Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pengaruh Content Marketing terhadap Minat Beli Produk Instaperfect pada followers akun TikTok @Instaperfect_id melalui Attitude Towards The Brand dan Attitude Towards The Advertisement Zain, Nada Khalishah; Wahyudin, Uud; Setiaman, Agus
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 4 No. 3 (2024): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v4i3.1460

Abstract

The rapid growth of the cosmetic industry in Indonesia has led to unavoidable competition. The intense business competition at the moment poses a challenge for companies to stay competitive in the industry. This competition forces manufacturers to compete in creating innovative and varied products to satisfy their consumers. Therefore, companies need to pay more attention to the interests and needs of consumers in marketing their products to influence consumer purchasing interest. This study aims to analyze the influence of Instaperfect marketing content on the purchasing interest of Instaperfect products through brand attitude and attitude towards advertisements. The research respondents were taken from 84 followers of the TikTok account @Instaperfect_id who had commented on posts from March 2023 to May 2023. Data collection methods used a questionnaire with a scale from one to five (1-5). The analysis method used was path analysis to test hypotheses and to test the influence of mediating variables that mediate between independent and dependent variables. The results of the study show a significant influence of marketing content on purchasing interest, brand attitude, attitude towards advertisements, purchasing interest through brand attitude, and purchasing interest through attitude towards advertisements.
The experience of interacting: Learning communication for deaf students Rengganis, Linangkung Diah Ayu; Suryana, Asep; Wahyudin, Uud; Yati, Sri Eka; Santoso, Budi
Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2023): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No.152/E/KPT/2023
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/bricolage.v9i1.3890

Abstract

In the school environment in addition to studying teaching materials, deaf students also explore a variety of vocabulary. Teachers have a more role, in addition to helping students' understanding of communication teaching materials, it is also needed as a means of enriching vocabulary, including honing students in understanding oral communication, namely reading lip movements. The hope is that when deaf people can understand vocabulary and sign language, communication with sign language becomes equivalent to vocal communication in general which can make them confident in communicating with anyone. During the process, everything cannot be separated from the teacher's intervention in educating, exposing the material, and honing the potential of his students. Based on this phenomenon, researchers will examine the meaning of learning communication in teachers towards deaf people as research objects. This study aimed to determine the learning communication experience of deaf students at SLBN Cicendo, Bandung. It uses Symbolic Interaction Theory developed by George Herbert Mead as a guide. The approach used in this study is qualitative with a phenomenology method. The data in this study were obtained through observation, in-depth interviews, and a literature study. The results of this study indicate that learning communication in deaf students begins with the things closest to the children. These things can be experiences or what the child is thinking. The teacher as a teacher will lead the opinion on the material to be taught at that time. Then the teaching given is also adjusted to the abilities possessed by each child. The conclusion of this research is the provision of teaching materials to deaf students guided by individual learning. How to find out the best learning techniques for deaf students are obtained through the experience of interacting between classroom teachers and students. 
PELATIHAN PENINGKATAN LITERASI MEDIA SOSIAL UNTUK MEREDUKSI UJARAN KEBENCIAN BERBASISS KELOMPOK GENERASI MUDA DAN SEKOLAH DI KABUPATEN PANGANDARAN: PELATIHAN PENINGKATAN LITERASI MEDIA SOSIAL UNTUK MEREDUKSI UJARAN KEBENCIAN BERBASISS KELOMPOK GENERASI MUDA DAN SEKOLAH DI KABUPATEN PANGANDARAN Bajari, Atwar; Suryana, Asep; Wahyudin, Uud; Mulyana, Slamet
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i3.59

Abstract

Peningkatan pelemparan ujaran kebencian dalam ruang media sosial semakin mengkhawatirkan. Para penggunan, semakin mudah terpancing untuk merespon dan mengirimkan ujaran kebencian yang berkaitan dengan isu-isu tertentu yang dianggap tidak sesuai dengan jalan pemikiran public/netizen. Para pengguna media sosial yang bersetru mudah sekali menggunakan kata atau frase yang merendahkan, mengumpat, memfitnah dan memprovokasi pihak-pihak yang tidak disukai mereka atau berbeda pandangan dengan mereka. Sebagai contoh, ketika pemerintah meluncurkan program penanganan pandemic Covid 19, seperti bantuan sosial (bansos), penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis, penguatan ekonomi, program AKB dan penutupan rumah-rumah peribadatan, memancing reaksi publik di ruang media sosial. Tokoh-tokoh yang menjelaskan program-program seringkali mendapatkan perundungan, pelecehan dan hinaan, bahkan fitnah dalam bentuk ujaran kebencian. Oleh karena itu, selama masa pandemic telah bermunculan ujaran kebencian dan hoaks yang ditujukan untuk menyerang kebijakan pemerintah atau menyerang golongan tertentu yang secara khusus muncul berkaitan dengan pandemic Covid 19. Para pihak yang terlibat dalam perseteruan ujaran kebencian ini ternyata mereka yang “dekat” dengan penggunaan media sosial yaitu kelompok generasi muda yang literer dengan media sosial termasuk siswa siswi sekolah dan hal itu ternyata hampir berlaku di seluruh wilayah baik di perkotaan maupun perdesaan. Pelatihan ini bertujuan untuk dapat meningkatkan literasi kelompk generasi muda dan sekolah dalam penggunaan media sosial dan terhindar dari ujaran kebencian atau setidaknya dapat mereduksi ujaran kebencian di kalangan mereka.
PELATIHAN PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN DALAM MENDISIPLINKAN MASYARAKAT MEMATUHI PROTOKOL KESEHATAN DI KABUPATEN PANGANDARAN: PELATIHAN PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN DALAM MENDISIPLINKAN MASYARAKAT MEMATUHI PROTOKOL KESEHATAN DI KABUPATEN PANGANDARAN Wahyudin, Uud; Arifin, Hadi Suprapto; Gemiharto, Ilham; Setiaman, Agus
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i3.70

Abstract

Berbagai fakta menunjukkan,bahwa meningkatnya kasus terinfeksi corona Covid 19 disebabkan oleh tidak disiplinnya masyarakat dalam mematuhi 5M protokol kesehatan, maka sudah saatnya pemerintah dalam setiap melakukan komunikasi publik berperan dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Literasi kesehatan masyarakat mengenai pandemi Covid-19 akan meningkat, bila masyarakat berdisiplin dalam menjaga jarak dan mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas dan interaksi. Pelatihan lietasi kesehatan dalam mendisiplinkan masyarakat dalam mematuhi protocol kesehatan merupakan salah satu upaya yang dilakukan agar penanggulangan pandemic covid 19 dapat segera terselesaikan sehingga kita bebas dari covid sehingga kehidupan sehari-hari dapat berlangsung secara normal.
Pemanfaatan Teknologi dan Komunikasi dalam Penerapan Flexible Working Arrangement (FWA) Badan Pusat Stastik Provinsi Jawa Barat Hariani, Marisa; Wahyudin, Uud; Gemiharto, Ilham
REFORMASI Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i2.6717

Abstract

 The West Java Provincial BPS (Statistics Indonesia) is one of the work units conducting a pilot test for the expansion of Flexible Work Arrangements (FWA) at Statistics Indonesia. BPS has adopted the FWA system to support employee productivity and work-life balance. This study aims to examine the utilization of computer-mediated communication (CMC) technology in the implementation of FWA at the West Java Provincial BPS. The research uses a qualitative descriptive approach with analysis based on Elton Mayo's Human Relations Theory. Data was collected through interviews, observations, documentation, and literature review. Data analysis was carried out through the processes of data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing. Data validity was ensured using source triangulation. The results show that the use of technology in the implementation of FWA at the West Java Provincial BPS involves CMC technology. Vertical and formal communication is often conducted through online meetings using applications such as Zoom or Google Meet, as well as via chat, voice, or video calls on WhatsApp. Collaborative platforms like Google Sheets and web-based application development are also utilized. Informal vertical, horizontal, and diagonal communication is more frequently used by team leaders and team members during FWA as it is faster and provides more spontaneous responses. Managing the balance between formal and informal communication is crucial in FWA, particularly in maintaining productive and cohesive team relationships.BPS Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu satuan kerja yang melaksanakan uji coba perluasan FWA Badan Pusat Statistik. BPS mengadopsi sistem FWA untuk mendukung produktivitas pegawai dan keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan teknologi komunikasi yang dimediasi computer (CMC) dalam pelaksanaan penerapan FWA di BPS Provinsi Jawa Barat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis menggunakan Teori Hubungan Manusiawi dari Elton Mayo. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta kajian pustaka. Teknik analisis data dilakukan melalui proses pengumpulan, reduksi, penyajian data dan penarikan Kesimpulan. Validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaan FWA di BPS Provinsi Jawa Barat menggunakan teknologi CMC. Komunikasi vertikal dan formal sering dilakukan melalui rapat online menggunakan aplikasi Zoom atau Google Meet. Percakapan via chat, voice atau video call Whatsapp. Platform kolaborasi seperti google sheet dan pembanguna aplikasi berbasis web. Komunikasi vertikal, horizontal dan diagonal secara informal lebih sering digunakan ketua tim dan anggota tim saat FWA karena lebih cepat dan memberikan respon yang lebih spontan. Mengelola keseimbangan antara komunikasi formal dan informal menjadi sangat penting dalam FWA, terutama untuk menjaga agar hubungan sosial tim tetap produktif dan kohesif. 
KARAKTERISTIK DAN PERAN KYAI DALAM SOSIALISASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI PESANTREN Wahyudin, Uud; Setiaman, Agus
Manajemen Komunikasi Vol 3, No 2 (2019): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Faculty of Communication Sciences Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.002 KB) | DOI: 10.24198/jmk.v3i2.20637

Abstract

Penelitian yang berjudul faktor-faktor karakteristik dan peranan kyai dalam sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pesantren ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan peranan kyai dalam sosialisasi PHBS. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menguji hubungan antar variabel untuk memperoleh hubungan antara faktor-faktor internal, faktor-faktor eksternal, pengetahuan dan sikap kyai terhadap PHBS dengan tingkat peranannya dalam sosialisasi PHBS di pesantren. Data diperoleh dengan penyebaran angket ke sejumlah kyai di beberapa pesantren di Kecamatan Jampang Tengah dengan menggunakan teknik sampling strata proporsional. Dari penelitian ini diharapkan akan muncul beberapa hubungan antara karakteristik dan peranan kyai dalam sosialisasi PHBS di pesantren. Sehingga memberikan gambaran mengenai kondisi kyai dalam peranannya sebagai komunikator sosialisasi PHBS di pesantren yang kemudian pada gilirannya gambaran ini diharapkan dapat dijadikan rujukan pengambil keputusan bidang kesehatan dalam melakukan kampanye komunikasi PHBS di institusi pendidikan/ pesantren secara lebih baik agar dapat menjadi komunikator kesehatan yang lebih persuasif.
Etika praktik product placement dalam film Ayat-Ayat Cinta 2 El Karimah, Kismiyati; Syafitri, Putri Intan Ewie; Wahyudin, Uud
Manajemen Komunikasi Vol 4, No 1 (2019): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Faculty of Communication Sciences Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.32 KB) | DOI: 10.24198/jmk.v4i1.23478

Abstract

Product placement sudah tidak dapat dihindari dari perfilman Indonesia karena dibutuhkan untuk membantu biaya produksi film. Namun, product placement terkadang terlalu berlebihan sehingga dapat mengganggu cerita. Salah satu film Indonesia yang mengandung product placement yang cukup banyak serta memaksa, yaitu Ayat-Ayat Cinta 2. Film ini menyisipkan berbagai iklan produk dan/atau merek dalam beberapa adegan yang dapat mengaburkan makna produk dan film. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik product placement yang terdapat dalam film Ayat-Ayat Cinta 2 dilakukan. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes di mana pada tataran pertama dan kedua dibandingkan dengan peraturan dan etika product placement dalam periklanan. Analisis ini dapat mengidentifikasi makna denotatif, makna konotatif, dan mitos pada setiap adegan yang menampilkan product placement, maka dapat dilihat apakah praktik yang dilakukan sesuai atau tidak dengan etika beriklan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa makna denotatif menjadi pengabur ketika makna dan konteks tidak saling berkaitan. Sedangkan makna konotatif menjadi pengabur ketika makna adegan yang disisipi iklan sponsor mengalami perubahan makna. Mitos menjadi pengabur ketika positioning produk yang ditampilkan tidak sesuai dengan fakta produk yang sebenarnya.
MAPPING THE RESEARCH LANDSCAPE OF TOURISM VILLAGES BRANDING: A BIBLIOMETRIC ANALYSIS Maulida, Assyifa; Wahyudin, Uud; Gumilar, Gumgum; Setianti, Yanti
Jurnal Belantara Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Forestry Study Program University Of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbl.v9i1.1133

Abstract

Tourism village integrate natural beauty, cultural heritage, and local traditions, requiring strategic and distinctive branding to enhance their appeal to both domestic and international tourists. This study aims to map the research landscape of tourism village branding through a bibliometric analysis of scientific publications indexed in Scopus from 1995 to 2024. A total of 300 documents were initially identified, which were reduced to 208 after data cleaning. The final dataset was analysed and visualised using Bibliometrix-Biblioshiny and VOSviewer to examine research performance and science mapping. This study explores trends in publication and citation growth, most influential journals and authors, citation metrics, and distribution patterns based on Bradford’s and Lotka’s Laws. Science mapping includes three-field plot visualisation, thematic evolution, conceptual structure networks, research positioning, overlay visualisation, and density mapping. The results reveal a steady increase in scholarly attention, particularly in areas concerning sustainability, destination image, and digital branding approaches. However, gaps remain in topics such as marketing communication and tourism village branding integration, indicating the need for further exploration. This study concludes that the field holds significant research potential, especially in strengthening global collaboration and integrating digital strategies into tourism village branding. The findings offer practical insights for academics and practitioners in developing more impactful and sustainable branding initiatives.