p-Index From 2021 - 2026
7.979
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Remaja SMA dalam Pemantauan Status Gizi melalui Edukasi dan Demonstrasi Gizi Seimbang sebagai Upaya Pencegahan Dini Stunting Zukhra, Ririn Muthia; Putri, Syeptri Agiani; Putri, Fachriani; Khairiyah, Putri Adila; Rendi, Gusti; Alamsyah, Qodri; Ananda, Shalsabila Aulia; Aprianto, Azat; Putri, Abel Aprilia; Adesyahpuri, Diva
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.18029

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi yang timbul akibat asupan gizi yang tidak mencukupi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama. Kekurangan gizi ini dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak, seperti tinggi badan yang lebih rendah atau pendek dibandingkan standar usia, serta keterlambatan dalam kemampuan motorik. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) prevalensi stunting di Indonesia tahun 2022 menurun dari 24,4% menjadi 21,6% dan di Provinsi Riau 17%. Remaja putri memiliki peran penting dalam pencegahan stunting karena mereka adalah calon ibu yang akan berkontribusi langsung terhadap status gizi anak-anak mereka di masa depan. Jika status gizi remaja putri tidak segera diperbaiki, maka di masa depan akan semakin banyak ibu hamil yang memiliki postur tubuh pendek atau menderita KEK, yang pada gilirannya akan meningkatkan prevalensi stunting di Indonesia. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pengukuran dan pemantauan status gizi remaja sebagai upaya pencegahan dini stunting. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilakukan di SMAN 3 Pekanbaru. Kegiatan ini dengan melakukan pelatihan kepada 43 Siswa anggota PMR melalui pemberian edukasi kesehatan dan demonstrasi gizi seimbang. Pelatihan dilakukan sebanyak sekali seminggu selama 3 minggu. Setiap kali pemberian edukasi kesehatan terdiri dari ceramah, pemutaran video, dan demonstrasi. Evaluasi keberhasilan dinilai dengan posttest yang diberikan kepada kelompok remaja sehat yang sudah mengikuti pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan siswa pada kategori baik yaitu sebanyak 30 orang atau 69,7%, kategori cukup sebanyak 10 orang atau 23,2% dan kategori kurang sebanyak 3 orang atau 6,9%.Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan peningkatan keterampilan siswa kelompok remaja sehat mengenai cara pengukuran dan pemantauan status gizi remaja sebagai upaya pencegahan dini stunting. Kata Kunci: Demonstrasi, Pemberdayaan, Pendidikan Kesehatan, Remaja, Stunting ABSTRACT Stunting is a nutritional problem that arises due to inadequate nutritional intake continuously over a long period of time. This nutritional deficiency can result in impaired growth and development in children, such as a height that is lower or shorter than age standards, as well as delays in motor skills. Based on data from the Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI), the prevalence of stunting in Indonesia in 2022 will decrease from 24.4% to 21.6% and in Riau Province 17%. Adolescent girls have an important role in preventing stunting because they are prospective mothers who will contribute directly to the nutritional status of their children in the future. If the nutritional status of adolescent girls is not immediately improved, then in the future more and more pregnant women will have short stature or suffer from CED, which in turn will increase the prevalence of stunting in Indonesia. The aim of this community service is to increase students' knowledge and skills in measuring and monitoring the nutritional status of adolescents as an effort to prevent early stunting. This community service activity was carried out at SMAN 3 Pekanbaru. This activity involved training 43 PMR student members through providing health education and demonstrations of balanced nutrition. Training is carried out once a week for 3 weeks. Each time the health education is provided consists of lectures, video screenings and demonstrations.Evaluation of success was assessed by a posttest given to a group of healthy teenagers who had taken part in the training. The results of the activity showed an increase in students' skills in the good category, namely 30 people or 69.7%, in the sufficient category 10 people or 23.2% and in the poor category 3 people or 6.9%. The conclusion from this community service activity was that it was found that the skills of students in the healthy adolescent group had increased regarding how to measure and monitor the nutritional status of adolescents as an effort to prevent early stunting. Keywords: Adolescent, Demonstrations, Empowerment, Health Education, Stunting
Mother’s experience in providing complementary food to stunted children Putri, Syeptri Agiani; Novayelinda, Riri; Indriati, Ganis; Zukhra, Ririn Muthia; Amir, Yufitriana; Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Delfitri, Meri
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2024.12(2).135-150

Abstract

Background: Stunting is a condition of growth failure in children resulting from malnutrition for a long time since the first 1000 days of life. One of the factors causing stunting is chronic malnutrition so that children have a small height for their age. This stunting condition will have an impact on children's health, such as impaired brain development, cognitive development, growth faltering, and low immune system. Stunting treatment is carried out starting from the first 1000 days of a child’s life until the child is 6 years old. Providing complementary food is also one of the specific nutritional interventions in the program to accelerate stunting management. Complementary food has an important role in improving the quality of health in order to optimize children's growth and development from the age of 6 months. Objectives: This research aims to explore mothers experience in providing complementary food to stunted children.Methods: This research uses a qualitative method with a descriptive phenomenological design. Participants were selected using purposive sampling techniques, resulting in 6 participants. The research data was analyzed thematically using the Colaizzi method. Results: This research found themes, namely: 1) The mother's feelings when the child was first discovered to be stunted, 2) The causes of stunting, 3) The age at which the child was discovered to be stunted, 4) History of complementary food, 5) Handling of stunting, 6) Support in caring for the child with stunting. Conclusions: Knowledge about mothers' experiences in providing MP-ASI to stunted children will help to determine appropriate interventions to improve the quality of life for stunted children. Education about giving complementary food to children with stunting conditions must be optimized to reduce the incidence of stunting in children in Indonesia, especially in Riau. 
Penerapan Hypnoparenting Untuk Menurunkan Tingkat Fatigue pada Pasien Anak yang Menjalani Perawatan Kanker di Ruang Anggrek Sementara RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Kenisa Nazlia Rizal; Ririn Muthia Zukhra; Mala Hayati
SMASH: Journal of Social Management Sains and Health Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/smash.v2i1.5335

Abstract

Hypnoparenting adalah suatu cara pola asuh yang dilakukan saat anak berada di alam bawah sadar dengan memberikan sugesti positif yang dapat meningkatkan rasa percaya diri dan semangat anak. Asuhan keperawatan pada pasien meliputi penerapan hypnoparenting untuk menurunkan tingkat fatigue pada pasien anak yang menjalani perawatan kanker. Asuhan keperawatan ini penting diberikan untuk menunjang proses keperawatam pasien. Beberapa penelitian terkait hypnoparenting telah terbukti keefektifannya. Pemberian asuhan keperawatan ini diberikan pada pasien dengan masalah keperawatan fatigue (keletihan). Setelah diberikan intervensi selama 30 menit selama 3 hari berturut-turut, didapatkan tingkat fatigue pasien mengalami penurunan yang diukur dengan instrumen Fatigue Assessment Scale (FAS). An. E mengalami penurunan skor fatigue dari 52 menjadi 14, dan An. Z mengalami penurunan skor fatigue dari 57 menjadi 16. Berdasarkan hasil dari penerapan asuhan keperawatan ini disarankan kepada perawat dan pasien agar dapat mempraktikkan hypnoparenting ini di dalam penatalaksanaan pasien anak yang mengalami fatigue akibat menjalani perawatan kanker.
Penerapan Rendam Kaki Dengan Air Hangat Terhadap Penurunan Suhu Tubuh pada Anak Dengan Hipertermia di Ruang Anggrek Sementara RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Sofia Yulidar Hafni; Ririn Muthia Zukhra; Mala Hayati
SMASH: Journal of Social Management Sains and Health Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/smash.v2i1.5336

Abstract

Hipertermia merupakan kondisi di mana suhu tubuh melebihi batas normal akibat peningkatan aktivitas pusat pengatur suhu di hipotalamus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas asuhan keperawatan melalui penerapan rendam kaki dengan air hangat untuk menurunkan suhu tubuh pada pasien dengan hipertermia, khususnya pada anak-anak. Berdasarkan data dari observasi di RSUD Arifin Achmad, terdapat 4 pasien yang mengalami demam dengan berbagai diagnosis medis yang berbeda selama periode 11-12 November 2024. Penelitian ini menggunakan metode Evidence-Based Practice (EBP) dengan intervensi selama 15 menit, di mana suhu tubuh pasien diukur sebelum dan sesudah terapi. Hasil menunjukkan bahwa setelah penerapan terapi, pasien An. M mengalami penurunan suhu dari 38,8°C menjadi 38,0°C (penurunan 0,8°C), sedangkan An. R mengalami penurunan dari 38,0°C menjadi 37,3°C (penurunan 0,7°C). Penerapan rendam kaki dengan air hangat terbukti efektif dalam menurunkan suhu tubuh pasien dengan hipertermia, yang mendukung pentingnya asuhan keperawatan ini dalam praktik klinis. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya informasi dan pengetahuan perawat serta memberikan dasar untuk tindakan aplikatif dalam penatalaksanaan pasien dengan hipertermia. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan efektif terhadap pasien anak yang mengalami hipertermia.
Efektifitas Penggunaan Aplikasi Nutriteens Sebagai Program Berbasis Internet Untuk Pengontrolan Asupan Nutrisi Pada Remaja Obesitas: Studi Kuasi Eksperimen Syeptri Agiani Putri; Wice Purwani Suci; Ririn Muthia Zukhra; Fathra Annis Nauli; Radinal Dwiki Novendra
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52240

Abstract

Peningkatan prevalensi obesitas pada remaja memerlukan inovasi pengelolaan nutrisi yang mudah diakses dan efektif. Aplikasi mobile health (mHealth) seperti NutriTeens berpotensi mendukung pemantauan asupan kalori secara mandiri dan meningkatkan kepatuhan remaja terhadap pengaturan nutrisi harian. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penggunaan aplikasi NutriTeens dalam meningkatkan pengetahuan gizi dan mengontrol asupan nutrisi pada remaja obesitas. Desain penelitian menggunakan one group pretest–posttest dengan 30 remaja obesitas. Intervensi berlangsung selama empat minggu melalui edukasi langsung dan pengulangan materi menggunakan aplikasi NutriTeens. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan gizi dan food recall 24 jam. Analisis menggunakan uji Wilcoxon dan paired t-test. Hasil menunjukkan peningkatan rerata pengetahuan gizi (15,60 menjadi 16,23), namun tidak signifikan (p = 0,399). Terdapat perbedaan signifikan antara kebutuhan energi dan asupan aktual (p = 0,002), menandakan ketidaksesuaian asupan energi dengan kebutuhan fisiologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa NutriTeens efektif dalam memonitor asupan nutrisi, namun belum berdampak signifikan pada peningkatan pengetahuan. Optimalisasi fitur interaktif dan durasi intervensi diperlukan untuk memperoleh hasil yang lebih efektif.
Survei Kejadian Growth Faltering Pada Anak Usia 6–12 Bulan di Kota Pekanbaru Syeptri Agiani Putri; Riri Novayelinda; Ririn Muthia Zukhra; Yesi Hasneli
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.20500

Abstract

ABSTRACT Growth faltering is a condition of growth failure characterized by a slowing growth rate. The main cause is malnutrition. Continuous growth faltering conditions can cause disturbances in growth, cognitive and psychomotor development, physical activity, behavior and learning abilities. The Purpose of this study is to see the incidence of growth faltering in children aged 6 – 12 month in Pekanbaru City. This study uses a quantitative descriptive method with cross sectional approach. The research sample was 386 children aged 6 - 12 months using the Lemeshow formula. The sampling technique used purposive sampling. The instruments used were demographic data questionnaires and anthropometric measuring instruments. The data analysis used was univariate analysis. The research results show that the incidence of growth faltering in children aged 6 - 12 months in Pekanbaru City is 42.7%. Characteristics of children with growth faltering occur in children aged 9 - 11 months (40.3%) and male (51.5%). The majority of respondents were born at full term (39.9%), not LBW (43%), had a history of receiving exclusive breastfeeding (44.7%) and had family income above the minimum wage (44.9%). Based on the research results, it is recommended that the Community Health Center add education regarding providing appropriate and healthy MPASI before giving MPASI to children. Suggestions for future researchers to be able to identify factors related to the incidence of growth faltering in children. Keywords: Growth Faltering, Malnutrition, Stunted  ABSTRAK Growth faltering merupakan suatu kondisi gagal tumbuh yang ditandai dengan melambatnya laju pertumbuhan. Penyebab utamanya adalah kekurangan gizi. Kondisi growth faltering yang terus menerus dapat menyebabkan gangguan pada pertumbuhan, perkembangan kognitif dan psikomotorik, aktivitas fisik, perilaku dan kemampuan belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat kejadian growth faltering pada anak usia 6 – 12 bulan di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 386 anak usia 6 – 12 bulan dengan menggunakan rumus Lemeshow. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner data demografi dan alat ukur antropometri. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian growth faltering pada anak usia 6 – 12 bulan di Kota Pekanbaru sebesar 42,7%. Karakteristik anak dengan growth faltering terjadi pada anak usia 9 – 11 bulan (40,3%) dan berjenis kelamin laki-laki (51,5%). Mayoritas responden lahir cukup bulan (39,9%), tidak BBLR (43%), memiliki riwayat mendapat ASI eksklusif (44,7%) dan memiliki pendapatan keluarga di atas UMR (44,9%). Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada Puskesmas untuk menambah edukasi mengenai pemberian MPASI yang tepat dan sehat sebelum memberikan MPASI pada anak. Saran bagi peneliti selanjutnya agar dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian growth faltering pada anak. Kata Kunci: Gizi Buruk, Growth Faltering, Stunting.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Perawat dalam Proses Penyapihan Ventilator di Ruang Pediatric Intensive Care Unit Fadhilah Fadhilah; Erika Erika; Ririn Muthia Zukhra
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.16397

Abstract

ABSTRACT Intensive room nurses must have the ability to process ventilator weaning because it can affect the incidence of prolonged ventilator use.  This study aims to determine what factors influence the ability of nurses in the ventilator weaning process in the pediatric intensive care unit. This research used quantitative-correlative description methods with a total sampling of 31 nurses in the Pediatric Intensive Care Unit at Arifin Achmad Regional Hospital. The instrument used in this research was a questionnaire on the characteristics, knowledge, attitudes, and abilities of nurses in the ventilator weaning process, which had been tested for validity and reliability. Data analysis using chi-square. There was a significant influence between age (p = 0.002), length of work (p = 0.001), and training (p = 0.000) on nurses' ability in the ventilator weaning process. There was no influence between the level of education, knowledge, and attitudes and nurses' abilities in the ventilator weaning process (p = 0.552, 0.226, and 0.376).Factors that can influence the ability of nurses in the ventilator weaning process are age, length of work, and training. Keyword: Nursing Ability, Pediatric Intensive Care Unit, Ventilator Weaning  ABSTRAK Perawat ruang intensif harus memiliki kemampuan dalam proses penyapihan ventilator karena dapat berpengaruh pada kejadian prolonged ventilator.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kemampuan perawat dalam proses penyapihan ventilator di ruang Pediatric Intensive Care Unit.  Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif-deskripsi korelasi dengan total sampling berjumlah 31 perawat di ruang Pediatric Intensive Care Unit RSUD Arifin Achmad. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner karakteristik perawat, pengetahuan, sikap, dan kemampuan perawat dalam proses penyapihan ventilator yang sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan Chi-Square. Terdapat pengaruh yang signifikan antara usia (p = 0,002), lama kerja (p = 0,001), dan pelatihan (p = 0,000) dengan kemampuan perawat dalam proses penyapihan ventilator. Tidak terdapat pengaruh antara tingkat pendidikan, pengetahuan, dan sikap dengan kemampuan perawat dalam proses penyapihan ventilator (p = 0,552, 0,226, dan 0,376). Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan perawat dalam proses penyapihan ventilator yaitu usia, lama kerja, dan pelatihan. Kata Kunci: Kemampuan Perawat, Pediatric Intensive Care Unit, Penyapihan  Ventilator
PAKET EDUKASI HIDUP SEHAT “MINUM YANG CUKUP UNTUK ANAK CEMERLANG” DAN PEMERIKSAAN WARNA URIN SEBAGAI SKRINNING SEDERHANA UNTUK KEADEKUATAN MINUM PADA ANAK USIA SEKOLAH Syeptri Agiani Putri; Riri Novayelinda; Yufitriana Amir; Juniar Ernawaty; Ganis Indriati; Ririn Muthia Zukhra; Nurhannifah Rizky Tampubolon
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38911

Abstract

Pendahuluan: Air merupakan komponen penting bagi tubuh manusia, yang berperan dalam berbagai fungsi vital, termasuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, mengatur suhu tubuh, dan mendukung fungsi organ. Kebutuhan cairan yang cukup sangat penting, terutama bagi anak-anak usia sekolah yang sedang dalam masa pertumbuhan dan aktivitas fisik yang tinggi. Dehidrasi pada anak sekolah dapat menyebabkan gangguan konsentrasi, penurunan daya tahan tubuh, kelelahan, dan dampak negatif lainnya terhadap kesehatan serta prestasi belajar. Oleh karena itu, penting untuk memberikan edukasi tentang pentingnya hidrasi yang cukup guna mencegah dehidrasi dan mendukung kesehatan anak-anak di sekolah. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa dan kebiasaan hidrasi melalui edukasi menggunakan media PowerPoint dan buku saku di SDN 166 Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan 30 siswa kelas 4 yang mengikuti edukasi dan skrining warna urin. Penilaian dilakukan melalui pre-test dan post-test dengan kuesioner serta pengukuran kepekatan warna urin sebelum dan sesudah edukasi. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan siswa dari 67,33 pada pre-test menjadi 71,67 pada post-test. Skrining urin juga menunjukkan penurunan rata-rata kepekatan warna urin dari 3,7 menjadi 3,1, yang mencerminkan perbaikan kebiasaan hidrasi siswa. Kesimpulan: Edukasi menggunakan media powerpoint dan buku saku efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kebiasaan minum air putih siswa. Program ini memberikan dampak positif pada kesehatan dan konsentrasi belajar siswa, serta mendorong pembentukan pola hidup sehat dengan cukup minum air putih.
Pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap Kualitas Tidur pada Anak Leukemia Seftina Putri Jatrawati; Ririn Muthia Zukhra; Syeptri Agiani Putri
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.341

Abstract

Leukemia merupakan salah satu jenis kanker yang umum pada anak. Salah satu pengobatan bagi anak dengan leukemia ialah kemoterapi yang memiliki efek samping salah satunya ialah kualitas tidur. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender dengan metode pemberian menggunakan diffuser terhadap kualitas tidur anak dengan leukemia. Jenis penelitian ini pre-eksperimen dengan one group pretest-posttest hanya kelompok intervensi serta tidak ada kelompok pembanding. Penelitian ini dilakukan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru 2 dengan jumlah sampel 23 responden yang diambil menggunakan purposive sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan penelitian yaitu kuesioner Children’s Sleep Habit’s Questionner (CSHQ). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji statistik dependent sample t test yaitu uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan hasil nilai nilai p value <
Pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap Kualitas Tidur pada Anak Leukemia Seftina Putri Jatrawati; Ririn Muthia Zukhra; Syeptri Agiani Putri
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.341

Abstract

Leukemia merupakan salah satu jenis kanker yang umum pada anak. Salah satu pengobatan bagi anak dengan leukemia ialah kemoterapi yang memiliki efek samping salah satunya ialah kualitas tidur. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender dengan metode pemberian menggunakan diffuser terhadap kualitas tidur anak dengan leukemia. Jenis penelitian ini pre-eksperimen dengan one group pretest-posttest hanya kelompok intervensi serta tidak ada kelompok pembanding. Penelitian ini dilakukan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru 2 dengan jumlah sampel 23 responden yang diambil menggunakan purposive sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan penelitian yaitu kuesioner Children’s Sleep Habit’s Questionner (CSHQ). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji statistik dependent sample t test yaitu uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan hasil nilai nilai p value <
Co-Authors A An Defitri Basar Abel Aprilia Putri Adesyahpuri, Diva Afriani, Dita Afriansyah, Azan Agrina, Agrina Ajeng Chaerani Insan alamsyah, Qodri Alfitra, Nur Fadia Amalia Ayuturrahmi Amin, Suci Aminatul Fitri Amir, Yufitriana Ananda, Shalsabila Aulia Andreas, Aldo Steven Anggraini, Nurmala Annisa Amelia Putri Aprianto, Azat ARDI, VELISIA DWI PUSPITA Arneliwati Ayu Lestari Ayu Wahyuni aziz, ari rahmat Azra, Azzumardi Bayhakki Bayhakki Cica Kristina Damerta, Imelda Tri Darwin - Karim Deby Octaviani Delfitri, Meri Dessy Magdalena Menci Dewi, Yulia Nurmala Dian Kahfi Rivya Dimas Imam N Dina Oktavia Dinda Wulandari Diva Adesyahpuri Dwi Reskhi Novithasari Eliyana, Nur Erika Erwin Erwin Erwin Erwin Fadhilah Fadhilah Fathra Annis Nauli Febriana Sabrian Giatri Rahma Sari Gita Febriani Pratiwi Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ika Permanasari Indriani, Nia Indriati, Ganis Indriati, Ganis Irawan, Muhammad Rico Irene Novita Sari Tarigan Irmaningsih, Yogi Jumaini, Jumaini ' Juniar Ernawaty Kenisa Nazlia Rizal Khairiyah, Putri Adila Lestari Lestari Limbong, Natalia Theopani Lina Triwahyuni Mala Hayati Marsella, Anggi Muryani Muryani Natanael, Christoffel Ningrum, Nurmalisadikin Setia Nopriadi Novayelinda, Riri Novendra, Radinal Dwiki Nurfalah, Saputri Nurhannifah Rizky Tampubolon Nurhannifah Rizky Tampubolon Nurhannifah Rizky Tampubolon Nurul Qomariah Oswati - Hasanah Panjaitan, Krisman Rivaldo Pebrianti, Yeni Pratama, Andika Fadhilah Saji Putri, Abel Aprilia Putri, Fachriani Putri, Salsabila Zumari Putri, Syeptri Agiani Putriani, Eka Rendi, Gusti Reni Zulfitri Ressy Herlia Riri Novayelinda Riri Novayelinda Ririn Anggreni Risma Safira S Roza Misalia Safri Safri Saputra, Angga Reza Sari, Nurfiya Sasmita, Ilyas Sayang Maulad Tika Seftina Putri Jatrawati Siagian, Nadiah Marshella Silaen, Ribka Septiana Siti Febryza Indra Situmorang, Ribka Susanti Sofia Yulidar Hafni Suharti, Reni Syahputra, Fahmi Syeptri Agiani Putri Syeptri Agiani Putri Tahani Hutrika Tiara Maharani, Tiara Tiara Putri Wiraini Trianti, Rana Roidah Ufiasari, Nor Hasanah vaulyn jovanda Veny Elita Wan Nishfa Dewi Wasisto Utomo Wice Purwani Suci Widia Lestari Wirdatul Jannah Yanhaz, Aidillia Yesi Hasneli Yesi Septina Wati