Claim Missing Document
Check
Articles

Kontruksi Model Continuous Improvement Pada Pengelolaan Koperasi XYZ Berbasis Green Management Dengan Perspektif Balance Scorecard (Studi Kasus Departemen Ekspansi Angkutan Limbah) Mohammad Rachman Waluyo; Fourry Handoko; Prima Vitasari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v3i1.174

Abstract

Koperasi XYZ termasuk koperasi dengan kategori aset tinggi yaitu di peringkat 233 di dunia, namun belum menerapkan Green Management. Salah satu divisi Koperasi XYZ yaitu Divisi Ekspansi Angkutan Limbah, diharapkan dapat memenuhi 5 kategori Green Management yaitu Pendekatan Pasar, Stakeholder, Efisiensi, dan Reneawble. Strategi perencanaan operasional untuk Green Managementmenggunakan Balance Scorecard (BSC). Tujuan penelitianini mengetahui pengaruh variabelbalanced scorecard berbasis Green Managementyang berkelanjutan (Continuos Improvement) yang disinergikan denganStructural Equation Modelling (SEM)sebagai sarana perencanaan strategi kedepandalam proses bisnisnya. Penelitian ini menggunakan skala likert dengan sampel100 untuk memenuhimaximum likelihood estimation, dengan merumuskan 5 hipotesis berdasarkan persepktif BSC dan Green Management.Hasil uji model menunjukkan 4 variabel yang signifikan sedangkan 1 tidak signifikan yaknivariabel pembelajaran (X1) terhadap Proses Bisnis Internal (Y1). Implikasi model simulasi goodness of fitmodifikasi menghasilkan Chi Squaresebesar 155,941, Probabilitas sebesar 0.253, RMSEA sebesar 0.028, GFI sebesar 0.872, AGFI sebesar 0.832 dan TLI sebesar 0.979.Hasil penelitianini diharapkan management Koperasi XYZ mampu melakukan improvisasi dalam menghadapi persaingan bisnis dengan merujuk model modifikasi di dalam menjalankan proses bisnisnya.
Pengaruh Umur dan Jenis Kelamin Terhadap Desain Tempat Kerja Pada Karyawan Perguruan Tinggi Prima Vitasari; Dayal Gustopo
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 3 No 2 (2017): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v3i2.189

Abstract

Desain workplace berpengaruh pada penurunan kualitas pekerjaan, terutama diantara pekerja di industri. Hal ini juga berakibat tidak hanya pada menurunnya motivasi pekerja tapi juga kepuasan, hubungan social, performansi, dan kesehatan. Beberapa hasil penelitian mengungkapkan bahwa bekerja dalam kondisi tempat kerja yang aman dan sehat akan menunjang para karyawan bekerja secara total. Sehingga diperlukan inovasi untuk meningkatkan performansi karyawan. Inovasi ini berupa modeluntuk desain workplace yang disesuaikan dengan konsep green ergonomics guna meningkatkan human performance para karyawan. Di mana langkah awalnya berupa evaluasi desain workplace yang telah ada disesuaikan dengan kebutuhan karyawan. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan pengukuran pengaruh umur dan jenis kelamin terhadap desain tempat kerja pada karyawan Fakultas Teknologi Industri kampus 2 ITN Malang dengan menggunakan kuesioner. Sebanyak tiga puluh sembilan karyawan dilibatkan dalam pengumpulan data. Data yang telah terkumpul kemudian dilakukan analisis menggunakan statistic descriptive dan uji t SPSS 17 untuk mengetahui pengaruh pada variabel umur dan jenis kelamin. Hasil analisis pengaruh antara jenis kelamin dan umur terhadap workplace design, diperoleh koefisien t value sebesar 70,5% dengan tingkat signifikan .000. dapat diartikan bahwa genderdan age memiliki pengaruh yang cukup tinggi terhadap workplace design. Hasil lain diperoleh dari analisis uji t (one sample t-test) untuk melihat pengaruh umur terhadap workplace design diperoleh koefisien t value sebesar 19.1% dengan tingkat signifikan .000 perempuan lebih menyukai soft coloruntuk ruang kerjanya sebanyak 60%. Sedangkan laki-laki hanya merespon 40% terhadap pemilihan soft color. Sebaliknya, untuk ruang kerjanya laki-laki lebih dominan menyukai warna terang sejumlah 57%, sedangkan perempuan yang menyukai warna terang hanya sebesar 43%.
Analisis Peningkatan Penjualan Produk Kain Tenun Ikat dengan Metode Quality Function Deployment (QFD) Gagok Setiawan; Fuad Achmadi; Prima Vitasari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v4i1.199

Abstract

Perusahaan Tenun Ikat "PARADILA" adalah perusahaan pembuatan kain dengan alat tenun bukan mesin. Dalam menjalankan bisnisnya, perusahaan menghadapi berbagai kendala, diantaranya persaingan yang semakin ketat, volume produk yang semakin meningkat, maupun perkembangan teknologi yang pesat. Tujuan penelitian ini adalah Menentukan posisi kuadran perusahaan dan menentukan usulan setrategi untuk meningkatkan penjualan Produk Kain Tenun Ikat "PARADILA".Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis QFD. Hasil penelitian dengan metode QFD menunjukan langkah-langkah mana yang harus didahulukan oleh perusahaan. Usulan perbaikan yang perlu didahulukan adalah rutin mengembangkan desain, variasi dan inovasi baru dengan mengikuti perkembangan zaman. Kemudian mengikuti pameran hingga tingkat nasional serta mengembangkan promosi dan penjualan dengan media internet atau online. Selain itu, pertimbangan untuk mengkaji ulang masalah harga supaya dapat menjangkau segmentasi bawah. Untuk pemberdayaan karyawan, salah satu upaya adalah memberikan pelatihan teknis yang lebih sering dan lebih berkualitas untuk meningkatkan kemampuan para pekerja.
Pengembangan Desain Mesin Penghancur Kotoran Kambing Dengan Menggunakan Metode QFD Sanny Andjar Sari; Prima Vitasari; Salammia L. A.
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v4i2.243

Abstract

Pada umumnya pembuatan pupuk kandang yang terbuat dari kotoran kambing ini memerlukan bahan tambahan seperti : Fermentator, air, daun kering dan juga menggunakan alat seperti : cangkul, plastik, ember, terpal dan penumbuk. Proses pembuatan pupuk kandang yang telah dilakukan para petani di desa Ngadirejo Kecamatan Kromengan ini tentunya memerlukan waktu yang lama untuk menjadikan kotoran kambing sebagai pupuk, hal ini disebabkan pada proses penghancuran kotoran kambing yang sudah kering ditumbuk secara manual. Tujuan penelitian ini yaitu merancang mesin penghancur kotoran kambing untuk mengoptimalkan proses penghancuran kotoran kambing. Metode yang digunakan untuk merancang mesin penghnacur kotoran kambing yaitu dengan metode Quality Function Deployment (QFD). QFD adalah suatu pendekatan untuk mendesain mesin agar dapat memenuhi keinginan pengguna dalam hal ini peternak kambing. Berdasarkan keinginan pengguna yang diperoleh dari kuesioner diperoleh atribut rancangan, setelah itu ditentukan respon teknis rancangan. Langkah selanjutnya adalah membuat visualisasi rancangan dan prototype mesin. Mesinyang dirancang kemudian diujicoba terhadap responden, hasilnya responden merasa nyaman dan lebih mudah untuk dioperasionalkanDengan menggunakan mesin penghancur kotoran kambing ini akan memudahkan para petani untuk membuat pupuk organik dengan waktu yang lebih singkat atau lebih cepat dari pada sebelumnya
Pengukuran Kinerja Perusahaan Jasa Transportasi Niaga Darat Menggunakan Metode Baldrige Excellence Framework (Studi Kasus pada PT. Galena Perkasa Sidoarjo) Dwi Indra Prasetya; Fourry Handoko; Prima Vitasari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v5i2.275

Abstract

Ketatnya persaingan usaha di era globalisasi ini, mengharuskan pelaku usaha untuk terus memperbaiki kinerjanya, tidak hanya meningkat tapi sebisa mungkin unggul (excellence), tidak terkecuali usaha di bidang jasa transportasi niaga darat (land freight forwarder). Berdasarkan laporan keuangan selama tiga tahun terakhir, menunjukkan tren kinerja keuangan perusahaan cenderung menurun. Hal ini disebabkanoleh banyak faktor, baik secara eksternal maupun internal perusahaan. Hasil observasi di lapangan membuktikan penyebab penurunan kinerja keuangan lebih didominasi oleh faktor internal. Untuk proses perbaikan internal, diperlukan langkah awal pengukuran pencapaian kinerja saat ini. Dikarenakan saat ini perusahaan tidak mempunyai alat ukur kinerja secara menyeluruh dan berorientasi kinerja unggul (performance excellence), maka metode pengukuran kinerja pada penelitian ini menggunakan alat ukur berbasis Baldrige Excellence Framework kriteria Bisnis. Selain hasil observasi, instrumen utama penelitian ini adalah hasil survei kuesioner terhadap karyawan perusahaan. Berdasarkan hasil survei kuesioner didapatkan tingkat pencapaian kinerja berbasis Baldrige Excellence Framework kriteria Bisnissaat ini sebesar 750 poin dengan prosentase pencapaian secara keseluruhan sebesar 74% yang artinya perusahaan berada pada tingkat Pemimpin Bisnis (Business Leader) dengan kategori Unggulan (Excellent).
Pengaruh Variabel Pemahaman K3 dan Kepatuhan K3 terhadap target Zero Accident Nureni Kenpurwastuti; Dayal Gustopo Setiadjit; Prima Vitasari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v6i1.2623

Abstract

PT. Malidas Sterilindo di Kabupaten Sidoarjo telah beberapa kali berhasil mendapatkan penghargaan zero accident (kecelakaan nilhil) dari Pemerintah Republik Indonesia sejak tahun 2011 hingga tahun 2019. Perusahaan ini menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) untuk mempertahankan zero accident. Dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa unsafe condition, unsafe action, nearmiss, dan accident yang dapat menyebabkan gagalnya zero accident yang diprogramkan perusahaan. Penelitian ini menganalisis pengaruh antara pemahaman K3 dan kepatuhan pada K3 terhadap zero accident. Dilakukan survey terhadap 100 responden dengan menyebarkan kuesioner yang berisi 30 pertanyaan.Teknik analisis data adalah dengan uji korelasi dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zero accident dipengaruhi secara positif signifikan oleh variabel pemahaman K3 dan variabel kepatuhan pada k3 dengan kontribusi sebesar 34,9%. Pemahaman K3 (X1) berpengaruh positif terhadap Kepatuhan pada K3 (X2) dengan koefisien regresi sebesar 64,1%. Pemahaman K3 (X1) berpengaruh positif terhadap Zero accident (Y) dengan koefisien regresi sebesar 57,6%. Kepatuhan pada K3 (X2) berpengaruh positif terhadap Zero accident (Y) dengan koefisien regresi sebesar 50,3%. Selanjutnya hasil dari penelitian ini digunakan untuk membuat usulan program dalam rangka mempertahankan kecelakaan nihil melalui konsep continuous improvement (perbaikan berkelanjutan) dengan menggunakan metode PDCA (Plan-Do-Check-Action).
Identifikasi Permasalahan Penjualan Dengan Metode SWOT Pada UKM Gula Merah Lenny Herawati; Dayal Gustopo; Prima Vitasari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v6i1.2625

Abstract

Hasil produksi pada UKM ini adalah gula merah, dimana usaha kecil menengah seringkali menghadapi berbagai kendala dalam menjalankan usahanya.Tak terkecuali usaha gula merah milik UKM bapak Khoiru dimana usaha tersebut merubah produknya dari gula merah curah menjadi gula merah cetak.Beberapa kendala tersebut seperti persaingan semakin ketat, perubahan teknologi menjadikan permasalahan pada pemasaran produk gula merah. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi UKM saat ini .Populasi yang diambil dalam penelitian ini yaitu pekerja bagian produksi dan manajemen pada UKM. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah random sampling yaitu pengambilan sampel anggota populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut, Sampel dalam penelitian ini adalah 113 orang dengan perincian 100 orang konsumen dan 13 orang manajemen UKM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi awal yaitu UKM pada kuadran 4, merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan dimana UKM menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal.Posisi ini membuktikan bahwa UKM lemah dan menghadapi tantangan besar. Dari hasil identifikasi didapatkan angka nilai -171,6 untuk internal dan -133,65 untuk faktor eksternal. Nilai -171,6 diperoleh dari jumlah total nilai strength dikurangi jumlah total nilai weakness, angka -171,6 diperoleh dari jumlah total nilai opportunitydikurangi dengan jumlah total nilai threat.
Implementasi Kesiapan UKM di Kota Malang di Era Revolusi Industri 4.0 Priska Wulan Ndari; Fuad Achmadi; Prima Vitasari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v6i2.3011

Abstract

Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang mencatat bahwa sampai dengan Maret tahun 2020 terdapat sekitar 118.000 UKM dengan berbagai level. Di sisi lain, berdasarkan data pelatihan start up digital. Digital Lounge Telkom Malang yaitu 92 UKM di Kota Malang terdapat kendala dalam kesiapan industri 4.0. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi kesiapan UKM di Kota Malang di Era Revolusi Industri 4.0. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling yaitu dipilih UKM klaster menengah berteknologi digital 4.0. Jumlah sample yang diambil sebanyak 50 UKM. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah pengukuran indeks kesiapan industri 4.0.Berdasarkan hasil kuesioner disimpulkan bahwa dari 50 responden, hanya sebagian kecil responden yang siap menghadapi Revolusi Industri 4.0 sisanya tidak siap, siap bersyarat dan kesiapan dasar. Kesiapan UKM di Kota Malang di era 4.0 sangat didominasi oleh usia muda yang tanggap terhadap teknologi internet of thing, jenis kelamin laki-laki serta pemilik UKM belum pernah mengikuti pelatihan
Analisis Beban Kerja Dengan Metode Nasa-Tlx di PT. Pos Indonesia Cabang Malang Raya Shinta Prastika; Dayal Gustopo; Prima Vitasari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (JTMI)
Publisher : Program Studi Teknik Industri S2 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jtmi.v6i2.3014

Abstract

Dalam setiap jenis pekerjaan, penyesuaian beban kerja telah menjadi faktor penting. Penyesuaian antara beban kerja mental dan beban kerja fisik harus dipertahankan seimbang sehingga para karyawan tidak akan merasa tidak seimbang dalam melakukan aktivitasnya dan menyebabkan penurunan motivasi kerja, berkurangnya konsentrasi, cedera, dan lain-lain. PT. Pos Indonesia sebagai salah satu perusahaan BUMN yang bergerak dalam bidang usaha jasa pengiriman dan logistik juga harus mampu mengendalikan penyesuaian beban kerja dari karyawannya. PT. Pos Indonesia memiliki banyak cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, meskipun sulit untuk di eksekusi tetapi perusahaan harus dapat menyeimbangkan kedua beban kerja. Salah satu contoh wilayah cabang Malang Raya dari PT. Pos Indonesia memiliki beban kerja tidak seimbang. Oleh karena itu perlu dilakukan untuk mengukur beban kerja yang bisa menggunakan metode NASA-TLX untuk beban kerja mental, kemudian metode Cardiovascular Load untuk beban kerja fisik. Ada enam indikator di dalam NASA-TLX yaitu Mental Demand, Physical Demand, Temporal Demand, Own Performance, Effort, dan Frustation. Untuk PT. Pos Indonesia wilayah Malang Raya ada 34% untuk Mental Demand, 19% physical demand, 17% untukindikator upaya mental-fisik, 14% untuk indikator kebutuhan waktu dan indikator kinerja atau performansi, dan juga 2% untuk indikator tingkat frustasi. Untuk pengukuran beban kerja fisik menggunakan metode Cardiovascular Load diperoleh rata-rata sebesar 40,75% yang termasuk ke dalam klasifikasi diperlukannya perbaikan.
PENERAPAN MESIN PENGOLAHAN BUAH KELAPA UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI KELOMPOK TANI DI KELURAHAN RAMPAL CELAKET MALANG Sanny Andjar Sari; Prima Vitasari; Candra Dwiratna Wulandari; Anis Artiyani; I Nyoman Sudiasa
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 7 No 2 (2017): Inovatif Vol. 7 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok Tani Bersahaja merupakan Urban Farm yang berada di tengah perkotaan,terletak di wilayah RW 01 Kelurahan Rampal Celaket Kota Malang. Kelompok tani yang bergerak di bidang tanaman organik dengan cara memanfaatkan pekarangan di lingkungan rumah tempat tinggal anggota. Selain tanaman organik pada Kelompok Tani Bersahaja juga menghasilkan berbagai macam produk olahan buah kelapa diantaranya berbagai macam kue dari buah kelapa.Kemitraan dan kerjasama dijalin oleh kelompok Bersahaja dengan berbagai kelompok antara lain dengan Kelompok Tani Sengguruh. Sejalan dengan perkembangan pengetahuan serta kesadaran yang semakin tinggi dari masyarakat akan manfaat tanaman organik khususnya di wilayah Malang raya, telah banyak masyarakat baik secara individu maupun kelompok/organisasi PKK, pemuda, atau kelurahan yang datang untuk belajar budidaya tanaman hortikultura organik. Media yang digunakan adalah campuran tanah, sekam, dan pupuk kandang, tanpa menggunakan pupuk kimia serta tidak menggunakan pestisidaPada kegiatan pengabdian ini akan dibuat mesin pengolahan buah kelapa yang menggunakan motor listrik untuk menggerakkan motor mesin pengolahan buah kelapa Dengan adanya mesin pengolahan buah kelapa ini diharapkan dapat mempercepat waktu proses pengolahan buah kelapa