Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Penyuluhan Tanaman Yang Memiliki Khasiat Sebagai Obat Anti Nyamuk Alami di Kelurahan Podosugih, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan Walid, Muhammad; Endriyatno, Nur Cholis; Sasongko, Aditya Dimas Wahyu; Sari, Nadia Mustika; Priagung, Andri; Diva, Rihadatul
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2054

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang memiliki musim hujan dan kemarau. Saat musim hujan dapat ditemukan nyamuk seperti Aedes aegypti yang menyebabkan penyakit demam berdarah. Salah satu pencegahan penyebaran nyamuk tersebut adalah dengan menggunakan insektisida seperti lotion, elektrik, bakar, dan semprot. Namun bahan kimia yang terkandung dalam obat nyamuk seperti organofosfat, organoklorin, piretroid, karbamat, dan DEET dengan penggunaan yang berlebih dapat berpengaruh terhadap kesehatan. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan alternatif lain yaitu dengan memanfaatkan tanaman sebagai pengusir nyamuk alami yang lebih aman. Maka dari itu, penting untuk dilakukan pengabdian mengenai pengenalan tanaman anti nyamuk untuk mencegah penyakit demam berdarah. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meingkatkan pengetahuan masyarakat mengnai alternatif potensi tumbuhan sebagai anti nyamuk alami. Metode pengabdian yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan sasaran Ibu-ibu PKK di Kelurahan Podosugih, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Hasil analisis pengabdian, berdasarkan nilai pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai tanaman yang berpotensi sebgai anti nyamuk alami. Hasil nilai posttest (tertinggi 100% dan terendah 91%) terjadi peningkatan terhadap nilai pretest (tertinggi 91% dan terendah 6%) Kesimpulan dari pengabdian ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai tanaman yang berpotensi sebagai anti nyamuk dan dilihat dari persentase peningkatan posttest maka dapat dikatakan pengabdian ini berhasil. Counseling on plants that have properties as natural anti-mosquito drugs in Podosugih Village, West Pekalongan District, Pekalongan City Abstract Indonesia is a tropical country that has a rainy and dry season. During the rainy season, many mosquitoes such as Aedes aegypti are found which cause dengue fever. One way to prevent the spread of these mosquitoes is to use insecticides such as lotions, electric, burning, and sprays. However, chemicals contained in mosquito repellent such as organophosphates, organochlorines, pyrethroids, carbamates, and DEET with excessive use can affect health. To overcome this, another alternative is needed, namely by utilizing plants as a safer natural mosquito repellent. Therefore, it is important to carry out community service regarding the introduction of anti-mosquito plants to prevent dengue fever. The purpose of this service is to increase public knowledge about alternative potential plants as natural mosquito repellents. The service method used is Participatory Action Research (PAR) targeting PKK mothers in Podosugih Village, West Pekalongan District, Pekalongan City. The results of the service analysis, based on the pretest and posttest values, showed an increase in public knowledge about plants that have the potential to be natural mosquito repellents. The results of the posttest scores (the highest 100% and the lowest 91%) showed an increase compared to the pretest scores (the highest 91% and the lowest 6%). The conclusion of this community service is that there has been an increase in public knowledge about plants that have the potential to be mosquito repellent and seen from the percentage increase in the posttest, it can be said that this community service was successful.
Health Innovation In Kemranggon Hamlet, Tanjung Kulon Village, Kajen District, Pekalongan: Boiled Bay Leaves Endriyatno, Nur Cholis; Walid, Muhammad; Priagung, Andri; Diva, Rihadatul
Kontribusia : Research Dissemination for Community Development Vol 7 No 2 (2024): Kontribusia, August 2024
Publisher : OJS Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/kontribusia.v7i2.8062

Abstract

In Indonesia, the prevalence of hypercholesterolemia continues to increase, where at the age of 25 - 34 years the prevalence of this disease is 9.30%, and for those aged more than 55 years to those aged less than 65 years 15.50%. To overcome the problem of hypercholesterolemia, there are various types of antihypercholesterolemic synthetic drugs, but sometimes these drugs have certain side effects. Therefore other alternatives that come from nature are needed. Bay leaves contain flavonoid compounds. This compound can lower cholesterol levels. Bay leaves boiled and brewed in the morning and evening have been proven to reduce cholesterol levels. From this background, providing community service regarding bay leaf drinks is necessary to help lower cholesterol levels. The bay leaf drink preparation was chosen because of its ease and acceptability which is easily applied by the public. The target of this service is Kemranggon Hamlet, Tanjung Kulon Village, Kajen District, Pekalongan. The service method used is participatory action research (PAR). This community service increases public understanding regarding making boiled bay leaf to help lower cholesterol. This can be concluded by increasing pretest and posttest scores.
Formulasi gel ekstrak daun sirih cina (Peperomia pellucida L. Kunth) variasi carbopol 940 serta uji fisik dan stabilitasnya Anggoro, Novita; Endriyatno, Nur Cholis
Sasambo Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sjp.v5i1.286

Abstract

Chinese betel leaf (Peperomia pellucida L. Kunth) contains tannins, alkaloids, saponins and flavonoids which can inhibit the growth of Propionibacterium acnes bacteria. Gel preparations are suitable for topical therapy of acne. The gelling agent used was carbopol 940. The purpose of this study was to determine the effect and concentration of carbopol 940 which produced the best physical properties of Chinese betel leaf extract gel preparations. This research is an experimental research. Gel preparations were made with various concentrations of carbopol 940 0.5%, 1.0%, 1.5%, and 2.0% then organoleptic examination, homogeneity, pH, adhesion, spreadability, viscosity, skin irritation, physical stability , and hedonic. The data obtained were analyzed with SPSS (trial) using the One Way ANOVA method. The results showed that variations in carbopol 940 concentrations had an effect on organoleptic, adhesiveness, pH, spreadability, viscosity, and hedonics but had no effect on homogeneity, physical stability, and skin irritation. Carbopol 940 concentration of 1.0% produced the best preparation compared to concentrations of 0.5%, 1.5% and 2.0% in terms of physical properties and statistical analysis.
FORMULASI DAN UJI FISIK KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN ASAM JAWA (Tamarindus indica L.) DENGAN KOMBINASI TRIETANOLAMIN DAN ASAM STEARAT Endriyatno, Nur Cholis; Anggriyani, Intan Sari
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v9i1.7347

Abstract

Ekstrak etanol daun asam jawa (Tamarindus indica L.) mengandung senyawa flavonoid yang memiliki fungsi sebagai tabir surya. Untuk memaksimalkan pemanfaatan ekstrak etanol daun asam jawa maka perlu dilakukan formulasi. Krim merupakan formulasi sediaan topikal yang biasa digunakan untuk tabir surya, karena sediaan krim lebih mudah diaplikasikan pada kulit dan mudah dicuci. Pada sediaan krim memerlukan emulgator untuk menghasilkan sifat fisik krim yang baik, emulgator pada penelitian ini yaitu asam stearat dan trietanolamin. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh konsentrasi variasi asam stearat dan trietanolamin untuk mendapatkan formulasi yang memiliki sifat fisik baik untuk sediaan krim ekstrak etanol daun asam jawa. Pembuatan ekstrak etanol daun asam jawa menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Sediaan dibuat dalam 3 formula dengan variasi asam stearat dan trietanolamin yaitu F-I (16%:4%), F-II (18%:3%), dan F-III (20%:2%). Sediaan krim yang dihasilkan dilakukan uji evaluasi sifat fisik meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji viskositas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji iritasi, uji stabilitas, dan uji hedonic. Hasil pengujian dianalisis menggunakan metode One Way ANOVA (Analisis of Variance). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi emulgator asam stearate dan trietanolamin berpengaruh terhadap sifat fisik sediaan krim yang meliputi pH, daya sebar, dan viskositas. F-II dengan konsentrasi asam stearat dan trietanolamin (18%:3%) menghasilkan sediaan paling baik yang dilihat dari uji sifat fisik dan statistiknya.
FORMULASI KRIM EKSTRAK DAUN SIRIH CINA (Peperomia Pellucida L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI TRIETANOLAMIN DAN ASAM STEARAT Nur Cholis Endriyatno; Dian Nita Puspitasari
FORTE JOURNAL Vol 3 No 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v3i1.416

Abstract

Prevalensi akne vulgaris di Indonesia bisa dibilang termasuk sangat tinggi, karena negara ini berada dalam iklim tropis yang memiliki kelembapan tinggi. Akne vulgaris dapat disebabkan karena banyak faktor, salah satunya adalah karena infeksi dari bakteri Propionibacterium acne. Bakteri mudah tumbuh dengan kondisi lingkungan yang lembab. Pengobatan akne vulgaris dapat menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang kurang tepat dalam pengobatan akne vulgaris dapat menimbulkan masalah resistensi, maka dari itu diperlukan alternatif lain yaitu bahan alam. Salah satu bahan alam yang memiliki aktivitas antibakteri adalah daun sirih cina (Peperomia pellucida L.).  Ekstrak etanol 96% daun sirih cina dengan konsentrasi 15% memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap Propionibacterium acne. Senyawa yang memiliki potensi antibakteri pada ekstrak daun sirih cina adalah flavonoid, steroid, terpenoid,  alkaloid, saponin, dan tanin. Untuk memaksimalkan pemanfaatan daun sirih cina maka perlu untuk diformulasi. Salah satu formulasi untuk topikal adalah krim. Tujuan dari penelitian ini untuk memformulasi sediaan krim ekstrak daun sirih cina dengan kombinasi variasi konsentrasi trietanolamin (TEA) dan asam stearat sebagai basis krim. Formulasi sediaan krim dengan kombinasi asam stearat dan TEA menghasilkan sifat fisik yang baik berupa organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, tipe krim, dan viskositas.
FORMULASI KRIM EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI TRIETANOLAMIN DAN ASAM STEARAT Nur Cholis Endriyatno; Fitrotul Aida
FORTE JOURNAL Vol 3 No 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v3i1.420

Abstract

Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis, dimana banyak sekali penyakit kulit yang dialami oleh masyarakat. Penyakit kulit salah satunya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Tanaman kemangi (Ocimum basilicum L.) dapat digunakan sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 1,5%. Kandungan senyawa tanaman kemangi (Ocimum basilicum L.) yang berperan sebagai antibakteri yaitu flavonoid, tanin, dan minyak atsiri. Ekstrak diperoleh dengan cara maserasi menggunakan penyari etanol 96%. Ekstrak diformulasi dalam sediaan krim dengan variasi konsentrasi asam stearat dan trietanolamin, untuk mengetahui kualitas sediaan dapat diketahui dari sifat fisik sediaan yang meliputi uji organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat, tipe krim, dan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan variasi konsentrasi asam stearat dan trietanolamin pada krim ekstrak daun kemangi menghasilkan kualitas krim yang baik serta memenuhi sifat fisik sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas dan tipe krim.
FORMULASI DAN PENENTUAN NILAI SPF KRIM MINYAK TAMANU (Calophyllum inophyllum L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI ASAM STEARAT DAN TRIETANOLAMIN Luluk Ilmaknun; Nur Cholis Endriyatno
FORTE JOURNAL Vol 4 No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i1.758

Abstract

Paparan sinar matahari secara terus menerus dapat menimbulkan efek negatif berupa perubahan warna kulit menjadi lebih gelap, rasa terbakar, bahkan sampai meningkatkan risiko kanker kulit. Penggunaan krim tabir surya merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mencegah kerusakan kulit. Minyak tamanu memiliki aktivitas sebagai tabir surya yang dapat mengurangi intensitas paparan sinar ultraviolet (UV) pada kulit dengan cara menyerap sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan formulasi dan menentukan nilai SPF krim minyak tamanu (Calophyllum inophyllum L). Metode pembuatan krim minyak tamanu yaitu dengan proses peleburan dan proses emulsifikasi. Krim minyak tamanu dibuat dalam 4 formula dengan konsentrasi asam stearat dan trietanolamin meliputi F1 (19%:1%), F2 (18%:2%), F3 (17%:3%), dan F4 (16%: 4%). Evaluasi sifat sediaan krim meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar, tipe krim, viskositas, daya proteksi, hedonik, iritasi, dan penentuan nilai SPF secara in vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi asam stearat dan trietanolamin sebagai emulgator berpengaruh terhadap uji organoleptis, uji homogenitas,  uji pH, uji daya lekat, uji daya lekat, uji daya sebar, uji tipe krim, uji viskositas, uji daya proteksi, uji hedonik, uji iritasi, dan uji SPF pada krim minyak tamanu (Calophyllum inophyllum L.). Berdasarkan persyaratan uji fisik dan nilai SPF yang tertinggi maka formula paling baik yaitu formula 2 dengan konsentrasi asam stearat dan trietanolamin (18% : 2%).
Obat-Obatan Herbal (Herbal Medecine) Untuk Peningkatan Imunitas Dalam Menghadapi Musim Pancaroba walid, Muhammad; Endriyatno, Nur Cholis; Susanti, Nur; Astuti, Marta Widhi; Trihawa, Irena
Journal of Health Innovation and Community Services Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Health Innovation and Community Services
Publisher : PPPM Stikes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jhics.v2i1.108

Abstract

Latar Belakang: Pancaroba merupakan musim peralihan antara musim hujan ke musim kemarau atau kebalikanya. Disaat peralihan dua musim tersebut terjadi perbedaan tekanan udara sehingga berpengaruh terhadap daya imunitas tubuh dan dapat mengakibatkan beberapa penyakit. Salah satu cara untuk menjaga imunitas tubuh agar imunitas tetap stabil adalah dengan menggunakan herbal medicine.  Imunomodulator dari herbal merupakan bahan alamiah yang berasal dari tumbuhan yang dapat digunakan untuk menaikkan atau mengembalikan keseimbangan sistem imun tubuh  dengan cara memperbaiki fungsi sistem imun dengan mekanisme perangsangan pada sistem imun. Pada dasarnya masyarakat telah mengetahui beberapa tanaman dapat digunakan sebagai obat, namun belum banyak yang mengetahui tanaman tersebut dapat digunakan sebagai imunomodulator. Tujuan : Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk memberikan edukasi tanaman obat-obatan sebagai imunomodulator pada masyarakat Desa Tanjung Kulon. Metode : Penyuluhan dilakukan dengan metode penyampaian materi dan diskusi secara langsung. Kesimpulan :  Kegiatan pengabdian masyarakat mengenai herbal medicine yang dilakukan di Desa Tanjung Kulon berjalan lancar danmasyarakat dapat memahami dan tertarik dengan tanaman obat sebagai pengingkat imunitas tubuh atau imunomodulator.
Molecular Docking of Betel Leaf (Piper betle L.) on Protein Dihydrofolate reductase of Mycobacterium tuberculosis Endriyatno, Nur Cholis
Science and Community Pharmacy Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Science and Community Pharmacy
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63520/scpj.v1i1.222

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease of global concern. The treatment challenge of tuberculosis is bacterial resistance to antibiotics. Therefore, it is necessary to search for alternative treatments, one of which is the molecular docking method of Phytol, Chavibetol, Hydroxychavicol compounds contained in betel leaves. The target proteins used were 4KL9 and 4KM2 of the Dihydrofolate reductase pathway in Mycobacterium tuberculosis bacteria. Dihydrofolate reductase is a therapeutic target in the development of antituberculosis drugs. The molecular docking results showed that the target protein 4KL9 with Phytol, Chavibetol, and Hydroxychavicol compounds had a lower binding affinity when compared to the native ligand. In the 4KM2 target protein, these three compounds have a higher binding affinity value than the native ligand. This value indicates the strength of the ligand when it binds to the target protein, the smaller the value, the stronger the bond. In addition, there are similar residues involved in the target protein 4KL9 between the native ligand and the test compound, but in the target protein 4KM2 there is no similarity in the residues between the native ligand and the test compound. Residual similarity describes the similarity of the test ligand properties to the native ligand. It can be concluded that Phytol, Chavibetol, Hydroxychavicol compounds contained in betel leaf have potential as antituberculosis in the dihydrofolate reductase pathway on the target protein 4KL9 of Mycobacterium tuberculosis.
Photoprotective Cream Containing Brown Seaweed (Sargassum Sp.) Extract: Optimization By Simplex Lattice Design Endriyatno, Nur Cholis; Nurhidayat, Lina Aliyanti
Sciences of Pharmacy Volume 4 Issue 3
Publisher : ETFLIN Publishing House

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58920/sciphar0403344

Abstract

Sunlight containing ultraviolet (UV) rays is harmful to human skin health. Sunscreen is one of the trendy and attractive cosmetics. Brown seaweed extract (Sargassum sp.) has the potential to be developed into a sunscreen product. This study aimed to optimize the formula of a cream containing brown seaweed extract and its in vitro photoprotection. A simplex lattice design approach was used to factor (triethanolamine and stearic acid) and responses (pH, viscosity, adhesiveness, and spreadability). The concentration of variation in stearic acid and triethanolamine affects the parameters of pH response, viscosity, adhesion, and spreadability. The simplex lattice design predicts the optimal formula with stearic acid (17%) and triethanolamine (4%). The verification proved that no significant difference between the predicted and actual results. The in vitro photoprotective evaluation results indicate that the brown seaweed extract cream is categorized as providing high sun protection and serving as a sunblock. Optimization of the brown seaweed extract cream formula using stearic acid and triethanolamine factors has been successfully achieved. The conclusion is that brown seaweed extract cream has the potential to be developed into a sunscreen cosmetic.