Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA IBU POST PARTUM DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA Hamna Vonny Lasanuddin; Andi Nur Aina Sudirman; Abd Hafid Rahman Napu
Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Mei : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1311.623 KB)

Abstract

Perawatan post partum perlu dilakukan secara menyeluruh walaupun padaumumnya ibu yang melahirkan dalam keadaan sehat, tetapi kadang juga ditemukan adanya masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat pada ibu post partum di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampel yaitu sebanyak 48 ibu post partum. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian responden yaitu ibu post partum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang perilaku hidup bersih dan sehat yaitu sebanyak 34 orang (70,8%). bagi ibu post partum lebih giat untuk mencari informasi tambahan baik melalui media cetak maupun media elektronik untuk meningkatkan pengetahuan tentang PHBS pada masa nifas serta dapat mengaplikasikan cara membersihkan vulva dan perineum dengan benar saat kembali ke rumah.
HUBUNGAN PERILAKU MASYARAKAT DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TILAMUTA KABUPATEN BOALEMO Marten Luwuk; Rona Febriona; Andi Nur Aina Sudirman
Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Mei : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1185.284 KB)

Abstract

Tuberkulosis paru masih menjadi masalah besar dan menjadi fokus perhatian penanganannya disemua negara di dunia. Penularan tuberkulosis paru saat ini sangat menghawatirkan dimana salah satu penyebabnya adalah perilaku masyarakat yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku masyarakat dengan kejadian tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Tilamuta Kabupaten Boalemo. Penelitian ini merupakan Rancangan kuantitatif obsevasional dengan pendekatan crossectional studi. sampel penelitian adalah 60 responden. Dari hasil penelitian diketahui masyarakat wilayah kerja puskesmas tilamuta yang berperilaku kurang 27 responden (45%), cukup 26 responden (43,3%) dan berperilaku baik 7 responden (11,7%) sedangkan kejadian tuberculosis paru di wilayah kerja puskesmas tilamuta terkonfirmasi bakteriologis 27 responden (45%) dan tuberculosis klinis 33 responen (55%).. Dimana didapatkan tidak adanya hubungan perilaku masyarakat dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas Tilamuta kabupaten Boalemo dengan nilai p value sebesar 0,641 (α > 0,05). Disarankan untuk lebih dikembangkan melalui pendekatan retrospektif terutama untuk mengetahui factor utama yang dapat menyebabkan tuberculosis.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN PROLANIS DI PUSKESMAS BOTUMOITO KECAMATAN BOTUMOITO KABUPATEN BOALEMO TAHUN 2022 Rosmin Ilham; Andi Nuraina Sudirman; Yusdianto Dj Maku
Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Mei : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.065 KB)

Abstract

Program Pengelolaan Penyakit Kronis atau Prolanis merupakan sebuah metode ataupun sistem pelayanan kesehatan dengan pendekatan pro-aktif yang di laksanakan secara terintegrasi dan melibatkan peserta dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta bpjs kesehatan yang optimal dengan efektif/efisien. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Prolanis di Puskesmas Botumoito tahun 2022”. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian dari 64 responden pengetahuan baik yaitu 37 responden terhadap pemanfaatan prolanis untuk kategori sering yaitu 27 responden (73,0%). Berdasarkan pekerjaan responden sebagai IRT yaitu 38 responden terhadap pemanfaatan prolanis untuk kategori sering yaitu 25 responden (65,8%). Berdasarkan Dukungan keluarga kategori baik yaitu 41 responden terhadap pemanfaatan prolanis untuk kategori sering yaitu 31 responden (75,6%). Simpulan, ada hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap pemanfaatan prolanis. Diperoleh nilai p value = 0,02, dimana nilai p value lebih kecil dari α = 0,05. Ada hubungan antara pekerjaan terhadap pemanfaatan prolanis. Diperoleh nilai p value = 0,04, dimana nilai p value lebih kecil dari α= 0,05. Ada hubungan antara dukungan keluarga terhadap pemanfaatan prolanis dimana nilai p value lebih kecil dari α= 0,05.
Pengaruh Audio Visual Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang ASI Eksklusif Dalam Pencegahan Stunting Di Wilayah Puskesmas Limboto Anisa Cahyani S. Hasan; Zuriati Muhamad; Andi Nur Aina Sudirman; Dewi Modjo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.396

Abstract

Air Susu Ibu (ASi) merupakan makanan pertama dan utama bagi bayi ASl eksklusif pada bayi dapat mengurangi kematian akibat infeksi hingga 80% dan juga dapat membantu mengurangi risiko stunting. Pendidikan kesehatan tentang pemberian ASI eksklusif merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis Pengaruh Audio Visual Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang ASl Ekskisif Dalam Pencegahan Stunting di Wilayah Puskesmas Limboto. Metode penelitian ini menggunakan Probability sampling dengan teknik cluster sampling, dengan jumiah sampel sebanyak 30 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan ibu pre-test skor 16.17 dan post-test skor 27.28 meningkat dengan nilai rata - rata skor 11.20 dengan nilai P.valeu 0.000. Temuan peneliti menghasilkan kesimpulan bahwa pengetahuan ibu tentang ASI Eksklusif meningkat setelah di berikan edukasi melalui audio visul Di Wilayah Puskesmas Limboto.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Seksual Pra Nikah Siswi Di SMAN 2 Kota Gorontalo Fahrianti Djamadi; Rona Febriyona; Ani Retni; Andi Nur Aina Sudirman
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.472

Abstract

  Pada masa remaja terjadi perubahan-perubahan besar mengenai fungsi jasmani dan rohani, dimana terjadi kematangan fungsi jasmani maupun biologis yang terutama pada fungsi seksual. Pada masa remaja ini energi atau libido seksual yang awalnya laten di masa pra remaja menjadi hidup. Perubahan tersebut mengakibatkan dorongan berperilaku seksual mulai aktif atau bertambah yang disebabkan oleh faktor peran orang tua, media informasi dan teman sebaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi perilaku seksual pra nikah pada siswi di SMA Negeri 2 Kota Gorontalo. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study, populasi seluruh siswi SMA 2 Kota Gorontalo sebanyak 626 orang, jumlah sampel 86 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling dan data dianalisis dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian diperoleh mayoritas teman sebaya tergolong cukup sebanyak 40 responden (46.5%), media informasi mayoritas tergolong tinggi sebanyak 36 responden (41.9%), mayoritas peran orang tua tergolong baik sebanyak 53 responden (61.6%) dan perilaku seksual pra nikah tergolong rendah sebanyak 52 responden (60.5%), serta p-value faktor teman sebaya 0.044, faktor media informasi 0.000 dan faktor peran orang tua 0.007 (<α 0.05). Disimpulkan ada pengaruh faktor teman sebaya, media informasi dan peran orang tua terhadap perilaku seksual pra nikah. Oleh karena itu, sekolah dapat memberikan penyuluhan mengenai perilaku seksual pra nikah secara berkala.
The Relationship Between Work Posture and the Risk of Carpal Tunnel Syndrome in Openwork Craftsmen in the Village Mongolian Nurzihan Adam; Rona Febriyona; Andi Nur Aina Sudirman
PROMOTOR Vol. 7 No. 2 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v7i2.479

Abstract

Work posture is the posture of the body at the time of work. Different work attitudes will produce different strengths. When working, postures are designed to occur naturally, thereby reducing musculoskeletal injuries. The purpose of this study was to determine the relationship between work posture and the risk of carpal tunnel syndrome in openwork craftsmen in Mongolato Village, the type of research is quantitative with a cross-sectional approach, a population of 84 openwork craftsmen in Mongolato Village, a sample of 45 openwork craftsmen, which was determined by purposive sampling techniques, the statistical test used was Chi-Square, The research instrument is a questionnaire. The results showed that the work posture of the craftsmen could trigger the risk of carpal tunnel syndrome events and the results of chi-square analysis obtained p-value = 0.007>0.05. Based on the results of the analysis of 45 filigree craftsmen, it is known that craftsmen who have a work posture in the medium risk category totaled 27 respondents, with 20 respondents experiencing moderate carpal tunnel syndrome and 7 respondents experiencing high carpal tunnel syndrome. For craftsmen who have a high-risk work posture, there are 18 respondents, namely 6  respondents with moderate carpal tunnel syndrome and 12 respondents with high carpal tunnel syndrome. This study concludes that there is a relationship between work posture and the risk of carpal tunnel syndrome in filigree craftsmen. Advice for craftsmen to pay more attention to good work posture for work so that they can avoid the risk of carpal tunnel syndrome.
The Relationship of Work Position with Low Back Pain in Openwork Craftsmen in Mongolato Village Sulis Pramutia Rivai; Rona Febriyona; Andi Nur Aina Sudirman
PROMOTOR Vol. 7 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v7i1.481

Abstract

Work position is a person's body position in doing work, if the work position done by craftsmen is not suitable it can cause complaints such as low back pain. The purpose of this study was to determine the relationship between work position and low back pain in filigree craftsmen in Mongolato Village. This type of research uses quantitative research with a cross-sectional design, a population of 84 respondents in Mongolato Village, a research sample of 45 respondents, which is determined by purposive sampling techniques, the statistical test used is Chi-Square, a research instrument that is a questionnaire. The results showed that the work position of the craftsmen could trigger low back pain and obtained a value of p-value = 0.009<0.05. Based on the resultsof the analysis of 45 respondents, it is known that craftsmen who have low-risk work positions experience low back pain in 6 respondents, where 5 respondents have mild low back pain, and 1 respondent has moderate low back pain. Moderate-risk work positions experienced low back pain in 32 respondents, of which 14 respondents had mild lower back pain, and 18 respondents moderate lower back pain. High-risk work positions experienced low back pain in 7 respondents, of which 6 respondents with moderate low backpain, and 1 respondent with high low back pain. The study concluded that there was a relationship between work position and low back pain in filigree craftsmen. The advice from this study is that filigree craftsmen should pay attention to a good and correct work position by stretching muscles.
Pengaruh Terapi Kompres Es terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Punggung Bawah pada Pekerja Kerawang Desa Mongolato Kecamatan Telaga Rona Febriyona; Andi Nur Aina Sudirman; Andrian Hadji
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18449

Abstract

ABSTRACT Filigree craftsmanship is a job that requires a long time of work, this can result in sitting for too long, bending over or in the wrong position as well as a lack of breaks or rest which causes pain in the craftsman. Ice compresses are a non-pharmacological method that can help reduce pain intensity. This study aims to determine the effect of ice compress therapy on reducing the intensity of lower back pain in filigree workers. The research method uses a quantitative approach with a pre-experimental research type with one group pre test - post test design.  The sample was selected using the total sampling method.  The total sample was 16 respondents who were filigree craftsmen in Mongolato Village. Data collection for this research used a questionnaire sheet and data analysis used a paired t-test with significance (0.05). The results of the study showed that the average pain score before the ice compress was given was the pain category with an average score of 51.63, and after the intervention the pain level decreased to the mild category with an average score of 38.8. The statistical value obtained is Asymp. sig (2 tailed) p value of 0.004 0.05, which means that there is an influence of ice compress therapy on reducing the intensity of lower back pain in filigree workers in Mongolato Village, Telaga District. In conclusion, after receiving an ice compress, the average patient has a mild level of pain. Suggestion: Craftsmen can make ice compresses independently at home. Keywords: Ice Compress, Back Pain, Filigree Craftsmen  ABSTRAK Pengrajin kerawang merupakan pekerjaan yang memerlukan waktu lama dalam bekerja, hal ini dapat menyebabkan terlalu lama duduk, posisi membungkuk atau posisi yang salah serta kurangnya jeda atau istrahat yang menyebabkan terjadinya nyeri pada pengrajin. Kompres es merupakan salah satu metode non farmakologis yang dapat membantu menurunkan intensitas nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kompres es terhadap penurunan intensitas nyeri punggung bawah pada pekerja kerawang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pra – eksperimental with one group pre test – post test design.  Sampel dipilih melalui metode total sampling.  Jumlah sampel sebanyak 16 responden yang merupakan pengrajin kerawang di Desa Mongolato. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan lembar kuesioner dan analisa data menggunakan uji paired t-test dengan kemaknaan ( 0.05). Hasil penelitian menunjukkan nilai rata – rata nyeri sebelum diberikan kompres es adalah kategori nyeri dengan skor rata – rata 51.63, dan sesudah dilakukan intervensi tingkat nyeri menurun menjadi kategori ringan dengan rata – rata skor 38.8. Nilai statistik didapatkan Asymp. sig (2 tailed) p value sebesar 0.004 0.05 yang berarti terdapat Pengaruh Terapi Kompres Es Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Punggung Bawah Pada Pekerja Kerawang Di Desa Mongolato Kecamatan Telaga. Kesimpulannya setelah mendapatkan kompres es, rata – rata pasien memiliki tingkat nyeri ringan. Saran : Pengrajin dapat melakukan kompres es secara mandiri di rumah. Kata Kunci: Kompres Es, Nyeri Punggung, Pengrajin Kerawang  
Efektifitas Perbandingan Terapi Kompres Hangat Jahe dan Terapi Kompres Hangat Serai Terhadap Penurunan Nyeri Pada Penderita Gout Arthritis di Puskesmas Limboto Rona Febriyona; Andi Nur Aina Sudirman; Desy Purwaningsih U. Laguna
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i8.15914

Abstract

ABSTRACT Gout Arthritis is inflammation of the joints caused by the appearance of uric acid crystals in the joints So treatment is needed to reduce the pain, one of which is by taking non-pharmacological measures by giving warm compresses which can be combined with herbal plants, namely ginger and lemongrass. Purpose: To knowcomparative effectiveness of ginger and lemongrass warm compress therapy in reducing pain in gouty arthritis sufferers at the Limboto Community Health Center. This research used a quasi experimental two group pre test – post test method with a cross-sectional approach. taken using quota sampling technique and obtained a sample size of 20 respondents divided into 2 groups. Research usingIndependent Sample T-Test value results are obtainedp value0,000. There is effectiveness in reducing the intensity of the pain scale by using ginger warm compress therapy and lemongrass warm compress therapy. Suggestion:It is hoped that people will get used to living healthily and will then be willing to carry out early detection or health checks (uric acid levels) at the nearest health center. Keywords: Ginger, Gouty Arthritis, Lemongrass, Painful, Warm Compress  ABSTRAK Gout Arthritis merupakan radang sendi yang di sebabkan oleh timbulnya Kristal asam urat di persendian sehingga perlunya penanganan untuk mengurangi rasa nyeri tersebut salah satunya dengan melakukan tindakan nonfarmakologis pemberian kompres hangat yang dapat dikombinasikan dengan tanaman herbal yaitu jahe dan serai. Untuk mengetahui efektifitas perbandingan terapi kompres hangat jahe dan serai terhadap penurunan nyeri pada penderita gout atritis di Puskesmas Limboto. Penelitian ini menggunakan metode quasi exsprimen two grup pre test – post test dengan pendekatan cross-sectional. Diambil menggunakan teknik quota sampling dan didapatkan   jumlah  sampel  sebanyak 20 responden yang dibagi menjadi 2 grup. Penelitian dengan  menggunakan Uji Independent Sampel T-Test didaptkan hasil nilai p value 0.000. terdapat efektifitas terhadap penurunan intensitas skala nyeri dengan menggunakan terapi kompres hangat jahe dan terapi kompres hangat serai. Diharapkan Masyarakat terbiasa hidup sehat dan selanjutnya mau melakukan deteksi dini atau cek kesehatan (Kadar Asam Urat) ke puskesmas terdekat. Kata Kunci: Gout Arthritis, Jahe, Kompres Hangat, Nyeri, Serai
Gambaran Pola Konsumsi Rebusan Seledri (Apium Graveveolens L.) Terhadap Penderita Asam Urat Pada Usia Produktif di Kelurahan Hutuo Kabupaten Gorontalo Rona Febriyona; Andi Nur Aina Sudirman; Zuriati Muhamad; Dhea Ananda Mokodongan
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i9.16141

Abstract

ABSTRACT Factors that cause gout are caused by foods or drinks that contain purines. Management of gout is non-pharmacological treatment or with traditional medicines that can reduce uric acid levels in the body, such as celery plants. To determine the description of consumption patterns of celery stew (Apium Graveveolens L.) for gout sufferers at productive age in Hutu'o Village, Gorontalo Regency. Using descriptive quantitative research which is a research method that describes the characteristics of the population or phenomenon being studied. The study found that the highest proportion of gender characteristics of most respondents who consumed celery stew were female, namely 10 respondents (66.7%). Based on age, it can be seen that the average age of gout sufferers is 56-65 years as many as 9 respondents (60.0%). Based on education, it can be seen that most of the respondents who suffer from gout with the last education of elementary school, namely 8 respondents (55.3%). Based on the work of the most respondents who suffered from gout were categorised as housewives, namely 9 respondents (60.0%). Many female respondents who suffer from gout, at the age of 56-65 have begun to experience physiological changes including a decrease in drug metabolism, the respondent's education level can be related to the level of knowledge. the most respondents who consume celery stew are housewives. Keywords: Apium Graveveolens L, Gout, Consumption, Celery Decoction  ABSTRAK Faktor yang menyebabkan penyakit asam urat yaitu disebabkan karena makanan atau minuman yang mengandung purin. Penatalaksanaan pada asam urat (gout) yaitu pengobatan secara non-farmakologis atau dengan obat-obatan tradisional yang dapat menurunkan kadar asam urat di tubuh adalah seperti tanaman seledri. Untuk mengetahui gambaran pola konsumsi rebusan seledri (Apium Graveveolens L.) terhadap penderita asam urat pada usia produktif di Kelurahan Hutu’o Kabupaten Gorontalo. Menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif yang merupakan metode penelitian yang menggambarkan karakteristik populasi atau fenomena yang sedang diteliti. Penelitian didapatkan bahwa proporsi terbanyak pada karakteristik jenis kelamin sebagian besar responden yang mengkonsumsi rebusan seledri berjenis kelamin perempuan yaitu 10 responden (66.7%). Berdasarkan usia dapat diketahui rata-rata usia penderita asam urat 56-65 tahun sebanyak 9 responden (60.0%). Berdasarkan pendidikan dapat diketahui bahwa sebagian besar responden yang menderita asam urat dengan pendidikan terakhir SD yaitu 8 responden (55.3%). Berdasarkan pekerjaan responden terbanyak yang menderita asama urat dikategorikan dalam IRT yaitu sebanyak 9 responden (60.0%). Banyak responden perempuan yang menderita asam urat, di usia 56-65 sudah mulai mengalami perubahan fisiologis diantaraya penurunan metabolisme obat, tingkat pendidikan responden dapat dikaitkan dengan tingkat pengetahuan. responden terbanyak yang mengosumsi rebusan seledri adalah ibu rumah tangga. Kata Kunci: Gout Arthritis, Jahe, Kompres Hangat, Nyeri, Serai
Co-Authors Abd Hafid Rahman Napu Abdul Wahab Pakaya Abdurahman Nur Kamiden Aldri Frinaldi Ananda Rizki Andi Akifa Sudirman Andrian Hadji Ani Retni Anisa Cahyani S. Hasan Annisa Mauludiyah Usman Apris Tilome Astria Cahyati Papeo Astuti Yuni Nursasi Ayu Sintia Azizah Oktavina Pontoh Bahrudin Sigit L. Zain Candrawati Kadir Chintya N. Puhi Denny Susanto Desy Purwaningsih U. Laguna Devy Lestari Dewi Anggraini Abas Dewi Modjo Dhea Ananda Mokodongan Dinda Ango Ervina Alwin Biki Fadli Syamsuddin Fahrianti Djamadi Felmawati H. Waladow Ferawati Aridi Firgita Lasido Firmawati Firmawati Firmawati Firmawati Firmawati Firmawati Fitriyani Abd. Gani Gledis Riskilawati Laboro Gunardi Pakaya Hamna Vonny Lasanuddin Harismayanti, Harismayanti Haslinda Damansyah I Gede Restawan Ibrahim Paneo ibrahim Paneo Ibrahim Paneo Ilham, Rosmin Ilham Inne Ariane Gobel Iskandar Simbala Lindawati R. Yasin Marten Luwuk Merlin Masalubu Meyvita Dewi Humokor Miftahul Jannah Moh. Taufik Saleh Mohamad Risandy Utina Muh. Isman Jusuf Muhammad Rizky Mardan Maku Mutia Putri Kalu Mutiya Datungsolang Nadya Jesica Aprilia Nikmawaty Puluhulawa Nova Rahmawati Kamali Novita Hasan Novitasari Novitasari Nun’ Ain Pango Nur Jahriyatun Jannah Antungo Nur Mawaddah Polihito Nur Uyun I. Biahimo Nurhikma Fatmala Sulasni Nurlatifa Nurlatifa Nurwijayanti Nurzihan Adam Puput Kristian Bolilio Puspa A. Mustapa Putri Indrawati Nusi Rahma Wahyunensi Hamzah Restiawati Rajab Riskawaty Mamuki Rona Febriona Rona Febriona Rona Ferbriyona Rosmin Ilham Rusli A Katili Sabirin B. Syukur Sheinta Inado Shinta Aswin Rahman Silvana Panigoro Silvia Apriani Hida Sindi Rafliani Harun Siti Surya Indah Nurdin Sri Devi Padang Sri Povintyawati Rahman SRI WULANDARI Sulis Pramutia Rivai Supriyanto Basri Supriyanto Basri Tika Agustuti Sapeni Tressan Eka Putri S. Katili Wiwi Piola Yahya Djakaria Yahya Djakaria Yuliandary Yunus Yuninda Tomayahu Yunita Mootalu Yurifta S Saleh Yusdianto Dj Maku Zilfawaty Anton Gino Zuriati Muhamad