Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENYULUHAN TENTANG PROTOKOL KESEHATAN BAGI MASYARAKAT UNTUK MENCEGAH TERJADINYA PENYEBARAN VIRUS CORONA DI UPTD PUSKESMAS SYAMTALIRA BAYU KABUPATEN ACEH UTARA subki, subki; Hafsah Us, Hafsah Us; Myrna Lestari AB, Myrna Lestari AB; Aida Fitriani, Aida Fitriani; Sirajus Savina, Sirajus Savina; Nurul Akla, Nurul Akla
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Abdimas ITEKES Bali Terbitan Mei 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v1i2.377

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan jumlah kasus Covid-19 berlangsung cukup cepat,dan telah menyebar ke berbagai Negara dalam waktu yang cepat. Sampai dengan 9 Juli 2020, WHO melaporkan 11.840.226 kasus konfirmasi dengan 545.481 kematian di seluruh dunia (Case Fatality Rate/CFR 4,6%). Indonesia pertama kali melaporkan kasusnya pada tanggal 2 Maret 2020. Di Indonesia kasus Covid-19 meningkat dan menyebar dengan cepat di seluruh provinsi, kabupaten/kota diseluruh wilayah Indonesia. Pada tanggal 9 Juli 2020 Kementrian Kesehatan Republik Indonesia melaporkan 70.736 kasus konfirmasi Covid-19 dengan 3.417 kasus meninggal (CFR, 4,8%) (Kemenkes RI, 2020a). Tujuan :Untuk mencegah terjadinya penularan dalam skala luas dan dapat menimbulkan beban besar terhadap aktifitas pelayan kesehatan seperti halnya puskemas Syamtalira Bayu Aceh Utara Metode : Metode atau bentuk kegiatan yang digunakan adalah program pendidikan masyarakat melalui Edukasi Protokol kesehatan bagi masayarakat untuk mencegah terjadinya virus-Corona di puskemas Syamtalira Bayu Aceh Utara yang dilakukan 1 hari kegiatan Hasil: Kegiatan dilakukan di Puskemas Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara dengan 60 peserta yang berkunjung dengan hasil sebahagian besar pengetahuan adalahkurang(52,%). Setelah diberikan EdukasiProtokol Kesehatan, pengetahuan peserta meningkat yaitu berpengetahuan baik sebesar 73, %. Kesimpulan: Setelah diberikanpendidikan melalui Edukasi protokol kesehatan pada masyarakat terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 18,% Kata Kunci : Protokol Kesehatan, Masyarakat, Virus-Corona
SOSIALISASI SIAGA BENCANA GEMPA PADA SISWA SEKOLAH SUKMA BANGSA LHOKSEUMAWE ., Yusrawati; Hayati, Mawar; Dewi, Fitriana; Fitriani, Aida; Mauyah, Nizan; ., Subki; Wulandari, Putri; Hayati, Nuri
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v2i1.449

Abstract

Bumi semakin tua, kerusakan alam semakin parah baik karena eksploitasi manusia maupun karena faktor dari alam itu sendiri.Pendidikan mitigasi bencana harus diajarkan sejak dini, siswa-siswa sekolah perlu dibekali pengetahuan agar mereka mengetahui langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana terutama bencana gempa bumi.Tujuan pengabdian ini untuk menumbuhkan budaya sadar bencana dan siaga gempa untuk mitigasi dan kesiapsiagaan siswa Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe. Metode pengabdian adalah dilaksanakan di Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe pada bulan September 2022. Kegiatan ini dihadiri perwakilan siswa. Media penyampaian materi seperti laptop, proyektor, remote kontrol, betere, micropon, alat tulis kantor. Tahap kegiatan mulai persiapan, koordinasi, pelaksanaan, demontrasi dan evaluasi. Hasil kegiatan ini kegiatan dihadiri oleh 35 orang. Metode penyuluhan sokraktik telah dilaksanakan dan demontrasi diikuti peserta dengan baik dan aktif. Sehingga bisa disimpulkan remaja di Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe yang diwakili sebanyak 35 siswa telah mengikuti kegiatan penyuluhan sadar bencana dan siaga gempa. Keterlibatan remaja sangat aktif dan tujuan pengabdian ini telah terlaksana. Kata kunci :Mitigasi, remaja, siaga bencana.
THE RELATIONSHIP OF SOCIAL SUPPORT WITH THE EVENT OF DEPRESSION POSTPARTUM Hafsah Hafsah; Subki Subki; Myrna Lestari; Ernita Ernita
Jurnal Smart Kebidanan Vol. 11 No. 1 (2024): JUNE 2024
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jzbb4j59

Abstract

Women are prone to experiencing depression, especially in the postpartum phase. The postpartum period refers to the postpartum phase, where the reproductive organs and body systems undergo the process of returning to their pre-pregnancy form. This period begins immediately after the baby is born and lasts up to 6 weeks (40 days). This study aims to determine the relationship between social support and postpartum events. This research uses a quantitative research design with cross sectional techniques. The research focused on postpartum mothers who lived in the Mainland Work Area Health Center, North Aceh Regency. The sample was determined using a simple random sampling method, namely 60 respondents using the Slovin formula. The results of the research show that there is a relationship between social support (p-value 0.001<0.05) and the incidence of postnatal depression in the Pasir Tanah Community Health Center working area.
Pemanfaatan Media Sosial Pada Remaja Putri Dalam Mengatasi Masalah Kesehatan Reproduksi di SMA Negeri 6 Kota Lhokseumawe Subki; Nizan Mauyah; Hafsah Us; Elvieta
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 1 (2025): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i1.108

Abstract

Masa remaja merupakan fase krusial dalam perkembangan manusia, di mana remaja putri menghadapi berbagai tantangan terkait kesehatan reproduksi, termasuk keterbatasan akses terhadap informasi yang valid. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pemanfaatan media sosial oleh remaja putri dalam mengakses informasi kesehatan reproduksi, mengetahui jenis platform yang paling sering digunakan, serta mengevaluasi persepsi terhadap validitas informasi tersebut. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 62 siswi SMA Negeri 6 Kota Lhokseumawe. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58.1% responden memanfaatkan media sosial dengan baik untuk memperoleh informasi kesehatan reproduksi, dengan Instagram (46.8%) dan TikTok (29%) sebagai platform paling dominan. Sebagian besar responden (53.2%) menilai informasi yang diperoleh cukup valid, meskipun belum sepenuhnya dapat dipercaya. Kesimpulan penelitian bahwa media sosial memiliki potensi besar sebagai sarana edukasi kesehatan reproduksi remaja putri, namun dibutuhkan intervensi edukatif dan peningkatan literasi digital agar informasi yang dikonsumsi bersifat akurat dan bermanfaat.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN DENGAN MEDIA BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PENCEGAHAN DIABETES MELLITUS PADA REMAJA DI SMA NEGERI I SAMUDERA KABUPATEN ACEH UTARA Hamid, Syahabuddin; Yusra, Ainil; Subki, Subki
Indonesian Trust Health Journal Vol 8 No 1 (2025): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v8i1.352

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is one of the non-communicable diseases that is the biggest global emergency health problem in the 21st century. The prevalence of DM in Indonesia reached 19.5 million in 2021 and is ranked fifth in the world. This disease is not only experienced by early to late adulthood but is also prevalent among adolescents, and the mortality rate of diabetes mellitus (DM) in Indonesia is predicted to reach 58% by the year 2045 Efforts to control and prevent diabetes mellitus correctly and appropriately can be realized by making changes to healthy lifestyle behaviors through increasing public knowledge, especially adolescents, by providing health education about DM. This study was conducted to determine the effect of health education through booklet on knowledge and attitudes about preventing DM in adolescents. The study was conducted at SMA Negeri I Samudera, North Aceh Regency. The research design used was a quasi-experimental method with a pretest and posttest method in one group. The sampling technique was carried out randomly with a sample size of 74 students. Data collection was carried out using a questionnaire in the form of a link distributed to respondents, then the data was analyzed using a statistical test t-test with a confidence interval of 95%. The results of the Paired Sample T-Test on knowledge showed a p-value of 0.000 (p < 0.05), and for respondents' attitudes, the p-value obtained was 0.001 (p < 0.005). Therefore, it can be concluded that the use of booklets in health education has a significant effect on knowledge and attitudes regarding diabetes mellitus prevention among adolescents. Abstrak Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan kedaruratan global terbesar di abad 21. Prevalensi DM di Indonesia mencapai 19,5 juta pada tahun 2021 dan menduduki urutan kelima dunia. Penyakit ini tidak hanya diderita oleh dewasa awal hingga akhir lansia tetapi juga rentan terjadi pada remaja dan angka kematian DM di Indonesia diprediksikan mencapai 58% pada tahun 2045. Upaya pengendalian dan pencegahan diabetes mellitus secara benar dan tepat dapat diwujudkan dengan melakukan perubahan perilaku pola hidup sehat melalui peningkatan pengetahuan masyarakat khususnya remaja dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang pencegahan penyakit DM. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan menggunakan media booklet terhadap pengetahuan dan sikap pencegahan penyakit DM pada remaja. Penelitian dilakukan di SMA Negeri I Samudera Kabupaten Aceh Utara. Desain penelitian yang digunakan yaitu quasi eksperiment dengan metode pretest dan posttest pada satu kelompok. Tehnik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah sampel 72 orang siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dalam bentuk link yang disebarkan kepada responden kemudian data dianalisis dengan menggunakan uji statistik t-test dengan interval kepercayaaan 95%. Hasil uji Paired Sample T-Test terhadap pengetahuan diapatkan niai p value sebesar 0,000 (p value < 0.05) dan terhadap sikap responden nilai p value yang didapat sebesar 0,001 (p <0,005) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan penggunaan booklet dalam edukasi kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap pencegahan diabetes mellitus pada remaja.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA LUKA BAKAR RINGAN DI DESA TANJONG MULIENG KECAMATAN SYAMTALIRA ARON Syahabuddin, Syahabuddin; Yusra, Ainil; Subki, Subki
Indonesian Trust Health Journal Vol 6 No 1 (2023): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v6i1.141

Abstract

Burns are damage to the body's skin caused by heat trauma or cold trauma (frost bite). According to WHO the highest incidence of burns in the Southeast Asia region, 27% of the global total die and almost 70% women. The prevalence of burns in Indonesia is 2.2%. The highest burn rate in developing countries occurs in women, while in developed countries it is highest in men. Most, approximately 80% of burn injuries occur at home and 20% occur in the workplace. Delay in handling or ignorance of treatment of burns can cause disability and even death. The aim of this study is to describe the knowledge and attitudes of mothers regarding first aid for burns in Tanjong Mulieng Village. This type of research is quantitative with a descriptive survey design. The sample in this study was 95 people using purposive sampling method. The results showed that in general the knowledge of mothers in Tanjong Mulieng village was still in the sufficient category of 47.4% (45 people) and the attitude of the mothers in first aid for burns was in the sufficient category of 51.6% while most of them were still using toothpaste that is equal to 52.6%. Abstrak Luka bakar merupakan kerusakan kulit tubuh yang disebabkan oleh trauma panas atau trauma dingin (frost bite). WHO menyebutkan bahwa wanita di wilayah Asia Tenggara mempunyai angka kejadian luka bakar yang tertinggi, 27% dari angka keseluruhan secara global meninggal dunia dan hampir 70% diantaranya adalah wanita. Prevalensi luka bakar di Indonesia adalah 2,2%. Tingkat luka bakar tertinggi di negara berkembang terjadi pada kalangan perempuan sedangkan di negara maju tertinggi pada laki-laki. Sebagian besar sekitar 80% cidera luka bakar terjadi di rumah dan 20% terjadi di tempat kerja. Keterlambatan penanganan atau ketidaktahuan penanganan luka bakar dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengetahuan dan sikap ibu tentang pertolongan pertama pada luka bakar di Desa Tanjong Mulieng. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif survey. Sample pada penelitian ini berjumlah 95 orang dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan secara umum pengetahuan ibu–ibu di desa Tanjong Mulieng masih dengan kategori cukup sebanyak 47,4% (45 orang) dan sikap ibu-ibu dalam pertolongan pertama pada luka bakar berada pada kategori cukup sebanyak 51,6% sedangkan sebagian besar masih menggunakan pasta gigi yaitu sebesar 52,6%.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENINGKATAN CAKUPAN IMUNISASI CAMPAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BLANG MANGAT KOTA LHOKSEUMAWE Jalil, Subki Abdul; Mauyah, Nizan; Syahabuddin, Syahabuddin
Indonesian Trust Health Journal Vol 7 No 1 (2024): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v7i1.232

Abstract

Measles is a very contagious disease. Measles is an important cause of death in children throughout the world. Pre-school and elementary school children are vulnerable to contracting measles. Measles is caused by viruses from the genus Morbillivirus and belongs to the Paramyxovirus group. Measles is also called morbilli or measles. Measles is transmitted through air contaminated with droplets from the nose, mouth or throat of an infected person. In 2020, the spread of suspected measles cases occurred in almost all provinces of Indonesia. There were 3,382 suspected measles cases, a decrease compared to 2019, namely 8,819 cases. The highest number of suspected measles cases were in the provinces of Central Java (680 cases), DKI Jakarta (596 cases), and DI Yogyakarta (408 cases), West Java (323 cases) and Aceh (233 cases). (Kemenkes RI, 2021). This study aims to analyze the relationship between maternal characteristics and information sources with measles immunization. The respondents were 62 mothers who visited the Blang Mangat Community Health Center, Blang Mangat District, Lhokseumawe City using the Accidental Sampling technique. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the Chi Square Test and Fisher's Exact Test at α = 5%. The results showed that the factors age (p=0.306), occupation (p=0.116), income (p=1,000) and information from electronic media (p=0.515) had no relationship with measles immunization. Meanwhile, factors related to measles immunization were education (p=0.043) and information from health workers (p=0.018). It is recommended that: 1) The public provide complete immunization for children to avoid infectious diseases, especially measles. 2) Community leaders and religious leaders (Ustadz) are expected to convey to the public to provide support and information about measles immunization. 3) At the Blang Mangat Community Health Center, efforts need to be made to provide effective and continuous information such as health education, distributing posters, distributing leaflets and putting up banners about measles immunization. Abstrak Derajat kesehatan masyarakat suatu negara dipengaruhi oleh keberadaan sarana kesehatan. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan menyatakan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan adalah suatu alat dan/atau tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik ibu dan sumber informasi dengan pemberian imunisasi campak. Responden adalah ibu-ibu yang berkunjung ke Puskesmas Blang Mangat Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe sebanyak 62 orang dengan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan Uji Chi Square dan Uji Exact Fisher pada α =5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor umur (p=0,306), pekerjaan (p=0,116), penghasilan (p=1,000) dan informasi dari media elektronik (p=0,515) tidak ada hubungan dengan pemberian imunisasi campak. Sedangkan faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi campak adalah pendidikan (p=0,043) dan informasi dari petugas kesehatan (p=0,018). Disarankan kepada: 1) Kepada masyarakat untuk memberikan imunisasi lengkap pada anak agar terhindar dari penyakit menular terutama penyakit campak. 2) Kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama (Ustadz) diharapkan menyampaikan kepada masyarakat untuk memberikan dukungan dan informasi tentang imunisasi campak. 3) Kepada Puskesmas Syamtalira Blang Mangat perlu dilakukan upaya penyampaian informasi yang efektif dan berkesinambungan seperti penyuluhan kesehatan, membagikan poster, membagikan leaflet dan memasang spanduk tentang imunisasi campak.
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI LEMON DENGAN PENURUNAN INTENSITAS MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SYAMTALIRA ARON KABUPATEN ACEH UTARA Mauyah, Nizan; Subki, Subki; Yusra, Ainil
Indonesian Trust Health Journal Vol 7 No 1 (2024): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v7i1.233

Abstract

Nausea and vomiting are the most common disorders encountered in young pregnancies and are complained of by 50-70% of pregnant women in the first 16 weeks. Approximately 66% of trimester I pregnant women experience nausea and 44% experience vomiting. There are several factors that cause nausea and vomiting during pregnancy, including an increase in the hormone Human Choronic Gonadotropin (HCG) in pregnancy, the hormones estrogen and progesterone, history of hyperemesis gravidarum in previous pregnancies, nutritional status, and psychological factors. This study aims to analyze the effect of lemon aromatherapy on reducing the intensity of nausea and vomiting in pregnant women in the trimester I in the Working Area of the Syamtalira Aron Public Health Center, North Aceh Regency in 2023. This type of research is a quantitative study conducted using a quasi-experimental research method with a one group pre test post design. test. by using simple random sampling technique. The population in this study were pregnant women in their trimester I in the Working Area of the Syamtalira Aron Public Health Center, Aceh Utara Regency. Determination of the sample is the Simple Random Sampling method, namely 30 respondents. Based on statistical tests using the T-test, the results obtained were a p-value of 0.000 where the p-value <0.05, meaning that there was an effect of giving lemon aromatherapy to reducing the intensity of nausea and vomiting in pregnant women in the trimester I. It is hoped that health workers, especially midwives at the Syamtalira Aron Public Health Center to increase counseling for mothers about nausea and vomiting during pregnancy and for pregnant women to be more active in seeking information and consulting with health workers, especially midwives, about the condition of the mother during pregnancy. Abstrak Mual dan muntah merupakan gangguan yang paling sering di jumpai pada kehamilan muda dan dikeluhkan oleh 50-70% wanita hamil dalam 16 minggu pertama. Kurang lebih 66% wanita hamil trimester pertama mengalami mual dan 44% mengalami muntah. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan mual dan muntah selama kehamilan antara lain peningkatan hormon Human Choronic Gonadotropin (HCG) pada kehamilan, hormon estrogen dan progesteron, riwayat hyperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya, status nutrisi, dan faktor psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aromaterapi lemon terhadap penurunan intensitas mual muntah pada ibu hamil trimester I di Wilayah Kerja Puskesmas Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang dilakukan melalui metode penelitian quasi eksperimen dengan rancangan one gruop pre test post test. dengan menggunakan teknik simple random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester I yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara. Penentuan sampel adalah dengan metode Simple Random Sampling yaitu 30 responden. Berdasarkan uji statistik dengan menggunakan T-test diperoleh hasil p-value 0,001 dimana nilai p-value<0,05, berarti bahwa ada pengaruh pemberian aromaterapi lemon terhadap penurunan intensitas mual muntah pada ibu hamil trimester I. Diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya bidan di Puskesmas Syamtalira Aron agar lebih meningkatkan penyuluhan kepada ibu-ibu tentang mual muntah selama hamil dan kepada ibu-ibu hami untuk lebih giat mencari informasi dan melakukan konsultasi dengan tenaga kesahatan khususnya bidan tentang kondisi ibu selama dalam masa kehamilan.
Training Metode Tashil At-Thullab Cara Cepat Baca Kitab Kuning di Dayah Jamiah Al-Aziziyah Batee Iliek Samalanga Bireuen Abdullah Lawang, Karimuddin; Ismail, Diauddin; Subki, Subki
Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54621/jkdm.v2i2.691

Abstract

Metode Tashil at-Thullab merupakan suatu metode cepat bisa membaca kitab kuning. Tashil at-Thullab merupakan metode baru yang dikembangkan oleh Dayah Mudi Mesra yang bertujuan untuk memudahkan membaca kitab kuning khususnya bagi para santri yang baru belajar kitab. Training Tashil at-Thullab dilaksanakan terhadap guru muda sebagai calon pengajar di Dayah Jamiah Al-Aziziyah Batee Iliek Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh. Pelaksanaan training ini dilaksanakan selama 3 hari mulai Tanggal 20-22 Mei 2023. Kegiatan training metode Tashil Al-Thullah sudah dilaksanakan sehingga dengan menggunakan metode cara cepat baca kitab kuning ini, para guru di Dayah Jamiah Al-Aziziyah nantinya dapat memperoleh manfaat maksimal dari pembacaan kitab kuning dalam waktu yang lebih efisien. Para guru diharapkan tetap konsisten dan disiplin dalam menerapkan metode ini agar pemahaman dan penghafalan menjadi lebih baik.
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN MELALUI MEDIA VIDEO EDUKASI TERHADAP MOTIVASI IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK PADA BAYI Jalil, Subki Abdul; Mauyah, Nizan; Usrina, Nora
Indonesian Trust Health Journal Vol 8 No 2 (2025): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v8i2.392

Abstract

Measles is a highly contagious disease and is one of the leading causes of death among children worldwide. Tarmizi stated that 12 provinces have designated measles cases as Outbreak (KLB) cases. The more people who are not vaccinated, the greater the risk of infection. In 2021, there were 132 suspected cases, and in 2022, this reached 3,341 cases. This study design uses a quasi-experimental pre-test post-test method with the aim of analyzing the effect of health promotion through educational video media on mothers' motivation in administering measles immunization to infants. The population consisted of mothers with infants, with a sample size of 62 people determined using the Sample Size application with a prevalence of 20%, a significance level of 0.05, and an absolute precision of 0.1. The sampling method used was accidental sampling, involving mothers who came to the Posyandu (Integrated Health Post). Based on the statistical test results using the paired T-test, a p-value of 0.000 was obtained, where p-value < 0.05, indicating that there is an effect of health promotion through educational video media on mothers' motivation in administering measles immunization to infants in the working area of Samudera Public Health Center, North Aceh Regency. It is expected that Samudera Public Health Center should implement effective and sustainable information delivery efforts, such as health education through audio-visual means, distributing posters, distributing leaflets, and installing banners about the measles disease. Abstrak Campak adalah penyakit yang sangat menular dan merupakan salah satu penyebab utama kematian pada anak-anak di seluruh dunia. Tarmizi mengatakan ada 12 provinsi yang menetapkan kasus campak sebagai kasus KLB. Semakin banyak orang yang tidak divaksinasi, semakin besar risiko infeksi. Tahun 2021 terdapat 132 kasus suspek dan tahun 2022 mencapai 3.341 kasus. Rancangan penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen pre test post test dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh promosi kesehatan melalui media video edukasi terhadap motivasi ibu dalam pemberian imunisasi campak pada bayi. Populasi adalah ibu-ibu yang mempunyai bayi dengan jumlah sampel 62 orang dengan menggunakan aplikasi Sample Size dimana Prevalensi 20%, tingkat kemaknaan 0,05 dan presisi absolut 0,1. Metode yang digunakan yaitu accidental sampling yaitu ibu-ibu yang datang ke Posyandu. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji T-test (berpasangan) menghasilkan nilai p=0,000 dimana nilai p<0,05 berarti ada pengaruh promosi kesehatan melalui media video edukasi terhadap motivasi ibu dalam pemberian imunisasi campak pada bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Samudera Kabupatem Aceh Utara. Diharapkan kepada Puskesmas Samudera perlu dilakukan upaya penyampaian informasi yang efektif dan berkesinambungan seperti penyuluhan kesehatan melalui audio visual, membagikan poster, membagikan leaflet dan memasang spanduk tentang penyakit campak.