Claim Missing Document
Check
Articles

Formulation of toro tuna-based instant porridge with addition of seaweed flour for baby complementary food: Formulasi bubur instan berbasis toro tuna dengan penambahan tepung rumput laut untuk makanan pendamping ASI Ukhty, Nabila; Khairi, Ikhsanul; Akbardiansyah, Akbardiansyah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 3 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i3.59398

Abstract

The high incidence of malnutrition among children under five in Indonesia underscores the critical need for timely and comprehensive interventions to mitigate its impact. One of the factors contributing to malnutrition in toddlers is a lack of balanced nutrition in complementary food (CF). Fishery commodities such as tuna and seaweed have great potential to be developed into instant complementary food porridge for complementary feeding because they contain amino acids and essential fatty acids that toddlers need for brain and eye development. This research aimed to determine the best formulation for instant MPASI porridge made from toro tuna fish and seaweed flour based on organoleptic assessment, fatty acid profile, and amino acid profile. The complementary food porridge with toro tuna  and seaweed flour consists of four treatments, namely 94%:6%, 88%:12%, 82%:18%, and 76%:24%. The parameters analyzed included sensory tests (appearance, color, taste, and texture), fatty acid profile, and amino acid profile. Based on the research results, the differences in the formula of toro tuna and seaweed flour influence the panelists' level of preference for appearance, smell, and taste parameters. Organoleptic evaluation selected the formula with a ratio of 82%:18% as the best. The dominant fatty acids include palmitic acid (SFA) at 33.68%, oleic acid (MUFA) at 45.95%, and linoleic acid (PUFA) at 1.34%. The dominant essential amino acid is leucine at 1.28%, and the dominant non-essential amino acid is glutamic acid at 1.37%. Toro tuna and seaweed flour can be utilized in the production of instant complementary feeding porridge.
Pengaruh Suhu Terhadap Lama Pingsan Serta Siuman Lobster Batu (Panulirus penisilatus) dan Lobster Batik (Panulirus longipes) di UD. Nagata Tuna Ewita, Felma; Fuadi, Afdhal; Zuraidah, Syarifah; Ukhty, Nabila
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 4 Nomor 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v4i2.7696

Abstract

Lobster merupakan salah satu komoditi ekonomis penting di Indonesia. Salah satu cara untuk menjaga ketahanan lobster pada saat proses distribusi sistem hidup yaitu dengan cara pemingsanan. Lobster hidup harus ditransportasikan dalam keadaan pingsan agar dapat mengurangi stres selama perjalanan. Stres dalam transportasi dapat mengakibatkan kematian sehingga survival rate saat ditangan konsumen menjadi tinggi. Salah satu upaya untuk survival rate yaitu dengan pemingsanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji lama pemingsanan serta lama siuman lobster dengan suhu rendah (12oC). Metode penelitian berupa observasi selama proses pemingsanan dan siuman. Data yang dikumpulkan merupakan data kuantitatif pada pemigsanan lobster dan kualitatif pada masa siuman. Kedua data dianalisis secara deskripstif. Lobster batu membutuhkan lama pingsan selama 110 detik. Sedangkan lobster batik membutuhkan lama pingsan selama 60 detik. Siuman lobster batu membutuhkan waktu selama 45 detik untuk siuman kembali. Sedangkan siuman lobster batik membutuhkan waktu sadar yaitu selama 30 detik. Kedua lobster memiliki proses pemingsanan yang berbeda, serta memiliki lama siuman yang bebeda
Quality Characteristics of Salted Layur Fish (Trichiurus sp.) Case Study: Johan Pahlawan, West Aceh Akbardiansyah, Akbardiansyah; Ukhty, Nabila; Misbah, Iyan Al; Nafsiyah, Ikromatun
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 5, No 2 (2024): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 5 Nomor 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v5i2.13166

Abstract

Layur fish (Trichiurus sp.) is an important fishery commodity widely utilized as salted fish. However, traditional processing methods are susceptible to microbial and physical contamination, often failing to meet Indonesian National Standard (SNI) quality criteria.1 This study aimed to determine the quality characteristics of salted Layur fish produced in Johan Pahlawan District, West Aceh, based on SNI parameters, including salt content, moisture content, ash content, acid-insoluble ash content, and total plate count (TPC).1 An observational research method was employed, involving sampling from two salted fish vendors (Vendor A and Vendor B), followed by laboratory testing, and descriptive quantitative data analysis. The research results indicated that the salt content of salted Layur fish (Vendor A: 11.91%; Vendor B: 10.25%) and moisture content (Vendor A: 12.69%; Vendor B: 25.63%) met the requirements of SNI 8273:2016 (salt content 12.0–20.0%; moisture content max. 40.0%).1 TPC values (Vendor A: 0.00 CFU/g; Vendor B: 6.16 CFU/g) were also below the SNI 8273:2016 threshold (max. 1x10^5 CFU/g).1 However, the acid-insoluble ash content (Vendor A: 1.40%; Vendor B: 1.75%) significantly exceeded the maximum limit of SNI 2354-1:2010 (0.3%).1 The quality of salted Layur fish from Johan Pahlawan met SNI standards for salt content, moisture content, and TPC, but failed to meet the standard for acid-insoluble ash, indicating physical contamination that requires further attention
Mutu Organoleptik dan Angka Lempeng Total pada Produk Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Beku di CV. X, Banda Aceh Rambe, Amanda Sabila; Ukhty, Nabila; Hamidi, Hamidi; Insani, Sri Ayu
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 4 Nomor 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v4i2.8571

Abstract

AbstrakIkan cakalang merupakan ikan yang bersifat mudah rusak (high perishable food). Salah satu penyebabnya adalah aktivitas mikroorganisme dan enzimatis. Hal yang dapat dilakukan untuk menanggulanginya adalah proses pembekuan disertai dengan praktik manajemen mutu pangan. Produk yang dihasilkan dari kedua praktik ini butuh dievaluasi guna melihat efektivitas dan efisiensinya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat mutu organoleptik dan cemaran mikroba, pada produk cakalang beku di CV. X, Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Hasil penilaian panelis terhadap nilai mutu organoleptik ikan cakalang beku menunjukkan bahwa pada bulan Oktober di dapat nilai rata-rata 7 pada parameter lapisan es, dehidrasi, diskolorasi, dan nilai 6 pada parameter kenampakan, bau, dan tekstur. Hasil penilaian pada bulan November di peroleh nilai rata-rata 7 pada parameter lapisan es, dehidrasi, diskolorasi, dan nilai 5 pada parameter kenampakan, bau, dan tekstur. Hasil pengujian jumlah angka lempeng total pada ikan beku cakalang bulan oktober menunjukkan 2,0 x 104 CFU/g dan bulan november <2500 CFU/g. Hasil penilaian organoleptik di kedua bulan terdapat nilai di bawah ambang batas SNI 01- 2733.1-2006 (minimal 7) dan pengujian angka lempeng total di kedua bulan sesuai dengan ambang batas SNI 2332. 3- 2015 (maksimal 5 X105  CFU/g)
Penerapan Sanitasi Hygiene Pada Pengolahan Bakso Udang Di KUB Rizki Sabena Kabupaten Aceh Singkil Sundari, Elim Anjaria; Ukhty, Nabila
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 3 Nomor 1
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jupiter.v3i1.4978

Abstract

KUB. Rizki Sabena merupakan salah satu unit pengolahan ikan yang terletak di Kabupaten Aceh Singkil. Salah satu produk hasil olahannya yaitu bakso udang. Pada proses produksi bakso udang, sistem jaminan mutu merupakan salah satu faktor penting dalam menghasilkan produk yang aman dan berkualitas. Upaya yang dapat dilakukan dalam menjamin mutu produk yaitu dengan melakukan penerapkan sanitasi dan hygiene pada proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sanitasi dan hygiene pada pengolahan bakso udang di KUB. Rizki Sabena Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini terdiri dari dua tahapan yaitu survei lokasi dan pengambilan data. Data yang dikumpulkan berupa data primer. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara, partisipasi aktif dan observasi langsung dengan menggunakan tabel checklist meliputi personal hygiene dan perilaku penjamah, sanitasi dan hygiene bahan baku, sanitasi dan hygiene air dan es, sanitasi dan hygiene perlengkapan dan peralatan, sanitasi dan hygiene ruang pengolahan, sanitasi dan hygiene produk akhir serta sanitasi dan hygiene limbah. Hasil Penerapan sanitasi hygiene bakso udang di KUB. Rizki Sabena belum diterapkan sempurna. Komponen yang belum diterapkan diantaranya, penjamah tidak memakai hairnet dan alas kaki, pengecekan suhu pada bahan baku belum dilaksanakan, alat produksi berbahan dasar kayu masih digunakan, penggunaan disinfektan belum diterapkan, serta fasilitas pendingin ruangan dan pencegah hama belum tersedia.
Kelayakan dasar UMKM pengolahan ikan di Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil: The prerequisite program in fish processing MSME Banyak Island District, Aceh Singkil Hasanah, Uswatun; Khairi, Ikhsanul; Akbardiansyah, Akbardiansyah; Ukhty, Nabila; Rozi, Anhar; Insani, Sri Ayu
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i3.46013

Abstract

Kualitas produk menjadi syarat penting bagi industri yang bergerak di bidang pangan, termasuk industri pada taraf usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Produk UMKM yang bermutu dapat meningkatkan kemampuan berkompetisi di pasar, seperti peningkatan jangkauan pemasaran. Penerapan mutu yang baik, diawali dengan penerapan kelayakan dasar (prasyarat program) yang meliputi Good Manufacturing Practice (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP). Jenis penelitian yang dilakukan, yaitu penelitian kualitatif melalui kegiatan observasi dan penelitian eksperimen melalui pengujian di laboratorium. Tahapan penelitian terdiri dari evaluasi penerapan kelayakan dasar, tahapan kedua pengambilan sampel produk UMKM, dan tahapan ketiga, yaitu pengujian cemaran mikroorganisme. Hasil evaluasi penerapan kelayakan dasar menunjukkan UMKM 1, 2 dan 3 memperoleh tingkat penerapan C yang terdiri dari jumlah penyimpangan mayor 6, serius 3 dan kritis nihil pada UMKM 1 dan 2 serta penyimpangan mayor 6, serius 4 dan kritis nihil pada UMKM 3. UMKM 4 memperoleh tingkat penerapan D dengan jumlah penyimpangan mayor 7, serius 2 dan kritis 1. Hasil analisis cemaran mikroba parameter ALT sebanyak <2.500 koloni/g, parameter E. coli dan Salmonella negatif (-) pada keempat produk UMKM. UMKM 1, 2, 3, dan 4 memenuhi persyaratan SNI 7388:2009 pada parameter cemaran mikroba. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan keempat UMKM belum menerapkan kelayakan dengan baik, namun cemaran mikroba pada produk yang dihasilkan di bawah ambang batas SNI.
Edukasi teknologi BuDar (BuBu Dasar) ramah lingkungan berbasis sumberdaya lokal untuk peningkatan hasil tangkapan nelayan tradisional Lhok Kuala Bubon Hamidi Hamidi; Afdhal Fuadi; Rosi Rahayu; Muhammad Arif; Akbardiansyah Akbardiansyah; Rahmawati Rahmawati; Nabila Ukhty; Fiki Rebi Hidayat; Rusdi Rusdi; Fachrorazi Amir; Nurhatijah Nurhatijah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34365

Abstract

AbstrakSalah satu alat penangkapan ikan yang selama ini digunakan oleh nelayan tradisional Lhok Kuala Bubon yaitu pukat tarik dengan hasil tangkapan yang relatif berukuran kecil dan secara perlahan dapat merusak dasar perairan, sehingga perlu adanya alat penangkapan ikan yang ramah terhadap lingkungan dan hasil tangkapan yang diperoleh sudah layak tangkap serta memiliki nilai ekonomis penting salah satunya adalah bubu dasar. Oleh karena itu perlu adanya kegiatan edukasi pengenalana teknologi BuDar (Bubu Dasar) ramah lingkungan dan berbasis sumberdaya lokal yang diberikan kepada kelompok nelayan tradisional tersebut. Jumlah penerima manfaat langusng dari kegiatan pengabdian ini yaitu 35 orang atau kelompok nelayan tradisional dengan menggunakan armada penangkapan ikan <5 GT di perairan Aceh Barat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan alat penangkapan ikan tepat guna yaitu BuDar kepada kelompok nelayan tradisional untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi penggunaan alat tangkap yang tidak ramah terhadap lingkungan. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini yaitu menggunakan metode pendidikan dengan melakukan edukasi dan sosialisasi kepada kelompok nelayan tradisional mulai dari FGD persiapan pengabdian, pelaksanaan pengabdian, dan evaluasi dari pelaksanaan kegiatan. Hasil FGD persiapan kegiatan ditemukan beberapa masalah utama pada kelompok nelayan tradisional Lhok Kuala Bubon yaitu masih menggunakan alat tangkap pukat tarik yang secara tidak langsung dapat merusak dasar perairan, kemudian nelayan tradisional tersebut masih kurang pahamnya alternatif alat tangkap yang tidak merusak lingkungan. Timbulnya partisipasi aktif oleh kelompok nelayan tradisional Lhok Kuala Bubon dari edukasi teknologi BuDar ramah lingkungan, sehingga nelayan tersebut tertarik menggunakan bubu dasar sebagai alternatif untuk menangkap ikan demersal khususnya ikan karang yang memiliki nilai ekonomis penting. Kemudian terjadi peningkatan pengetahuan kelompok nelayan tradisional sebanyak 80% terkait materi yang diberikanan mulai dari alat dan bahan yang digunakan, manfaatn bubu dasar, dan jenis hasil tangkapan yang akan diperoleh. Kata kunci: edukasi; budar; ramah lingkungan; sumberdaya lokal; nelayan tradisional. AbstractOne of the fishing tools that has been used by traditional fishermen of Lhok Kuala Bubon is the trawl net, which has a relatively small catch and can slowly damage the bottom of the waters, so there is a need for fishing tools that are environmentally friendly and the catch obtained is suitable for fishing and has important economic value, one of which is the bottom trap. Therefore, there is a need for educational activities to introduce BuDar (bottom trap) technology, which is environmentally friendly and based on local resources, to these traditional fishing groups. The number of direct beneficiaries of this community service activity is 35 people or groups of traditional fishermen using fishing fleets <5 GT in the waters of West Aceh. This community service activity aims to introduce appropriate fishing gear, namely BuDar, to traditional fishing groups to increase income and reduce the use of fishing gear that is not environmentally friendly. The method used in this community service activity is using an educational method by providing education and outreach to traditional fishermen groups starting from FGD preparation for community service, implementation of community service, and evaluation of the implementation of activities. The results of the FGD on preparation for the activity found several main problems in the Lhok Kuala Bubon traditional fishermen group, namely that they still use trawl fishing gear, which can indirectly damage the waters, and that the traditional fishermen still do not understand alternative fishing gear that does not damage the environment. The emergence of active participation by the traditional fishermen group of Lhok Kuala Bubon from the education of environmentally friendly BuDar technology made from local resources available around Lhok Kuala Bubon Village so that the fishermen are interested in using bottom traps as an alternative to catch demersal fish, especially reef fish, which have important economic value. Keywords: education; BuDar; environmentally friendly; local resources; traditional fishermen.
Pemberdayaan Kelompok Poklahsar Camar Laut dalam Peningkatan Kualitas Pengolahan Produk Ikan Asin dengan Teknologi Penjemuran Berbasis Sumberdaya Lokal Akbardiansyah Akbardiansyah; Ishak Hasan; Afdhal Fuadi; Ikhsanul Khairi; Nabila Ukhty; Rahmawati Rahmawati; Muhammad Arif; Hamidi Hamidi; Rosi Rahayu; Syarifah Zuraidah; Iyan Al Misbah; Syahrul Muhharram; Nurul Najmi; Rudi Hermi; Ikromatun Nafsiyah
Marine Kreatif Vol 10, No 1 (2026): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v10i1.15282

Abstract

Kelompok Poklahsar Camar Laut merupakan salah satu pelaku usaha mikro di Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, yang bergerak dalam pengolahan ikan asin. Potensi usaha kelompok ini cukup besar karena didukung oleh lokasi yang strategis, ketersediaan lahan penjemuran yang luas, serta pasokan bahan baku yang berkelanjutan dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan nelayan tradisional. Namun demikian, proses pengolahan ikan asin yang masih sederhana dan kurang higienis menyebabkan mutu produk belum optimal. Penjemuran ikan yang dilakukan di atas tanah atau rumput menurunkan kualitas serta tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan mutu produk ikan asin melalui penerapan teknologi penjemuran berbasis sumber daya lokal yang higienis dan efisien. Metode yang digunakan meliputi Focus Group Discussion (FGD) bersama mitra untuk perencanaan kegiatan, sosialisasi dan workshop tentang pengolahan ikan asin sesuai standar SNI, pelatihan pembuatan alat penjemuran dari bahan lokal, serta pelatihan pengolahan ikan teri siap saji (teri asam sunti) guna meningkatkan nilai jual produk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam teknik penggaraman, penjemuran, serta diversifikasi produk. Selain itu, kegiatan ini mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha masyarakat pesisir melalui peningkatan kualitas dan daya saing produk ikan asin kelompok Poklahsar Camar Laut.
Pendampingan Pohlaksar Camar Laut dalam Adopsi Teknologi Digital untuk Perluasan Akses Pemasaran Rahmawati Rahmawati; Nabila Ukhty; Akbardiansyah Akbardiansyah; Eka Lisdayanti; Safnarita Safnarita
Lamahu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Vol 5, No 2: August 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ljpmt.v5i2.38840

Abstract

Conventional marketing practices, limited digital literacy, and the underutilization of digital media continue to constrain market expansion and competitiveness among fishery product processors. This community engagement program aimed to strengthen the digital marketing capacity of Poklahsar Camar Laut members through a participatory approach involving needs assessment, training, mentoring, and evaluation. Program effectiveness was assessed using pre- and post-training evaluations, observation of digital media utilization, and technology adoption indicators. Results showed a substantial increase in participants’ knowledge, from approximately 30–40% before training to 80–90% after the intervention. Technology adoption reached 80%, digital marketing understanding 90%, independent digital media management 70%, promotional content consistency 60%, and program sustainability 70%. The program improved participants’ ability to manage social media, create promotional content, and utilize digital platforms for marketing communication and customer network expansion. These findings indicate that practice-based mentoring effectively supports the transition from conventional to digital marketing, contributing to enhanced marketing capacity, wider market access, and the sustainability of fishery-based businesses.
Pelatihan Pengolahan Amplang Ikan sebagai Upaya Pemanfaatan Sumber Daya Alam di Gampong Ujong Drien, Aceh Barat Nabila Ukhty; Ikhsanul Khairi; Akbardiansyah Akbardiansyah; Rosi Rahayu; Rahmawati Rahmawati; Yasrizal Yasrizal
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 6, No 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v6i2.10784

Abstract

Fish cracker production training in Ujong Drien Village, West Aceh Regency, was chosen because the location of the village is along the coast of West Aceh. The absence of small industries or MSMEs in the fish processing sector is proof of the need for this training program. By utilizing the potential of local natural resources, this activity can contribute to the community's economic growth. The aim of this training activity is to equip local communities with knowledge, skills, and motivation, thereby enabling them to develop fish cracker production as a sustainable source of livelihood. This is expected to have a positive impact on the economic welfare of the village. The training process consists of four stages, namely community situation analysis, problem identification, recipe testing, and field implementation. The main results of this program are that participants are able to prepare raw materials and process them according to hygienic standards, participants are able to produce fish crackers according to the correct procedures, and participants are able to produce fish crackers that are tasty and have a crunchy texture.
Co-Authors Ade Irma Meulisa Afdhal Fuadi Aida Fitriani, Aida Ajrullah Ajrullah Akbardiansyah Akbardiansyah Akbardiansyah Akbardiansyah Akbardiansyah, Akbardiansyah Amiria, Yuni Sartika Amri, Chairul Amrullah, T. Andayani Andiani Sartiwi Anhar Rozi Anhar Rozi Anzuardhi, Anzuardhi Aristi Pramadita Putri Arrazy Elba Ridha Diansyah, Akbar Ega Sintia Eka Lisdayanti Elda Lestari Darsal Elvina Suryani Ermasari, Ermasari Ewita, Felma Fachrorazi Amir Farah Diana Fazril Syahputra Fiki Rebi Hidayat Fitriani Fitriani Fuandi, Afdhal Hafinuddin Hafinuddin Hamidi Hamidi Hamidi Hamidi Hamidi Hamidi Hasti Detriani Hayatun Nufus Heriansyah Heriansyah Ikhsanul Khairi Ikromatun Nafsiyah Ikromatun Nafsiyah Insani, Sri Ayu Irhamdika Irhamdika Iriani Setyaningsih Ishak Hasan Iyan Al Misbah Joko Santoso Junaidi, Habib Kustiariyah Tarman M. Faisi Ikhwali Maulida, Indah Misbah, Iyan Al Mohamad Gazali Muhammad Agam Thahir Muhammad Agam Thahir Muhammad Arif Muhammad Arif Nasution Muhammad Nurdin Muhammad Rizal Novi Sri Lestari Nurhatijah Nurhatijah Nurjanah Nursantika Adelia Putri Nurul Najmi Rahmawati Rahmawati Rahmi, Mira Mauliza Rambe, Amanda Sabila Ria Octavia Rumiantin Rosi Rahayu Rozi, Anhar Rozi, Anhar Rudi Hermi Rusdi Rusdi Safnarita Safnarita Sally, Saqbhani Puspa Salmah Salmah Samsul Bahri Samsul Bahri Saqbhani Puspa Sally Siti Anwariyah Siti Melda Sri Ayu Insani Sri Rosmiati Sani Sri Wahyuni Stephanie Bija Sulaiman Sulaiman Sundari, Elim Anjaria Supartik Supartik Syahrul Muhharram Syarifah Zuraidah Teuku Amarullah Tika Wulan Dari Trisna, Nila Uswatun Hasanah Wahyuningsih, Yayuk Eko Yanti, Riska Dwi Yasrizal Yumiko Yoshie- Stark Zahleka, Tuti Zuriat Zuriat Zuriat