Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Komparatif Perilaku Komunikasi Verbal di Tempat Kerja Antara Generasi X dan Y di Gerai Pelayanan Operator Seluler Wilayah Priangan Timur Purwana*, Dodi; Wahyudin, Uud; Mirawati, Ira
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.26044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan perilaku komunikasi verbal di Tempat Kerja antar generasi X dan Y di gerai pelayanan operator selular. Komunikasi verbal dianggap sebagai cara berkomunikasi penting dalam lingkungan kerja. Akan tetapi, ternyata kemampuan komunikasi jenis ini tidak dimiliki oleh sebagian lulusan universitas yang akan memasuki dunia kerja. Sehingga potensi hambatan komunikasi dalam organisasi akan sangat mungkin terjadi. Hal ini perlu diantisipasi oleh perusahaan agar upaya pencapaian tujuan perusahaan tidak terganggu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan proportionate stratified random sampling. Pengambilan data dilakukan melalui pembagian kuesioner yang berisi pertanyaan mengenai pengalaman perilaku berkomunikasi karyawan di tempat kerja dengan berdasarkan variabel WCBI (Workplace Communication Behavior Inventory) yang dirumuskan oleh Keyton. Data yang diperoleh diproses dengan menggunakan program SPSS. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan perbedaan pola komunikasi verbal yang dikelompokan ke dalam parameter berbagi informasi, menjaga relasi, mengungkapkan emosi negatif dan pengorganisasian.
Integrated marketing communication of Batik Jambi Berkah to sustain the new normal era Nurizal, Hendri; Wahyudin, Uud; Rahmat, Agus
Manajemen Komunikasi Vol 8, No 1 (2023): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Faculty of Communication Sciences Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmk.v8i1.46882

Abstract

The combination of good strategies and techniques of IMC elements can make businesses survive during a pandemic and even thrive in the new normal era. That has successfully passed the pandemic and survived the new normal era by applying a digitalized integrated marketing communication without abandoning the traditional market. This research aims to describe the integrated marketing communication management of Batik Jambi Berkah as a way to survive in the new normal era. This research uses a descriptive qualitative approach and data analysis using the model of Miles and Huberman, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The concept used in this study is integrated marketing communication by Belch (2021). The results of this study reveal that the integrated marketing communication approach carried out consistently by Batik Jambi Berkah includes the planning, implementation and evaluation stages, which made it successfully pass through the pandemic. Entering the new normal era, Batik Jambi Berkah are participating in events and becoming sponsors to build a brand image and interact directly with consumers and potential customers. This study concludes that from time to time, IMC elements have an important role in communications, especially marketing. By adapting and developing elements of IMC, companies can improve communication effectiveness, strengthen brand images, and achieve maximum results in product marketing. The implications of this research are expected to be a reference for further research and an example for business actors, especially MSMEs, in managing IMC elements.
NCTzen Fandom Bandung Fanaticism on K-Pop Idol NCT Nuha, Mohammad Nadwa Ulin; Wahyudin, Uud; Gemiharto, Ilham
Indonesian Journal of Economics, Social, and Humanities Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ijesh.5.2.105-117

Abstract

The development of technology, the emergence of various K-Pop groups that began to bewitch the Indonesian people. One of them, a boy group made by SM Entertainment, namely NCT. The NCTzen phenomenon increasingly shows that the movement of the Korean entertainment industry is mushrooming in Indonesian society. This study aims to find out the motives, experiences, and meanings of fanaticism for NCTzen Bandung in liking NCT. Fanaticism comes from the meaning of being a fan, where "ism" which is an understanding or view is combined into a fanatical view. The research method used is a qualitative method with a phenomenological approach. The resource person in this study looked at the research subject who is NCTzen Bandung and has good experience in supporting NCT. The results showed that the motive for favoring NCT was during the pandemic and needed entertainment content during activities at home. The various behaviors that NCTzen has in support of NCT are streaming, buying physical albums, voting, buying official merchandise, and watching NCT concerts. The meaning of being part of NCTzen is to be able to provide happiness and become a support system as long as NCTzen lives its daily life.
STRATEGI KOMUNIKASI LINGKUNGAN DALAM MEMBANGUN KEPEDULIAN MASYARAKAT TERHADAP LINGKUNGAN Wahyudin, Uud
Jurnal Common Vol. 1 No. 2 (2017): Common
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.373 KB) | DOI: 10.34010/common.v1i2.576

Abstract

Environmental problems in Indonesia can not only be rescue and response to disaster. Collective awareness is required to simultaneously protect the environment. Thus, more serious efforts are required in building and increasing human awareness of the environment so as not to experience disturbance and degradation of environmental quality. This is where the environmental communication management aspect is to communicate awareness and awareness of society and industry to the environment. Environmental communication is required as an effort to communicate environmental sustainability through environmental communication strategies that can build awareness and awareness of society / industry to the environment.  Permasalahan lingkungan hidup di Indonesia tidak bisa hanya diselesaikan dengan upaya penyelamatan dan tanggap terhadap bencana saja. Diperlukan kesadaran kolektif untuk secara bersama-sama menjaga lingkungan hidup. Dengan demikian, diperlukan upaya yang lebih serius dalam membangun dan meningkatkan kepedulian manusia terhadap lingkungan hidup agar tidak terus terjadi kerusakan dan penurunan kualitas lingkungan. Disinilah pentingnya manajemen komunikasi lingkungan guna mengomunikasikan kesadaran dan kepedulian masyarakat dan industri terhadap lingkungan hidup. Diperlukan komunikasi lingkungan sebagai upaya mengomunikasikan kelestarian lingkungan hidup melalui strategi komunikasi lingkungan hidup yang dapat membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat/ industri terhadap lingkungan hidup.
PERAN HUMAS PEMERINTAH DALAM PEMASARAN CITY BRANDING MELALUI MEDIA MASSA Wahyudin, Uud; Erlandia, Dedi Rumawan
Jurnal Common Vol. 2 No. 2 (2018): Common
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.387 KB) | DOI: 10.34010/common.v2i2.1192

Abstract

Era globalisasi menuntut sebuah kota untuk mengelola citranya dan menjadikan citra itu sebagai komoditas, bersaing untuk menjadi yang terbaik. Media massa memainkan peran penting sebagai salah satu media pemasaran dalam membentuk city branding untuk sebuah kota. Dengan demikian, humas pemerintah harus melakukan komunikasi interaktif dengan media massa atau pers.Public Relations dan mitranya, media massa atau pers, tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Melalui media massa, Public Relations sebagai strategi promosi city branding dapat menyampaikan informasi tentang kota secara lebih komprehensif.Penerapan branding kota pemasaran melalui media massa oleh public relations pemerintah, dapat dilakukan dengan membuat profil kota / daerah yang harus disebarluaskan ke media massa di Indonesia dengan bahasa nasional, dengan desain yang menarik, sehingga mereka dapat dengan mudah menarik perhatian. Dalam praktik pemasaran atau promosi branding kota melalui media massa oleh humas pemerintah, setiap pemimpin daerah seperti walikota atau bupati harus diberi tanggung jawab untuk mempromosikan branding kota, terutama melalui media massa, baik cetak maupun elektronik. --------------------------------------------------------------------------------- The era of globalization requires a city to manage its image and make the image like a commodity, competing to be the best. Mass media plays an important role as one of the marketing media in forming city branding for a city. Thus, government public relations must make an interactive communication with the mass media or the press.Public Relations and its partners, mass media or the press, can not be separated from each other. Through mass media, Public Relations as a promotion strategy of city branding can convey information about a city more comprehensively.The application of marketing city branding through the mass media by government public relations, can be done by making a profile of the city/region that must be disseminated to the mass media in Indonesia with national language, with attractive designs, so that they can easily draw the attention. In the practice of marketing or promoting of city branding through the mass media by government public relations, every regional leader like a mayor or a regent must be given the responsibility to promote city branding, especially through mass media, both print and electronic.
Communication Strategy in the Implementation of Waste Management Public Policy in the Tasikmalaya District Hayati, Neni Nur; Wahyudin, Uud; Bajari, Atwar; Sjoraida, Diah Fatma
Jurnal Komunikasi Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v16i2.32931

Abstract

The lack of public awareness of waste management seems to be a never-ending problem. Tasikmalaya Regency is one of the areas in West Java that has received much attention for being a regency surrounded by garbage around the main road. This article aims to determine the government's communication strategy in implementing public policies related to waste management in Tasikmalaya Regency. This research uses a constructivist paradigm with a descriptive qualitative approach through observation and in-depth interviews. The results show that the local government has made a strong commitment through Tasikmalaya District Regulation Number 3 Year 2022 on Waste Management to solve the waste problem in Tasikmalaya. However, in its implementation, there are communication barriers, both internally and externally, that cause policy implementation to be far from the predetermined target because the socialization of rules, including education to the community, is not massive and maximum so that the messages conveyed do not change people's behavior. This condition has profound implications for the lack of citizen participation in overcoming and minimizing waste piles. Weak law enforcement is a problem, especially for industrial plastic waste producers. Infrastructure issues, including facilities such as waste transportation fleets, waste disposal facilities, human resources, and budget limitations, are still arduous for local governments. Environmental communication is the key to two-way interaction between the government, community, and stakeholders. 
Pengaruh Kredibilitas Jerome Polin Sebagai Brand Ambassador Instagram @Menantea.Toko Terhadap Minat Pembelian Yulisa, Fivi Permata; Wahyudin, Uud; Koswara, Iwan
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i3.7868

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh keahlian, sifat dapat dipercaya, daya tarik, kedinamisan dan keramahan Jerome Polin dengan menjadi brand ambassador secara parsial dan simultan terhadap minat beli konsumen terhadap produk “Menantea” melalui teori kredibilitas sumber milik Hovland, Janis dan Kelley. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode uji pengaruh korelasional. Populasi yang menjadi target penelitian adalah pengguna Instagram yang memberikan komentar terkait pesan yang disampaikan dalam postingan Instagram @jeromepolin dan @menantea.toko yang berjumlah 897 orang. Sampel yang diperoleh dengan menggunakan rumus Taro Yamane dan simple random sampling berjumlah 90 orang dengan cara menyebarkan kuesioner berupa Google Form melalui direct message Instagram. Kemudian analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan bantuan IBM SPSS 27. Penelitian ini menunjukkan bahwa kredibilitas Jerome Polin sebagai brand ambassador baik secara parsial meliputi keahlian, dapat dipercaya, daya tarik, kedinamisan dan keramahan dan secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen terhadap produk Menantea dengan besar pengaruh sebesar 93% dan sub variabel yang paling berpengaruh yaitu daya tarik.
Hate Speech Through Identity Politics On Social Media Ahead Of The 2024 Presidential Election Bajari, Atwar; Suryana, Asep; Wahyudin, Uud; Mulyana, Slamet; Rakhmaniar, Almadina
Jurnal Komunikasi Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v15i2.25836

Abstract

The debate surrounding the 2024 General Election in the virtual space, such as social media, has led netizens to exchange hate speech and heavy criticism regarding their respective support. Two groups have emerged: government supporters highlighting the successes of President Joko Widodo and those shifting their support to Anies Baswedan after Prabowo joined the government. Over time, this phenomenon has led to the proliferation of hate speech based on identities such as religion, ethnicity, and fanatical groups, potentially dividing public opinion. This study aims to explain the emergence of hate speech and the forms of hate speech based on identity politics leading up to the 2024 General Election. This study employs virtual ethnographic analysis (Virtual Ethnography) to observe tweets or statuses on selected accounts and the comments that arise from those tweets. The objects of analysis are the trends of words and phrases and the content within observed sentences or paragraphs. The research findings have been presented in the form of tabulation and categorization. The results show that comments and statuses containing hate speech always create bidirectional and multi-directional communication models among users. Hate speech often uses phrases and keywords that lead to insults, malicious accusations, curses, and accusing the opposing party of being stupid and evil. Based on this study, social media users must realize that the presidential campaign is a time to have different choices but remain aware of the same nation. Users need to develop an awareness of social media ethics. Enforcing rules against those who spread hate speech is key for every actor involved.
Komunikasi Kesehatan PKK Dalam Menangani Kasus Stunting di Kecamatan Curug Kota Serang Firdausi, Indrianti Azhar; Wahyudin, Uud
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2025): Bantenese: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/ps2pm.v7i1.10627

Abstract

Isu stunting masih menjadi program pemerintah karena prevalensinya yang masih tinggi, meskipun terjadi penurunan namun belum siginifkan secara nasional. Stunting merupakan gangguan pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi kronis yang berdampak pada perkembangan fisik, kognitif dan kesehatan anak dalam jangka waktu yang panjang. Namun di sejumlah daerah seperti di Banten terjadi penuruan stunting. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dalam komunikasi kesehatan sebagai upaya penanganan dan pencegahan stunting di Kecamatan Curug Kota Serang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan TP PKK Kecamatan Curug memiliki peran penting dalam program pengentasan stunting melalui konsep komunikasi kesehatan memastikan pesan-pesan kesehatan dapat diakses, dipahami, dan diimplementasikan oleh khalayak yang dituju. Komunikasi kesehatan berperan membentuk perilaku dan keputusan terkait kesehatan. Melalui konsep tersebut dilakukan berbagai kegiatan seperti penyuluhan, pendampingan, mengelola dapur gizi untuk pemberian makanan tambahan bagi anak dengan risiko stunting. Selain itu, terdapat tanntangan dalam pelaksanannya yaitu kurangnya kesadaran masyarakat akan kesehatan, adanya keterbatasan sumber daya, dan data stunting yang kurang akurat.  
Integrasi Komunikasi Lingkungan dan Kebijakan Publik dalam Program Energi Terbarukan di Desa Benteng Gajah Arsyad, Andi Asy’hary J.; Ashariana, Ashariana; Wahyudin, Uud
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i3.599

Abstract

Abstrak ditulis secara singkat dan faktual, meliputi tujuan penelitian, metode penelitian, hasil dan kesimpulan. Abstrak ditulis dalam satu paragraf; ditulis dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris); panjang abstrak berkisar antara 150 - 200 kata. Hindari rujukan dan singkatan yang tidak biasa. Time News Roman 10, dengan spasi satu baris (1) spasi. Dalam bahasa Indonesia Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana integrasi antara komunikasi lingkungan dan kebijakan publik desa berkontribusi dalam mendorong adopsi inovasi berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Benteng Gajah, Kabupaten Maros. Studi ini berfokus pada dua aspek utama: peran komunikasi partisipatif dalam membentuk perubahan persepsi masyarakat terhadap limbah menjadi sumber daya, serta peran kebijakan publik yang bersifat fasilitatif dalam mendukung inisiatif energi dan pengelolaan sampah berbasis komunitas. Menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi dalam forum desa dan kegiatan KKN, serta studi dokumentasi. Analisis dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang bersifat dialogis, informal, dan berbasis keteladanan berhasil mengubah makna kolektif terhadap kotoran ternak dan mendorong adopsi teknologi biogas di tingkat rumah tangga. Sementara itu, kebijakan publik yang dirancang oleh pemerintah desa tidak hanya memberi legitimasi terhadap inisiatif warga, tetapi juga menyediakan sumber daya, kelembagaan, dan struktur koordinasi yang memperkuat keberlanjutan program lingkungan. Sinergi antara strategi komunikasi dan kebijakan publik menciptakan ekosistem kolaboratif yang mendorong transformasi sosial-ekologis di tingkat lokal.