Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi SSOP (Standar Operasional Prosedur Sanitasi)Terhadap Proses Pembekuan Ikan Kakatua (Stanis frenalis) di PT. Perikanan Indonesia Unit Pengolahan Ikan Kabupaten Simeulue Amiria, Yuni Sartika; Rozi, Anhar; Ukhty, Nabila
JURNAL PERIKANAN TROPIS Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpt.v10i2.5547

Abstract

AbstrakHasil laut merupakan salah satu produk yang mudah mengalami penurunan maka perlu penanganan dan pengolahan yang baik sesuai persyaratan SSOP untuk memperlambat aktivitas enzim dan bakteri patogen. Penelitian ini dilakukan di PT. Perikanan Indonesia, Kabupaten Simeulue. Pada tanggal 27 Agustus sampai dengan 27 November 2021. Tujuan penelitian ini adalah untuk penerapan SSOP produksi ikan kakatua beku di PT. Perikanan Indonesia Kabupaten Simeulue. Penelitian ini terdiri dari dua tahapan yaitu survei lokasi dan pengmbilan data. Data yang dikumpulkan berupa data primer. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara aktif, partisipasi aktif, dokumentasi dan observasi. Data primer terdiri dari proses penanganan ikan dimulai dari Penerimaan bahan baku, Sortasi, Pencucian, Penimbangan I, Penyusunan di pan, Pembekuan, Penimbangan II, Pengemasan, Penyimpanan beku, Distribusi, pengamatan langsung tempat pengolahan yang mengacu pada delapan kunci persyaratan sanitasi. beberapa persyaratan SSOP pada proses pembekuan ikan kakatua di PT. Perikanan Indonesia sudah terpenuhi, namun belum terjalankan dengan sempurna yaitu dalam penerapan personal higienis dan kunci kontaminasi silang sehingga dapat menyebabkan kontaminasi pada produk.Kata Kunci : Implementasi SSOP, Pembekuan, Ikan kakatua
Sosialisasi Kampanye “GEMARIKAN” (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) Melalui Produk Olahan Ikan Untuk Peningkatan Gizi Anak-anak di SDN Alue Peunyareng (ALPEN), Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat Insani, Sri Ayu; Khairi, Ikhsanul; Hasanah, Uswatun; Diansyah, Akbar; Rozi, Anhar; Ukhty, Nabila
Eumpang Breuh : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): EUMPANG BREUH : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/ebjpm.v3i1.10197

Abstract

Protein from fish is needed by the human body because it is relatively easy to digest. Policies to support the availability of marine resources as a source of animal protein play an important role in improving diets so as to prevent disruption of children's growth. Children are the forerunners of the nation's next generation. The formation of children's qualities since school will influence the quality of Human Resources (HR) when they reach productive age. School-aged children are a group that requires attention when consuming food and nutrients. Optimal growth and development of school-aged children depends on providing nutrition with good quality and quantity. The level of fish consumption in fishing families is influenced by several things, namely income, number of family members, perception of the price of fish, tastes, and also the level of education, or perhaps also the level of knowledge regarding the benefits of consuming fish. It is hoped that various types of interesting processed fish products can increase fish consumption patterns in the community, especially among children who are growing up. On this basis, it is necessary to hold a GEMARIKAN campaign (Movement to Promote Fish Eating) in schools, especially elementary schools. This activity aims to provide education about the benefits of consuming fish, and shift snacks to processed fish products, which are healthy and beneficial for children's growth and development.
Pendapatan, Angka Konsumsi Ikan, Jenis Ikan Yang Dikonsumsi Dan Kejadian Stunting Di Desa Tanah Bara Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil Ermasari, Ermasari; Khairi, Ikhsanul; Akbardiansyah, Akbardiansyah; Ukhty, Nabila
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 3 Nomor 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jupiter.v3i2.5610

Abstract

Stunting adalah status gizi yang didasarkan pada indeks PB/U atau TB/U dimana dalam standar antropometri penilaian status gizi anak, hasil pengukuran tersebut berada pada ambang batas (Z-Score) <-2 SD sampai dengan -3 SD (pendek/stunted) dan <-3 SD (sangat pendek /severely stunted). Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan angka konsumsi ikan dan teknik pengolahan ikan dengan kejadian stunting. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September hingga November 2021 di Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan erat antara angka konsumsi ikan per minggu dengan kejadian stunting (p=0,000), jenis ikan yang dikonsumsi berdasarkan habitat dengan kejadian stunting (p=0,014) dan teknik pengolahan ikan dengan kejadian stunting (p=0,001) Di Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil. Namun pendapatan tidak terdapat hubungan erat dengan kejadian stunting (p=0,303) Di Desa Tanah Bara Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil.
Kajian Implementasi Good Manufacturing Practices Pada Pengolahan Lokan Crispy Di KUB Rizki Sabena, Kabupaten Aceh Singkil Maulida, Indah; Ukhty, Nabila
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 3 Nomor 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jupiter.v3i2.4939

Abstract

Lokan crispy merupakan salah satu produk olahan pangan yang di produksi oleh Kelompok Usaha Perikanan (KUB) Rizki Sabena. KUB Rizki Sabena adalah salah satu Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang ada di Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini  bertujuan untuk melihat implementasi kelayakan dasar Good Manufacturing Practices (GMP) pada industri rumah tangga produk lokan crispy KUB Rizki Sabena Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini terbagi menjadi empat tahapan yaitu survey lokasi, persiapan penelitian, pengumpulan data dan analisis data deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primer dan sekunder. Data primer didapat melalui metode wawancara, partisipasi aktif dan observasi langsung, sedangkan data sekunder didapat dari data Dinas Perikanan Kabupaten Aceh Singkil. KUB Rizki Sabena secara keseluruhan belum Optimal dalam menerapkan kelayakan dasar atau GMP pada usaha tersebut. Dari delapan parameter yang diteliti hanya ada tiga parameter yang diterapkan diantaranya yaitu Lingkungan dan lokasi, Bangunan dan fasilitas unit usaha, Fasilitas sarana dan prasarana dan kegiatan sanitasi. Sedangkan Parameter yang belum diterapkan diantaranya, belum adanya sistem pengendalian hama, kegiatan higienis karyawan, pengendalian pada setiap proses, manajemen pengawasan, serta pencatatan dan dokumentasi
Microbiological Characteristics (TPC and E coli) in Frozen Tuna Loin (Case Study at PT Yakin Pasifik Tuna Zahleka, Tuti; Ukhty, Nabila; Hafinuddin, Hafinuddin; Rozi, Anhar
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 5, No 1 (2024): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 5 Nomor 1
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v5i1.8212

Abstract

The aim of this research was to examine the microbiological characteristics (TPC and E. coli) of frozen tuna loin in the case study of PT. Yakin Pasifik Tuna Banda Aceh. This study uses a quantitative descriptive method, which describes the test results obtained in the laboratory on the object being tested. The samples used in this study were frozen tuna loin and fresh tuna loin. The TPC in frozen tuna loin was 3.6 x 104 CFU/gram, which still meets the standards of SNI 4104:2015. Meanwhile, the results of the TPC microbial contamination test on fresh tuna was 7.0 x 103 CFU/gram or which still meets the standards of (SNI 7530.1:2009).  The E coli value in frozen and fresh loin was obtained with a value of <3. This result is in accordance with SNI 4104:2015 and SNI 7530.1:2009. In conclusion, fresh tuna loin meets SNI 7530.1:2009 while frozen tuna loin meets SNI 4104:2015.
MAKING COOLBOX USING A JUNE SACK WITH RICE HUSK (Oryza sativa) INSULATION AND CORN COB (Zea mays) Thahir, Muhammad Agam; Anzuardhi, Anzuardhi; Amrullah, T.; Ukhty, Nabila
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 6 No. 3 (2023): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

ABSTRACT Fish quality is very important to determine the selling price of fish in the market; therefore, it is necessary to have special handling in storage so that the quality of fish does not decrease. Fishermen usually use styrofoam-insulated coolboxes to maintain fish quality. This study aims to determine the lowest temperature and temperature stability. This research was conducted in April-June 2022 at the Integrated Fisheries Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Science, Teuku Umar University. The method used is a quantitative experimental method using a completely randomized design (CRD) with 1 control, 2 treatments, and 3 replicates. Tests were carried out by measuring the temperature of the coolbox room filled with 3 kg of bulk ice and looking at temperature changes within 9 hours. The lowest temperature test results contained in the rice husk coolbox were 17.4°C, the corn cob coolbox had the lowest temperature of 19.3°C, and in the styrofoam coolbox (control), the lowest temperature obtained was 13.6°C. The temperature comparison between the styrofoam coolbox, rice husk insulation coolbox, and corn cob insulation coolbox shows that, in terms of the lowest temperature point, the styrofoam coolbox is still better than the rice husk and corn cob coolbox, while the rice husk coolbox is still lower in temperature than the corn cob coolbox.
The Utilization of Papaya Leaf Infusion (Carica papaya) as a Natural Anesthetic for Rock Lobster (Panulirus penicillatus) Yanti, Riska Dwi; Ukhty, Nabila
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 5, No 2 (2024): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 5 Nomor 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v5i2.11223

Abstract

The sale of lobster plays a significant role in the fisheries sector, particularly within the export market. Lobster transportation is typically carried out using a dry transport system. Anesthesia is a crucial step in the dry transport process. Anesthetic agents can be derived from natural sources, such as papaya leaf infusion. The aim of this study is to evaluate the effect of papaya leaf infusion on induction time and sedation time as a natural anesthetic for rock lobsters, as well as to determine the optimal concentration of papaya leaf infusion for use as a natural anesthetic. This research utilized an experimental design with three treatments: P1 (100 g/L), P2 (150 g/L), and P3 (200 g/L). The data collected included induction time, sedation time, and the survival rate of lobsters during the recovery period. The data were analyzed using descriptive and inferential statistical methods, including ANOVA and the Honest Significant Difference (HSD) test. The results indicated that varying concentrations significantly affected (P<0.05) induction time but did not significantly affect (P>0.05) sedation time. The induction time for treatments P1 and P2 was significantly different from that of P3. The survival rates were 100% for treatments P1 and P2, while P3 had a survival rate of 77.77%. The optimal concentration of papaya leaf infusion was found to be P1, which induced anesthesia in the lobsters within 50 minutes and 16 seconds, with a recovery time of 2 minutes, and a 100% survival rate
Development strategy of Kuala Tadu Fish Landing, Tadu Raya District, Nagan Raya Regency Hafinuddin, Hafinuddin; Junaidi, Habib; Thahir, Muhammad Agam; Ukhty, Nabila
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 6 No 1: May 2024
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v6i1.1846

Abstract

Kuala Tadu Fish Landing Base (FLB) is one of the fishing ports located in Kuala Tadu Village, Tadu Raya District, Nagan Raya Regency, Aceh Province, which plays an important role in the local fishermen's economy, which is managed under the Maritime Fisheries and Food Service (MFFS) Nagan Raya. For now, the Kuala Tadu fish landing base is still not functioning properly, so there is a need for a development process for the fishing port. This study aims to formulate a strategy for developing an appropriate Kuala Tadu fish landing base. This research uses observation and interview methods, using 15 samples, were analyzed using SWOT analysis. The strategy obtained for the development of PPI Kuala Tadu employs quadrant III (WO strategy), indicating that PPI Kuala Tadu has several opportunities but requires an approach to minimize internal issues. Therefore, the proposed strategy includes efforts to improve internal port infrastructure, such as refining the supply of clean water, upgrading sanitation facilities, enhancing drainage systems, and refurbishing administrative buildings. Additionally, initiatives can be taken to increase fishermen's knowledge of capture fisheries, expand PPI land areas, improve the functions of the Fish Marketing Place (TPI) and provide functional facilities such as ice factories or cold storage.
MAKING COOLBOX USING A JUNE SACK WITH RICE HUSK (Oryza sativa) INSULATION AND CORN COB (Zea mays) Thahir, Muhammad Agam; Anzuardhi, Anzuardhi; Amrullah, T.; Ukhty, Nabila; Nasution, Muhammad Arif
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 6 No. 3 (2023): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Fish quality is very important to determine the selling price of fish in the market; therefore, it is necessary to have special handling in storage so that the quality of fish does not decrease. Fishermen usually use styrofoam-insulated coolboxes to maintain fish quality. This study aims to determine the lowest temperature and temperature stability. This research was conducted in April-June 2022 at the Integrated Fisheries Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Science, Teuku Umar University. The method used is a quantitative experimental method using a completely randomized design (CRD) with 1 control, 2 treatments, and 3 replicates. Tests were carried out by measuring the temperature of the coolbox room filled with 3 kg of bulk ice and looking at temperature changes within 9 hours. The lowest temperature test results contained in the rice husk coolbox were 17.4°C, the corn cob coolbox had the lowest temperature of 19.3°C, and in the styrofoam coolbox (control), the lowest temperature obtained was 13.6°C. The temperature comparison between the styrofoam coolbox, rice husk insulation coolbox, and corn cob insulation coolbox shows that, in terms of the lowest temperature point, the styrofoam coolbox is still better than the rice husk and corn cob coolbox, while the rice husk coolbox is still lower in temperature than the corn cob coolbox.
TEKNOLOGI PENANGANAN DAN PENGAWETAN DI ATAS KAPAL PADA NELAYAN KABUPATEN ACEH BARAT Ukhty, Nabila; Ikhsanul Khairi; Nurul Najmi; Mira Mauliza Rahmi; Heriansyah; Samsul Bahri; Yasrizal
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v5i2.415

Abstract

Teknik penanganan dan pengawetan ikan merupakan hal penting yang harusdilakukan dalam indsutri perikanan. Tujuan dari penanganan dan pengawetan ini yaitu menjagakualitas ikan hingga ke tangan konsumen. Kegiatan penanganan harus dilaksanakan dari huludan hilir, yaitu dari kegiatan penangkapan hingga ke pengolahan menjadi produk. Penanganandan pengawetan yang tepat dan baik dapat menghasilkan komoditas yang prima, nilai jual yangtinggi, dan dapat memperluas akses pasar. Hal ini secara tidak langsung berpotensimeningkatkan pendapatan nelayan. Kegiatan sosialiasi dilaksanakan di aula Dinas Kelautandan Perikanan (DKP) Kabupaten Aceh Barat. Tujuan kegiatan ini dilaksanakan yaitu untukmemberikan pemahaman kepada nelayan terkait cara penanganan ikan yang baik di atas kapaldan teknik pengawetan yang bisa dilakukan di atas kapal. Sosialisasi dilaksanakan dua sesi.Sesi pertama memaparkan teknologi penanganan di atas kapal dan sesi kedua teknologipengawetan di atas kapal. Kegiatan sosialisasi ditutup dengan sesi diskusi bersama paranelayan, pada sesi ini banyak informasi-informasi yang diterima dari neayan terkait kondisi dilapangan (laut), sehingga dapat menjadi masukan untuk kami dalam mencari solusi terbaikuntuk para nelayan di Aceh Barat. Salah satu solusi yang diberikan yaitu, mendesign ulangruang palka dengan dengan menambahkan alufo pada bagian insulator palka sehingga bisadimanfaatkan secara optimal dan lebih memperhatikan rasio jumlah es dan ikan selamapenyimpanan di atas kapal sehingga dapat mempertahankan mutu ikan hingga ikan didaratkan. Fish handling and preservation techniques are important things that must be applied in thefisheries industry. The purpose of this handling and preservation is to maintain the quality ofthe fish until it reaches the consumer. Handling activities must be carried out from upstreamand downstream, namely from fishing activities to processing into products. Proper and goodhandling and preservation could produce prime commodities, high selling value, and expandmarket access. This indirectly has the potential to increase fishermen’s income. Thesocialization activity was carried out in the hall of the Department of Marine Affairs andFisheries (DKP) of West Aceh Regency. The purpose of this activity is to provide fishermenwith an understanding of how to properly handle fish on board and preservation techniquesthat can be applied on board. The socialization was held in two sessions. The first sessionpresented onboard handling technology and the second session preservation technology on board. The socialization activity was closed with a discussion session with the fishermen, inthis session a lot of information was received from fishermen regarding conditions in the field,so that it could be input in finding the best solution for fishermen in West Aceh. One solutiongiven is to redesign the hatch space by adding aluminum foil to the insulator of the hatch sothat it can be used optimally and pay more attention to the ratio of the amount of ice and fishduring storage on the boat so that it can maintain the quality of the fish until the fish is landed.
Co-Authors Ade Irma Meulisa Afdhal Fuadi Aida Fitriani, Aida Ajrullah Ajrullah Akbardiansyah, Akbardiansyah Amir, Fachrorazi Amiria, Yuni Sartika Amri, Chairul Amrullah, T. Andayani Andiani Sartiwi Anhar Rozi Anhar Rozi Anzuardhi, Anzuardhi Aristi Pramadita Putri Arrazy Elba Ridha Darsal, Elda Lestari Diansyah, Akbar Elba Ridha, Arrazy Elvina Suryani Ermasari, Ermasari Ewita, Felma Farah Diana Fazril Syahputra Fitriani Fitriani Fuandi, Afdhal Hafinuddin Hafinuddin Hamidi Hamidi Hamidi Hamidi Hasti Detriani Hayatun Nufus Heriansyah Heriansyah Hidayat, Fiki Rebi Ikhsanul Khairi Ikromatun Nafsiyah Insani, Sri Ayu Irhamdika Irhamdika Iriani Setyaningsih Joko Santoso Junaidi, Habib Kustiariyah Tarman M. Faisi Ikhwali Manullang, Benny Maulida, Indah Misbah, Iyan Al Mohamad Gazali Muhammad Agam Thahir Muhammad Arif Muhammad Arif Nasution Muhammad Arif Nasution Muhammad Nurdin Muhammad Rizal Novi Sri Lestari Nur Hatijah Nurjanah Nursantika Adelia Putri Nurul Najmi Rahayu, Rosi Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Rahmi Rahmi, Mira Mauliza Rambe, Amanda Sabila Ria Octavia Rumiantin Rozi, Anhar Rozi, Anhar Rudi Hermi Rusdi Rusdi Sally, Saqbhani Puspa Salmah Salmah Samsul Bahri Samsul Bahri Saqbhani Puspa Sally Siti Anwariyah Sri Ayu Insani Sri Rosmiati Sani Sri Wahyuni Stephanie Bija Sundari, Elim Anjaria Supartik Supartik Syarifah Zuraidah Syarifah Zuraidah Syarifah Zuraidah Tika Wulan Dari Trisna, Nila Uswatun Hasanah Wahyuningsih, Yayuk Eko Yanti, Riska Dwi Yasrizal Yumiko Yoshie- Stark Zahleka, Tuti Zuriat Zuriat Zuriat