Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Digital Kalkulator Lingkar Lengan Atas Ibu Hamil Suryadi, Aris; Wahyuni, Yuli; Alfrieda, Nyanyu Siti Aminah Lily; Puspita, Ari; Nugroho, Antonius Ariyo
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 17 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v17n1.2215

Abstract

Pengukuran status gizi mudah dan praktis menggunakan alat ukur yaitu pita pengukur lingkar lengan atas. Di Indonesia, perhitungan lingkar lengan atas menggunakan cara yang masih manual dan bisa saja terjadi salah hitung, ini merupakan indikator risiko kekurangan energi kronis. Kekurangan energi kronis dapat dialami wanita usia subur umur 1545 tahun sejak remaja kemudian berlanjut pada masa kehamilan dan menyusui akibat cadangan energi dan zat gizi yang rendah. Dampak jangka panjang gizi makro pada wanita usia subur dan ibu hamil dengan kekurangan energi kronis adalah melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Dari permasalahan tersebut dibuat alat kalkulator Lingkar Lengan Atas Ibu Hamil digital portabel berbasis mikrokontoler. Perhitungan dilakukan secara digital dimana datadata dimasukan di proses melalui mikrokontoler yang akan ditampilkan dilayar LCD berupa hasil akhir sehingga dapat memperkiran nilai gizi ibu hamil dan juga dapat memperkirakan bayi mengalami resiko kurang energi kronis dan bayi dengan berat badan lahir rendah. Hasil yang didapat dari Dari 20 data yang telah di proses oleh kalkulator lingkar lengan atas ibu hamil rata-rata ibu hamil memiliki lingkar lengan 26 sampai 28 cm dengan hasi persentase 91,23 persen-98,25persen yang termasuk kategori normal. Kata kunci lingkar lengan atas, ibu hamil, gizi, mikrokontroler, digital.
The Academic Triangle Implementation in Bogor New Normal Batik Village as a Collaborative Learning Center Tosida, Eneng Tita; Andria, Fredi; Warnasih, Siti; Utami, Novi Fajar; Sukmanasa, Elly; Ardiansyah, Deden; Harsani, Prihastuti; Achmad, Dinar Munggaran; Wahyuni, Yuli
International Journal of Ethno-Sciences and Education Research Vol. 2 No. 1 (2022): International Journal of Ethno-Sciences and Education Research (IJEER)
Publisher : Research Collaboration Community (Rescollacom)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46336/ijeer.v2i1.236

Abstract

The main objective of this study is build the new normal bogor batik village which is integrated with collaborative learning, so as to create the academic triangle ecosystem. The academic triangle is cyclical in nature, which continues as an ecosystem of education, research and entrepreneurship (not only being an entrepreneur but an entrepreneurial spirit that never gives up in the face of all obstacles). This cycle involves lecturers and students who at the same time have a positive impact on improving the social economy and strengthening local culture. Hopefully, in the end, the ecosystem can become a laboratory for strengthening the academic triangle
Implementasi Teknologi Laser Pengukur Lemak Makanan untuk Edukasi Kesehatan dan Pemberdayaan Pola Makan Sehat di Posyandu Merpati Desa Pagelaran Handayani, Marybet Tri Retno; Wahyuni, Yuli; Elfrieda, Nyayu Siti Aminah Lily
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1903

Abstract

Pola konsumsi makanan tinggi lemak merupakan salah satu faktor utama meningkatnya risiko penyakit degeneratif seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap kandungan lemak makanan menjadi tantangan dalam upaya promotif dan preventif kesehatan berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan teknologi laser dan mikrokontroler pada alat pengukur lemak makanan sebagai media edukasi kesehatan dan pemberdayaan pola makan sehat di Posyandu Merpati Desa Pagelaran. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan kader, penerapan teknologi, pendampingan, serta evaluasi menggunakan pendekatan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pola makan sehat serta peningkatan kapasitas kader dalam menggunakan teknologi edukasi berbasis alat. Implementasi alat pengukur lemak makanan memberikan pengalaman edukasi interaktif sehingga masyarakat dapat memahami secara langsung kandungan lemak makanan yang dikonsumsi. Program ini berkontribusi dalam meningkatkan literasi gizi masyarakat dan memperkuat peran Posyandu sebagai pusat edukasi kesehatan berbasis teknologi. Model pengabdian ini berpotensi direplikasi di wilayah lain sebagai inovasi edukasi kesehatan berbasis teknologi tepat guna.
Implementation of an IoT-Based Smart Health Mirror to Enhance Community Health Awareness at Posyandu Cempaka, Pagelaran Village SaƔdah, Aas; Wahyuni, Yuli; Elfrieda, Nyayu Siti Aminah Lily
Unram Journal of Community Service Vol. 7 No. 1 (2026): March
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v7i1.1552

Abstract

Community health is a crucial aspect of improving quality of life, particularly through the role of Posyandu (Integrated Health Service Post) as a primary healthcare service at the village level. However, low public awareness of conducting independent health check-ups remains a significant challenge, especially in areas with limited facilities and digital literacy. This community engagement program aimed to enhance community health awareness through the implementation of an Internet of Things (IoT)-based Smart Health Mirror at Posyandu Cempaka RW 05, Pagelaran Village. The implementation methods included socialization activities, cadre training, technology deployment, and evaluation using a pre-test and post-test approach, followed by a three-month monitoring and mentoring phase. The results indicated an improvement in community health literacy, with the average score increasing from 62.4 (pre-test) to 81.7 (post-test), representing a 31% improvement. The implementation of the Smart Health Mirror also encouraged greater community participation in self-health monitoring and strengthened the function of Posyandu as a technology-supported health service center. Overall, this program contributed to improving the quality of community health services and has the potential to be replicated in other Posyandu as a model for technology-based community engagement initiatives.