Aryanti Wardiyah
Dosen Universitas Malahayati

Published : 40 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengetahuan Remaja tentang Anemia pada Remaja Putri di Pondok Pesantren Hidayatul Islamiyah di Bandar Lampung Maida Saputri; Aryanti Wardiyah; Rilyani Rilyani
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.16511

Abstract

ABSTRACT Anemia occurs when the hemoglobin concentration in red blood cells decreases and no longer meets the body's physiological needs. Based on the results of a presurvey conducted at the Hidayatul Islamiyah Islamic Boarding School and the Al Muttaqien Islamic Boarding School on 06 December-09 December 2023, it was found that at the Hidayatul Islamiyah Islamic Boarding School there were 7 out of 10 respondents (70%) who did not know about anemia that occurs in teenagers, whereas in At Al Muttaqien Islamic Boarding School, 4 out of 10 respondents (40%) did not know about anemia that occurs in teenagers. To find out an overview of young women's knowledge about anemia at the Hidayatul Islamiyah Islamic Boarding School in Bandar Lampung. This research uses quantitative research. This research design uses descriptive survey research on a set of objects. The results showed that 47 respondents (67.1%) had low knowledge and 23 respondents (32.9%) had high knowledge. Adolescent girls' knowledge about anemia still needs to be improved through outreach to increase adolescents' understanding of anemia and its prevention. It is hoped that young women will increase their knowledge about anemia so they can maintain a healthy lifestyle. Keywords: Knowledge, Anemia, Young women  ABSTRAK Anemia terjadi ketika konsentrasi hemoglobin dalam sel darah merah menurun dan tidak lagi mencukupi  kebutuhan fisiologis  tubuh. Berdasarkan hasil presurvey yang telah dilakukan di Pondok Pesantren Hidayatul Islamiyah dan Pondok Pesantren Al Muttaqien pada tanggal 06 Desember-09 Desember 2023 didapatkan bahwa di Pondok Pesantren Hidayatul Islamiyah terdapat 7 dari 10  responden (70%) belum mengetahui mengenai anemia yang terjadi pada remaja sedangkan pada Pondok Pesantren Al Muttaqien terdapat 4 dari 10 responden (40%) belum mengetahui mengenai anemia yang terjadi pada remaja. Diketahui gambaran  pengetahuan remaja putri tentang anemia di Pondok Pesantren Hidayatul Islamiyah di Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitaif. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian survey deskriptif terhadap sekumpulan objek.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47 responden (67,1%) memiliki pengetahuan rendah dan terdapat 23 responden (32,9%) memiliki pengetahuan tinggi. Pengetahuan remaja putri tentang anemia masih perlu ditingkatkan melalui penyuluhan-penyuluhan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai anemia dan pencegahannya. Diharapkan remaja putri untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai anemia sehingga dapat menjaga pola hidup sehat. Kata Kunci: Pengetahuan, Anemia, Remaja Putri
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kegawatdaruratan Kehamilan dengan Kepatuhan Pemeriksaan Ante Natal Care (ANC) di Wilayah Kerja Puskesmas Segala Mider Budi Setia Utomo; Aryanti Wardiyah; Riska Wandini
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i5.19786

Abstract

ABSTRACT Indonesia's average infant mortality rate was more than 15 deaths per 1000 live births, while its average maternal mortality rate was 100 deaths per 100,000 live births.  Regular Antenatal Care (ANC) pregnancy checks can be used for management. To ascertain the connection between antenatal care (ANC) examination compliance and pregnant women's awareness of pregnancy emergencies in the Segala Mider Health Center work area. Proportional random sampling approach, sample using Slovin formula, cross-sectional research design, quantitative research type, population of pregnant women at Segala Mider Health Center in 2023, totaling 287 respondents. The chi square test is the statistical test employed, and the instrument consists of a questionnaire. Ante natal care compliance frequency distribution shows that the majority of patients (54.5%) comply. The majority of patients (58.1%) have strong knowledge. Pregnant women's awareness of pregnancy emergencies and adherence to antenatal care (ANC) exams (p-value = 0.000). Ante natal care (ANC) examination compliance in the Segalamider Health Center Working Area is correlated with pregnant women's awareness of pregnancy emergencies. The goal is for moms to be more compliant in scheduling a minimum of six prenatal care visits—two during the first trimester, one during the second, and three during the third. Keywords: Pregnant women, Knowledge, Ante Natal Care (ANC).  ABSTRAK Indonesia tahun 2023 rata-rata angka kematian ibu 100 kematian per 100.000 kelahiran hidup dan rata-rata angka kematian bayi di atas 15 kematian per 1000 kelahiran hidup. Penatalaksanaan dapat dilaksanakan pemeriksaan kehamilan Antenatal Care (ANC) secara rutin. Diketahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang kegawatdaruratan kehamilan dengan kepatuhan pemeriksaan ante natal  care (anc) di wilayah kerja Puskesmas Segala Mider. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional, populasi adalah ibu hamil di Puskesmas Segala Mider pada tahun 2023 berjumlah 287 responden, teknik sampling proportional random sampling, sampel menggunakan rumus slovin sehingga 167 responden. Instrumen menggunakan kuesioner dan uji statistic yang digunakan  uji chi square. Distribusi frekuensi kepatuhan ANC sebagian besar pasien (54,5%) patuh. Pengetahuan sebagian besar pasien (58,1%) baik. Pengetahuan ibu hamil tentang kegawatdaruratan kehamilan dengan kepatuhan pemeriksaan ante natal care (ANC) pvalue 0,000. Ada hubungan pengetahuan ibu hamil tentang kegawatdaruratan kehamilan dengan kepatuhan pemeriksaan Ante Natal Care (ANC) di Wilayah Kerja  Puskesmas Segalamider.  Diharapan kepada ibu untuk lebih patuh melakukan kunjungan antenatal care, minimal melakukan 6 kali kunjungan (2 kali di trimester pertama, 1 kali di trimester kedua, dan 3 kali ditrimester ketiga).  Kata Kunci: Ibu hamil, Pengetahuan, Ante Natal Care (ANC)
Hubungan Fasilitas dengan Tingkat Kepuasan Pelayanan Keperawatan di Ruang Rawat Inap RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Ria Mualifah; Aryanti Wardiyah; M. Ricko Gunawan
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i5.11840

Abstract

ABSTRACT Preliminary data from 15 patients found that 10 respondents (66.7%) were dissatisfied with the availability of service facilities at RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo, the patient said that if the nurse performed the infusion change and release the infusion without carrying a tray, the nurse would only bring a bowl and a container of alcohol cotton. In addition, patients also complain of hard patient beds, uncomfortable linens/sheets. Then 5 other respondents (33.3%) were satisfied with the facilities provided by the Hospital, including the availability of clean bathrooms, the availability of litter boxes, good ventilation and lighting. To determine the relationship between the facility and the level of patient satisfaction in the inpatient room of RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. This type of research uses quantitative, the research design uses a survey with a cross sectional approach. P The population in this study were clients who were hospitalized in Room E4 RSUD DR. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung City in November as many as 320 respondents. The sampling technique uses purposive sampling. Univariate and bivariate data analysis The sample in this study used the slovin formula so that a sample of 178 respondents was obtained. This research was conducted in July 2023. Data analysis used the univariate and bivariate tests using the chi square test. Most of the respondents stated that the facilities were in the good category, 91 respondents (51.1%). Most of the respondents stated patient satisfaction in the satisfied category as many as 100 respondents (56.2%). The results of data analysis using the chi square test obtained a p-value = 0.000 (α 0.05), which means that there is a relationship between facilities and the level of patient satisfaction in the inpatient room of RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. It is also hoped that medical personnel and paramedics need to provide appropriate services according to establi Keywords: Facilities, Satisfaction Level, Patients  ABSTRAK Data pendahuluan dari 15 pasien ditemukan 10 responden (66,7%) memiliki rasa kurang puas dengan ketersediaan fasilitas pelayanan di RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo, pasien menyebutkan jika perawat melakukan tindakan penggantian infus dan pelepasan infus tanpa membawa baki, perawat hanya membawa bengkok dan wadah kom kapas alkohol. Selain itu pasien juga mengeluhkan bed pasien yang keras, laken/ sprei yang tidak nyaman. Kemudian 5 responden lainnya (33,3%) memiliki rasa puas dengan fasilitas yang diberikan oleh Rumah Sakit, meliputi tersedianya kamar mandi yang bersih, tersedianya kotak sampah, ventilasi dan pencahayaan yang baik. Untuk mengetahui hubungan fasilitas dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Jenis penelitian menggunakan kuantitatif, rancangan penelitian menggunakan survey dengan pendekatan cross sectional. P Populasi dalam penelitian ini adalah klien yang melakukan rawat inap di Ruang E4 RSUD DR. A. Dadi Tjokrodipo Kota Bandar Lampung pada bulan November sebanyak 320 responden.  Teknik sampling menggunakan purposive sampling.  Analisa data univariat dan bivariat Sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin sehingga didapat sampel 178 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli tahun 2023. Analisa data menggunakan uji univariate dan bivariate menggunakan uji chi square. Sebagian besar responden menyatakan fasilitas dengan kategori baik sebanyak 91 responden (51,1%). Sebagian besar responden menyatakan kepuasan pasien dengan kategori puas sebanyak 100 responden (56,2%). Hasil analisa data menggunakan uji chi square didapat nilai p-value = 0.000 ( α 0,05) yang artinya ada hubungan fasilitas dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Diharapkan pula, bagi tenaga medis dan para medis perlu memberikan pelayanan yang tepat sesuai prosedur yang ditetapkan seperti memberikan perhatian kepada setiap pasiennya dan memberi informasi kesehatan yang jelas kepada pasien. Kata Kunci: Fasilitas, Tingkat Kepuasan, Pasien
Aplikasi senam yoga pada penurunan nyeri punggung pada ibu hamil Fara Millinia Suwares; Aryanti Wardiyah; Rilyani Rilyani
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): June Edition 2023
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v3i1.366

Abstract

Background: The gestation period lasts 280 days (40 weeks or 9 months and 10 days) from conception to the birth of the fetus, counting from the first day of the last menstruation. Data obtained from Riskesdas in 2021 shows that pregnant women who do K4 are 82.1% in Lampung and the proportion of first referral health facilities when experiencing pregnancy complications is 6.9% at the Puskesmas. The results of the pre-survey conducted at the Clinik dr. Eliza, Sp.OG Metro City To 10 respondents of third trimester pregnant women, it was found that all third trimester pregnant women experienced serious back pain, so that they sometimes complained of pain and shortness of breath due to an increasingly enlarged stomach. Providing relaxation in the form of massage effluarage and deep breathing relaxation techniques is still rarely done by midwives and families. Purpose: To provide nursing care to third trimester pregnant women with lower back pain through the provision of prenatal yoga therapy at the Clinik dr. Eliza, Sp.OG Metro City in 2023. Method: This type of research uses descriptive qualitative research, this research uses descriptive research methods in the form of case studies with the Nursing Care approach, which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. Results: The decrease in the level of low back pain in pregnant women occurs due to the movements performed during prenatal yoga. Conclusion: There is an effect of applying yoga exercises to third trimester pregnant women with a decrease in back pain.   Keywords: Lower Back Pain; Prenatal Yoga Therapy; Pregnant Women   Pendahuluan: Masa kehamilan berlangsung selama 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 10 hari) dari konsepsi sampai lahirnya janin dihitung dari hari pertama haid terakhir. Data yang diperoleh dari Riskesdas pada tahun 2021 menunjukkan bahwa ibu hamil yang melakukan K4 sebanyak 82,1 % di Lampung dan proporsi fasilitas kesehatan tempat rujukan pertama saat mengalami komplikasi kehamilan 6,9 % di Puskesmas. Hasil prasurvey yang dilakukan di Klinik Praktik dr. Eliza, Sp.OG Kota Metro Kepada 10 responden ibu hamil TM III, didapat keseluruhan ibu hamil TM III mengalami nyeri punggung yang serius, hingga terkadang mengeluh kesakitan dan sesak akibat dorongan perut yang semakin membesar. Pemberian relaksasi berupa massage effleurage dan teknik  relaksasi nafas dalam masih jarang dilakukan oleh bidan dan keluarga. Tujuan: Memberikan asuhan keperawatan pada ibu hamil TM III dengan nyeri punggung bagian bawah melalui pemberian terapi prenatal yoga di Klinik Praktik dr. Eliza, Sp.OG Kota Metro Tahun 2023 Metode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan, yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil: Penurunan tingkat nyeri punggung bawah pada ibu hamil terjadi akibat gerakan-gerakan yang dilakukan selama prenatal yoga. Simpulan:­ Terdapat pengaruh penerapan senam yoga pada ibu hamil TM III dengan penurunan nyeri punggung
Pemberian aroma terapi pappermint pada ibu hamil TM I dengan masalah mual dan muntah Agung Budi Setiyawan; Aryanti Wardiyah; Riska Wandini
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): December Edition 2023
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v3i2.398

Abstract

Background: The results of a pre-survey conducted at the Dono Arum Health Center in Central Lampung Regency on 15 pregnant women in the first trimester by conducting free interviews, it was found that 11 mothers (73.3%) had problems with nausea and vomiting with symptoms of nausea in the morning, and after eating or drinking containing fat or oil, and accompanied by vomiting 6-7 times per day accompanied by impaired activity. Meanwhile, 4 mothers (26.7%) experienced mild nausea and vomiting, with a frequency of vomiting 3-4 times per day and were still able to do their activities at home. Purpose: Provide nursing care in nursing care to Mrs. I with the problem of nausea and vomiting through the complementary method of giving peppermint aromatherapy in Dono Arum Village in 2023 Method: This type of research uses descriptive qualitative research, this research uses descriptive research methods in the form of case studies with the Nursing Care approach, which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. Results: In this nursing care there are two patients, namely Mrs.D and Mrs.S with the problem of nausea and vomiting in TM I pregnant women caused by smelling unpleasant aromas and unpleasant food, with this the authors to overcome these problems with therapy complementary with peppermint aromatherapy, which has a positive impact on both patients.   Keywords: Complementary peppermint aromatherapy; Nausea and Vomiting; Nursing Care.   Pendahuluan: Hasil prasurvey yang dilakukan di Puskesmas Dono Arum Kabupaten Lampung Tengah terhadap 15 ibu hamil Trimester I dengan melakukan wawancara bebas, diketahui 11 ibu (73,3%) mengalami masalah mual muntah dengan tanda gejala mual pada pagi hari, dan setelah makan atau minum yang mengandung lemak atau minyak, dan disertai muntah sebanyak 6-7 kali perhari disertai mengalami gangguan aktivitas. Sedangkan 4 ibu (26,7%) mengalami mual dan muntah ringan, dengan frekuensi muntah sebanyak 3-4 kali perhari dan masih bisa beraktivitas dirumah. Tujuan: Memberikan asuhan keperawatan pada asuhan keperawatan pada Ny. I dengan masalah mual dan muntah melalui metode komplementer pemberian aroma terapi pappermint di Desa Dono ArumTahun 2023 Metode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan, yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil: Dalam asuham keperawatan ini terdapat dua pasien yaitu Ny. D dan Ny. S dengan masalah mual muntah pada ibu hamil TM I disebebabkan karena mencium aroma aroma yang tidak sedap, dan makanan yang tidak sedap, dengan ini penulis untuk mengatasi masalah tersebut dengan terapi komplemter dengan aromaterapi peppermint, yamg dimna memberikan dampak positif pada kedua pasien tersebut.
Asuhan keperawatan pada ibu postpartum menggunakan terapi jus labu siam untuk menurunkan tekanan darah Veni Andriyani; Rilyani Rilyani; Aryanti Wardiyah
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): December Edition 2023
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i1.402

Abstract

Background: Hypertension is a non-communicable disease and the main cause of premature death worldwide. The World Health Organization (WHO) currently estimates that the prevalence of hypertension worldwide is 22% of the total world population. Approximately 10.4 million deaths are attributed to hypertension as the main factor of cardiovascular disease. Meanwhile, the cause of maternal death other than bleeding and infection is postpartum hypertension. Hypertension is responsible for approximately 165% of deaths annually worldwide and is a major contributor to morbidity and mortality associated with cardiovascular disease. Approximately 10% of maternal deaths are caused by hypertensive disorders of pregnancy that occur in the postpartum period. Purpose: providing nursing care by administering chayote juice to lower blood pressure in postpartum mothers with hypertension in Way Terusan Village, Central Lampung in 2024. Method: This research uses quantitative methods with descriptive research types with a case study approach to nursing care, which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation and evaluation. Results: Nursing care carried out on 2 patients who received the same therapy showed that there was an effect of giving chayote juice on reducing blood pressure in postpartum mothers, namely at the beginning before administration, Ny.T blood pressure was 160/100 mmHg to 120/80 mmHg, while for Ny.S at the beginning before administering blood pressure from 160/90 mmHg to 110/80 mmHg. Conclusion: Nursing care provided to Ny. T and Ny. S using chayote juice therapy to lower blood pressure so that blood pressure decreases and can be controlled. Keywords: Chayote Juice; Hypertension; Postpartum. Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dan penyebab utama kematian dini di seluruh dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat ini memperkirakan prevalensi hipertensi di seluruh dunia adalah 22% dari total populasi dunia. Sekitar 10,4 juta kematian dikatikan dengan hipertensi sebagai faktor utama dari penyakit kardiovaskular. Sedangkan untuk penyebab kematian ibu selain perdarahan dan infeksi adalah hipertensi postpartum. Hipertensi bertanggung jawab sekitar 16,5% kematian tiap tahunnya diseluruh dunia dan merupakan penyumbang utama morbiditas dan mortalitas yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskuler. Sekitar 10% kematian ibu disebabkan gangguan hipertensi kehamilan yang terjadi pada periode postpartum. Tujuan: Melakukan asuhan keperawatan dengan pemberian Jus Labu Siam Untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Ibu Postpartum dengan hipertensi di Desa Way Terusan Lampung Tengah Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan, yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil: asuhan keperawatan yang dilakukan terhadap 2 pasien yang mendapatkan terapi yang sama didapatkan hasil adanya pengaruh pemberian jus labu siam terhadap penurunan tekanan darah pada ibu postpartum, yaitu diawal sebelum pemberian tekanan darah Ny.T 160/100 mmHg menjadi 120/80 mmHg sedangkan untuk Ny.S diawal sebelum pemberian tekanan darah 160/90 mmHg menjadi 110/80 mmHg. Simpulan: asuhan keperawatan yang dilakukan pada Ny.T dan Ny.S dengan menggunakan terapi jus labu siam untuk menurunkan tekanan darah sehingga tekanan darah menurun dan dapat terkontrol.
Asuhan keperawatan pada ibu post sectio cesarea (SC) dengan masalah keperawatan ketidakefektifan pemberian ASI menggunakan pijat oksitosin Anisa Cahyanti; Rilyani Rilyani; Aryanti Wardiyah
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): December Edition 2023
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v3i2.414

Abstract

Background: Caesarean section is a surgery to give birth to a child through an incision in the abdominal wall and uterus. Problems that can arise in post-cesarean section patients such as ineffective breastfeeding. Ineffective breastfeeding is a condition where the mother and baby experience dissatisfaction or difficulty while breastfeeding (IDHS, 2017). Breast milk production can be accelerated with non-pharmacological measures, namely through oxytocin massage which can be done by massaging the area around the back (pars thoracic vertebrae). Purpose: Able to carry out nursing care for post sectio caesarea (SC) mothers with nursing problems ineffective breastfeeding using oxytocin massage in Metro City 2023. Method: Writing this final report using a descriptive research design with a case study design. Subjects used by 2 people who experienced breastfeeding nursing problems were not effective. This research was conducted in June 2023. This case study was conducted for 3 days with Oxytocin Massage for 2-3 minutes 2 times per day in the morning and evening. Results: Nursing management of ineffectiveness in breastfeeding with the application of oxytocin massage nursing actions that the author carried out for 3 days found the problem of Ineffective Breastfeeding in Postoperative Mothers with Sectio Caesarea associated with inadequate supply of breast milk in both clients resolved, all evidenced by clients Mrs. M and Mrs. A The production of breast milk is smooth and during the action the two clients are cooperative. Conclusion: There is an effect of oxytocin massage to increase milk production. Suggestion: For future researcher to examine factors that affect breast milk production in postpartum mothers such as nutrition during pregnancy and factors that affect anxiety production in postpartum mothers such as conditions after cesarean. Keywords: Oxytocin Massage; Pregnant Women; Sectio Caesarea. Pendahuluan: Seksio sesarea adalah suatu pembedahan untuk melahirkan anak lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Masalah yang dapat muncul pada pasien post seksio sesarea seperti menyusui tidak efektif. Menyusui tidak efektif merupakan suatu kondisi dimana ibu dan bayi mengalami ketidakpuasan atau kesulitan pada saat menyusui (SDKI, 2017). Pengeluaran ASI dapat dipercepat dengan tindakan non farmakologi,yaitu melalui pijat oksitosin yang dapat dilakukan dengan cara memijat areadisekitar punggung (vertebra pars thoratica). Tujuan: Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada ibu post sectio cesarea (SC) dengan masalah keperawatan ketidakefektifan pemberian ASI menggunakan pijat oksitosin di Kota Metro 2023. Metode: Pada penulisan laporan tugas akhir ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus. Subjek yang digunakan 2 orang yang mengalami masalah keperawatan menyusui tidak efektif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2023. Studi kasus ini dilakukan selama 3 hari dengan tindaka Pijat Oksitosin selama 2-3 menit 2 kali perhari pada pagi dan sore hari. Hasil: Pengelolaan  keperawatan ketidakefektifan  dalam  pemberian  ASI  dengan  penerapan  tindakan  keperawatan  pijat oksitosin  yang  penulis  lakukan  selama  3  hari  didapatkan  masalah  Menyusui  Tidak Efektif   Pada   Ibu   Post   Operasi   Dengan   Sectio   Caesarea berhubungan   dengan ketidakadekutan suplai ASI  pada  kedua  klien  teratasi  semua  dibuktikan  dengan klien  Ny  M dan Ny. A produksi ASI nya lancar dan selama tindakan kedua klien koperatif. Simpulan: Terdapat pengaruh pijat oksitosin untuk meningkatkan produksi ASI. Saran: Kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti faktor yang mempengaruhi penegeluaran ASI pada ibu post partum seperti nutria selama hamil dan faktor yang mempengaruhi pengeluaran kecemasan pada ibu post partum seperti keadaan setelah sesar.
Asuhan keperawatan diare pada anak dengan pemberian terapi madu Novindri Ryalita; Linawati Novikasari; Aryanti Wardiyah
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 7 (2025): October Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Diarrhea is a common health problem among children and can lead to dehydration and even death if not managed properly. In addition to medical treatment, natural therapies such as honey administration have the potential to accelerate recovery. Honey is known to have antimicrobial properties and can help restore fluid and electrolyte balance. Purpose: to describe nursing care for children with diarrhea who were given honey as a complementary therapy as part of independent nursing interventions. Method: This research uses a case study approach with a sample of two pediatric patients experiencing diarrhea. Data collection was conducted through interviews, observation, and documentation review. The nursing care process included assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation, with a focus on the administration of honey over a period of three days, given three times a day in the morning, afternoon, and evening at a dose of 2.5 ml each time. Result: After three days of honey administration, both patients showed improvement in the severity of diarrhea. Initially, both were categorized as having severe diarrhea. Following the intervention, their condition improved to mild diarrhea. The frequency of bowel movements decreased from 7 and 6 times (pre-test) to 2 and 3 times (post-test), and stool consistency changed from watery to solid. Conclusion: Honey therapy has been proven to help accelerate the healing process in children with diarrhea. This intervention can serve as a safe and easily applied alternative for independent nursing care
Asuhan keperawatan pada ibu hamil yang mengalami anemia dengan intervensi jus bayam dan tomat Muhammad Irgi; Aryanti Wardiyah; Rilyani Rilyani
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 7 (2025): October Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i7.1753

Abstract

Background: Anemia in pregnant women carries the risk of giving birth to a baby that is not yet full term (premature), miscarriage, bleeding both before and after delivery, uneventful delivery, fetal death in the womb, death of the pregnant woman, and convulsions during pregnancy. In October 2023-January 2024 the Kedaton Community Health Center had a total of 733 pregnant women and it was found that 76 pregnant women were anemic. Purpose : to make a report on maternity nursing care by giving spinach and tomato juice to increase hemoglobin levels in pregnant women who experience anemia in Kedaton District, Bandar Lampung City in 2025 Method: This type of research uses qualitative descriptive research. The research design uses a descriptive research approach and a nursing care case study approach, which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. This case study is the application of spinach and tomato juice therapy by Maternity Nursing Care to increase hemoglobin levels Results: Both respondents experienced significant changes, namely in Mrs. P with a difference of 1.5 g/dL, while Mrs. A with a difference of 1.8 g/dL. From the results of the analysis of hemoglobin levels, the author concluded that there was a significant increase in hemoglobin levels in pregnant women. Conclusion: Giving spinach and tomato juice can increase hemoglobin levels in pregnant women
Edukasi Kesehatan Mengenai Pencegahan Penularan Tuberkulosis Dan Optimalisasi Peran Keluarga Sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) Aryanti Wardiyah; Eka yudha chrisanto; Rudi winarno; Muhammad ricko gunawan
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 Mei 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v8i1.25960

Abstract

Tuberkulosis (TBC) hingga saat ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan global yang paling utama dan menyebabkan tingginya angka morbiditas serta mortalitas, terutama di negara-negara berkembang. Keberhasilan dalam proses pengobatan penyakit TBC sangat bergantung pada tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani terapi pengobatan jangka panjang, serta sangat membutuhkan dukungan dari lingkungan sosial, khususnya dari pihak keluarga. Kurangnya pengetahuan di kalangan masyarakat mengenai cara penularan penyakit ini dan pentingnya kepatuhan dalam minum obat sering kali menjadi penyebab utama terjadinya kegagalan pengobatan serta meluasnya penularan. Di sisi lain, adaptasi terhadap penyakit kronis dapat memicu stres psikologis yang mengancam kesejahteraan pasien, sehingga intervensi edukatif dan dukungan sosial menjadi sangat vital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman yang komprehensif bagi pasien dan keluarganya mengenai penyakit TBC, cara pencegahan penularannya, serta secara khusus untuk memperkuat peran keluarga dalam melakukan perawatan pasien di rumah sebagai Pengawas Minum Obat (PMO). Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dengan pendekatan interaktif meliputi ceramah, diskusi, dan sesi tanya jawab yang dilengkapi media visual (PPT, leaflet, dan X-Banner). Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi pada bulan Januari 2026 di Ruang Pesisir RS A. Dadi Tjokrodipo, Bandar Lampung, dengan sasaran 30 partisipan yang terdiri dari pasien dan keluarga pasien. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang signifikan mengenai definisi, gejala, cara penularan, dan langkah pencegahan TBC. Keluarga pasien juga menunjukkan komitmen yang kuat untuk berperan aktif sebagai PMO, menjaga kebersihan lingkungan rumah, serta memberikan dukungan nutrisi dan perlindungan emosional bagi pasien. Edukasi kesehatan yang terstruktur terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, yang merupakan faktor predisposisi utama dalam pembentukan perilaku kesehatan. Peran aktif keluarga sangat krusial dalam memutus mata rantai penularan TBC dan mencegah terjadinya resistensi obat (MDR-TB).