Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Integrating E-Learning into The Vocational High School Curriculum: Strategies, Challenges, and Future Directions Hakiki, Muhammad; Kartika, Rani; Hamid, Mustofa Abi; Utami, Resti; Suprapto, Yuni; Subhanadri, Subhanadri
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v6i1.1523

Abstract

This study investigates the integration of e-learning into the curricula of Vocational High Schools, emphasising strategies, challenges, and prospective avenues for enhancing the quality of teaching and learning. E-learning plays a crucial role in enhancing vocational education within the framework of rapid digital transformation, facilitating flexibility, interactivity, and access to a variety of learning resources. A qualitative approach was employed to collect data through in-depth interviews, surveys, and participatory observation at 39 Vocational High Schools in Padang, Indonesia, which offer Computer and Network Engineering and Software Engineering programs. The research included 73 teachers and 195 students who participated in e-learning activities. The findings indicate that both teachers and students possess favourable views regarding the integration of e-learning, recognising its capacity to improve conceptual understanding, promote learner autonomy, and create more engaging educational environments. Educators indicated that the implementation of learning management systems, online discussions, multimedia resources, and virtual simulations enhances student engagement and fosters collaboration. Data triangulation confirmed that teacher competence and engagement in professional development significantly impact e-learning success. Challenges remain, such as insufficient digital literacy, inadequate infrastructure, and diminished direct interaction. The research highlights the necessity of ongoing teacher training, dependable technological infrastructure, and curriculum redesign in accordance with industry standards to facilitate effective e-learning integration. It is advisable to establish collaborative partnerships among educational institutions, industry stakeholders, and policymakers to improve curriculum relevance and learning outcomes. Ongoing monitoring and evaluation are crucial for sustaining dynamic and adaptive e-learning environments. This study presents a framework aimed at enhancing e-learning implementation in Vocational High Schools, thereby facilitating students' preparedness for the digital and industrial workforce.
Prevensi Bencana Non Alam Ktd (Kehamilan Tidak Di-ingankan) Pada Remaja Melalui Komunikasi Informasi Dan Edukasi (Kie) Dengan Media Audiovisual Kholifah, Siti; Utami, Resti; Arifin, Anisatus Syamsil; Azzahra, Fatimah; Andarini, Yuli Suci; Jannal, Anggih Nadiatul; Rachmadita, Kamilah; Widari, Septia
JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Vol 6, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jiwakerta.v6i2.22636781

Abstract

Kehamilan tidak diinginkan (KTD) pada remaja perempuan berpotensi memicu tingginya angka aborsi, angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta stunting. Meningkatnya kasus KTD pada remaja dapat menyebabkan bencana non alam berupa tingginya AKI, AKB, dan stunting di Indonesia. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat besarnya populasi remaja di Indonesia. Faktor penyebab KTD meliputi usia, pendidikan, status ekonomi keluarga, pengetahuan alat kontrasepsi, pengaruh teman sebaya, dan pengetahuan kesehatan reproduksi. Upaya prevensi KTD memerlukan peran aktif tenaga kesehatan, khususnya perawat, dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi di berbagai setting. Penggunaan media audiovisual dalam edukasi terbukti meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terkait kesehatan reproduksi. Salah satu lokasi pengabdian adalah SMK 3 Muhammadiyah Ambulu di Jember, yang belum pernah mendapatkan edukasi KTD berbasis audiovisual. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah, kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) dengan media audiovisual belum pernah dilaksanakan. Oleh karena itu, intervensi melalui KIE dengan media audiovisual diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja terhadap pencegahan KTD. Adapun metode yang telah dilakukan adalah KIE dengan media audiovisual, pemberdayaan mitra, dan keberlanjutan program, antara lain: 1) tahap persiapan; 2) tahap sosialisasi; 3) tahap pelaksanaan edukasi 4) Tahap evaluasi pelaksanaan edukasi 5) Tahap Tindak lanjur dan rekomendasi. Hasil edukasi PPAM adalah adanya peningkatan yang signifikan terkait pengetahuan dan sikap remaja tentang KTD. Hendaknya peran serta dinas terkait, perangkat desa, tokoh Masyarakat dan utamanya orang tua dioptimalkan untuk meningkatkan kesadaran remaja akan bencana non alam berupa KTD.