Claim Missing Document
Check
Articles

THE IMPLEMENTATION OF LEARNING CYCLE 5E MODEL BY USING MIND MAPPING TO INCREAS THE LEARNING ACTIVITY CLASS X1 SMA 1 CEDANA ENREKANG REGENCY Muthmainnah Muthmainnah; Ramlawati Ramlawati; Muhammad Anwar; Muhammad Fajar Marsuki
Jurnal Pembelajaran Sains Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um033v6i2p70-76

Abstract

This research is class action research (CAR). The aim is to apply the steps of the learning cycle 5e learning model by using mind mapping to increase the learning activities of class X1 students at SMA Negeri 1 Cendana, Enrekang Regency. This research was conducted in two cycles. The results of the study show that the steps in each phase of the learning model that can improve students' learning activities are: (1) the engagement phase is carried out by associating concepts with other concepts, (2) the exploration phase is carried out by observing, asking questions and investigating by discussing , as well as recording the concepts obtained in the form of mind mapping, (3) the explanation phase is carried out by expressing the concepts that have been obtained using their own words, (4) the elaboration phase is carried out by working on problems by applying the concepts that have been obtained or expanding the concepts that have been obtained. is known, (5) the evaluation phase is carried out to determine the extent of students' knowledge of the concepts that have been studied. The learning activities of students increased from cycle I of 45.91% with an adequate predicate to 61.88% in cycle II with a good predicate.
ANALISIS KUALITAS INSTRUMEN EVALUASI HASIL BELAJAR GURU KIMIA KELAS X SMAN 4 ENREKANG Nurmia Nurmia; Maryono Maryono; Muhammad Anwar
ChemEdu Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemedu.v4i2.40404

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui kualitas instrumen evaluasi hasil belajar siswa berdasarkan validitas, realibilitas, daya pembeda, indeks kesukaran, dan efektifitas pengecoh, serta menentukan presentase soal yang termasuk High order thinking skill di kelas XI MIPA SMA Negeri 4 Enrekang. Subjek penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X MIPA SMAN 4 Enrekang yang berjumlah 123 peserta didik yang terdiri dari kelas X MIPA 1, X MIPA 2, X MIPA 3, dan X MIPA 4. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar dan pedoman wawancara guru. Data tersebut dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas instrumen evaluasi hasil belajar guru kimia memiliki validitas isi yang tinggi. Adapun kelayakan tes hasil belajar kimia berdasarkan: (1) rata-rata r product moment validitas item soal 0,43; jumlah kategori item soal validitas tinggi adalah 10%, jumlah kategori item soal validitas cukup 56,67%, jumlah kategori item soal validitas rendah 20%, dan jumlah kategori item soal validitas sangat rendah 13,33%, (2) Reliabilitas item soal memiliki kategori tinggi dengan r11 = 0,78, (3) Rata-rata daya pembeda item soal 0,36; jumlah item soal kategori daya pembeda jelek adalah23,33%; jumlah item soal kategori daya pembeda cukup adalah 33%; jumlah item soal kategori daya pembeda baik adalah 36,67; dan jumlah item soal kategori daya pembeda baik sekali adalah 6,67%, (4) Rata-rata tingkat kesukaran item soal 0,68 ; jumlah item soal dengan kategori sukar adalah 10%,; jumlah item soal kategori sedang adalah 33,33%; dan jumlah item soal kategori mudah adalah 56,67%. Jumlah item soal kategori tingkat kesukaran sangat baik adalah 24,17%,; jumlah item soal kategori tingkat kesukaran baik adalah 16, 67%; jumlah item soal kategori tingkat kesukaran kurang baik adalah 23,33%; jumlah item soal kategori IP jelek adalah 25,83%; dan jumlah item soal kategori tingkat kesukaran sangat jelek adalah 10%, (5) Untuk efektifitas fungsi opsi kunci efektif 46,67%, efektifitas fungsi opsi kunci tidak efektif 53,33%, dan efektifitas fungsi opsi pengecoh efektif 50,83%, efektifitas fungsi opsi tidak efektif 49,17%, (6) Soal-soal yang termasuk kedalam soal-soal High Order Thinking Skill sebesar 23,33%.
Analisis Penguasaan Konsep Siswa yang Diajar dengan Metode Inkuiri Terbimbing pada pada Materi Pokok Ikatan Kimia Nurmaulita Nurmaulita; Muhammad Anwar; Ramdani Ramdani
ChemEdu Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemedu.v3i3.38711

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui tingkat penguasaan konsep kimia siswa pada materi pokok ikatan kimia yang diajar dengan metode inkuiri terbimbing. Tingkat penguasaan konsep siswa kategori paham konsep, miskonsepsi, dan tidak paham konsep diukur dalam bentuk persentase. Objek penelitian adalah siswa kelas X semester 1 SMA Negeri 8 Makassar tahun ajaran 2013/2014 sebanyak sembilan kelas dengan jumlah 304 orang siswa. Sampel penelitian diambil secara acak dan random sebanyak 36 orang siswa. Metode penelitian meliputi pengajaran dengan metode inkuiri terbimbing yang dievaluasi dengan instrumen test berupa pilihan ganda beralasan sebanyak 20 soal yang sudah divalidasi selanjutnya data yang diperoleh dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat penguasaan konsep siswa yang diajar dengan metode inkuiri terbimbing pada materi pokok ikatan kimia yaitu kategori paham konsep, miskonsepsi, dan tidak paham konsep yaitu berturut-turut 48,33%, 13,05% dan 38,61%, yang menunjukkan bahwa metode inkuiri terbimbing cukup efektif membantu siswa memahami konsep-konsep materi ikatan kimia. ABSTRACT This descriptive research aims to determine the concept achievement level of students in the subject matter chemical bond with the inquiry learning method. The level of concept achievements of students is categorized into three levels, namely to understand the concepts, misconceptions, and do not understand the concept in the form of a percentage. The object is all the students of class X1 SMA Negeri 8 Makassar academic year 2013/2014 a total of nine classes with a number of 304 students. The sample is taken by random sampling or random grade class. Research methods include the inquiry learning method is evaluated with the instrument in the form of a multiple-choice test of 20 questions reasoned that has been further validated the data obtained were descriptive statistic analyzed. The result showed that the level of concept achievement of students in the subject matter of chemical bonds in the category of understanding concepts, misconceptions, and do not understand the concept successive 48,33%, 13,05%, and 38,61% showed that the inquiry method was effective to contribute to students understanding the concepts chemical bonding subject matter.
Efektivitas Penggunaan Aplikasi Quizizz dalam Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI MIPA 1 SMAN 11 Takalar Tahun Pelajaran 2021/2022 (Materi Pokok Laju Reaksi) syahriani syahriani; Muhammad Anwar; Muhammad Fudhail Majid
ChemEdu Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemedu.v3i2.33453

Abstract

This research is a descriptive study that aims to describe the effectiveness of the Quizizz application on the direct instruction model to improve student learning outcomes in class XI MIPA 1 SMA Negeri 11 Takalar on the subject matter of reaction rate. The Subject of this research is class XI MIPA 1 which consists of 20 students. The data obtained using the instrument of student learning outcomes. The results of the descriptive analysis obtained the average value before treatment was 23 and after treatment was 80,9. And the average value of N-Gain is 0,76 in the high category. Based on the results of the study, it can be concluded that the Quizizz application in the direct instruction model is in the high category for improving student learning outcomes in class XI MIPA 1 SMAN 11 Takalar on the subject of reaction rates. Keywords: Quizizz application, direct instruction, learning outcomes, reaction rate.
Pengaruh Metode Talking Stick dalam Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI MIA SMA Negeri 10 Gowa (Studi pada Materi Pokok Larutan Penyangga) Pince Salempa; Feby Indayani; Muhammad Anwar
ChemEdu Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemedu.v3i1.32492

Abstract

This research was a quasi-experiment research that aimed to know the effect of Talking Stick Method in Guided Inkuiry Model Towards Chemistry Learning Outcomes of Class XI MIA SMA Negeri 10 Gowa on Buffer Solution Subject Matter. The post-test only control group design was used in this research. The Sample was taken randomly. Result of prerequisite analysis for inferential statistic show that the data of experiment and control class was not distributed normally and it has homogeny variance. So, Man-Withney parametric test with ∝=0.05 was used with yield z calculated; 3,27 > z table 1.64. It can be concluded that H0 rejected and H1 accepted which means that there is an effect of talking stick method in guided inkuiry model towards chemistry learning outcomes of class XI MIA SMA Negeri 10 Gowa on buffer solution subject matter.
Penerapan Metode Praktikum untuk Meningkatkan Keaktifan Peserta Didik pada Materi Titrasi Iodimetri Alin Hidayati; Muhammad Anwar; Ruhmah Muhajir
ChemEdu Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemedu.v4i1.45158

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan pembelajaran di kelas XI APL SMKN 1 Tuban tahun ajaran 2022/2023. Tahapan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi masalah, menentukan akar dan solusi dari permasalahan. Dari tahapan tersebut, dirumuskan bahwa akar permasalahan yang terjadi adalah rendahnya keaktifan peserta didik dalam pembelajaran. Dan solusi untuk meningkatkannya adalah penerapan metode praktikum menggunakan model Discovery Learning (DL) dengan pendekatan TPACK-Saintific. Hal ini sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad 21 yang menekankan pada tumbuhnya kreatifitas dan kemampuan berfikir kritis dari peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi. Sedangkan untuk mengetahui hubungan peningkatan keaktifan dengan pemahaman peserta didik, dilakukan beberapa tes yaitu pre test, post test dan ulangan harian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Keaktifan peserta didik dalam pembelajaran pada siklus 1 dan 2 adalah 67,3% dan 85%. (2) Peningkatan keaktifan dalam pembelajaran berdampak positif terhadap pemahaman peserta didik yang ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata nilai ulangan harian yaitu dari 69,3 menjadi 83,3. Ketuntasan belajar peserta didik juga meningkat pada ulangan harian sebelum dan sesudah pembelajaran yaitu dari 34,5 % menjadi 82,8%. Dengan demikian, penerapan metode praktikum dengan model Discovery Learning (DL) dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dan yang berdampak pada peningkatan pemahaman peserta didik terhadap materi Titrasi Iodimetri. ABSTRACT - This research was conducted to solve learning problems in class XI APL SMKN 1 Tuban in the 2022/2023 academic year. The stages in this research are identifying problems, determining the roots and solutions of problems. From these stages, it is formulated that the root of the problem that occurs is the low activity of students in learning. And the solution to improve it is the application of the practicum method using the Discovery Learning (DL) model with the TPACK-Scientific approach. This is in accordance with the demands of 21st century learning which emphasizes the growth of creativity and critical thinking skills of students. Data collection is done by observation technique. Meanwhile, to find out the relationship between increased activeness and student understanding, several tests were carried out, namely the pre test, post test and daily tests. The results of this study indicate that: (1) The activeness of students in learning in cycles 1 and 2 is 67.3% and 85%. (2) Increased activeness in learning has a positive impact on students' understanding as indicated by an increase in the average daily test score, from 69.3 to 83.3. The learning completeness of students also increased in daily tests before and after learning, from 34.5% to 82.8%. Thus, the application of the practicum method with the Discovery Learning (DL) model can increase the activity of students and which has an impact on increasing students' understanding of the material of Iodimetric Titration..
Perbandingan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X SMA Negeri 1 Segeri Antara yang Diajar dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT dan Tipe STAD (Studi Pada Materi Pokok Ikatan Kimia) Rezky Kurniah Syam; Muhammad Anwar; Diana Eka Pratiwi
ChemEdu Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemedu.v2i1.20437

Abstract

This research is a quasi-experimental research which aims to know the difference of learning outcomes between the students that learned by using cooperative learning model with type of NHT and the students that learned by using cooperative learning model with type of STAD. The research design was “Posttest-Only Design”. The independent variables of this research are cooperative learning model with type of NHT and cooperative learning model with type of STAD, and the dependent variable is learning outcomes. The population of this research is all first grade students of SMA Negeri 1 Segeri that consist of seven classes with the number 210 students, whereas the research samples are class XH as the first experiment class and class XB as the second experiment class. Each class consists of 30 students. Data of learning outcomes is performed by givingposttest. Data that with multiple choice as much 20 items is analyzed by using descriptive statistics and inferential. The result of analysis shows that the average value of learning outcomes of the first experiment class in the posttest is 77. 16 and the second experiment class is 70.66. The result of hypothesis testing using t-testing isobtained the value as t count = 3.3859 and in the significant level of α = 0.05 with dk = 58 obtained value as t table = 1. 672. Therefore, t count>t table , so that H1 is accepted and H0 is rejected. It means that the learning outcomes of students that learned by using learning cooperative model with type of NHT is better than the students that learned by using learning cooperative model with type of STAD in the fisrt grade class of SMA Negeri 1 Segeri in the main subject of chemical bond.
Penerapan Model Discovery Learning Berbantuan Media Quizizz Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Peserta Didik Fouri Ekadiani; Muhammad Anwar; Sarce
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 3 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v5i3.783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik kelas XI IPA 5 SMA Negeri 1 Mamasa melalui penerapan model pembelajaran discovery learning berbantuan media Quizizz. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI IPA 5 SMA Negeri 1 Mamasa yang berjumlah 36 orang. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan selama dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, refleksi, dan rencana tindak lanjut. Data dikumpulkan menggunakan metode tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar setiap siklusnya. Pada siklus I dan siklus II berhasil meningkatkan persentase ketuntasan peserta didik pada pra-siklus 22% menjadi 70% dan 92%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model discovery learning berbantuan media Quizizz dalam pembelajaran kimia dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Upaya Pemanfaatan Media Poster Keselamatan Kerja di Laboratorium Untuk Meningkatkan Aktifitas Belajar Siswa Mutmainnah Syam; Muhammad Anwar; Nurhayati Nurhayati
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 3 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v5i3.819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya memanfaatkan media poster untuk peningkatan aktifitas belajar siswa dalam pembelajaran kimia pada materi keselamatan kerja di laboratorium, siswa kelas X SMAN 1 Pinrang. Untuk mewujudkan tujuan penelitian tersebut, maka penulis memilih metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X berjumlah 36 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain lembar observasi. validasi yang digunakan adalah validitas isi serta teknik analisis data yang digunakan adalah prosentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan untuk meningkatkan aktifitas belajar siswa dengan memanfaatkan media poster: siswa memperhatikan pejelasan guru meningkat 22,23%, siswa mengamati petunjuk yang diberikan oleh guru meningkat 25,00%, siswa mengikuti petunjuk yang diberikan guru meningkat 44,54%, siswa turut serta melakukan kegiatan belajar meningkat 52,78%, siswa mengikuti tes tertulis dengan baik meningkat 41,67%, siswa memanfaatkan media poster sebagai sumber belajar yang disediakan guru meningkat 33,33%, siswa dapat menguasai tujuan pembelajaran meningkat 52,78%, siswa memperhatikan dengan aktif meningkat 61,11 %, siswa aktif dan tekun mengerjakan tugas meningkat 50,00%, siswa untuk bertanya meningkat 50,00%, siswa menyelesaikan tugas tepat waktu meningkat 19,44%, siswa memperhatikan media yang diberikan oleh guru di depan kelas meningkat 21,23%, siswa memperhatikan dan mengamati materi di dalam poster meningkat 31,11%, siswa diminta mencatat meningkat 46,11%. Berdasarkan hasil temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya upaya peningkatan aktifitas dengan memanfaatkan media poster pada pembelajaran kimia pada materi keselamatan kerja dilaboratorium siswa kelas X di SMAN 1 Pinrang.
Penerapan Pendekatan TaRL pada Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Gloria Oktavia; Muhammad Anwar; Agustina Minggu
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 3 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v5i3.827

Abstract

Teaching at The Right Level adalah pelaksanaan pembelajaran yang didasari pada kemampuan, kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan pembelajaran Teaching at The Right Level pada model Problem Based Learning bagi peserta didik di Kelas X SMA Negeri 3 Toraja Utara pada materi Kimia Hijau. Populasi dari penelitian ini adalah pserta didik di kelas X.1 SMA Negeri 3 Toraja Utara. Pengambilan data dari penelitian ini diperoleh dari tes diagnostik, evaluasi dan refleksi peserta didik. Dari hasil penelitian diperoleh tes rata-rata nilai kemampuan awal peserta didik adalah 86.02 dengan 19 peserta didik mendapatkan nilai diatas 79 dari 31 peserta didik , rata-rata nilai tes eveluasi peserta didik 71,61 dengan 18 peserta didik mendapatkan nilai diatas 79 dari 31 peserta didik. Hasil refleksi peserta didik Hasil analisis deskriptif dinyatakan bahwa Teaching at The Right Level dapat diterapkan dengan Probelem Based Learning pada materi Kimia Hijau.