Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN COMPASSION FATIGUE PADA PERAWAT JIWA DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM KABUPATEN BANJAR Amelia A; Iswantoro Iswantoro; Chrisnawati Chrisnawati
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i1.79

Abstract

Latar Belakang : Peran perawat jiwa identik dengan perilaku caring dan empati dalam menangani klien dengan ganguan jiwa, keterlibatan emosional dalam berempati dapat meyebabkan stres, kecemasan dan depresi yang dapat memicu terjadinya compassion fatigue pada perawat jiwa. Compassion fatigue menjadi tren dan isu dalam keperawatan, yang membutuhkan perhatian yang serius akibat dampak yang ditimbulkan. Compassion fatigue adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kombinasi antara burnout (BO) dan stress traumatic secondary (STS) yang merupakan kelelahan fisik dan psikologis yang menjadi gambaran akan bahaya kerja pada perawat jiwa yang menjalankan perannya sebagai care giving dalam memberikan perilaku caring pada klien mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan compassion fatigue pada perawat jiwa di ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Kabupaten Banjar. Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, tempat penelitian di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Kabupaten Banjar pada bulan Maret, jumlah sampel sebanyak 80 perawat jiwa menggunakan kuesioner, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi dan spearman rho. Hasil : Hasil uji statistik menunjukan ada hubungan yang signifikan antara usia dengan BO (p=0,005), usia dengan STS (p=0,002), tidak ada hubungan antara usia dengan compassion satisfaction (p=0,139), ada hubungan antara status pernikahan dengan BO (p=0,000), status pernikahan dengan STS (p=0,000), status pernikahan dengan compassion satisfaction (p=0,000), ada hubungan antara stres kerja dengan BO (p=0,000), stres kerja dengan STS (p=0,000), stres kerja dengan compassion satisfaction (p=0,000), ada hubungan antara empati dengan BO (p=0,021), empati dengan STS (p=0,031), tidak ada hubungan antara empati dengan compassion satisfaction (p=0,161). Kesimpulan : Faktor-faktor yang berhubungan dengan compassion fatigue pada perawat jiwa antara lain usia, status pernikahan, stres kerja, dan empati di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Kabupaten Banjar.
PENGARUH HIPNOPARENTING TERHADAP MUAL MUNTAH AKIBAT KEMOTERAPI PADA ANAK DENGAN AKUT LIMPOBLASTIK LEUKEMIA Chrisnawati Chrisnawati; Safariah Anggraini; Dwi Martha Agustina
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.99

Abstract

Latar Belakang: Secara umum pengobatan untuk anak dengan Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) adalah kemoterapi. Terapi kemoterapi memberikan efek mual muntah pada saat atau setelah tindakan, mual muntah menyebabkan rasa yang tidak nyaman pada pasien anak dengan ALL. Salah satu tindakan keperawatan komplementer yang dilakukan adalah hypnoparenting untuk mengurangi mual dan muntah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hypnoparenting terhadap mual muntah akibat kemoterapi pada anak dengan Acute Lymphoblastic Leukemia di RSUD Ulin Banjarmasin dan mengetahui perbedaan tingkat mual muntah sebelum dan setelah hypnoparenting. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain Quasi Eksperimental yang telah melewati uji Etika Penelitian. Pemilihan kelompok penelitian berjumlah 30 pasien anak yang telah menandatangani informed consent. Kelompok dibagi menjadi 2 kelompok besar yaitu 15 pasien anak di kelompok kontrol dan 15 pasien anak di kelompok eksperimen dan pengukuran mual muntah menggunakan Instrumen Rhodes Index Nausea, Vomiting & Retching (RINVR) akibat kemoterapi pada kelompok control dan kelompok intervensi. Hasil: Menujukan penurunan rerata mual muntah pada kelompok intervensi sebesar 7,06; perbedaan yang signifikan rata-rata skor mual-muntah sebelum dan sesudah dilakukan hypnoparenting P value 0,001 (P<0,05) Kesimpulan: Hypnoparenting memiliki keefektifan yang signifikant dalam menurunkan mual muntah akibat kemoterapi pada anak ALL.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT M. Isra Mulyadi; Warjiman Warjiman; Chrisnawati Chrisnawati
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.111

Abstract

Latar Belakang: Anak usia sekolah rentan mengalami masalah kesehatan yang meliputi masalah mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Permasalahan ini akan berdampak pada kualitas hidup anak. Untuk meminimalisir dampak yang terjadi, perlu adanya peran sekolah melalui program usaha kesehatan sekolah, yaitu dengan cara memberikan pendidikan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan efektivitas pendidikan kesehatan dengan media video terhadap tingkat pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat kader usaha kesehatan sekolah. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian pre-experimental dengan pendekatan one group pretest posttest design. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling jenis purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 14 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner. Uji statistik menggunakan uji Nonparametric Wilcoxon Test. Hasil: 0,001 (p=0,001<0,01), artinya ada pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media video terhadap tingkat pengetahuan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat kader usaha kesehatan sekolah. Pendidikan kesehatan dengan media video merupakan media yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat kader usaha kesehatan sekolah di Sekolah Dasar Islam Darul Mu’minin Banjarmasin.
FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG PELAKSANAAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DI TINGKAT SEKOLAH DASAR Lika Elsa Nurhana; Chrisnawati Chrisnawati; Kristian Labertus
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.122

Abstract

Latar Belakang: Unit Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan suatu usaha untuk membina dan meningkatkan kebiasaan dan perilaku hidup sehat pada anak didik yang dilakukan secara menyeluruh (komprehensif) dan terpadu (integratif) melalui program pendidikan dan pelayanan kesehatan di sekolah. Kegiatan UKS melalui Trias UKS yang meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah yang sehat. Hal-hal ini di dukung oleh faktor-faktor pengetahuan, sikap, sumber daya manusia dan sarana prasarana ujuan Penelitian: Mengetahui faktor-faktor pendukung pelaksanaan UKS meliputi pengetahuan, sikap, SDM dan sarana maupun prasarana dari 10 sekolah dasar di wilayah kerja Puskemas Teluk Dalam Banjarmasin 2018. Metodologi: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif. Jumlah populasi sebanyak 214 responden. Teknik sampling menggunakan total sampling. Sampel pada penelitian ini adalah petugas puskesmas, kepala sekolah, dokter kecil dan pembina UKS sebanyak 214 responden. Pengumpulan data menggunakan metode kuisioner. Hasil: Sebagain besar petugas puskesmas, kepala sekolah, dokter kecil dan pembina UKS memiliki pengetahuan baik sebanyak 208 (97,1%) responden dan sikap positif sebanyak 214 (100%) responden. Sedangkan, peran SDM baik sebanyak 19 (95%) responden adalah kepala sekolah, pembina UKS dan petugas puskesmas, dan keberadaan sarana maupun prasarana tersedia sebanyak 6 (60%) sekolah dasar. Pengetahuan, sikap, SDM dan sarana maupun prasarana merupakan faktor yang paling dominan dalam mendukung pelaksanaan UKS.
PENGALAMAN SUAMI DALAM MENDAMPINGI ISTRI DENGAN KANKER PAYUDARA YANG SEDANG MENJALANI KEMOTERAPI Taufik Rahman; Chrisnawati Chrisnawati; Lucia Andi Chrismilasari
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v4i1.163

Abstract

Latar Belakang: Tingkat angka kejadian kanker di Kalimantan Selatan menduduki posisi ke-22 di Indonesia pada tahun 2013 dengan estimasi jumlah penderita penyakit kanker pada penduduk semua kategori usia 1,6% dengan jumlah absolute 6.145 kasus. Panjangnya proses pengobatan kemoterapi membuat rasa jenuh terhadap pasien apalagi efek samping dari kemoterapi yang begitu terlihat dengan jelas pada kondisi pasien. Penelitian ini ditujukan untuk mengeksplorasi peran pasangan (suami) dalam mendampingi istri dengan masalah kanker payudara dan saat ini sedang menjalani kemoterapi. Metode Penelitian: Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi, menggunakan teknik purposive sampling terhadap 5 partisipan. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan observasi, serta dianalisis menggunakan cara content thematic. Hasil: Rata-rata pasangan penderita kanker payudara menyatakan bahwa mereka bingung, cemas, marah, serta mengalami gangguan pola tidur saat istri mereka terdiagnosa kanker dan harus menjalani kemoterapi. Keinginan pasangan yang besar untuk kesembuhan istri memunculkan dorongan yang penuh secara internal maupun eksternal. Namun adapula terdapat hambatan dalam menjalani kemoterapi dari segi faktor ekonomi, sosial, psikologis istri. Kesimpulan: Pengalaman partisipan berbeda satu dengan yang lainnya, hal ini tergantung pada tekanan emosi dan kondisi fisik yang dialami oleh partisipan, motivasi pasangan sangat dibutuhkan oleh penderita kanker payudara untuk menghadapai faktor-faktor yang menghambat dalam jalannya kemoterapi. Semua partisipan bersifat aladatif dan berharap agar tidak ada tambahan protokol kemoterapi dan sembuh dari penyakit yang dideritanya.
PENGARUH SENAM PROLANIS TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS ANGSAU Warjiman Warjiman; Theresia Jamini; Deni Kristiana; Chrisnawati Chrisnawati
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v6i1.268

Abstract

Prolanis merupakan suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yangmelibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) dalam rangka pemeliharaankesehatan bagi peserta BPJS yang menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanankesehatan yang efektif dan efisien. Salah satu program prolanis adalah senam prolanis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh senam prolanis terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Jenis penelitian ini adalah penelitiankuantitatif menggunakan metode Quasi Experiment dengan design pretest and posttest nonequivalent control group, teknikpengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 30 responden yang dibagi menjadi 2kelompok yaitu kelompok kontrol (15 responden) dan kelompok intervensi (15 responden) yang dipilih sesuai kriteria inklusi. Senamprolanis dilakukan selama 4 minggu. Analisis data menggunakan uji Independen T-Test. Hasil penelitian memperlihatkan terdapatperbedaan bermakna antara tekanan sistolik awal dan akhir pada latihan 2 kali/minggu (ρ=0,000 < α= 0,05); antara tekanan darahdiastolik awal dan akhir pada latihan 2 kali/minggu (ρ=0,000 < α 0,05). Terdapat perubahan rata-rata tekanan darah sebelum dansesudah senam pada latihan 2 kali/minggu. Penelitian ini menyimpulkan ada pengaruh bermakna senam prolanis terhadap penurunantekanan darah pada penderita hipertensi. Senam prolanis baiknya dilakukan secara rutin minimal 2 kali seminggu pada penderitahipertensi.Kata Kunci: senam prolanis, tekanan darah, hipertensi
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI (KIPI) DPT-HIB DI PUSKESMAS ASAM-ASAM TAHUN 2021 Chrisnawati Chrisnawati; Subarjo Subarjo; Sapariah Anggraini; Anastasia Maratning
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v7i1.292

Abstract

Background: Data about Post Immunization Events cases in the form of fever, swelling and red injection marks due to the DPT-Hib vaccine in the Tanah Laut Regency area as many as 219 cases and at the Asam-Asam Health Center as many as 47 cases. The impact of that will cause stigma or trauma from mothers to participate in the immunization program. Therefore, it is very important the role and knowledge of mothers to be able to manage and handle DPT-Hib Post Immunization Events that occur in children, so that the immunization program can be followed optimally to completion. Objective: To determine the Mother's Knowledge About Adverse Events Post Immunization of DPT-Hib at Asam-Asam Health Center in 2021. Methods: This study with quantitative methods, with descriptive design and approach cross sectional. The sample of this study were 76 mothers who have infants or toddlers who carry out DPT-Hib immunization activities in the working area of ​​the Asam-Asam Health Center, with the technique Total Sampling. Primary data collection using a questionnaire. Results: The results of the study regarding the Description of Mother's Knowledge about Adverse Events Post Immunization of DPT-Hib at the Asam-Asam Health Center were mostly included in the good category as many as 65 respondents (86%), while 8 respondents were in the sufficient category (10%) and 3 respondents. respondents are included in the less category (4%). Conclusion: The Education of mothers about Adverse Events Post Immunization it is very necessary for the successful implementation of giving vaccines of DPT-Hib to children. Keywords: Post Immunization Events, DPT-Hib Immunization, Mother's Knowledge.
PENGARUH EDUKASI KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS TELUK DALAM BANJARMASIN TAHUN 2020 Mia Mia; Chrisnawati Chrisnawati; Warjiman Warjiman
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.339 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v11i2.641

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan suatu penyakit kronis menahun sehingga kepatuhan minum obat merupakan hal yang penting dalam terapi pengobatan diabetes melitus dan menurunkan resiko komplikasi.Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh edukasi keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien dengan diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin.Metode Penelitian: Penelitian pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest and posttest design. Teknik sampling purposive sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 15 pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin. Instrumen yang digunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji Paired Samples T-Test.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan tingkat kepatuhan minum obat sebelum dilakukan edukasi pada keluarga dengan kategori cukup sebanyak 66,7% dan kategori kurang sebanyak 33,3%, sedangkan sesudah dilakukan edukasi melalui media booklet pada keluarga dengan kategori baik sebanyak 66,7%, kategori cukup sebanyak 33,3% dan kategori kurang sebanyak 0%. Terdapat pengaruh edukasi pada keluarga terhadap tingkat kepatuhan minum obat responden dengan nilai signifikan (p= 0,001 ), nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000 0,05).Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan pada tingkat kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin sebelum dan sesudah diberikan edukasi pada keluarga melalui media booklet.Kata Kunci: Edukasi Keluarga, Kepatuhan Minum Obat AbstractBackground: Diabetes mellitus is a chronic disease so that medication adherence is important in diabetes mellitus treatment therapy and reduces the risk of complications.Objective: To determine the effect of family education on medication adherence in patients with type 2 diabetes mellitus at Teluk Dalam Public Health Center, Banjarmasin.Methods: Pre-experimental research with one group pretest and posttest design approach. Sampling technique purposive sampling. The samples used were 15 patients with type 2 diabetes mellitus at the Teluk Dalam Puskesmas, Banjarmasin. The instrument used was a questionnaire. Data analysis using Paired Samples T-Test.Results: The results showed that there were differences in the level of adherence to taking medication before education in families with a moderate category of 66.7% and a poor category of 33.3%, while after education through booklet media in good categories was 66.7%. %, enough category was 33.3% and less category was 0%. There is an effect of education on the family on the level of compliance with the respondent's medication with a significant value (p = 0.001), the significance value is less than 0.05 (0.000 0.05).Conclusion: There is a significant effect on the level of medication adherence in patients with type 2 diabetes mellitus at Teluk Dalam Puskesmas Banjarmasin before and after being given education to families through booklet media. Keywords: Family Education, Compliance with Medication
PERILAKU CARING PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT SUAKA INSAN BANJARMASIN 2020 Chrisnawati Chrisnawati; Maria Cardoso Lima; Bernadeta Trihandini; Anastasia Maratning
Journal of Nursing Invention Vol 1 No 2 (2020): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.436 KB)

Abstract

Background: In the era globalization, the demands of society for adequate health services are more increasing and spurring hospitals to provide the best services so that they are not marginalized by the community. Caring as the basis and center of nursing practice. The benefits of caring are very important in the provision of nursing services based on the caring of behavior of nurses able to improve the quality of health services. Transpersonal caring recognizes unity in life and relationships that have concentric caring circles from individuals, to other, to society, to the world, to the earth and to the universe. Objective: To describe behavior caring nurses in the inpatient care in Suaka Insan Hospital Banjarmasin 2020. Method: This research uses descriptive quantitative method. The samples of this study are 95 respondent. The instrument used questionnaire and univariate analyzed with distribution frequention. Technique sampling with Purposive sampling. Result: The result of study are (1) characteristic respondent according to gender majority are female (52,6 %), (2) characteristic according to age majority are 31-50 years old (41 %), (3) characteristic according to base education majority are based SMA (49,4 %), (4) characteristic according to the respectful deference is good (62%), (5) characteristic according to the assurance of human presence is good (62%), (6) characteristic according to the positive connectedness is good (79%), (7) characteristic according to the professional knowledge and skill is good (85%), (8) characteristic according to the attentive to others experience is good ( 94 %), (9) base on the overall category is good (71 %). Conclusion: Description of the behavior caring of nurse in the inpatient room care in Suaka Insan Hospital Banjarmasin 2020 is good (71 %), and nurses are expected to maintain and improve of caring behavior. Upgrade of based nursing service, nurse caring behaviors be obtained improve the quality of health services.
EDUKASI UNTUK PERAWAT RUMAH SAKIT DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEPATUHAN PELAKSANAAN PERENCANAAN PULANG (DISCHARGE PLANNING) Chrisnawati Chrisnawati
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 4 No 1 (2022): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v4i1.309

Abstract

Perencanaan pulang bertujuan mengidentifikasi kebutuhan spesifik pasien agar perawat dapat memberikan pelayanan terbaik sehingga menjamin keberlanjutan asuhan keperawatan yang berkualitas serta mempertahankan atau mencapai fungsi maksimal setelah pulang. Hasil studi sebelumnya tentang gambaran kepatuhan perawat dalam pelaksanaan discharge planning di ruang rawat inap rumah sakit Suaka Insan kota Banjarmasin diperoleh hasil tidak patuh lebih banyak yaitu 31 orang (67,4%) dibandingkan dengan yang patuh yaitu 15 orang (32,6%). Studi pendahuluan melalui observasi didapatkan bahwa format discharge planning yang terdiri dari resume keperawatan yang berisi hal-hal yang perlu diperhatikan pasien setelah pulang format tidak diisi lengkap dan tidak ada tanda tangan perawat serta pasien atau keluarga. Berdasarkan masalah tersebut maka solusi yang ditawarkan adalah edukasi dan penyebaran informasi kembali dalam bentuk sosialisasi pentingnya kepatuhan dalam pelaksanaan kegiatan discharge Planing kepada perawat di rumah sakit.