Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pelatihan Manajemen Laktasi “Kiat Sukses Asi Eksklusif 6 Bulan’’ sebagai Salah Satu Strategi Cegah Stunting Bagi Masyarakat Desa Jatisari Kecamatan Jatimulyo Lampung Selatan Wulan, Anggraeni Janar; Rahmawati, Selvi; Kurniati, Intanri; Tjiptaningrum, Agustyas; Mustofa, Syazili
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3038

Abstract

Angka stunting di Indonesia hingga tahun 2021 masih sebesar 24,4 %. Angka ini masih di bawah batas yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO), yaitu sebesar 20%. Salah satu upaya  percepatan pencegahan stunting adalah intervensi pada kelompok sasaran prioritas yang mencakup ibu hamil dan ibu menyusui melalui promosi dan konseling pemberian ASI eksklusif. Pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif penuh 6 bulan di Indonesia berdasarkan data WHO baru mencapai angka 49,8%, angka ini belum mencapai target dari World Health Assembly (WHA), yaitu minimal 50%. Persentase ASI eksklusif 6 bulan menurun seiring dengan pertambahan usia anak di mana terendah pada rentang usia 4-5 bulan. Kesuksesan pemberian ASI eksklusif 6 bulan dipengaruhi oleh pengetahuan tentang persiapan sebelum laktasi, selama laktasi (proses, cara, dan posisi menyusui yang benar) dan faktor sosial (dukungan dari suami, keluarga, maupun organisasi peduli ASI). Survey menunjukkan ibu-ibu di Desa Jatisari belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang terkait pemberian ASI. Maka perlu dilakukan upaya peningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu mengenai laktasi melalui penyuluhan manajemen laktasi. Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 30 Juli 2022. Kegiatan ini melibatkan tim dokter, mahasiswa FK Unila 4 orang, dan tokoh masyarakat Desa Jatisari. Peserta sebanyak 22 orang. Kegiatan meliputi penyuluhan dan demontrasi anatomi payudara, posisi menyusui yang benar, dan cara memerah ASI. Pemberian penyuluhan meningkatkan pengetahuan diketahui dari hasil pretest dan posttest. Pada pretest didapatkan bahwa 9 peserta (40,9 %) memiliki tingkat pengetahuan kurang paham mengenai manajemen laktasi dan 13 peserta (59,1%) sudah cukup paham mengenai manajemen laktasi. Pada hasil posttest didapatkan hampir seluruh peserta kegiatan atau 20 peserta (90,9%) sudah sangatpaham mengenai manajemen laktasi dan hanya 2 peserta (9,1%) yang cukup paham dengan manajemen laktasi.Disimpulkan bahwa setelah mendapatkan penyuluhan mengenai manajemen laktasi, maka pengetahuan masyarakat mengenai laktasi meningkat. Adanya peningkatan pengetahuan diharapkan akan meningkatkan kesuksesan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan.Kata kunci: ASI eksklusif, manajemen laktasi, stunting
PENTINGNYA PENGAWASAN ORANG TUA TERHADAP PENGGUNAAN GADGET OLEH ANAK DAN REMAJA DI DESA NEGARA RATU KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Susianti, Susianti; Fatriyadi Suwandi, Jhons; Eva Lusina, Septia; Yudho Prabowo, Arif; Tjiptaningrum, Agustyas
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i2.3425

Abstract

Penggunaan gadget yang berlebihan mengakibatkan seseorang menderita gangguan psikis. Depresi bisa menjadi salah satu pemicu dan dapat juga menjadi dampak dari kecanduan internet. Tingginya intensitas orang dengan penggunaan smartphone maka akan terjadi penurunan komunikasi dan interaksi terhadap orang sekitar. Hal ini bisa terjadi pada siapa saja termasuk anak-anak dan remaja terutama yang menggunakan gadget tanpa pendampingan. Sebagai bagian dari masyarakat dan juga institusi yang memiliki peran dalam penyelenggaraan tri dharma perguruan tinggi diharap Universitas Lampung juga dapat mengambil peran membantu pemerintah daerah maupun pusat dalam kegiatan terkait peningkatan kesehatan masyarakat Indonesia. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang merupakan salah satu dari tri dharma perguruan tinggi, pengabdian masyarakat kali ini dirasa perlu untuk membantu pemerintah dalam mencegah gangguan mental anak dan remaja akibat penggunaan gadget tanpa pendampingan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu-ibu di Desa Negara Ratu Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan tentang pentingnya pendampingan anak dan remaja dalam menggunakan gadget agar terhindar dari bahaya atau akibat buruk dari penggunaan gadget. Program ini dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 25 Agustus 2024 di Desa Negara Ratu Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Peserta dalam pengabdian ini adalah ibu-ibu yang berjumlah 40 orang. Kata kunci: Gadget, Negara Ratu Natar, Pendampingan orang tua
The Association Between Nutritional Status and Physical Fitness of 1st Mulyosari Elementary School Students Anggraeni, Ni Made Ida Damma; Berawi, Khairun Nisa; Wardani, Dyah Wulan Sumekar Rengganis; Tjiptaningrum, Agustyas
Jurnal Ilmu Medis Indonesia Vol 5 No 2 (2026): Maret
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jimi.v5i2.5896

Abstract

Purpose: Adequate nutritional intake is essential during the school-age period to support growth and development. In addition to fulfilling energy requirements, nutrient-rich foods contribute to the proper development of body tissues. When the diet lacks sufficient essential nutrients, and this condition persists over time, the growth of muscles and bones may be impaired, ultimately influencing an individual’s level of physical fitness. Methodology/approach: This study utilized a cross-sectional design with the chi-square test. A total of 95 respondents satisfied the established inclusion and exclusion criteria. Results: Of the respondents, 24 (25.3%) were classified as obese based on Body Mass Index (BMI), 46 (48.4%) had normal BMI, and 25 (26.3%) had underweight BMI. Regarding physical fitness, 20 (21.1%) respondents were categorized as having poor fitness, 20 (21.1 %) had moderate fitness, and 55 (57.9%) demonstrated good physical fitness. The analysis yielded a p-value of p < 0.001, which is p < 0.050. Conclusions: This study found a relationship between nutritional status and physical fitness among elementary school students. Limitations: This study had limitations owing to its relatively small sample size and the use of a cross-sectional design, which does not allow us to determine causal links between nutritional status and physical fitness. Contributions: This study offers valuable insights into the relationship between nutritional status and physical fitness. The findings may facilitate the early identification of nutrition-related fitness problems and serve as supporting evidence for school-based and health program interventions.