Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pelatihan Storytelling pada Pengelola Wisata di Desa Budo Towoliu, Benny Irwan; Mikhael C.S. Mangolo; Alma K. Pongtuluran; Jeanlly A. Solang; Fonny Sangari
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2025): Desember (in progress)
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/q92dae81

Abstract

The narrative of each product in a destination needs to be conveyed by telling the uniqueness of each product to arouse curiosity among visitors or tourists. Storytelling in the context of tourism is a method of conveying a story through words, images, or other media, with the aim of conveying information, entertaining, or influencing guests. Budo is a tourist village that has many potential attractions with backgrounds that are said to be myths or actual events, but the managers have never realized that the stories behind these attractions can be memorable for tourists visiting the location. Storytelling training equips tourism managers with various skills and abilities, such as speaking skills, thinking skills, and creativity in managing the existing tourism potential to the maximum. Training methods: opening or orientation, core storytelling activities, and closing or evaluation. The primary focus is on creating engaging stories with a strong core and a structured narrative flow. Through this training, managers can develop storylines for each potential attraction and communicate them effectively. 
Pelatihan Hospitality bagi Pengelola UMKM Kuliner dan Homestay di Desa Kulu Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara Towoliu, Benny Irwan; Permana, Dimas Ero; Wenas, Pearl Loesye
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 1 No. 3 (2024): Desember
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/jg7wbb06

Abstract

Hospitaliti merupakan unsur utama dalam pengembangan desa wisata, namun terkadang hal tersebut dilupakan, ataupun tidak menjadi skala prioritas utama. Ketiadaan unsur tersebut, berkibat fatal bagi pengembangan desa wisata, walaupun desa tersebut telah mempersiapkan infrastruktur fasilitas wisata yang mewah. Desa Kulu adalah desa yang berlokasi di Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Propinsi Sulawesi Utara, yang berdekatan dengan Kawasan Ekonomi Khusus Pengembangan Pariwisata (KEK-Pariwisata) Likupang. Desa ini telah mendapatkan Surat Keputusan Pemerintah Kabupaten sebagai desa rintisan wisata.   Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan Hospitality bagi Pengelola UMKM Kuliner dan Homestay di Desa Kulu, dengan harapan peserta mampu mempraktikan aktivitas hospitality dan sekaligus menjadi agent perubahan bagi pengembangan pariwisata desa. Metode pelaksanaan kegiatan terbagi atas tiga komponen utama. Metode yang dugunakan dalam kegiatan pengabdian ini terbagi atas tiga bagian yaitu: (1) Pre-activity merupakan kegiatan bersifat koordinasi dengan pihak pemerintah desa, selanjutnya (2) Main Activity merupakan kegiatan utama dilokasi, dan (3) Post-activity bersifat mengevaluasi kegiatan dengan dengan meminta umpan balik ke peserta.  Hasinya menunjukkan bahwa peserta sangat puas dengan kegiatan pengabdian yang dilakukan di Desa Kulu.
PENGOLAHAN BIJI JAGUNG MENJADI CORNFUSE NATURAL CHOICE SEBAGAI ALTERNATIF MINUMAN SEHAT Rajamuddin, Sintia; Pesik, Vena; Maronrong, Nabila Sanzabila; Permana, Dimas Ero; Towoliu, Benny Irwan
HOSPITALITI DAN PARIWISATA Vol 8 No 2 (2025): JURNAL HOSPITALITI DAN PARIWISATA
Publisher : PolimdoSains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35729/jhp.v8i2.155

Abstract

The growing public awareness of healthy lifestyles has led to a shift in consumption patterns,particularly in reducing the intake of caffeinated beverages such as coffee. The adverse effects ofcaffeine including sleep disturbances, anxiety, and dependency underscore the need for healthier andmore natural alternatives. This study aimed to develop Cornfuse Natural Choice, a functionalbeverage derived from sweet corn, formulated to resemble coffee in aroma, taste, and appearance, yetfree of caffeine. Corn was selected for its nutritional profile, including dietary fiber, B vitamins, andantioxidants, as well as its naturally pleasant flavor and consumer acceptance. The researchemployed a design-based approach, utilizing data collection methods such as experimentation,interviews, and organoleptic testing. A total of 13 respondents—comprising academics, students, thegeneral public, and industry practitioners—participated in evaluating the product’s sensory attributesand packaging. The production process involved stages of cleaning, drying, roasting, cooling,grinding, and packaging. Findings indicated that a 30-minute roasting period yielded the mostpreferred sensory characteristics, closely mimicking coffee while preserving corn's distinctive notes.Cornfuse Natural Choice demonstrates strong potential for commercialization as a nutritious,caffeine-free beverage alternative in the functional food and drink market.
Pelatihan Basic English for Tourism bagi Pengelola UMKM Kuliner dan Homestay di Desa Wisata Budo, Provinsi Sulawesi Utara Margresye Diana Rompas; Machiko Nugraha Indriyanto; Towoliu, Benny Irwan
Jurnal Abdi Anjani Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Abdi Anjani (JAA)
Publisher : Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/anjani.v3i2.2676

Abstract

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dasar para pengelola UMKM kuliner dan homestay di Desa Wisata Budo, Provinsi Sulawesi Utara, sebagai respons terhadap meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara dan keterbatasan kemampuan komunikasi para pelaku usaha lokal. Desa Budo, yang telah meraih prestasi dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia, menghadapi tantangan signifikan karena sebagian besar operator UMKM masih bergantung pada pemandu wisata eksternal untuk berinteraksi dengan tamu asing. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pelatihan dilaksanakan menggunakan pendekatan Communicative Language Teaching (CLT) yang menekankan praktik komunikasi nyata melalui role play, simulasi layanan, pengenalan kosakata berbasis objek wisata, serta pendampingan lanjutan melalui grup WhatsApp sebagai media monitoring dan konsultasi. Kegiatan diikuti oleh 20 peserta yang merupakan perwakilan UMKM kuliner dan homestay, dengan fokus pada materi sapaan, perkenalan, penjelasan objek wisata, serta percakapan layanan dasar. Hasil pelatihan menunjukkan antusiasme tinggi dan peningkatan kemampuan peserta dalam memahami serta mempraktikkan komunikasi dasar dalam konteks pariwisata, diperkuat oleh komitmen untuk melanjutkan latihan melalui pendampingan daring. Secara keseluruhan, pelatihan ini membuktikan efektivitas pendekatan komunikatif dalam meningkatkan kompetensi bahasa Inggris pelaku UMKM sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing Desa Wisata Budo.