation with nutritional problems. For this reason, the community service team is expected to be able to carry out outreach activities to teenagers about anemia when teenagers are at risk of becoming pregnant and giving birth to stunted children. This activity uses the method of counseling and asking and answering teenagers' knowledge about anemia when teenagers are at risk of becoming pregnant and giving birth to stunted children. After carrying out this community service activity, the conclusion that can be drawn is that there is an increase in teenagers' knowledge about anemia when teenagers are at risk of becoming pregnant and giving birth to stunted children. The hope is that after gaining knowledge about anemia, teenagers can avoid it.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL DI POLIKLINIK RUMAH SAKIT ISLAM BANJARMASIN Hijrawati, Nani; Sari, Yenny Okvita; Wulandatika, Darmayanti
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v8i2.457

Abstract

Hyperemesis gravidarum is severe or excessive nausea and vomiting during pregnancy. Continuous vomiting without treatment can disrupt fetal growth and development in the uterus with its clinical manifestations. Hyperemesis gravidarum not only threatens the lives of pregnant women, has a physiological impact on the lives of pregnant women and their fetuses, and can also have psychological, social, and economic effects. This study aims to determine what factors are associated with the incidence of hyperemesis gravidarum in pregnant women using a quantitative approach with the correlation method. The population in this study was 45 people, and the sample was the same as the population; the sampling technique used was total sampling. This data analysis used the Chi-Square test. This study's results indicated a relationship between age, parity, occupation, and education with the incidence of hyperemesis gravidarum in pregnant women at RS Islam Banjarmasin. Chi-square results showed that there was a relationship between the age of pregnant women and hyperemesis gravidarum with a p-value of 0.000 <0.05, there was a relationship between parity and hyperemesis gravidarum with a p-value of 0.000 <0.05, there was an occupational relationship with hyperemesis gravidarum with a p-value of 0.000 <0.05, there was a relationship between education and hyperemesis gravidarum with a p-value of 0.000 <0.05. Keywords: Age, Education, Hyperemesis Gravidarum, Occupation, Parity
FAKTOR KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ASTAMBUL Aulia Safitri; Bardiati Ulfah; Darmayanti Wulandatika
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 1 No. 02 (2024): JULI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada masa kehamilan menyebabkan berbagai macam risiko baik ibu dan janin. KEK berisiko keguguran, perdarahan, penyulit, hingga kematian ibu. Data Kabupaten Banjar KEK ada peningkatan kasus 19,57% tahun 2023. Tujuan penelitian mengetahui faktor penyebab KEK pada ibu hamil. Metode kuantitatif dengan cross sectional. Populasi 298 dan sampel menggunakan purposive sampling yaitu sebanyak 75 responden, pengumpulan data dengan observasi buku KIA dan buku register dengan uji rank spearman. Hasil penelitian bahwa sebagian besar berpendidikan tinggi sebanyak 53 responden (70,7%). Ibu hamil sebagian besar tidak mengalami KEK yaitu 51 responden (68%). Uji rank spearman di dapatkan p-value 0.000<0.05 dengan angka koefisien korelasi sebesar 0,751**bernilai positif. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu terdapat hubungan signifikan yang kuat dan searah antara faktor tingkat pendidikan dengan kejadian kekurangan energi kronis (kek) pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Astambul. Ibu hamil yang mengalami KEK  disarankan  untuk mengkonsumsi   makanan  yang  bergizi  agar  terhindar  dari  masalah  gizi  seperti  KEK
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN IBU DALAM MELAKUKAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GAMBUT KABUPATEN BANJAR, KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2013 Darmayanti Wulandatika
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 2 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v8i2.269

Abstract

Kebijakan Departemen Kesehatan dalam upaya mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), adalah dengan cara mendekatkan pelayanan ibu dan anak di tingkat dasar dan rujukan yang pada dasarnya mengacu kepada intervensi strategis “empat pilar safe mother hood”, pada pilar kedua adalah asuhan Antenatal yang sangat penting karena dapat memantau perkembangan kehamilan dan mendeteksi kelainan atau komplikasi yang menyertai kehamilan secara dini dapat ditangani secara cepat dan benar, sehingga dapat mengurangi risiko kesakitan bahkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan  Ibu Dalam Melakukan Antenatal Care di Wilayah Kerja Puskesmas Gambut Tahun 2013.Jenis penelitian kuantitatif dengan cross sectional. Jumlah populasi 192 dan  sampel menggunakan total populasi yaitu sebanyak 192 responden,. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara kuantitatif  dengan menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil uji statistiK diperoleh p-value masing-masing variable independent yaitu paritas ( p-value=0.017) ada hubungan antara paritas dengan kepatuhan ANC, umur ( p value = 0.409) tidak ada hubungan antara umur bidan dengan kepatuhan ANC, pengetahuan (p-value=0.032) ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan ANC, pendidikan (p-value=0.04) ada hubungan antara pendidikan dengan kepatuhan ANC, sikap (p-value=0.016) ada hubungan antara sikap dengan kepatuhan ANC, pekerjaan (p-value=0.578) tidak ada hubungan antara pekerjaan dengan kepatuhan ANC, keterjangkauan waktu (p-value=0.506) tidak ada hubungan yang bermakna antara keterjangkauan waktu dengan kepatuhan ANC, dorongan petugas  (p-value =0.032) ada hubungan antara dorongan petugas dengan kepatuhan ANC, dorongan keluarga (p-value =0.035) ada hubungan antara dorongan keluarga dengan kepatuhan ANC, pelayanan ANC (p-value=0.039) ada hubungan antara pelayanan ANC dengan kepatuhan ANC, ketersediaan transportasi (p-value=0.377) tidak ada hubungan antara ketersediaan transportasi dengan kepatuhan ANC, keterjangkauan jarak (p-value=0.570) tidak ada hubungan antara keterjangkauan jarak dengan kepatuhan ANC.Variabel dominan dalam penelitian ini adalah pendidikan setelah dikontrol variabel paritas, dorongan petugas, dorongan keluarga, dan pelayanan ANC dengan p-value = 0.001 dan OR 11.814 (95%CI : 3.994-34.946) yang berarti responden dengan pendidikan tinggi 11.814 kali lebih patuh dibandingkan dengan responden dengan pendidikan rendah.
The Relationship between Maternal Knowledge, Personal Hygiene, and Family Economic Status and the Incidence of Diarrhea in the Working Area of the Pekauman Public Health Center, Banjarmasin Vitria; Ra’uf, Muhammad; Wulandatika, Darmayanti; Sundari, Sri
Papua Medicine and Health Science Vol. 2 No. 2 (2025): Papua Medicine and Health Science
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64141/pmhs.v2i2.29

Abstract

Diarrhea remains a major public health problem among under-five children in Indonesia, particularly in areas with limited sanitation and disadvantaged socioeconomic conditions. Maternal knowledge, personal hygiene, and family economic status are key factors influencing the incidence of diarrhea. This study aimed to analyze the relationship between maternal knowledge, personal hygiene, and family economic status and the incidence of diarrhea in the working area of the Pekauman Public Health Center, Banjarmasin. A cross-sectional design was employed using accidental sampling, involving 40 mothers with children aged 2–5 years who visited the Pekauman Public Health Center. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using the Spearman Rank correlation test. The results demonstrated significant associations between maternal knowledge (p = 0.008; r = 0.412), personal hygiene (p = 0.000; r = 0.710), and family economic status (p = 0.000; r = 0.645) and the incidence of diarrhea, with personal hygiene showing the strongest correlation. This study contributes to public health practice by emphasizing the importance of integrated, family-based interventions, including strengthening maternal education, improving hygienic behaviors, and enhancing family economic capacity, to reduce diarrhea incidence at the primary health care level.
SKRINING KECEMASAN SELAMA KEHAMILAN DENGAN MENGGUNAKAN PRENATAL ANXIETY SCREENING SCALE Afifah, Ramadhana Alya Nuur; Wulandatika, Darmayanti; Fatimah, Siti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v17i1.1639

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan merupakan suatu proses bermakna untuk mencapai peran sebagai ibu. Dalam proses ini tentunya ada hambatan dan tantangan karena adanya perubahan yang terjadi pada diri ibu baik dari fisik maupun psikologisnya yang bisa menyebabkan terjadinya masalah kesehatan mental seperti kecemasan. Tujuan: Tujuan dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi prevalensi kecemasan selama kehamilan di kota Banjarbaru dan mengidentifikasi hubungan antara usia, paritas, pendidikan, pendapatan, dan pekerjaan terhadap kecemasan selama kehamilan. Metode: Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional dengan melibatkan 33 partisipan yang diambil secara purposive sample. Prenatal Anxiety Screening Scale (PASS) digunakan dalam pengumpulan data dalam hal menilai kejadian kecemasan selama kehamilan. Analisis yang digunakan adalah uji Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan prevalensi kejadian kecemasan sebesar 57,6% dan adanya hubungan antara usia, paritas, pendidikan, pendapatan, dan pekerjaan terhadap kecemasan selama kehamilan. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya skrinning awal terhadap kecemasan selama kehamilan.
IMPLEMENTASI PSIKOEDUKASI MELALUI PEMBERIAN PELATIHAN SELF ASSASMENT SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA IBU HAMIL DI PESISIR SUNGAI Wulandatika, Darmayanti; Fatimah, Siti; Puteri, Mahfuzhah Deswita; Lestari, Cahaya Indah; Afifah, Ramadhana Alya Nuur; Azkiya, Nadila
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33195

Abstract

Abstrak: Kesehatan mulut yang buruk selama kehamilan dapat berbahaya bagi ibu dan bayi, termasuk masalah pencernaan, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan masalah gizi lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu hamil dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut serta memberdayakan kader sebagai penggerak edukasi di tingkat desa. Tahap pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan praktik, serta penerapan teknologi edukasi. Pengabdian ini bermitra dengan bidan desa, kader, dan ibu hamil di Lokasi setempat dengan peserta sebanyak 10 orang ibu hamil dan 5 kader. Evaluasi dilakukan dengan membagikan kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan dilaksanakan. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa implementasi psikoedukasi melalui pelatihan self-assessment mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam merawat kesehatan gigi dan mulut dengan hasil pengukuran pre–post, terdapat peningkatan skor pengetahuan dengan rata-rata sebesar 41,3 poin dan peningkatan keterampilan sebesar 42,28 poin. Pendekatan psikoedukasi yang mengintegrasikan self-assessment terbukti efektif dalam membangun kesadaran dan kemampuan ibu hamil untuk secara mandiri menilai serta menjaga kesehatan gigi dan mulut mereka selama kehamilan.Abstract: Lack of oral hygiene during pregnancy may prove dangerous for both the mother and the baby, including digestive problems, premature birth, low birth weight, and other nutritional issues. This project aims to enhance the understanding and skills of pregnant women in maintaining oral health and empower cadres as educational drivers at the community level. The stage of implementation includes socialization, practical training, and the application of educational technology. This service collaborates with village midwives, cadres, and pregnant women in the local area, with a total of 10 pregnant women and 5 cadres participating. Evaluation was conducted by distributing questionnaires before and after the activities were carried out. The results of this community service activity show that the implementation of psychoeducation through self-assessment training of strengthening of improving the knowledge and skills of pregnant women in maintaining oral and dental health. The pre-post measurement results indicate an increase in knowledge scores with an average of 41.3 points and an increase in skills by 42.28 points. The psychoeducational approach that integrates self-assessment has proven effective in building awareness and the ability of pregnant women to independently assess and maintain their oral and dental health during pregnancy.