Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Intervensi Gangguan Psikologi Ringan pada Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Girikerto, Sleman, Yogyakarta Urbayatun, Siti; Fatmawati, Laili; Erviana, Vera Yuli; Maryani, Ika
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi pembelajaran masih sering mengalami banyakkendala. Siswa sebagai subjek sekaligus objek pembelajaran masihsering mengalami gangguan psikologis ringan (neurose). Salah satujenis gangguan psikologis ringan ditunjukan dengan adanyagangguan kesulitan belajar (GKB). Selama ini masalah GKB yangdialami siswa di Gugus Girikerto belum dapat tertangani denganbaik. Hal ini disebabkan masih minimnya Pengetahuan danketerampilan guru dalam melakukan perencaaan, pelaksanaan,evaluasi dan Tindak lanjut intervensi gangguan kesulitan belajar.Program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuandan keterampilan guru dalam mengintervensi permasalahan siswayang mengalami gangguan psikologis ringan. Program inidilaksanakan di Gugur Girikerto Kabupaten Sleman, DIY pada bulanJuli-Agustus 2019. Sasaran program adalah 30 guru SD dariberbagai kualifikasi pendidikan. Metode yang digunakan dalampelatihan ini adalah problem based learning dengan mengangkatpermasalahan-permasalahan di sekolah asal guru. Datapengetahuan dan keterampilan guru dikumpulkan melalui observasidan tes. Hasil pelaksanaan program pelatihan berhasilmengidentifikasi permasalahn yang dialami guru di dalam kelasterutama yang terkait dengan gangguan psikologi ringan pada siswa.Selain itu, pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengatasigangguan psikologi ringan pada siswa juga meningkat.
The Effectiveness of Expressive Art Therapy in Reducing Anxiety in Young Women in Islamic Boarding Schools Murnitamia, Rahmi; Urbayatun, Siti
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.10097

Abstract

Adolescence is a period of transition or transition from childhood to adulthood. During this period, growth and development experienced rapid changes both physically and mentally. In this transition period, teenagers are very vulnerable to experiencing anxiety disorders. This research aims to determine the effectiveness of applying expressive arts therapy to reduce anxiety in adolescent girls at the Islamic boarding school X Yogyakarta. This research uses quantitative methods. The subjects in this research were 5 students in grades 7-10, aged 13-15 years who experienced anxiety, residing at Islamic boarding school X Yogyakarta. This research uses the DASS 42 (Depression Anxiety Stress Scale) measuring instrument, to measure anxiety levels. Data analysis used the Wilcoxon test. The results of the analysis show a value of Z= -2.032, with a significance of p= 0.042 (p˂0.05). This shows that there is a significant difference between the anxiety experienced by participants before and after participating in the group therapy process.Masa remaja adalah masa peralihan atau masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan mengalami perubahan pesat baik secara fisik maupun mental. Dalam masa peralihan ini, remaja sangat rentan mengalami gangguan kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penerapan expressive art therapy untuk menurunkan kecemasan pada remaja putri di pondok pesantren X Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah santri-santri kelas 7-10 yang berjumlah 5 orang dengan rentang usia 13-15 yang mengalami kecemasan, bertempat tinggal di pondok pesantren X Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan alat ukur DASS 42 (Depression Anxiety Stress Scale), untuk mengukur tingkat kecemasan. Analisis data menggunakan uji wilcoxon.  Hasil analisis menunjukkan nilai Z= -2.032, dengan signifikansi p= 0,042 (p˂0,05). Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kecemasan yang dialami oleh peserta sebelum dan setelah mengikuti proses terapi kelompok.
Psychological Interventions to Achieve Post-Traumatic Growth (PTG) after the Covid-19 Pandemic: a Systematic Literature Study Adawia M, Rabiatul; Hayati, Elli Nur; Urbayatun, Siti
Journal of Educational, Health and Community Psychology Vol 12 No 4 December 2023
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.v12i4.27468

Abstract

This article examines effective psychological interventions to enhance Post traumatic growth (PTG) during the COVID-19 pandemic. Pandemic situation, causing extensive impacts, affects various aspects, including mental health. If not addressed properly, it can result in prolonged consequences such as heightened stress, increased anxiety, depression, and Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). This research employs a systematic literature review method based on the Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines. Article analysis criteria were formulated using the Populations, Interventions, Comparison, Outcomes, and Time (PICOT) framework. Total of 254 articles were collected from various databases, and after the screening process, eight articles that met the analysis criteria remained. The analysis reveals that several effective interventions for enhancing Post traumatic growth in the context of the Covid-19 pandemic include Mindfulness-Based Cognitive Therapy (MBCT), photography intervention, expressive writing, Character Strength-Based Intervention, group counseling, Psychological Intervention (Professionals in emotional crisis: COVID-19), Online Self-Distancing Intervention: to promote emotional regulation and post traumatic growth, Compassion & Growth Workshop, and psychological consultations. Keywords: Covid-19, interventions, post-traumatic growth
Psikoedukasi Preventif Untuk Mengurangi Ide dan Percobaan Bunuh Diri pada Remaja di Gunungkidul dengan Berpikir Positif dan Pelatihan Relaksasi Nurasmi, Rizkyana; Erlambang, Anatasya Yuniar Dwi; Akram, Nur Azisah; Urbayatun, Siti
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.13285

Abstract

Kabupaten Gunungkidulm khususnya di kecamatan Karangmojo, menjadi sorotan atas tingginya kasus bunuh diri. Fenomena ini disebabkan beberapa faktor seperti aspek psikologis, ekonomi, kesehatan, dan masalah keluarga. Menyertakan hal intervensi program tersebut dibuat dengan tujuan untuk mengurangi ide percobaan bunuh diri pada remaja sebagai kelompok rentan di Gunungkidul dengan diberikan psikoedukasi berpikir positif dan pelatihan relaksasi. Pengumpulan data pada program ini menggunakan Depression Anxiety Stress Scale (DASS) yang diberikan sebelum dan setelah program dilaksanakan. Hasil analisis data menggunakan uji statistik non parametrik dengan uji Wilcoxon dengan nilai z= -2,227 dan nilai p= 0,028 (p<0,05). Sasaran dari program ini adalah remaja yang bersekolah di kecamatan Karangmojo. Hasil program psikoedukasi berpikir positif dan pelatihan relaksasi yang diberikan kepada remaja dapat menurunkan tingkat stres, kecemasan dan depresi pada siswa SMA/SMK yang menjadi peserta. Diharapkan orang tua, sekolah dan pemerintah daerah dapat mengupayakan program-program sebagai upaya menanggulangi kasus bunuh diri pada remaja yang berkaitan dengan berpikir positif dan relaksasi. Kata kunci: Bunuh Diri, Berpikir Positif, Psikoedukasi Preventif, Relaksasi
Personal Growth in Women After Husband's Death Yonanda, Innes; Nuryoto, Sartini; Urbayatun, Siti
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 2 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i2.7310

Abstract

The death of a spouse is one of the saddest major life events. These events can cause trauma and make the individual's life negative. This phenomenon is in sync with the aim of this study is to reveal the process of post-traumatic growth and describe the aspects that affect post-traumatic growth. This study uses a qualitative analysis of the type of phenomenology. Furthermore, the analysis used is a theme analysis of the major themes expressed by the respondents. The sample is 6 widows who have been collected using purposive sampling. The semi-structured interview involved 4 questions. The findings of this study are the process of discovering post-traumatic growth such as how to do self-disclosure, carry out deep reflection and manage emotions until growth is achieved. PTG in the context of this research, such as the establishment of relationships with other people, the existence of new possibilities, self-strength is increasingly visible, spiritual changes are getting better and the appreciation of life is getting stronger. Individuals who have achieved growth will also develop more abilities than before, namely increasing relationships with others, new possibilities and patterns, recognizing inner strengths, increasing spirituality, and having new life priorities. Kematian pasangan merupakan salah satu major life events paling menyedihkan. PeristIwa tersebut dapat mengakibatkan trauma dan membuat hidup individu menjadi negatif. Fenomena ini sinkron dengan tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan proses post traumatic growth dan mendeskripsikan aspek-aspek yang mempengaruhi post traumatic growth. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif jenis fenomenologi. Lebih lanjut, analisis yang digunakan adalah analisis tema dari tema-tema besar yang diungkapkan responden. Sampelnya adalah 6 orang berstatus janda yang telah dikumpulkan menggunakan purposive sampling. Semi terstruktur untuk wawancaranya melibatkan 4 pertanyaan. Temuan penelitian ini adalah proses penemuan pertumbuhan pasca trauma seperti cara melakukan pengungkapan diri, melakukan perenungan yang mendalam dan melakukan pengelolaan emosi hingga tercapainya growth. PTG dalam konteks penelitian ini seperti terjalinnya hubungan dengan orang lain, adanya kemungkinan baru, kekuatan diri semakin nampak, perubahan spiritual semakin lebih baik dan penghargaan hidup semakin menguat. Individu yang telah mencapai growth juga akan mengembangkan kemampuan yang lebih dari sebelumnya yaitu meningkatnya hubungan dengan orang lain, adanya kemungkinan dan pola baru, mengenal kekuatan dalam diri, peningkatan dalam hal spiritualitas, serta memiliki prioritas hidup baru.
Suffering, Self-Acceptance and Finding the Meaning of Life in Women with Breast Cancer After Mastectomy Nabilah, Igriya Fauzi; Safaria, Triantoro; Urbayatun, Siti
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 2 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i2.7297

Abstract

Breast cancer is a malignant disease that most often occurs in women and provides a major change in their lives. Suffering, self-acceptance and finding the meaning of life are the main searches and objectives of this research. The aim is to describe the process of deep meaning in life that is felt by women with breast cancer after mastectomy. This study uses a qualitative study with a phenomenological approach. Researchers get data by means of purposive sampling technique, interviews, and the willingness of the subject to be interviewed. The sample is 6 women with breast cancer. The findings in this study indicate that in the process of finding the meaning of life, the subject goes through several phases of life. The first phase is the suffering phase, the second phase is the self-acceptance phase. the third phase is the phase of finding the meaning of life, and the fourth phase is the phase of meaningful life. Women realize the importance of maintaining a healthy body and make big changes in their lives. Women take curative actions to reduce their suffering, then accept the reality and analyze how much wisdom they get after mastectomy. Breast cancer survivors realize their lives are more meaningful, think positively, accept their shortcomings, are more religious and are optimistic about their future. Kanker payudara merupakan penyakit ganas yang paling banyak terjadi pada wanita dan memberikan perubahan besar dalam hidupnya. Penderitaan, penerimaan diri dan penemuan makna hidup menjadi penelusuran dan tujuan utama dalam penelitian ini. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan proses pemaknaan hidup mendalam yang dirasakan wanita pengidap kanker payudara pasca mastektomi. Studi ini menggunakan studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Peneliti mendapatkan data dengan cara teknik purposive sampling, wawancara, dan kesediaan subjek untuk diwawancarai. Sampelnya adalah wanita pengidap kanker payudara sebanyak 6 orang. Temuan pada hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam proses menemukan makna hidup, subyek melalui beberapa fase kehidupan. Fase pertama adalah fase penderitaan, fase dua adalah fase penerimaan diri, fase ketiga adalah fase penemuan makna hidup, dan fase empat adalah fase kehidupan bermakna. Wanita menyadari pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan membuat perubahan besar dalam hidupnya. Wanita melakukan tindakan kuratif untuk mengurangi penderitaannya, lalu menerima kenyataan yang ada dan menganalisa seberapa banyak hikmah yang ia dapatkan setelah mastektomi. Para penyintas kanker payudara menyadari hidupnya lebih bermakna, berpikir positif, menerima kekurangannya, lebih religius dan optimis akan masa depannya.
Co-Authors A Fahira Nur Abd Rahman Adawia M, Rabiatul Adhar Arifuddin Adi Saputra Agusta, Rendra Akram, Nur Azisah Akrom, Akrom Aliza, Novia Fetri Ananda, Dhea Ani Muttaqiyatun Anom Wahyu Asmorojati Anov Satria Pamungkas Arum, Dinar Famora Asmadi Alsa Basirah Cakranegara, Pandu Adi Caraka Putra Bhakti Desta Israwanda Dewi Eskawati Diny Sri Marini Diponegoro, AM Dwi Putri Anggarwati Dwi Putri Anggarwati, Dwi Putri Dwi Sulisworo Dyah Aryani Perwitasari Eka Sartika, Eka Elli Nur Hayati Elli Nur Hayati Erlambang, Anatasya Yuniar Dwi Erlina Listyanti Widuri Erviana, Vera Yuli Etti Isnaini Fatmawati, Laili Gamayanti, Indria Laksmi Handy Satria Yudha Hapsari, Anggita Wahyu Hayati, Elli Nur Nur Herlina Siwi Widiana Ianah Hasnatul Prawestri Ika Maryani Inda Purwasih Indria Laksmi Gamayanti Iwan Martin Laila Fatmawati Laili Fatmawati Lalu Muhammad Irham Mu'mina Kurniawati S J Kahar Muhammad Agus Muljanto Murnitamia, Rahmi Nabilah, Igriya Fauzi Nuradilah Nurasmi, Rizkyana Nurul Hasanah Nurul Hidayah Nurul Hidayah Nurul Yunita Sjaefarhan Okta Muthia Sari Oni Yulianta Wilisa Puspitasari, Alvina Arum Putri Nur Azizah Putri Nur Azizah, Putri Nur Rabiatul Adawia M Radhiatul Fitri Ratna Yunita Setiyani Rifka Fatchurrahmi Rizka Novia Atmadani Saputri, Laila Yoga Sartini Nuryoto Sartini Nuryoto Setiyani, Ratna Yunita Situmorang, Nina Zulida Sumaryati Sumaryati Sumaryati Suyatno Suyatno Triantoro Safaria Vera Yuli Erviana Wahyu Widhiarso Widya Resti Gusti Ayu Wilisa, Oni Yulianta Wilisa, Oni Yulianta Yonanda, Innes Zuhdan Aftrinanto Zuhdan Aftrinanto Zukhruf Saputri