Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Social media in sports: Brand communication strategy implementation by Jakarta Pertamina Energi Najwandari, Naura; Wahyudin, Uud; Risanti, Yuliani Dewi; Randa, Agrian Ratu
PRofesi Humas Vol 10, No 1 (2025): August 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/prh.v10i1.59553

Abstract

Background: Social media has made a significant impact on the world of sports. Today, sports clubs must compete on multiple levels, with one of the most prominent areas of competition being through social media. Despite this, volleyball in Indonesia lacks strong social media representation, highlighting the need for effective brand communication to boost its visibility. Recognizing this, PT Pertamina (Persero) established the Jakarta Pertamina Energi volleyball club, using Instagram (@jpevolley) as a key platform for its brand communication strategy. Purpose: This research aimed to explore how Jakarta Pertamina Energi implements its brand communication strategy via Instagram. Methods: It used a descriptive case study with a qualitative approach. Data were collected through interviews, literature, and documentation. Results: The study found that Jakarta Pertamina Energi follows a structured brand book that outlines key elements, such as brand objectives, target audience, brand message, personality, visual identity, and social media management. As of mid-2024, the @jpevolley account had gained over 242,000 followers, making it one of the most followed volleyball clubs in Indonesia. The account also leads in post frequency and content engagement within the sector. Conclusion: The use of a brand book ensures consistency in communication by aligning with the club’s branding objectives and strengthening overall brand presence for both the team and Pertamina products. Implications: This study suggested that brand communication in the sports industry could build brand awareness and engagement. It can also serve as a guide for other sports clubs, particularly volleyball clubs in Indonesia, to improve their social media strategies.
Transformasi Motif dan Fenomena Sosial Umroh Bersama dalam Komunitas Otomotif atau Fenomena Hijrah: Motif dan Praktik Umroh Bersama dalam Komunitas Otomotif Yunus, M. Adipati; Kuswarno, Engkus; Wahyudin, Uud
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Agustus-September 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i5.5917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi nilai (motif) dan fenomena sosial keikutsertaan umroh bersama dalam komunitas otomotif, khususnya pada komunitas Pajero Indonesia ONE (PI-ONE) Chapter Sumedang. Komunitas otomotif yang pada dasarnya merupakan kelompok nonreligius ini menunjukkan fenomena menarik dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman melalui kegiatan umroh bersama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz untuk memahami pengalaman subjektif anggota komunitas dalam menginternalisasi nilai-nilai sosial dan keagamaan dalam konteks interaksi komunitas yang didasari oleh hobi otomotif. Penelitian ini mengungkap bagaimana komunikasi dan interaksi sosial dalam komunitas otomotif tidak hanya mempererat solidaritas dan identitas sosial berbasis minat, tetapi juga menjadi media transformasi motif sosial yang mengarah pada pembentukan identitas sosial yang lebih inklusif melalui penguatan nilai keagamaan. Keunikan penelitian ini terletak pada fokusnya yang mengangkat integrasi nilai keagamaan dalam komunitas nonreligius, memberikan wawasan baru tentang fleksibilitas nilai agama dalam ruang sosial modern. Hasil penelitian diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang dinamika sosial komunitas dan kontribusi komunikasi dalam pembentukan identitas sosial yang inklusif dan bernilai.
Analisis Implementasi Green Campus di Universitas Padjadjaran: Melalui Integrasi Teori Hukum Pembangunan dan Komunikasi Lingkungan Sumpena, Agus; Wahyudin, Uud; Rahmat, Agus
Bina Hukum Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2025): Bina Hukum Lingkungan, Volume 10, Nomor 1, Oktober 2025
Publisher : Asosiasi Pembina Hukum Lingkungan Indonesia (PHLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24970/bhl.v10i1.474

Abstract

ABSTRAK Isu keberlanjutan lingkungan kini menuntut implementasi nyata dari seluruh institusi, termasuk perguruan tinggi. Universitas Padjadjaran (Unpad) sebagai salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia telah berhasil mengimplementasikan green campus dengan mengacu kepada indikator UI Green Metric, melalui kebijakan formal dan berbagai program keberlanjutan lingkungan. Artikel ini menganalisis implementasi green campus di Unpad dengan menggunakan Teori Hukum Pembangunan dari Mochtar Kusumaatmadja, yang menekankan fungsi hukum sebagai sarana pembaruan masyarakat (law as a tool of social engineering), serta Model Komunikasi Lingkungan dari Robert Cox, yang memandang komunikasi sebagai praktik simbolik dalam membentuk persepsi, partisipasi, dan tindakan lingkungan. Keterbaruan penelitian ini memadukan hukum pembangunan dan komunikasi lingkungan dalam menganalisis implemetasi green campus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di kampus Unpad Jatinangor. Teknik pengumpulan data meliputi studi dokumen, observasi lapangan, dan wawancara dengan sembilan narasumber. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara regulasi dan praktik implementasi kebijakan green campus. Program Green leadership perlu disampaikan secara efektif melalui pendekatan komunikasi lingkungan yang partisipatif dan strategis. Dalam praktiknya, regulasi yang tidak dilengkapi dengan mekanisme pengawasan dan sanksi tidak mampu menjalankan fungsi hukum sebagai instrumen perubahan sosial yang mengikat. Selain itu, kebijakan dan implementasi green campus yang tidak disosialisasikan secara menyeluruh dan tidak melibatkan partisipasi aktif sivitas akademika cenderung dipersepsikan hanya sebagai instruksi administratif semata. Padahal, kebijakan green campus seharusnya dimaknai sebagai gerakan kolektif yang mendorong terbentuknya pola pikir dan budaya ramah lingkungan. Dengan demikian, keberlanjutan lingkungan kampus dapat diwujudkan secara inklusif dan berkelanjutan oleh seluruh elemen perguruan tinggi. Kata Kunci: green campus; hukum Pembangunan; komunikasi lingkungan; keberlanjutan lingkungan; UI Green Metric.
Analisis Implementasi Green Campus di Universitas Padjadjaran: Melalui Integrasi Teori Hukum Pembangunan dan Komunikasi Lingkungan Sumpena, Agus; Wahyudin, Uud; Rahmat, Agus
Bina Hukum Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2025): Bina Hukum Lingkungan, Volume 10, Nomor 1, Oktober 2025
Publisher : Asosiasi Pembina Hukum Lingkungan Indonesia (PHLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24970/bhl.v10i1.474

Abstract

ABSTRAK Isu keberlanjutan lingkungan kini menuntut implementasi nyata dari seluruh institusi, termasuk perguruan tinggi. Universitas Padjadjaran (Unpad) sebagai salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia telah berhasil mengimplementasikan green campus dengan mengacu kepada indikator UI Green Metric, melalui kebijakan formal dan berbagai program keberlanjutan lingkungan. Artikel ini menganalisis implementasi green campus di Unpad dengan menggunakan Teori Hukum Pembangunan dari Mochtar Kusumaatmadja, yang menekankan fungsi hukum sebagai sarana pembaruan masyarakat (law as a tool of social engineering), serta Model Komunikasi Lingkungan dari Robert Cox, yang memandang komunikasi sebagai praktik simbolik dalam membentuk persepsi, partisipasi, dan tindakan lingkungan. Keterbaruan penelitian ini memadukan hukum pembangunan dan komunikasi lingkungan dalam menganalisis implemetasi green campus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di kampus Unpad Jatinangor. Teknik pengumpulan data meliputi studi dokumen, observasi lapangan, dan wawancara dengan sembilan narasumber. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara regulasi dan praktik implementasi kebijakan green campus. Program Green leadership perlu disampaikan secara efektif melalui pendekatan komunikasi lingkungan yang partisipatif dan strategis. Dalam praktiknya, regulasi yang tidak dilengkapi dengan mekanisme pengawasan dan sanksi tidak mampu menjalankan fungsi hukum sebagai instrumen perubahan sosial yang mengikat. Selain itu, kebijakan dan implementasi green campus yang tidak disosialisasikan secara menyeluruh dan tidak melibatkan partisipasi aktif sivitas akademika cenderung dipersepsikan hanya sebagai instruksi administratif semata. Padahal, kebijakan green campus seharusnya dimaknai sebagai gerakan kolektif yang mendorong terbentuknya pola pikir dan budaya ramah lingkungan. Dengan demikian, keberlanjutan lingkungan kampus dapat diwujudkan secara inklusif dan berkelanjutan oleh seluruh elemen perguruan tinggi. Kata Kunci: green campus; hukum Pembangunan; komunikasi lingkungan; keberlanjutan lingkungan; UI Green Metric.
The Mechanism of Newsroom and TV Journalist Work Routines during the COVID-19 Pandemic Musfialdy, Musfialdy; Hidayat, Dadang Rahmat; Karlinah, Siti; Wahyudin, Uud; Jamal, Muchamad Fauzi
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 7, No 2 (2024): KAJIAN JURNALISME
Publisher : Journalism Study Program, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v7i2.46409

Abstract

A disease outbreak known as COVID-19 (Corona Virus Diseases 2019) is currently affecting virtually every part of the planet. The COVID-19 outbreak is a catastrophe that endangers and disrupts life, causes fatalities, traumatizes victims, and engenders a climate of threat and fear. The COVID-19 pandemic tragedy not only affected the number of sick and deceased individuals but also altered work schedules in the neighborhood. Additionally, COVID-19 has brought about changes in journalism, particularly in television journalism. The purpose of this study is to ascertain the mechanism governing the operational procedures of newsroom and television journalism during the COVID-19 pandemic. Expectancy Violation Theory and Judee K. Burgoon’s Interaction Adaptation Theory were both used in this study. This research approach employed a constructive subjective paradigm and utilized a qualitative case study methodology. The subjects of this study were the journalists and editors of iNews TV and Metro TV. The study’s finding show that the COVID-19 pandemic has impacted how journalists work both in the workplace and in the field, causing disruption and changes to their routines. Nevertheless, the pandemic has also prompted an acceleration of the process of adapting how journalistic tasks are carried out, both in the newsroom and on the ground. Despite the acceleration, the COVID-19 epidemic has expedited the process of adaptation and adjustment. Finally, the transformation has resulted in new business strategies in the television industry due to the COVID-19 pandemic.
Pengaruh Content Marketing terhadap Minat Beli Produk Instaperfect pada followers akun TikTok @Instaperfect_id melalui Attitude Towards The Brand dan Attitude Towards The Advertisement Zain, Nada Khalishah; Wahyudin, Uud; Setiaman, Agus
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 4 No. 3 (2024): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v4i3.1460

Abstract

The rapid growth of the cosmetic industry in Indonesia has led to unavoidable competition. The intense business competition at the moment poses a challenge for companies to stay competitive in the industry. This competition forces manufacturers to compete in creating innovative and varied products to satisfy their consumers. Therefore, companies need to pay more attention to the interests and needs of consumers in marketing their products to influence consumer purchasing interest. This study aims to analyze the influence of Instaperfect marketing content on the purchasing interest of Instaperfect products through brand attitude and attitude towards advertisements. The research respondents were taken from 84 followers of the TikTok account @Instaperfect_id who had commented on posts from March 2023 to May 2023. Data collection methods used a questionnaire with a scale from one to five (1-5). The analysis method used was path analysis to test hypotheses and to test the influence of mediating variables that mediate between independent and dependent variables. The results of the study show a significant influence of marketing content on purchasing interest, brand attitude, attitude towards advertisements, purchasing interest through brand attitude, and purchasing interest through attitude towards advertisements.
The experience of interacting: Learning communication for deaf students Rengganis, Linangkung Diah Ayu; Suryana, Asep; Wahyudin, Uud; Yati, Sri Eka; Santoso, Budi
Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2023): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No.152/E/KPT/2023
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/bricolage.v9i1.3890

Abstract

In the school environment in addition to studying teaching materials, deaf students also explore a variety of vocabulary. Teachers have a more role, in addition to helping students' understanding of communication teaching materials, it is also needed as a means of enriching vocabulary, including honing students in understanding oral communication, namely reading lip movements. The hope is that when deaf people can understand vocabulary and sign language, communication with sign language becomes equivalent to vocal communication in general which can make them confident in communicating with anyone. During the process, everything cannot be separated from the teacher's intervention in educating, exposing the material, and honing the potential of his students. Based on this phenomenon, researchers will examine the meaning of learning communication in teachers towards deaf people as research objects. This study aimed to determine the learning communication experience of deaf students at SLBN Cicendo, Bandung. It uses Symbolic Interaction Theory developed by George Herbert Mead as a guide. The approach used in this study is qualitative with a phenomenology method. The data in this study were obtained through observation, in-depth interviews, and a literature study. The results of this study indicate that learning communication in deaf students begins with the things closest to the children. These things can be experiences or what the child is thinking. The teacher as a teacher will lead the opinion on the material to be taught at that time. Then the teaching given is also adjusted to the abilities possessed by each child. The conclusion of this research is the provision of teaching materials to deaf students guided by individual learning. How to find out the best learning techniques for deaf students are obtained through the experience of interacting between classroom teachers and students. 
PELATIHAN PENINGKATAN LITERASI MEDIA SOSIAL UNTUK MEREDUKSI UJARAN KEBENCIAN BERBASISS KELOMPOK GENERASI MUDA DAN SEKOLAH DI KABUPATEN PANGANDARAN: PELATIHAN PENINGKATAN LITERASI MEDIA SOSIAL UNTUK MEREDUKSI UJARAN KEBENCIAN BERBASISS KELOMPOK GENERASI MUDA DAN SEKOLAH DI KABUPATEN PANGANDARAN Bajari, Atwar; Suryana, Asep; Wahyudin, Uud; Mulyana, Slamet
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i3.59

Abstract

Peningkatan pelemparan ujaran kebencian dalam ruang media sosial semakin mengkhawatirkan. Para penggunan, semakin mudah terpancing untuk merespon dan mengirimkan ujaran kebencian yang berkaitan dengan isu-isu tertentu yang dianggap tidak sesuai dengan jalan pemikiran public/netizen. Para pengguna media sosial yang bersetru mudah sekali menggunakan kata atau frase yang merendahkan, mengumpat, memfitnah dan memprovokasi pihak-pihak yang tidak disukai mereka atau berbeda pandangan dengan mereka. Sebagai contoh, ketika pemerintah meluncurkan program penanganan pandemic Covid 19, seperti bantuan sosial (bansos), penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis, penguatan ekonomi, program AKB dan penutupan rumah-rumah peribadatan, memancing reaksi publik di ruang media sosial. Tokoh-tokoh yang menjelaskan program-program seringkali mendapatkan perundungan, pelecehan dan hinaan, bahkan fitnah dalam bentuk ujaran kebencian. Oleh karena itu, selama masa pandemic telah bermunculan ujaran kebencian dan hoaks yang ditujukan untuk menyerang kebijakan pemerintah atau menyerang golongan tertentu yang secara khusus muncul berkaitan dengan pandemic Covid 19. Para pihak yang terlibat dalam perseteruan ujaran kebencian ini ternyata mereka yang “dekat” dengan penggunaan media sosial yaitu kelompok generasi muda yang literer dengan media sosial termasuk siswa siswi sekolah dan hal itu ternyata hampir berlaku di seluruh wilayah baik di perkotaan maupun perdesaan. Pelatihan ini bertujuan untuk dapat meningkatkan literasi kelompk generasi muda dan sekolah dalam penggunaan media sosial dan terhindar dari ujaran kebencian atau setidaknya dapat mereduksi ujaran kebencian di kalangan mereka.
PELATIHAN PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN DALAM MENDISIPLINKAN MASYARAKAT MEMATUHI PROTOKOL KESEHATAN DI KABUPATEN PANGANDARAN: PELATIHAN PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN DALAM MENDISIPLINKAN MASYARAKAT MEMATUHI PROTOKOL KESEHATAN DI KABUPATEN PANGANDARAN Wahyudin, Uud; Arifin, Hadi Suprapto; Gemiharto, Ilham; Setiaman, Agus
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i3.70

Abstract

Berbagai fakta menunjukkan,bahwa meningkatnya kasus terinfeksi corona Covid 19 disebabkan oleh tidak disiplinnya masyarakat dalam mematuhi 5M protokol kesehatan, maka sudah saatnya pemerintah dalam setiap melakukan komunikasi publik berperan dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Literasi kesehatan masyarakat mengenai pandemi Covid-19 akan meningkat, bila masyarakat berdisiplin dalam menjaga jarak dan mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas dan interaksi. Pelatihan lietasi kesehatan dalam mendisiplinkan masyarakat dalam mematuhi protocol kesehatan merupakan salah satu upaya yang dilakukan agar penanggulangan pandemic covid 19 dapat segera terselesaikan sehingga kita bebas dari covid sehingga kehidupan sehari-hari dapat berlangsung secara normal.
Pemanfaatan Teknologi dan Komunikasi dalam Penerapan Flexible Working Arrangement (FWA) Badan Pusat Stastik Provinsi Jawa Barat Hariani, Marisa; Wahyudin, Uud; Gemiharto, Ilham
REFORMASI Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i2.6717

Abstract

 The West Java Provincial BPS (Statistics Indonesia) is one of the work units conducting a pilot test for the expansion of Flexible Work Arrangements (FWA) at Statistics Indonesia. BPS has adopted the FWA system to support employee productivity and work-life balance. This study aims to examine the utilization of computer-mediated communication (CMC) technology in the implementation of FWA at the West Java Provincial BPS. The research uses a qualitative descriptive approach with analysis based on Elton Mayo's Human Relations Theory. Data was collected through interviews, observations, documentation, and literature review. Data analysis was carried out through the processes of data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing. Data validity was ensured using source triangulation. The results show that the use of technology in the implementation of FWA at the West Java Provincial BPS involves CMC technology. Vertical and formal communication is often conducted through online meetings using applications such as Zoom or Google Meet, as well as via chat, voice, or video calls on WhatsApp. Collaborative platforms like Google Sheets and web-based application development are also utilized. Informal vertical, horizontal, and diagonal communication is more frequently used by team leaders and team members during FWA as it is faster and provides more spontaneous responses. Managing the balance between formal and informal communication is crucial in FWA, particularly in maintaining productive and cohesive team relationships.BPS Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu satuan kerja yang melaksanakan uji coba perluasan FWA Badan Pusat Statistik. BPS mengadopsi sistem FWA untuk mendukung produktivitas pegawai dan keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan teknologi komunikasi yang dimediasi computer (CMC) dalam pelaksanaan penerapan FWA di BPS Provinsi Jawa Barat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis menggunakan Teori Hubungan Manusiawi dari Elton Mayo. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta kajian pustaka. Teknik analisis data dilakukan melalui proses pengumpulan, reduksi, penyajian data dan penarikan Kesimpulan. Validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaan FWA di BPS Provinsi Jawa Barat menggunakan teknologi CMC. Komunikasi vertikal dan formal sering dilakukan melalui rapat online menggunakan aplikasi Zoom atau Google Meet. Percakapan via chat, voice atau video call Whatsapp. Platform kolaborasi seperti google sheet dan pembanguna aplikasi berbasis web. Komunikasi vertikal, horizontal dan diagonal secara informal lebih sering digunakan ketua tim dan anggota tim saat FWA karena lebih cepat dan memberikan respon yang lebih spontan. Mengelola keseimbangan antara komunikasi formal dan informal menjadi sangat penting dalam FWA, terutama untuk menjaga agar hubungan sosial tim tetap produktif dan kohesif.