Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN KURIKULUM 2013 BAGI GURU BAHASA INDONESIA SE-KECAMATAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK Siswanto PHM; Arisul Ulumuddin; Siti Ulfiyani
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2014): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v5i2.702

Abstract

AbstrakDari hasil pengamatan secara umum, guru masih kurang memahami konsep dasar kurikulum 2013. Hal itu disebabkan guru masih mengacu pada konsep pembelajaran lama yaitu menyampaikan materi secara instan tanpa melibatkan kreativitas siswa. Padahal konsep dasar kurikulum 2013 adalah pembelajaran yang berorientasi pada hasil atau produk yang dihasilkan secara mandiri oleh siswa. Selain itu, kurikulum 2013 mengunakan pendekatan ilmiah, namun sebagian besar guru masih belum menguasai penggunaan tekonologi, seperti pemakaian komputer dan LCD yang secara umum digunakan dalam kurikulum 2013 ini. Kemudian, masih terbatasnya diklat, pelatihan, dan sosialisasi yang memadai dan berkompeten, serta kurangnya pendampingan oleh ahli mengenai pelaksanaan kurikulum ini, menjadikan kondisi tersebut semakin membutuhkan perhatian lebih. Belum lagi jika sejumlah pelatihan yang memang telah diikuti tidak memberikan pencerahan, tetapi justru membuat pada guru tersebut semakin bingung mengenai konsep dasar kurikulum 2013 yang seharusnya sudah mulai dijalankannya dengan baik. Kenyataan menunjukan bahwa pemahaman dan penguasaan guru terhadap kurikulum 2013 masih kurang, khususnya guru bahasa Indonesia di sekolah-sekolah yang ada di kecamatan Sayung kabupaten Demak. Perlu adanya pelatihan untuk memahamkan penerapan kurikulum 2013. Dengan demikian, diharapkan guru tersebut dapat diaplikasikan dalam sistem pembelajaran di sekolah yang bersangkutan. Dalam pelaksanaannya, program ini memperoleh perhatian yang baik, di antaranya yang tampak pada keseriusan dalam mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir. Selain itu, guru pun tampak berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab sebagai tanggapan positif dari materi yang telah disampaikan. Setelah proses pendampingan, guru memperoleh pemahaman yang lebih baik sehingga diharapkan guru dapat mengaplikasikan konsep kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran di kelas.Kata kunci: kurikulum 2013, pelatihan
MENJADIKAN SANTUN BERBAHASA MELALUI PENGETAHUAN PEMEROLEHAN BAHASA ANAK Arisul Ulumuddin; Eva Ardiana I; Azzah Nayla
Sasindo Vol 2, No 2 Agustus (2014): SASINDO
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v2i2 Agustus.975

Abstract

Language acquisition is the process by which someone can speak or process in general children acquire their first language. The acquisition of language in children aged two to three years to occur naturally. The acquirer is usually the natural language meaning that language acquisition occurs naturally unwittingly that a child acquire language, but just be aware of the fact that he was using language to communicate. Communication with the language that will create decent child in the language, the language has a very important role in shaping the character of manners, politeness importance of language acquisition in the family or in the community so that the child will become a full human decency.Keywords: polite language, child language acquisition.
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA RANAH SOSIAL BUDAYA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) Arisul Ulumuddin; Agus Wismanto
Sasindo Vol 2, No 1 Januari (2014): sasindo
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v2i1 Januari.917

Abstract

Interest in foreign learners learn Indonesian poorly supported by the availabilityof teaching materials on the market. Therefore, the need for teaching materials BIPA asbalancing the amount of interest a foreign nation to learn Indonesian. In addition,teaching materials are very beneficial for the BIPA BIPA program for the teachingmaterials BIPA socio-cultural sphere we can put the wealth of identity, character, andour culture as a nation of Indonesia. Until now interactive learning books BIPA notdevelop optimally in Indonesia. One of the obstacles the development of interactivelearning media is less interactive media development technology mastered by theteachers and managers of BIPA in Indonesia. From the development of teachingmaterials BIPA social sphere obtained integrative teaching materials prepared andtailored to the learner's ability BIPA primary and secondary level, the aim of learningIndonesian to improve kemunikatif. Therefore, all material in this teaching materialaims to train the Indonesian language communicative ability for learners to be inIndonesia. Not to forget, an integrative model of teaching materials BIPA intermediatelevel presents records as a social and cultural responsibility of teachers in maintainingthe character and identity of Indonesia. in addition, and learning new vocabulary wordsthat exist in this teaching material can be fully used in everyday life.Keywords: teaching materials, BIPA, social sphere
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS KARYA ILMIAH BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MAHASISWA PBSI TAHUN AKADEMIK 2012/2013 Arisul Ulumuddin
Sasindo Vol 1, No 2/septembe (2013): sasindo
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v1i2/septembe.675

Abstract

This study aims to develop textbooks to write scientific works based on character education for PBSI students in academic year 2012/2013. Through research R and D The source of this research data consists of 4th semester students in the academic year 2012/2013 and lecturer in scientific writing. The product of this research is validated by the expert, tested by the expert that is the lecturer of scientific writing course. In the development of scientific writing materials for students must be tailored to the character education, students in the course of the way that is done by integrating the character values. This study aims to describe the characteristics of my book ajar scientific writing developed with the content value of the character. Based on the development stage obtained textbook writing scholarly charged character education value. Books that have values of these characters have been declared good and proper by experts and accepted by the community, especially students and lecturers in scientific writing and able to facilitate students in conducting lectures with limited.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku ajar menulis karya ilmiah berbasis pendidikan karakter untuk mahaasiswa PBSI Tahun akademik 2012/2013. Melalui penelitian R and D Sumber data penelitian ini terdiri atas mahasiswa semester 4 D pada tahun akademik 2012/2013 dan dosen mata kuliah penulisan ilmiah. Produk hasil penelitan ini divalidasi oleh ahli, diuji coba oleh ahli yaitu dosen mata kuliah penulisan ilmiah. Dalam pengembangannya bahan ajar menulis ilmiah untuk mahasiswa harus disesuaikan dengan pendidikan karakter, mahasiswa dalam perkuliahan cara yang dilakukan yaitu dengan mengintegrasikan nilai-nilai karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi karakteristik bukku ajar menulis ilmiah yang dikembangkan dengan muatan nilai karakter.Berdasarkan tahap pengembangan diperoleh buku ajar menulis ilmiah bermuatan nilai pendidikan karakter. Buku yang berbasis nilai karakter ini telah dinyatakan baik dan layak oleh ahli serta diterima oleh masyarakat khususnya mahasiswa dan dosen mata kuliah penulisan ilmiah dan mampu mempermudah mahasiswa dalam melaksanakan perkuliahan dengan terbatas.
PEMBELAJARAN MENULIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISCOVERYBERBASIS WEB BLOG Arisul Ulumuddin
Sasindo Vol 3, No 1 (2015): Sasindo
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v3i1.2068

Abstract

Kemampuan menulis dapat dikembangkan melalui letarasi dengan penerapan e-portofolio berbasis web blog. Menulis karya ilmiah adalah kegiatan mempersuasi orang lain dengan menggunakan bahasa agar orang lain mengetahui, memahami, serta menerima maksud (informasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, persuasi) yang disampaikan.aplikasi metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif dari discovery sangat berkaitan dengan realitas kehidupan yang empiris. Mengingat pembelajaran yang dilaksanakan dalam kelas sangat relevan dengan perkembangan zaman, terutama kemandirian peserta didik dalam menghadapi suatu persoalan kehidupan yang menuntut  pemecahan secara holistik.Tahapan melalui web Portofolio elektronik adalah dokumen peserta didik dalam format elektronik yang memuat informasi tentang siswa (seperti transkrip, surat rekomendasi, dan catatan sejarah hasil karya) dan karya terpilih dari siswa (seperti contoh tulisan, proyek multimedia, karya seni) yang dibuat dalam berbagai format media termasuk di dalamnya blog dan website.Kegiatan discovery meliuti yaitu a) berdiskusi, b) bertanya, c) observation, d) experiment,e) menstimulasi, f) inquiry approach, dan g) memecahkan masalah.Kata kunci: menulis, discovery, web blog.Kemampuan menulis dapat dikembangkan melalui letarasi dengan penerapan e-portofolio berbasis web blog. Menulis karya ilmiah adalah kegiatan mempersuasi orang lain dengan menggunakan bahasa agar orang lain mengetahui, memahami, serta menerima maksud (informasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, persuasi) yang disampaikan.aplikasi metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif dari discovery sangat berkaitan dengan realitas kehidupan yang empiris. Mengingat pembelajaran yang dilaksanakan dalam kelas sangat relevan dengan perkembangan zaman, terutama kemandirian peserta didik dalam menghadapi suatu persoalan kehidupan yang menuntut  pemecahan secara holistik.Tahapan melalui web Portofolio elektronik adalah dokumen peserta didik dalam format elektronik yang memuat informasi tentang siswa (seperti transkrip, surat rekomendasi, dan catatan sejarah hasil karya) dan karya terpilih dari siswa (seperti contoh tulisan, proyek multimedia, karya seni) yang dibuat dalam berbagai format media termasuk di dalamnya blog dan website.Kegiatan discovery meliuti yaitu a) berdiskusi, b) bertanya, c) observation, d) experiment,e) menstimulasi, f) inquiry approach, dan g) memecahkan masalah.Kata kunci: menulis, discovery, web blog.
FUNGSI DAN PERAN KATA BERPREFIKS MENG- DALAM KALIMAT BAHASA INDONESIA Siswanto PHM; Suyoto Suyoto; Larasati Larasati; Arisul Ulumuddin
Sasindo Vol 1, No 1 Januari (2013): SASINDO
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v1i1 Januari.427

Abstract

Pembahasan prefiks meng- yang dilakukan oleh Alisjahbana (1948), Mess (1957),Wojowasito ( 1978), Ramlan (1981), Kridalaksana (1987, 1990) mempersoalkan pembentukan kata,karakteristik, dan kategori kata. Pembahasan yang dilakukan baru menyangkut konsep dan kriteriapenggolongan kata. Pembahasan kata berprefiks meng- sebagai unsur pusat di dalam relasiparadigmatik belum maksimal.Dengan demikian, masalah yang menyangkut fungsi dan peran kataberprefiks meng- dalam bahasa Indonesia penting untuk diteliti. Dengan penelitian tentang fungsidan peran kata berprefiks meng- diharapkan menjadi lebih mendalam.Pendekatan yang digunakandalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif. Untuk membuktikan adanya prefiks mengpembentukverba yang berfungsi dan berperan dalam penataan kalimat, digunakan juga pendekatanword and paradigm (WP) dengan memanfaatkan teori struktural.Data penelitian ini mencakupi datatulisan dan data lisan yang berasal dari pemakaian bahasa Indonesia pada kurun waktu 2000 sampai dengan 2011. Data tulis dikumpulkan dengan teknik dasar penyadapan dan teknik lanjutanpencatatan, sedang data lisan dijaring melalui teknik konfirmasi dan teknik wawancara. Dalampenelitian ini akan dilakukan kajian pada setiap bentuk berprefiks meng- pembentuk verba akandikaitkan fungsi, makna gramatikal, dan perannya. Dengan cara kerja ini akan diketahui adanyakata berprefiks meng- yang memiliki fungsi, makna, dan peran yang berbeda-beda.Ketransitifanprefiks meng- + (-kan) bermakna: a) melakukan aktivitas kegiatan yang dinyatakan oleh kata dasar,berfungsi P, berperan perbuatan aktif, serta berobjek, b)) ketransitifan prefiks meng- + -kanbermakna melakukan aktivitas kegiatan yang dinyatakan oleh kata dasar (benefaktif)), berfungsi P,berperan perbuatan aktif, serta berobjek (dan berpelengkap); 2) ketaktransitifan prefiks mengbermakna:a) menjadi, b) menyerupai, c) makan/minum, d)) menuju, e) mencari/mengumpulkan,dan berfungsi P, dan berperan keadaan, serta nomor 2.a) sampai dengan 2.i)) tidak memiliki sasaran(objek).Kata Kunci: Prefiks meng-, Fungsi, Peran
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS PUISI BERKONTEKS LINGKUNGAN PESERTA DIDIK BERMUATAN NILAI-NILAI RELIGIUS UNTUK MADRASAH ALIYAH Arisul Ulumuddin
Sasindo Vol 1, No 1 Januari (2013): SASINDO
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v1i1 Januari.423

Abstract

Instructional materials to write poetry in the Indonesian language andliterature curriculum perluh developed based on the needs of learners. In thedevelopment of teaching materials for Madrasah Aliyah poetry should be adaptedto the context of the learners who have religious values by integrating religiousvalues. This study aims to identify the needs of the students and teachers in thedevelopment of teaching materials poetry student environment contextual chargedreligious values for madrasah aliyah, decrypt the characteristics of poetryteaching materials developed contextual environment students charged religiousvalues for madrasah aliyah, and determine the effectiveness of the use of teachingmaterials poetry student environment contextual charged religious values formadrasah aliyah. Based on the analysis and discussion of the results of researchon teachers and learners need instructional materials Islamic senior-laden poetryreligious values derived from a true story. Based on the stage of development ofteaching materials obtained by writing poetry student environment contextualcharged religious values for madrasah aliyah entitled Easy Ways to Write Poetry.Book-laden religious values have been expressed and decent by experts andaccepted by the public, especially the students and teachers of Madrasah Aliyah.Teaching materials poetry contextual environments learners laden religiousvalues have aspects effectiveness after limited testing at MAN 1 Semarang.Keywords: development of teaching materials, writing poetry, the students,religious values
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS PUISI BERKONTEKS LINGKUNGAN PESERTA DIDIK BERMUATAN NILAI-NILAI RELIGIUS UNTUK MADRASAH ALIYAH Arisul Ulumuddin
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 Januari (2013): SASINDO
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v1i1 Januari.423

Abstract

Instructional materials to write poetry in the Indonesian language andliterature curriculum perluh developed based on the needs of learners. In thedevelopment of teaching materials for Madrasah Aliyah poetry should be adaptedto the context of the learners who have religious values by integrating religiousvalues. This study aims to identify the needs of the students and teachers in thedevelopment of teaching materials poetry student environment contextual chargedreligious values for madrasah aliyah, decrypt the characteristics of poetryteaching materials developed contextual environment students charged religiousvalues for madrasah aliyah, and determine the effectiveness of the use of teachingmaterials poetry student environment contextual charged religious values formadrasah aliyah. Based on the analysis and discussion of the results of researchon teachers and learners need instructional materials Islamic senior-laden poetryreligious values derived from a true story. Based on the stage of development ofteaching materials obtained by writing poetry student environment contextualcharged religious values for madrasah aliyah entitled Easy Ways to Write Poetry.Book-laden religious values have been expressed and decent by experts andaccepted by the public, especially the students and teachers of Madrasah Aliyah.Teaching materials poetry contextual environments learners laden religiousvalues have aspects effectiveness after limited testing at MAN 1 Semarang.Keywords: development of teaching materials, writing poetry, the students,religious values
MENJADIKAN SANTUN BERBAHASA MELALUI PENGETAHUAN PEMEROLEHAN BAHASA ANAK Arisul Ulumuddin; Eva Ardiana I; Azzah Nayla
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 Agustus (2014): SASINDO
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v2i2 Agustus.975

Abstract

Language acquisition is the process by which someone can speak or process in general children acquire their first language. The acquisition of language in children aged two to three years to occur naturally. The acquirer is usually the natural language meaning that language acquisition occurs naturally unwittingly that a child acquire language, but just be aware of the fact that he was using language to communicate. Communication with the language that will create decent child in the language, the language has a very important role in shaping the character of manners, politeness importance of language acquisition in the family or in the community so that the child will become a full human decency.Keywords: polite language, child language acquisition.
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA RANAH SOSIAL BUDAYA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) Arisul Ulumuddin; Agus Wismanto
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 Januari (2014): sasindo
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v2i1 Januari.917

Abstract

Interest in foreign learners learn Indonesian poorly supported by the availabilityof teaching materials on the market. Therefore, the need for teaching materials BIPA asbalancing the amount of interest a foreign nation to learn Indonesian. In addition,teaching materials are very beneficial for the BIPA BIPA program for the teachingmaterials BIPA socio-cultural sphere we can put the wealth of identity, character, andour culture as a nation of Indonesia. Until now interactive learning books BIPA notdevelop optimally in Indonesia. One of the obstacles the development of interactivelearning media is less interactive media development technology mastered by theteachers and managers of BIPA in Indonesia. From the development of teachingmaterials BIPA social sphere obtained integrative teaching materials prepared andtailored to the learner's ability BIPA primary and secondary level, the aim of learningIndonesian to improve kemunikatif. Therefore, all material in this teaching materialaims to train the Indonesian language communicative ability for learners to be inIndonesia. Not to forget, an integrative model of teaching materials BIPA intermediatelevel presents records as a social and cultural responsibility of teachers in maintainingthe character and identity of Indonesia. in addition, and learning new vocabulary wordsthat exist in this teaching material can be fully used in everyday life.Keywords: teaching materials, BIPA, social sphere