Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : PEDAGOGI

PERKEMBANGAN KETERAMPILAN MENYANYI DAN MEWARNAI DALAM RANGKA MENINGKATKAN ASPEK SOSIAL - EMOSIONAL ANAK USIA 5 – 6 TAHUN wahono, wahono
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 1 (2016): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.664 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v2i1.18

Abstract

Wahono 1Dosen Program Studi Pendidikan Guru PAUD- FKIP Universitas Muhammadiyah Surabaya email: wwwahono7@gmail.com ABSTRAKTujuan dari penelitian iniadalah:Mendiskripsikan secara empirik perkembangan ketrampilan menyanyi dan ketrampilan mewarnai untuk meningkatkan aspek sosial emosional anak usia 5-6 tahun.Mendiskripsikan secara kuantitatif perkembangan ketrampilan menyanyi dan mewarnai untuk meningkatkan aspek sosial emosional anak usia 5-6 tahun.Diskripsi hasil penelitian ini dipaparkan untuk memperoleh gambaran tentang anak-anak di TK B ( sekolah sampel ) tentang Perkembangan Ketrampilan Menyanyi dan Mewarnai Meningkatkan Aspek Sosial - Emosional Anak Usia 5 – 6 tahun. Dari analisis regresi diperoleh harga F=43,234 , R=0,605 ( Db=2/150) diperoleh P=0,000 ( P<0,10) berarti terdapat korelasi yang sangat signifikan antara ketrampilan menyanyi (X1)dan ketrampilan mewarnai (X2) dengan aspek sosial-emosional (Y). Dengan demikian hipotesis yang menyatakan ada hubungan Perkembangan ketrampilan menyanyi (X1) dan mewarnai (X2) meningkatkan aspek sosial – emosional (Y) anak usia 5 – 6 tahun  diterima. Besaran sumbangan kedua variabel bebas tersebut terhadap perkembangan aspek sosial-emosional sebesar 36,60 %. Hasil analisis data tersebut ternyata menunjukkan ada hubungan yang sangat signifikan  perkembangan ketrampilan menyanyi dan ketrampilan mewarnai meningkatkan aspek sosial-emosional, dimana F = 43,234 P = 0,000 ( P<0,010 ) hal ini menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan. Dan sumbangan efektif total 36,567 terhadap perkembangan aspek sosial-emosional. Mean empiris ketrampilan menyanyi sama dengan 195,503, Mean empiris ketrampilan mewarnai sama dengan 81,418, mean empiris perkembangan sosial-emosional sama dengan 75,013. Rerata ketrampilan menyanyi anak laki-laki lebih rendah dari anak perempuan , yaitu 194,685 < 196,738.Rerata ketrampilan mewarnai anak perempuan lebih besar dari anak laki-laki yaitu 82,690 > 79,500. Rerata perkembangan aspek sosial-emosional anak laki-laki lebih rendah dari anak perempuan yaitu 74,261 < 76,148. Kata Kunci : Menyanyi ; Mewarnai ; Aspek sosial-emosional ABSTRACTThe purpose of this study is: To describe empirically singing skills development and coloring skills to improve emotional social aspects of children aged 5-6 years.Quantitatively describe the development of singing and coloring skills to improve emotional social aspects of children aged 5-6 years.Description of the research is presented to get a view of the children in group B of kindergarten (school sample) about the Singing Skills Development and Coloring to Improve Social - Emotional Aspects of Child Age 5-6 years.Of the regression analysis obtained F = 43.234, R0605 (Db2 / 150) was obtained P = 0.000 (P <0.10) means that there is a highly significant correlation between singing skills (X1) and coloring skills (X2) with socio-emotional aspects (Y ). Hypothesis which states there is a relationship singing skills development (X1) and coloring (X2) increases the social - emotional aspects (Y) of children aged 5-6 years received. The contribution of the two independent variables on the social-emotional development are 36.60%. The results analysis of such data show no significant correlation singing skills development and coloring skills to  improve social-emotional aspects, are F = 43.234 P = 0.000 (P <0.010) indicating the existence of a significant relationship. And effective contribution to the development of a total of 36,567 social-emotional aspects. Empirical mean singing skill is 195.503, the Mean empirical coloring skills are 81.418, the mean empirical social-emotional development is 75.013. The mean of singing skills boys lower than girls, is 194.685 <196.738. The mean of coloring skills girls greater than boys is 82.690> 79,500. The mean socio-emotional development of boys over girls is lower than 74.261 <76.148.Keywords: Singing; coloring; Socio-emotional aspects
Pembelajaran Interaktif Media Film Pendek (Pendekatan Metode Demontrasi untuk menumbuhkan ketrampilan motorik kasar Unak Usia Dini) Wahono, Wahono; Sa’ida, Naili; Kurniawati, Tri
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 3c (2017): DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.152 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v3i3c.1075

Abstract

Peran guru mempunyai hubungan erat dengan cara mengaktifkan siswa dalam belajar, terutama dalam proses pengembangan keterampilan. Ketrampilan berpikir, keterampilan social dan keterampilan praktis tersebut dapat dikembangkan dalam situasi belajar mengajar yang intraktif antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa. Stimulasi motorik kasar merupakan area terbesar perkembangan di usia dini. Modal  dasar untuk perkembangan ini ada 3 yaitu keseimbangan, rasa sendi dan raba. Dalam penelitian ini, peneliti secara detail dan konkrit mendeteksi  perkembangan motorik anak dan sekaligus gangguan yang dialami si anak. Sambil bermain  dan didokumentasi melalui film pendek oleh guru, kemudian  film pendek ditayangkan didepan anak-anak dan diamati secara seksama. Secara nyata ketuntasan perkembangan motorik kasar dapat dengan jelas terdeteksi. Dengan mengambil tujuh sampel Taman Kanak-Kanak Aisyiyah dan Taman Kanak-Kanak Lainya di Surabaya. 35 siswa dijadikan model. Penelitian ini  menggunakan analisis hasil skenario film pendek yang dipraktekkan oleh anak usia dini dalam menirukan gerakan gurunya. Kegiatan diluar ruangan inilah  pilihan terbaik karena anak dapat menggerakkan seluruh tubuhnya sesuka hati. Di sarnping disediakan peralatan bermain, seperti papan titihan, tali atau bola, perosotan, dan lain – lain. Akan mengasah kemampuan motorik kasar, sekaligus motorik halusnya. Dengan hubungannya dengan tujuan afektif, film pendek ini juga dapat mempengaruhi emosi dan sikap anak, media ini merupakan alat yang cocok untuk memperagakan informasi afektif, baik melalui efek optis maupun melalui gambaran visual yang berkaitan. Analisis fase perkembangan di klasifikasikan dalam tiga ketegori, kategori usia 3-4 tahun 77,6 % tuntas Meniti di atas papan yang cukup lebar. Kategori Usia 4-5 tahun 86, 8 %  bagus sekali menangkap sesuatu secara tepat dan menendang sesuatu secara terarah. Kategori usia 5-6 tahun 82,5 % dapat melakukan gerakan tubuh secara terkoordinasi untuk melatih kelenturan, keseimbangan, dan kelincahan. Kata kunci : pembelajaran interaktif , stimuli motorik kasar, media film pendek
Pengelolaan Tanocraft Sebagai Ruang Edukasi Pemberdayaan mantan Pekerja Migram Perempuan di Tanoker Kabupaten Jember Imsiyah, Niswatul; Wahono, Wahono
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6 No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v6i2.5712

Abstract

Tanoker adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (Non-Governmental Organization) yang aktif pada advokasi anak-anak mantan pekerja migran melalui permainan tradisional egrang dan pemberdayaan masyarakat khususnya mantan pekerja migran perempuan di Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember. Tujuan Tanoker memberikan program pemberdayaan bagi masyakarakat untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui pengelolaan/manajemen Tanocraft sebagai ruang edukasi pemberdayaan mantan pekerja migran perempuan di Tanoker. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling, Direktur Tanoker, Staf/Karyawan Tanocraft, dan Mantan Pekerja Migran Perempuan sebagai informan pendukung. Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini yaitu triangulasi (triangulasi sumber dan triangulasi teknik). Analisis data di lapangan menggunakan model Miles and Huberman dengan langkah-langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini yaitu pengelolaan Tanocraft memiliki fungsi-fungsi manajemen yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pembinaan, evaluasi, dan pengembangan. Perencanaan diawali dengan proses needs assesment dan merancang konsep kegiatan, sasaran, anggaran, output, dan outcome. Pengorganisasian yang dibagi menjadi dua, yaitu pengorganisasian masyarakat dan pengorganisasian staf/karyawan. Penggerakan dijalankan tidak menggunakan imbalan/uang transport dalam proses pelatihan. Pembinaan dilakukan dengan memberikan materi-materi yaitu kewirausahaan, keterampilan atau manajemen produksi, pengorganisasian dan public speaking, keuangan keluarga dan keuangan usaha, marketing/manajemen penjualan dan marketing promotion, gender perspective atau pengetahuan gender. Dengan demikian dapat di simpulkan Tanocraft menjadi ruang alternatif atau tempat belajar masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dalam membuat kerajinan tangan yang memberikan dampak terhadap perekonomian dan sosial-kultural. Kata Kunci:pengelolaan Tanocraft, ruang edukasi, pemberdayaan mantan pekerja migran perempuan.