Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search
Journal : e-CliniC

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN MODOINDING Maleke, Vini; Umboh, Adrian; Pateda, Vivekenanda
e-CliniC Vol 3, No 3 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i3.9420

Abstract

Abstract: Nutrition is needed for growth and development, energy, thinking, and physical well-being. Selection of proper nutrition will optimize growth and brain development. This study aimed to determine the relationship of nutritional status and academic achievement of elementary school students in Modoinding. This was a descriptive analytical study with a cross sectional design. The nutritional status was based on BMI value meanwhile the academic achievement was based on school reports. Samples were 114 students. Data were analyzed by using univariate and bivariate analyses as well as ANOVA F test. The results showed that there was no significant relationship between nutritional status and academic achievement with a p value = 0.792. Conclusion: There was no significant relationship between nutritional status and academic achievement among the elementary students in Modoinding.Keywords: nutritional status, achievementAbstrak: Gizi dibutuhkan anak sekolah untuk pertumbuhan dan perkembangan, energi, berpikir, serta daya tahan tubuh. Gizi yang berkualitas akan mengoptimalisasikan pertumbuhan dan perkembangan otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dan prestasi belajar siswa Sekolah Dasar Kecamatan Modoinding. Penelitian ini bersifat dekriptif analitik dengan desain potong litang. Status gizi dan prestasi dilihat berdasarkan nilai IMT dan hasil rapor. Jumlah sampel sebanyak 114 siswa. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji anova F. Hasil analisis data memperlihatkan tidak terdapat hubungan bermakna antara status gizi dan prestasi belajar siswa dengan nilai p = 0,792. Simpulan: Pada siswa Sekolah Dasar Kecamatan Modoinding tidak terdapat hubungan bermakna antara status gizi dan prestasi belajar.Kata kunci: status gizi, prestasi
Hubungan status gizi dengan tekanan darah pada siswa SD Katolik RK IV Santo Yohanes Manado Mantik, Keren E.K.; Umboh, Adrian; Wilar, Rocky
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i2.14458

Abstract

Abstract: Nutritional status problems such as undernutrition and overnutrition are still widespread in Indonesia. Nutritional status, notably overnutrition, may result in increased blood pressure through the mechanisms of increased leptin, insulin resistance, increased free fatty acids, and activation of the renin-angiotensin-aldosterone system. This study was aimed to determine the relationship between nutritional status and blood pressure (systolic and diastolic) in Santo Yohanes IV Catholic Elementary School students. This was an observational analytical study with a cross-sectional design. Sampling was conducted among students at Santo Yohanes IV Catholic Elementary School from August 2016 until November 2016 using consecutive sampling method. Total samples were 152 students.. The chi-square test showed that there was a relationship between nutritional status and systolic as well as diastolic blood pressure (p=0.003). The Spearman correlation test concerning nutritional status with systolic and diastolic blood pressure showed the r values of 0.321 and 0.319, respectively. Conclusion: There was a significant relationship between nutritional status and blood pressure (systolic and diastolic) in school-aged children, however, overweight and obese children had higher risks of elevated blood pressure (systolic and diastolic).Keywords: nutrirional status, blood pressure, school-aged children Abstrak: Masalah status gizi seperti gizi kurang dan gizi lebih masih tersebar luas di Indonesia. Status gizi terutama gizi lebih dapat berdampak pada meningkatnya tekanan darah melalui mekanisme peningkatan kadar leptin, resistensi insulin, peningkatan kadar asam lemak bebas, dan aktivasi sistem renin-angiotensin-aldosteron. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan tekanan darah (sistolik dan diastolik) pada siswa SD Katolik RK IV Santo Yohanes Manado. Jenis penelitian ialah survei analitik observasional dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan di SD Katolik RK IV Santo Yohanes Manado dari bulan Agustus 2016 sampai November 2016 dengan metode consecutive sampling berjumlah 152 siswa. Hasil uji chi-square terhadap status gizi dengan tekanan darah sistolik dan diastolik menunjukkan terdapat hubungan antara status gizi dengan tekanan darah baik sistolik maupun diastolik (p=0,003). Dari uji korelasi Spearman terhadap status gizi dengan tekanan darah sistolik dan diastolik diperoleh nilai r masing-masing yaitu 0,321 dan 0,319. Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara status gizi dengan tekanan darah (sistolik dan diastolik) pada anak usia sekolah. Anak dengan overweight dan obese mempunyai risiko lebih tinggi terhadap peningkatan tekanan darah (sistolik dan diastolik). Kata kunci: status gizi, tekanan darah, anak usia sekolah
Perbedaan kadar hemoglobin pada remaja gizi baik yang tinggal di pegunungan dengan yang tinggal di tepi pantai Jacobus, Marianne C.; Mantik, Max F.J; Umboh, Adrian .
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.11696

Abstract

Abstract: Haemoglobin is the main component of red blood cells that serves as a transporter of oxygen and carbon dioxide in the blood. The normal range of haemoglobin values can be used to determine the degree of anemia according to age and gender. Geographical condition such as altitude influences the haemoglobin value. This study aimed to obtain the difference of haemoglobin levels between teenagers with good nutrition status who live at the highland and those at the seaside. This was an observational analytical study with a cross sectional design. Samples were students with good nutrition status of SMPN 3 Tomohon (living at the highland) and those of SMP Kristen Nazaret Tuminting (living at the seaside). There were 60 students who met the inclusion criteria as follows: adolescent, good nutrition status, healthy, aged 13-15 years, lived at the highland or at the seaside ≥ 6 month, and willing to be performed blood examinations, and had been approved by their parents. The Mann-Whitney test for the difference between haemoglobin levels of the two groups showed a p value < 0,001. Conclusion: There was a very significant difference between haemoglobin levels of good nutrition teenagers who lived at the highland and at the seaside. Keywords: haemoglobin levels, good nutrition, teenagers, highland, seaside  Abstrak: Hemoglobin merupakan komponen utama sel darah merah dan berfungsi sebagai transporter oksigen dan karbon dioksida dalam darah. Batas normal nilai hemoglobin dapat digunakan untuk menetapkan derajat anemia, dengan distribusi usia dan jenis kelamin spesifik didasarkan pada sampel referensi sehat. Kondisi geografis, seperti ketinggian tempat dari permukaan laut menjadi faktor pertimbangan dalam distribusi nilai normal hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perbedaan kadar hemoglobin antara remaja gizi baik yang tinggal di pegunungan dengan yang tinggal di tepi pantai. Jenis penelitian ini analitik-observasional dengan desain potong lintang. Sampel penelitian yaitu remaja gizi baik yang tinggal di pegunungan yaitu siswa SMPN 3 Tomohon dan yang di tepi pantai yaitu siswa SMP Kristen Nazaret Tuminting. Subjek penelitian berjumlah 60 remaja yang memenuhi kriteria inklusi yaitu gizi baik, sehat, berumur 13-15 tahun, berdomisili di pegunungan atau tepi pantai ≥6 bulan, bersedia dilakukan pemeriksaan darah, dan telah disetujui oleh orang tua. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney dengan bantuan program SPSS. Hasil uji Mann-Whitney mengenai perbedaan kadar hemoglobin antara kedua kelompok menunjukkan nila p <0,001. Simpulan: Terdapat perbedaan yang sangat bermakna kadar hemoglobin remaja gizi baik yang tinggal di pegunungan dengan di tepi pantai.Kata kunci: kadar hemoglobin, remaja gizi baik, pegunungan, tepi pantai
Hubungan berat badan dengan tekanan darah pada siswa SMP di Kecamatan Pineleng Kalangie, Vicky M.; Warouw, Sarah M.; Umboh, Adrian
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.1.2016.10935

Abstract

Abstract: Obesity is a condition that exceeds the relative weight of a person as a result of the accumulation of nutrients, especially carbohydrates, fats, and proteins. Hypertension is defined as systolic and diastolic blood pressures above than 95th percentile according to sex, age, and height. This study aimed to determine the relationship between body weight and blood pressure among junior high school students in Kecamatan Pineleng. This was an analytical study using a cross sectional approach. Population was junior high school students grades 7 and 8 aged 12-14 years of 3 Junior High Schools located in Kecamatan Pineleng. There were 75 samples obtained by using simple random sampling technique. The Chi-Square test showed a p value of 0.001 (<0.005). Conclusion: There was a significant relationship between weight and blood pressure among junior high school students in Kecamatan Pineleng. Keywords: weight, blood pressure.  Abstrak: Obesitas adalah suatu keadaan yang melebihi dari berat badan relatif seseorang, sebagai akibat penumpukan zat gizi terutama karbohidrat, lemak dan protein. Hipertensi adalah tekanan darah sistolik dan diastolik yang melebihi persentil 95 menurut jenis kelamin, usia, dan tinggi badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berat badan dengan tekanan darah pada siswa SMP di Kecamatan Pineleng. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain potong lintang. Populasi yang diambil ialah siswa SMP kelas 7 dan 8 yang berusia 12 – 14 tahun di 3 SMP yang berada di Kecamatan Pineleng. Jumlah sampel 75 siswa diperoleh dengan teknik simple random sampling. Hasil analisis dengan uji Chi-Square menyatakan nilai signifikansi 0,001 (< 0,005). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara berat badan dengan tekanan darah pada siswa SMP di Kecamatan Pineleng.Kata kunci: berat badan, tekanan darah.
Hubungan Stunting dengan Angka Kejadian Diare pada Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Tikala Manado Taliwongso, Fernando Ch.; Manoppo, Jeanette I.Ch.; Umboh, Adrian
e-CliniC Vol 5, No 2 (2017): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v5i2.18526

Abstract

Abstract: Stunting is a chronic undernutrition problem due to various factors during childhood growth. Nutrition status at school age needs to be a concern, because undernutrition/malnutrition will cause children become more vulnerable to be infected by any disease. Currently, stunting rate at school is still a big problem. This study was aimed to determine the relationship of stunting with the incidence of diarrhea in elementary school students at Tikala, Manado. This was an observational analytical survey study with a cross-sectional design, conducted on 60 primary school students at Tikala, Manado. The results showed that there were 31 stunting children; 16 males (51.6%) and 15 females (48.4%). The highest percentage of stunting children was at age 9 years (10 of 31 samples). Statistical analysis showed that there was a significant relationship between stunting and the incidence of diarrhea (P=0.032). Conclusion: There was a significant relationship between stunting and the incidence of diarrhea among elementary school students at Tikala, Manado.Keywords: stunting, diarrhea, school-age children Abstrak: Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh berbagai faktor pada masa pertumbuhan anak. Status gizi pada usia sekolah perlu menjadi perhatian, karena status gizi yang kurang akan mempermudah anak untuk terinfeksi penyakit. Saat ini angka stunting pada usia sekolah masih menjadi masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stunting dengan angka kejadian diare pada siswa sekolah dasar di Kecamatan Tikala Manado. Jenis penelitian ialah survei analitik observasional dengan desain potong-lintang yang dilakukan pada 60 siswa sekolah dasar di Kecamatan Tikala Manado. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 31 sampel anak stunting; 16 anak laki-laki (51,6%) dan 15 anak perempuan (48,4%). Persentase tertinggi anak stunting pada usia 9 tahun yaitu 10 dari 31 sampel anak stunting. Hasil uji statistik mendapatkan adanya hubungan bermakna antara stunting dan angka kejadian diare (P=0,032). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara stunting dan angka kejadian diare pada siswa sekolah dasar di Kecamatan Tikala Manado.Kata kunci: stunting, diare, anak usia sekolah
Hubungan kebiasaan mandi di sungai dengan kejadian leukosituria pada anak di Kelurahan Karame Pai, Reifanli M.; Umboh, Adrian .; Wilar, Rocky .
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.11688

Abstract

Abstract: Leukocyturia is the precense of leukocytes in urine. If the presence of leukocytes is in large quantities in the urine then it is called pyuria. Leukocyturia is one of the symptoms of Urinary Tract Infection (UTI) which is one of the most frequent health problems in children. Leukocyturia is caused by an inflammatory process in the urinary tract, and is an indicator of suspected UTI. Gram-negative bacteria, particularly Escherichia coli, is the leading cause of UTI (85-90%). The initial survey conducted at Karame village Singkil Manado assumed that the watershed in the area was contaminated by E. coli. This study aimed to determine the relationhip between bathing in the river with the incidence of leukocyturia in children. This was an observational analytical study with a cross sectional approach. Samples were obtained by using consecutive sampling method. The study was conducted at Karame village during November and December 2015. The results showed that there were 60 children aged 5-12 years as samples divided equally into groups of children with and without bathing habit in the river and had undergone urinalysis examination. There were 50 boys and 10 girls. Positive leukocyturia were found in 2 children (6.7%) bathed in the river and 2 children (6.7%) who did not bathe in the river. The Fisher exact test showed a P value = 0.694 (>0.05). Conclusion: There was no relationship between bathing in the river with the incidence of leukocyturia in children Keywords: bathing in the river, leukocyturia, urinalysis Abstrak: Leukosituria adalah terdapatnya leukosit di dalam urin. Bila terdapatnya leukosit dalam jumlah banyak dalam urin disebut pyuria. Leukosituria merupakan salah satu gejala Infeksi Saluran Kemih (ISK) yang merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering terjadi pada anak. Leukosituria terjadi karena proses inflamasi di saluran kemih dan merupakan indikator kecurigaan infeksi saluran kemih (ISK). Bakteri gram negatif, khususnya Eschericia Coli, merupakan penyebab utama ISK (85-90%). Survei awal yang dilakukan di Kelurahan Karame Kecamatan Singkil Kota Manado menduga bahwa daerah aliran sungai di daerah tersebut tercemar E. coli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan mandi di sungai dengan kejadian leukosituria pada anak. Jenis penelitian ini analitik observasional dengan desain potong lintang. Sampel diperoleh dnegan metode consecutive sampling. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Karame selama bulan November - Desember 2015. Hasil penelitian memperlihatkan sampel 60 anak yang berusia 5-12 tahun terbagi sama banyak atas yang memiliki kebiasaan mandi di sungai dan yang tidak, dan dilakukan pemeriksaan urinalisis. Sampel terdiri dari 50 anak laki – laki dan 10 anak perempuan. Hasil pemeriksaan positif leukosituria ditemukan pada 2 anak (6,7%) yang mandi di sungai dan 2 anak (6,7%) yang tidak mandi di sungai. Hasil uji Fisher exact menunjukkan nilai P = 0,694 (>0,05). Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara mandi di sungai dengan kejadian leukosituria pada anak. Kata kunci: kebiasaan mandi di sungai, leukosituria, urinalisis
HUBUNGAN HIPERKOLESTEROLEMIA DENGAN OBESITAS PADA SISWA SMP EBEN HAEZAR MANADO Rantung, Andrian Aldo; Umboh, Adrian; Mantik, Max F. J.
e-CliniC Vol 2, No 2 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v2i2.5031

Abstract

Abstract: Hypercholesterolemia in children is a risk factor for cardiovascular disease. Obesity is one of the risk factors of hypercholesterolemia. Objective: This study aimed to determine the relation between hypercholesterolemia and obesity in Junior High School students. Methods: This study used an observational analytic designed with cross sectional approach by using consecutive sampling from November 2013 – January 2014. There were 50 Eben Haezar Junior High School students in this study, consisted of 30 students with BMI ≥ percentile-95 CDC Curve and 20 students with BMI < percentile-95 CDC Curve. Data were analyzed using fisher’s exact test. Result: Of the 30 samples with BMI ≥ percentile-95, there were 5 samples (17%) had hypercholesterolemia. Of the 20 samples with BMI < percentile-95, there were none of them had hypercholesterolemia. Statistically, there is no relation between hypercholesterolemia and obesity (p>0.05). Conclusion: There is no relation between hypercholesterolemia and obesity in Eben Haezar Junior High school students. Keywords: hypercholesterolemia, obese, children.   Abstrak: Hiperkolesterolemia pada anak merupakan faktor risiko dari penyakit kardiovaskular. Obesitas merupakan salah satu faktor risiko penyebab hiperkolesterolemia. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara hiperkolesterolemia dengan obesitas pada siswa SMP. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional yang dilakukan dengan cara consecutive sampling dari bulan november 2013 – januari 2014. Sampel penelitian berjumlah 50 siswa SMP Eben Haezar manado yang terdiri dari 30 siswa dengan IMT ≥ persentile-95 kurva CDC dan 20 siswa dengan IMT < persentile-95 kurva CDC, dimana pada 50 sampel dilakukan pengukuran kadar kolesterol total. Data di analisa dengan fisher’s exact test Hasil penelitian: Dari 30 sampel dengan IMT ≥ persentile-95, didapatkan 5 sampel (17%) mengalami hiperkolesterolemia. Dari 20 sampel dengan IMT < persentile-95, tidak didapatkan hiperkolesterolemia. Secara statistik tidak ditemukan hubungan antara hiperkolesterolemia dengan obesitas (p>0.05). Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara hiperkolesterolemia dengan obesitas pada siswa SMP Eben Haezar Manado. Kata Kunci: hiperkolesterolemia, obesitas, anak.
Hubungan Pemberian Makanan Tambahan Terhadap Perubahan Status Gizi Anak Balita Gizi Kurang di Kota Manado Hosang, Kevin H.; Umboh, Adrian; Lestari, Hesti
e-CliniC Vol 5, No 1 (2017): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.5.1.2017.14760

Abstract

Abstract: Toddler is one of the nutritional vulnerable population groups that easily suffer from health problems and malnutrition. In this age group, children are in growth and development cycle that requires nutrients in larger amounts than any other age groups. To overcome the problem of malnutrition in this age group, they should be supported with supplementary food. Pemberian makanan tambahan (PMT) is a program of intervention to infants suffering from malnutrition with a goal to improve the nutritional status as well as the nutritional needs of children to achieve the nutritional status and condition of good nutrition in accordance with the children's age. PMT for children aged 0-59 months is as an addition and not as a substitute of main daily meals. This study was aimed to determine the relationship of supplementary feeding to changes in the nutritional status of children under 5 years with malnutrition at health centers in Manado. This was an analytical retrospective study. Subjects were 70 children under 5 years with malnutrition fed with rice, biscuits, green beans, and milk for 90 days. The results showed that there was a very significant relationship between PMT and the changes in nutritional status of children under 5 years with malnutrition at health centers in Manado.Keywords: feeding (PMT), toddler, child nutritional status Abstrak: Balita merupakan salah satu golongan penduduk rentan gizi yang paling mudah menderita gangguan kesehatan dan kekurangan gizi. Kelompok usia tersebut berada pada suatu siklus pertumbuhan atau perkembangan yang memerlukan zat-zat gizi dalam jumlah yang lebih besar dari kelompok umur yang lain. Untuk mengatasi masalah gizi pada kelompok usia tersebut perlu diselenggarakan pemberian makanan tambahan (PMT). PMT merupakan program intervensi terhadap balita yang menderita kurang gizi yang bertujuan untuk meningkatkan status gizi anak dan mencukupi kebutuhan zat gizi anak sehingga tercapainya status gizi dan kondisi gizi yang baik sesuai dengan usia anak tersebut. PMT bagi anak usia 0-59 bulan sebagai tambahan, bukan sebagai pengganti makanan utama sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian makanan tambahan terhadap perubahan status gizi anak balita gizi kurang di Puskesmas-puskesmas di Kota Manado. Jenis penelitian ialah analitik retrospektif. Subjek penelitian ialah 70 anak balita gizi kurang yang mendapatkan PMT berupa beras, biskuit, kacang hijau, dan susu selama 90 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMT berpengaruh sangat bermakna terhadap perubahan status gizi anak balita gizi kurang di puskesmas-puskesmas Kota Manado.Kata kunci: PM), balita, status gizi, balita gizi kurang
HUBUNGAN SIRKUMSIS DENGAN INFEKSI SALURAN KEMIH PADA ANAK SEKOLAH DASAR Batara, Algi Reafanny; Umboh, Adrian; Wilar, Rocky
e-CliniC Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v1i3.3591

Abstract

Abstrak: Infeksi saluran kemih (ISK) adalah keadaan adanya infeksi (ada pertumbuhan dan perkembangan bakteri) dalam saluran kemih yang meliputi infeksi di parenkim ginjal sampai infeksi di kandung kemih dengan jumlah bakteriuri bermakna yaitu ≥ 100.000 koloni / ml urin segar, infeksi ini sering di temukan pada anak dan merupakan penyebab kedua terbanyak mordibitas penyakit infeksi pada anak sesudah infeksi saluran napas. Sebelum usia 1 tahun, ISK lebih banyak terjadi pada anak laki-laki sedangkan setelahnya anak perempuan lebih dominan, rasio ini terus meningkat hingga di usia sekolah. Salah satu faktor penyebab ISK adalah  sirkumsisi, dimana anak laki-laki yang sudah disirkumsisi resiko ISK menurun dari 0,2 - 0,05% dari anak laki-laki yang tidak disirkumsisi. Anak laki-laki yang tidak di sirkumsisi, ISK terjadi karena daerah di bawah kulit prepusium sangat peka terhadap mikrolesi dan lingkungan yang lembab sehingga dapat memudahkan terjadinya infeksi. Jenis penelitian ini bersifat observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini mengenai hubungan sirkumsisi dengan infeksi saluran kemih pada anak sekolah dasar Madrasah Ibtidayah yang menggunakan uji chi-square (x2) dan koefisien korelasi pada tingkat kemaknaan 95% (α0,05). Kesimpulan: Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa tidak adanya hubungan yang bermakna antara sirkumsisi dengan kejadian ISK pada anak sekolah dasar. Kata kunci: Sirkumsisi, Infeksi Saluran Kemih (ISK), Siswa     Abstract: Urinary Tract Infection (UTI) is an infection state (there is growth and development of bacteria) in the urinary tract which include in the kidney parenchyma to infection in the bladder with a significant amount of bacteria that is ≥ 105 colonies / ml of fresh urine, this infection is often found in children and is the second most common cause of infectious disease morbidity in children after respiratory infection. Before the age of 1 year, UTI is more common in boys, while girls are more dominant thereafter, this ratio continued to increase until at school age. One of the causes of UTI is circumcision, where the boys were already circumcised risk of  UTI decreased 0,2 to 0,05% of the boys who are not circumcised. The boys who are not circumcised, UTI occurs because the area under the foreskin is very sensitive to mikrolesi and humid environment so as to facilitate the infection. The type of study is observational analytic cross sectional design. The study about a circumcision relationship with Urinary Tract Infections (UTI) in primary school children Madrasah Ibtidayah with using chi-square test (x²) and the correlation coefficient at 95% significance level (α0,05). Conclusion: Based on the results of the study it can be concluded that there was no significant correlation between circumcisions with incidence of UTI in elementary school children. Keywords: Circumcision, Urinary Tract Infections (UTI), Students.
Profil glomerulonefritis akut pasca streptokokus pada anak yang dirawat di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Hidayani, Agung R.E; Umboh, Adrian; Gunawan, Stefanus
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.2.2016.14678

Abstract

Abstract: Acute post streptococcal glomerulonephritis (APSGN) is a form of inflammation of the glomerulus in histopathology showed inflammatory & proliferation of glomeruli are preceded of infection Streptococcus group A β-hemolytic, often found in the age group of 2-3 years, and is twice as common in boys compared with the girls. This study aims to know the profile of APSGN in children treated at Department of Pediatrics Prof. Dr. R. D. Kandou Manado period August 2012 – August 2016. This study is a descriptive retrospective and conducted in September-November 2016. The sample of this study is all children patients being treated in the diagnosis of APSGN. The research results obtained 53 patients with diagnosis of APSGN, with ages 3-13 years, male 56.6% and 43.4% women. Hematuria microscopic 90,6%, edema 83%, proteinuria 79,2%, hypertension 60,8%, Oliguria 5,7%, increase of ASTO 45,3%, decreased C3 66 %, Azotemia 73,6%, declining GFR 90,6%, and complications AKI 17,6%. Conclusion: APSGN was found in children aged 3-13 years are more commonly found in men than women and the clinical symptoms of the most widely found is hematuria. The importance of knowledge about APSGN for the parents and surveillance against the child in order to not easily infected is live with clean and healthy.Keywords: glomerulonephritis, APSGN, Children Abstrak: Glomerulonefritis akut pasca streptokokus (GNAPS) adalah suatu bentuk peradangan glomerulus yang secara histopatologi menunjukkan proliferasi & inflamasi glomeruli yang didahului oleh infeksi group A β-hemolitik streptokokus,sering ditemukan pada kelompok usia 2-15 tahun, dan dua kali lebih sering terjadi pada anak laki–laki dibandingkan dengan anak perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil GNAPSpada anak yang dirawat di bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Agustus 2012 – Agustus 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif restropektif yang dilakukan pada bulan September- November 2016. Sampel penelitian adalah semua pasien anak yang dirawat di diagnosis GNAPS. Hasil penelitian didapatkan 53 pasien dengan diagnosis GNAPS, dengan usia 3-13 tahun, laki-laki 56,6% dan perempuan 43,4%. Hematuria 90,6%, edema 83%, proteinuria 79,2%, hipertensi 60,8%, Oliguria 5,7%, peningkatan ASTO 45,3%, penurunan C3 66 %, Azetomia 73,6%, LFG menurun 90,6%, dan komplikasi AKI 17,6%. Simpulan: GNAPS ditemukan pada anak usia 3-13 tahun yang lebih sering ditemukan pada laki-laki dibandingkan perempuan dan gejala klinis yang paling banyak ditemukan adalah hematuria. Pentingnya pengetahuan tentang GNAPS pada orang tua dan pengawasan terhadap anak agar tidak mudah terinfeksi dengan hidup bersih dan sehat. Kata kunci: Glomerulonefritis, GNAPS, Anak
Co-Authors Aaltje E. Manampiring Aaltje Ellen Manapiring Aaltje Manampiring Abram Babakal Adi Suryadinata Krisetya Alan J. Jufri Algi Reafanny Batara Amatus Yudi Ismanto Andi Dwi Bahagia Febriani Andrian Aldo Rantung Angelya Lumoindong Angie G. Roring, Angie G. Ango, Putri C. Ari L. Runtunuwu Ari Runtunuwu Astrid A. Malonda Baksh, Aida K. Bernadus, Janno Berty Bradly Chensilya Kusumanarwasti Christien Gloria Tutu Corona, Fidel Damaris, Damaris David E Kaunang David Kaunang Drova Grano Manorek Eka Patandianan Elia A. P. Hutapea Erling D. Kaunang Fatimawali . Frecillia Regina Herwanto Herwanto Hesti Lestari Hesti Lestari Hidayani, Agung R.E Hosang, Kevin H. Irawan Yusuf Iwan P. Wawointana, Iwan P. Jane A. Kalangi Jeanette I. Ch. Manoppo Jeanette I. Ch. Manoppo, Jeanette I.Ch. Manoppo Jenifer Andalangi Johannes Edwin Johnny Rompis Jose M. Mandei Jose M. Mandei Jully Kasie Kartini W. Adam Kristellina Tirtamulia Kromo, Lucky Kurniawan Tan Lasidi, Oktifani Devi Liow, Jackli Eugene Lonto, Jesica S. Lumingkewas, Pitter Handry Lydia Tendean Maki, Frindi Manopo, Berry R. Manoppo, Jeanette Irene Christiene Mantali, Rizqa Mantik, Keren E.K. Maria Fitricilia Marianne C. Jacobus, Marianne C. Matthew, Febriano Max F. J. Mantik Max F.J Mantik, Max F.J Natharina Yolanda, Natharina Nilawati, . Novie H. Rampengan Novie Homenta Rampengan, Novie Homenta Nurhayati Masloman Oktavin Yollah Umboh Paulina N. Gunawan Phan, Sardito Pinaria, Anthoneta S. Polii, Evan G. Praevilia M. Salendu Queen Mandang Reifanli M. Pai, Reifanli M. Robin Samuel Mamesah, Robin Samuel Rocky Wilar Rompies, Ronald Ronald Chandra Sabriani, Jehan Sanusi, Holly Sarah M. Warouw Sarah Warouw smanto, Yudi Stefanus Gunawan Stefanus Gunawan Stevanus Gunawan, Stevanus Surya, Welong S. Suryani As’ad Suwontopo, Marvin Leonardo T. A. Sudjono Taliwongso, Fernando Ch. Tandiawan, Ledy Tatipang, Pirania Ch. Umboh, Indria M. Umboh, Valetine Valentine Umboh Valentine Umboh, Valentine Vicky M. Kalangie, Vicky M. Vini Maleke, Vini Vivekenanda Pateda Vivekenanda Pateda Waworuntu, David S. Yanni, Iloh Devi Yolanda B. Bataha