Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pelaksanaan Program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik di Daerah Endemis Tertinggi DBD Kota Semarang Istiqomah, Willa Avdinta; Wardani, Ratih Sari; Sumanto, Didik; Sayono
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i2.44

Abstract

Latar belakang: Gerakan 1 Rumah 1 Petugas Pemantau Jentik (G1R1J) merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan keluarga dalam upaya pencegahan, pengendalian, pemantauan, pemeriksaan, dan pemberantasan jentik nyamuk. Gerakan ini dilakukan untuk mengendalikan penyakit yang ditularkan melalui vektor khususnya DBD melalui PSN 3M Plus. Puskesmas Kedungmundu melaporkan kasus DBD tertinggi di Kota Semarang. Tujuan: Untuk mengetahui pelaksanaan program Gerakan 1 Rumah 1 Kelambu Nyamuk di wilayah Puskesmas Kedungmundu Semarang. Metode: Pengabdian menggunakan metode wawancara dalam pengumpulan data meliputi komponen input, proses, dan output. Informan utama adalah pemegang program DBD. Informasi yang digali tentang kasus DBD dan nilai ABJ. Data akan diinterpretasikan dalam bentuk grafik dan analisis data menggunakan metode Miles dan Huberman. Hasil: Komponen sumber daya manusia, dana, sarana prasarana, dan metode berada pada kategori cukup baik. Pelaksanaan, pelaporan, dan pengecekan program juga cukup baik dan telah sesuai dengan petunjuk teknis. Kinerja kegiatan kader masih belum optimal. Pelaksanaan program difokuskan pada pembentukan Petugas Pemantau Jentik (Jumantik). Output cakupan pelaksanaan PSN 3M Plus sebesar 100% sedangkan nilai capaian ABJ ≥ 95%. Nilai capaian ini menggambarkan kondisi yang optimal, namun pelaporan data ABJ belum disampaikan secara rutin. Kesimpulan: Pelaksanaan program G1R1J dari sumber daya manusia, sarana prasarana, dana, dan metode, proses pelaksanaan, serta output sudah cukup baik. Masih perlu adanya optimalisasi pelatihan dan sosialisasi kepada kader dan masyarakat. Kata kunci: jumantik, G1R1J, demam berdarah, endemis DBD ______________________________________________________________________ Abstract Background: The '1 House, 1 Monitoring Officer of Larvae' (G1R1J) movement is a community empowerment activity that involves families in efforts to prevent, control, monitor, examine, and eradicate mosquito larvae. This movement is carried out to control vector-borne diseases, especially dengue fever, through the 3M Plus PSN. Kedungmundu Community Health Center reported the highest number of dengue fever cases in Semarang City. Objective: To determine the implementation of the 1 House 1 Mosquito Net Movement program in the Kedungmundu Community Health Center area of Semarang. Method: An interview was conducted in this community service for data collection, including input, process, and output components. The main informant is the DHF program holder. Information extracted about DHF cases and ABJ values. Data will be interpreted in graphical form and analyzed using the Miles and Huberman method. Result: The components of human resources, funds, infrastructure, and methods are in the fairly good category. The implementation, reporting, and checking of the program are also quite good and have complied with technical instructions. The performance of cadre activities is still not optimal. Program implementation focused on the formation of Larva Monitoring Officers (Jumantik). The coverage of the 3M Plus National Mosquito Net (PSN) program reached 100%, while the ABJ (National Mosquito Net) achievement score was ≥ 95%. This achievement score reflects optimal conditions, but ABJ data reporting has not been submitted routinely. Conclusion: The implementation of the G1R1J program, in terms of human resources, infrastructure, funding, methods, implementation processes, and outputs, is quite good. Optimization of training and outreach to cadres and the community is still needed. Keywords: jumantik, G1R1J, dengue fever, dengue endemic
Peningkatkan Pengetahuan Tentang Diabetes Mellitus Melalui Penyuluhan dan Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu di SMA Toroh 1 Hafidzah, Sarah; Wardani, Ratih Sari; Chakim, Irfanul
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 3 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i3.731

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Diabetes Mellitus (DM) menjadi ancaman kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, menciptakan beban signifikan bagi individu, keluarga, dan sistem kesehatan. Peningkatan kasus DM ini banyak dikaitkan dengan gaya hidup dan pola makan tidak sehat serta obesitas, yang kini juga memengaruhi anak-anak dan remaja, meskipun faktor genetik juga berperan. Kebiasaan mengonsumsi makanan olahan tinggi gula dan rendah gizi, seperti bakso goreng dan gorengan, ditambah kurangnya aktivitas fisik, turut memperburuk risiko. Tujuan: Untuk mengevaluasi efektivitas intervensi yang mengintegrasikan penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan gula darah sewaktu dalam meningkatkan pengetahuan siswa SMA Toroh 1 mengenai diabates mellitus. Metode: Metode pengabdian dalam kegiatan ini adalah penyuluhan kesehatan, dengan media penunjang yang digunakan adalah leaflet, kegiatan diikuti dengan pemeriksaan kadar gula darah menggunakan easy touch. Pengabdian dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi.  Hasil: Remaja menunjukkan pemahaman yang baik terkait waspada diabetes mellitus. Hal ini dilihat dari sesi diskusi dan tanya jawab, dimana remaja aktif bertanya saat dilakukukan komunikasi dua arah oleh pengabdi dan remaja. Hasil pemeriksaan menunjukkan 90% remaja memiliki kadar gula darah normal. Kesimpulan: Hasil dari pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gartis di SMAN 1 Toroh yaitu sebagaian besar 90% siswa SMAN 1 Toroh memiliki kadar gula darah sewaktu yang normal. Secara keseluruhan, penyuluhan dan pemeriksaan gula darah sewaktu ini berhasil mengidentifikasi potensi risiko Diabetes Mellitus pada kelompok remaja dan sekaligus memberdayakan mereka dengan pengetahuan serta kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat Kata kunci: diabetes mellitus, gula darah sewaktu, penyuluhan kesehatan _________________________________________________________________________ Abstract Background: Diabetes mellitus (DM) is a global health threat with a growing prevalence, creating a significant burden for individuals, families and health systems. This increase in DM cases has been attributed to unhealthy lifestyles and diets as well as obesity, which now also affects children and adolescents, although genetic factors also play a role. The habit of eating processed foods high in sugar and low in nutrients, such as fried meatballs and fried foods, coupled with a lack of physical activity, exacerbates the risk. Objective: To evaluate the effectiveness of an intervention integrating health counseling and blood glucose testing in improving Toroh 1 high school students' knowledge of diabetes mellitus. Method: The service method in this activity is health counseling, with the supporting media used is leaflets, activities followed by checking blood sugar levels using easy touch. The service was carried out in several stages, namely preparation, implementation and evaluation. Result: Teenagers showed a good understanding of diabetes mellitus alert. This can be seen from the discussion and question and answer session, where adolescents actively ask questions when two-way communication is carried out by servants and adolescents. The examination results showed 90% of adolescents had normal blood sugar levels. Conclusion: The result of the implementation of the free health check at SMAN 1 Toroh is that 90% of the students of SMAN 1 Toroh have normal blood sugar levels. Keywords: diabetes mellitus, blood glucose levels, health counseling
Faktor Kejadian Tuberkulosis Paru Pada Anak Usia 5-14 Tahun Wahidah, Latifatul; Wardani, Ratih Sari; Meikawati, Wulandari
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No September (2023): Suplemen Pra Seminar
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iSeptember.219

Abstract

Latar belakang: Kasus tuberkulosis paru anak di Kota Semarang mengalami peningkatan setiap tahunnya. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan kasus kontrol (case control). Populasi kasus berjumlah 19 penderita TB paru anak usia 5-14 tahun yang tercatat dalam rekam medik Puskesmas Tlogosari Kulon dan untuk Populasi kontrol 19 yang diambil anak usia 5-14 tahun di wilayah kerja Puskesmas Tlogosari Kulon yang telah dinyatakan negatif TB di BKPM wilayah semarang. Instrumen mengunakan kuisioner. Data yang dikumpulkan akan dianalisis deskriptif secara univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan chi square. Hasil: (1) Sebagian besar responden yang terdapat kontak tuberkulosis paru langsung sebanyak 15 responden (39,5%); (2) Mayoritas responden terdapat tanda Scar sebanyak 30 responden (93,8%); (3) Mayoritas reponden terdapat paparan rokok sebanyak 34 responden (89,5%); (4) Sebagian besar responden memiliki pendapatan kurang dari UMR sebanyak 32 responden (84,2%); dan (5) Sebagian besar responden memiliki perilaku pencegahan kurang baik sebanyak 20 responden (52,6%). Kesimpulan: Faktor penyebab tuberkulosis paru pada anak diantaranya faktor predisposisi meliputi status gizi, riwayat pemberian vaksin BCG, pengetahuan, faktor pendukung meliputi sosial ekonomi, lingkungan rumah, fasilitas dan sarana kesehatan, faktor pendorong meliputi sikap, praktik, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, umur, jenis kelamin, kontak langsung
Hubungan Perilaku Pencegahan dan Kondisi Lingkungan Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut Purwanti, Enik; Mashoedi, Imam Djamaluddin; Wardani, Ratih Sari
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No September (2023): Suplemen Pra Seminar
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iSeptember.220

Abstract

Latar Belakang: Kasus ISPA masih menjadi masalah kesehatan di Indonesua. Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi kejadian ISPA pada balita. Faktor tersebut meliputi perilaku pencegahan ISPA, kondisi hygiene sanitasi lingkungan, kondisi fisik rumah seperti ventilasi, pencahayaan, lubang asap dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku pencegahan ISPA dan lingkungan dengan kejadian ISPA di Desa Karangmanggis wilayah kerja Puskesmas Boja Kabupaten Kendal. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan discriptive correlation serta melalui pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita di Desa Karangmanggis wilayah kerja Puskesmas Boja sebanyak 64 responden. Variabel bebas penelitian ini meliputi perilaku pencegahan, ventilasi, genteng kaca dan lubang asap, sementara variabel terikat adalah kejadian ISPA. Teknik analisis data yang digunakan adalah Chi-square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pencegahan ISPA yang kurang baik sebanyak 10,9%. Ventilasi udara dalam kategori kurang baik sebanyak 18,8%. Rumah responden yang tidak ada genteng kaca sebanyak 15,6%. Rumah responden yang tidak memiliki lubang asap sebanyak 25,0%. Anak responden yang mengalami ISPA dalam tiga bulan terakhir sebanyak 20,3%. Ada hubungan yang bermakna antara perilaku pencegahan ISPA dengan kejadian ISPA dengan p value sebesar 0,000. Ada hubungan yang bermakna antara ventilasi udara dengan kejadian ISPA dengan p-value sebesar 0,000. Ada hubungan yang bermakna antara genteng kaca dengan kejadian ISPA dengan p value sebesar 0,000. Ada hubungan yang bermakna antara lubang asap dengan kejadian ISPA dengan p-value sebesar 0,000. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku pencegahan, ventilasi, genteng kaca dan lubang asap dengan kejadian ISPA pada balita.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Mata pada Pengrajin Payet Utomo, Aji Nur Cahyo; Wardani, Ratih Sari; Ismail, Toto Suyoto
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No September (2023): Suplemen Pra Seminar
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iSeptember.222

Abstract

Latar belakang: Kelelahan mata merupakan suatu akibat dari tegangnya pada indera penglihatan. Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kelelahan mata yaitu masa kerja, lama kerja, umur, jarak pandang, tingkat pencahayaan, frekuensi istirahat, ukuran objek. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui adakah hubungan antara umur, lama kerja, frekuensi istirahat, tingkat pencahayaan dan jarak pandang dengan kelelahan mata pada pengrajin payet Metode: jenis penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross Sectional. Populasi berjumlah 98 pengrajin payet dari 28 home industry didapatkan sampel 50 responden dengan variabel independent seperti umur, lama kerja, frekuensi istirahat, tingkat pencahayaan, jarak pandang dan varibel dependent adalah kelelahan mata, dengan analisis menggunakan korelasi uji chi square. Hasil: hasil penelitian ini menunjukkan umur ≥ 40 tahun (84,0%), lama kerja ≥ 8 jam/hari (92,0%), frekuensi istirahat ≤ 60 menit (56,0%), tingkat pencahayaan tidak memenuhi syarat (74,0%), jarak pandang yang tidak optimal (78,0%), dan variabel yang berhubungan dengan kelelahan mata adalah umur (p<0,018), tingkat pencahayaan (p<0,001) dan jarak pandang (p<0,003), sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan kelelahan mata adalah lama kerja (p>0,284), dan frekuensi istirahat (p>1,000). Kesimpulan: Ada hubungan antara umur, tingkat pencahayaan, dan jarak pandang.
Upaya Pencegahan Hipertensi di Dusun Surodadi, Desa Bengkal, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung Nugroho, Fadhila Rahman; Wulandari, Sri; Enjela, Ririn; Putra, W. Muhammad Surya; Tuzzaroh, Delasta Putri Ika; Putri, Tamara Kusuma; Zulfiana, Anggitia Rahma; Andika, Rama; Nadzira, Kaila Afif; Amalia, Navisyah Dwi; Wardani, Ratih Sari; Meikawati, Wulandari
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 3 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i3.346

Abstract

Latar belakang: Hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan di dunia yang juga disebut sebagai the silent killer yaitu penyakit mematikan tanpa adanya tanda dan gejala yang spesifik. Faktor penyebab penyakit tidak menular hipertensi disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, seperti pola makan (konsumsi garam berlebihan), kurangnya aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok yang menimbulkan terjadinya penyakit hipertensi. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait hipertensi dengan harapan dapat mencegah peningkatan kasus hipertensi di Dusun Surodadi, Desa Bengkal, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung. Metode: Deskriptif observasi yang dilakukan pada bulan Januari-Februari 2024. Populasi yang terdapat di Dusun Surodadi sebanyak 318 Kartu Keluarga dengan perhitungan sampel menggunakan rumus slovin dihasilkan sebesar 180 Kartu Keluarga. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Metode penyuluhan mengenai hipetensi menggunakan ceramah dan media leaflet. Hasil: Berdasarkan data primer yang ditemukan terdapat 5 masalah kesehatan meliputi Hipertensi (12,8%), Diabetes Mellitus (6,7%), Kanker (2,2%), serta Stroke dan Jantung (1,7%). Hasil pre-test pengetahuan peserta mengenai hipertensi yang termasuk kategori kurang sebesar 56,9%, pengetahuan cukup dan baik sebesar 25%. Setelah diberikan penyuluhan hipertensi terdapat post-test dengan hasil seluruh peserta memiliki pengetahuan yang baik. Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan, medical check-up, senam, serta poster dan leaflet berhasil meningkatkan pengetahuan dan kepedulian Masyarakat mengenai hipertensi. Kata kunci: hipertensi, penyuluhan, tekanan darah _________________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension is one of the health problems in the world that is also referred to as the silent killer, which is a deadly disease without specific signs and symptoms. Factors causing non-communicable diseases of hypertension are caused by unhealthy lifestyles, such as diet (excessive salt consumption), lack of physical activity, and smoking habits that lead to the occurrence of hypertension. Objective: To increase community knowledge related to hypertension in the hope of preventing an increase in hypertension cases in Surodadi Hamlet, Bengkal Village, Kranggan District, Temanggung Regency. Method: Descriptive observation conducted in January-February 2024. The population in Surodadi Hamlet was 318 family cards with a sample calculation using the Slovin formula resulting in 180 family cards. The sampling method used purposive sampling. The method of counseling about hypetension uses lectures and leaflet media. Result: Based on primary data found there are 5 health problems including Hypertension (12.8%), Diabetes Mellitus (6.7%), Cancer (2.2%), and Stroke and Heart (1.7%). The pre-test results of the participants' knowledge about hypertension which was categorized as lacking amounted to 56.9%, sufficient and good knowledge amounted to 25%. After being given hypertension counseling, there was a post-test with the results of all participants having good knowledge. Conclusion: Counseling activities, medical check-ups, gymnastics, as well as posters and leaflets succeeded in increasing the knowledge and awareness of the community regarding hypertension. Keywords: hypertension, counseling, blood pressure
Strategi Promosi Kesehatan Melalui Buku Edukasi dan Pemantauan untuk Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi Fahreza, Erwin Ulinnuha; Priyadi, Suyanto Setyo; Wardani, Ratih Sari
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 4 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Banyak pasien belum memahami pentingnya pengobatan rutin dan pemantauan kesehatan mandiri, yang berdampak pada peningkatan tingkat kepatuhan terhadap pengobatan. Tujuan: Menilai efektivitas penggunaan buku edukasi dan pemantauan terhadap peningkatan pengetahuan, kepatuhan minum obat, dan kualitas hidup pasien hipertensi. Metode: Penelitian dilakukan dengan disain pre-test post-test di Puskesmas Bandarharjo, Semarang. Sebanyak 15 pasien hipertensi diberikan buku berisi edukasi dasar tentang hipertensi serta tabel pemantauan minum obat dan aktivitas fisik. Penilaian dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan, MMAS-8 (kepatuhan), dan SF-36 (kualitas hidup). Hasil: Setelah intervensi, peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterlibatan dalam pencatatan mandiri. Mayoritas merasa terbantu dengan adanya buku, meskipun ditemukan beberapa hambatan seperti gangguan penglihatan dan lupa mencatat. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 10,32 menjadi 13,8; skor MMAS-8 menunjukkan kepatuhan sedang dengan nilai rata-rata 5,8. Kualitas hidup berdasarkan SF-36 menunjukkan skor domain fisik 48,2 sedangkan psikologis dan sosial berturut-turut adalah 67,5 dan 70,4. Kesimpulan: Penggunaan buku edukasi dan pemantauan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan mendorong pemantauan mandiri pada pasien hipertensi. Dukungan berkelanjutan dari keluarga atau kader diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan dan kualitas hidup secara menyeluruh. Kata kunci: buku pemantauan, hipertensi, pencegahan dan pengendalian, promosi kesehatan ____________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension is a non-communicable disease with a high prevalence in Indonesia. Many patients do not understand the importance of regular medication and self-monitoring, which impacts the level of treatment adherence. Objective: To assess the effectiveness of the use of educational and monitoring books on improving knowledge, medication adherence, and quality of life in hypertensive patients. Method: The study used a pre-test-post-test design at the Bandarharjo Community Health Center, Semarang. A total of 15 hypertensive patients were given a book containing basic education about hypertension, as well as a table for monitoring medication intake and physical activity. Assessments were conducted using a knowledge questionnaire, MMAS-8 (adherence), and SF-36 (quality of life). Result: After the intervention, participants showed increased knowledge and engagement in self-recording. The majority found the book helpful, though some encountered obstacles, such as visual impairment and forgetting to record. The average knowledge score increased from 10.32 to 13.8; the MMAS-8 score indicated moderate adherence with an average value of 5.8. Quality of life, as measured by the SF-36, showed a physical domain score of 48.2, while the psychological and social domain scores were 67.5 and 70.4, respectively. Conclusion: The use of educational and monitoring books is effective in increasing knowledge and encouraging self-monitoring in hypertensive patients. Continued support from family or health workers is needed to improve adherence and overall quality of life. Keywords: monitoring books, hypertension, prevention and control, health promotion
Hubungan Kepatuhan Minum Obat Dan Self-Efficacy Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Amatullah, Nur Shofiyyah; Wardani, Ratih Sari; Pratama, Susilo Budi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i11.19729

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan pada sekresi atau fungsi insulin. Penyakit ini berisiko menimbulkan komplikasi makrovaskuler dan mikrovaskuler yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien. Prevalensi DM terus meningkat secara global dan nasional, termasuk di Indonesia. Pengelolaan DM tipe 2 memerlukan manajemen yang baik melalui edukasi, diet, aktivitas fisik, pengobatan, serta keyakinan diri (self-efficacy). Self-efficacy yang tinggi dan kepatuhan minum obat yang baik berperan penting dalam menjaga kadar gula darah tetap terkontrol dan mencegah komplikasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel yang digunakan diambil dengan teknik consecutive sampling sebanyak 94 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner MMAS-8 untuk menilai kepatuhan minum obat dan DMSES untuk menilai self-efficacy pada pasien diabetes melitus tipe 2. Berdasarkan uji chi-square p value dari kepatuhan minum obat sebesar (p=0.001) dan untuk self-efficacy (p=0.001). Hasil tersebut membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dan self-efficacy dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Semakin tinggi kepatuhan minum obat responden maka semakin terkontrolnya kadar gula darah, dan responden dengan self-efficacy baik cenderung memiliki kadar gula darah yang lebih terkontrol karena lebih patuh menjalani terapi.