Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

HUBUNGAN KETEPATAN WAKTU PEMBERIAN IMUNISASI BCG TERHADAP KEJADIAN TB PARU PADA ANAK BALITA Marlin, Diane; Rahmawati, Dwi; astria, niki; Usman, Ismail; Asmajaya, Rudi; Setiawan, Rahman; Hutabarat, Sabar
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization (Global TB Report, 2022), estimasi jumlah orang terdiagnosis TBC tahun 2021 secara global sebanyak 10,6 Dari 10,6 juta kasus tersebut, terdapat 6,4 juta orang yang telah dilaporkan dan menjalani pengobatan dan 4,2 juta orang lainnya belum ditemukan/ didiagnosis dan dilaporkan. dari total 10,6 juta kasus di tahun 2021, setidaknya terdapat 6 juta kasus adalah pria dewasa, kemudian 3,4 juta kasus adalah wanita dewasa dan kasus TBC lainnya adalah anak-anak, yakni sebanyak 1,2 juta kasus. Desain penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk menggambarkan adanya Hubungan Ketepatan waktu Imunisasi BCG Terhadap Kejadian TB Paru Pada Anak Balita Di Puskesmas Bukit Indah Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2024 Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Bukit Indah pada bulan Februari s/d Maret 2024. Jumlah sampel sebanyak 33 orang, menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 33 responden mengalami TB paru, 2 responden (0.06%) mendapatkan imunisasi BCG tepat waktu, sedangkan 31 responden (93%) dengan imunisasi tenggang mengalami Tb . Berdasarkan uji statistik pada tabel Fisher's Exact Test diperoleh nilai p= (0,00) Dari hasil penelitian ini hendaknya sebagai tenaga kesehatan lebih meningkatkan kualitas pelayanan dalam penanganan penyakit tuberkulosis pada anak dan menggalakkan tindakan preventif penyakit TB Paru melalui penyuluhan kesehatan, pendidikan kesehatan maupun promosi kesehatan kepada masyarakat
Pola Asuh Orang Tua Dan Screen Time Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Prasekolah Astria, Niki; Rahmawati, Dwi; Firnanda, Ulfa
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2825

Abstract

Gangguan perkembangan bahasa sangat umum terjadi di seluruh dunia. Di Indonesia, 13% hingga 18% anak terdiagnosis keterlambatan bahasa, sehingga menyulitkan mereka berinteraksi dengan teman sebaya dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dan screen time terhadap perkembangan bahasa anak prasekolah di desa Simpang IV. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional non-eksperimental dengan desain penelitian cross-sectional. Metode pengambilan sampelnya adalah target sampling. Total sampel meliputi 87 anak usia 3 sampai 6 tahun. Alat penilaian setiap variabel menggunakan lembar checklist atau kuesioner.Uji chi-square digunakan untuk analisis data. Dari hasil uji statistik diperoleh p-value hubungan gaya pengasuhan orang tua dengan perkembangan bahasa anak sebesar 0,000 (p-value). Dari uji statistic didapatkan nilai p-value hubungan screen time terhadap perkembangan Bahasa sebesar 0.004 dan dapat disimpulkan adanya hubungan antara screen time terhadapat perkembangan anak . hasi uji statistic jenis screen time terhadap perkembangan Bahasa didapatkan p-value 0.225, maka tidak ada hubungan jenis screen time terhadap perkembangan Bahasa anak.
Optimalisasi Prenatal Gentle Yoga dan Self Hypnosis dalam Meningkatkan Pengetahuan Ibu untuk Mengatasi Keluhan Selama Kehamilan Trimester III Marlin, Diane; Astria, Niki; Rahmawati, Dwi; Kurniasari, Lidya
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 7 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v7i2.907

Abstract

Complaints during pregnancy will continue to increase as the gestational age increases, pregnant women admit that they want actions or care that can reduce or overcome complaints felt by pregnant women so as to improve the welfare of pregnant women, through antenatal care by optimizing prenatal gentle yoga and self hypnosis. The method used in the implementation of this activity Pre-experimental design with a one group pretest posttest design using one group of subjects then measurements were carried out before and after treatment through counseling and demonstration of prenatal gentle yoga and self hypnosis by certified instructors with a total of 15 pregnant women in the third trimester then measured the level of knowledge of mothers to overcome discomfort with prenatal gentle yoga and self hypnosis. The results of this community service activity showed an increase in the knowledge of pregnant women where before being given education in the form of health counseling in overcoming complaints and how to overcome discomfort in mothers during pregnancy, the majority of pregnant women had good knowledge of 26.7% and the results of the evaluation after the implementation of counseling, the majority of pregnant women had good knowledge of 73.3%, so there was an increase of 46.6%. The conclusion in this activity is that partners experienced an increase in knowledge in overcoming complaints and how to overcome discomfort with prenatal gentle yoga and self hypnosis.
PENGARUH KOMBINASI PIJAT BAYI DAN MUSIK KLASIK MOZART TERHADAP BERAT BADAN DAN KUALITAS TIDUR BAYI Setiawan, Rahman; Astria, Niki; Marlin, Diane
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3279

Abstract

 Salah satu indikator pertumbuhan adalah berat badan. Berat badan digunakan untuk mengetahui status gizi dan tumbuh kembang bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pijat bayi dan musik klasik mozart terhadap berat badan dan kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan di Desa Sungai Gelam Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi.Penelitian ini merupakan penelitian pra experiment dengan pendekatan one group pretest and posttest. Penelitian ini dilakukan di Desa Sungai Gelam dan telah dilaksanakan tahun 2024. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 3-6 bulan yang berada di Desa Sungai Gelam dan sampel sebanyak 20 orang menggunakan Teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Pengolahan dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh kombinasi pijat bayi dan musik klasik mozart terhadap berat badan bayi usia 3-6 bulan dengan nilai p-value 0,000, dan adanya pengaruh kombinasi pijat bayi dan musik klasik mozart terhadap kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan dengan nilai p-value 0,000.Diharapkan petugas kesehatan melakukan Pendidikan kesehatan mengenai kombinasi pijat bayi dan musik klasik mozart terhadap berat badan dan kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan, menjelaskan dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti agar responden dapat memahami dengan baik dan juga dengan cara memberikan leaflet, brosur, dan kegiatan promotive lainnya seperti melakukan diskusi bersama responden.
Peran Fitonutrien Tanaman Lokal sebagai Galaktagogues Alami dalam Upaya Meningkatkan Produksi ASI: Studi Eksploratif di Desa Kapuk Merangin Astria, Niki; Usman, Ismail; Hutabarat, Sabar; Nurbaiti
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif masih menjadi tantangan besar dalam peningkatan kesehatan ibu dan bayi di Indonesia. Salah satu pendekatan yang potensial adalah pemanfaatan tanaman lokal yang mengandung fitonutrien sebagai galaktagogues alami, yaitu zat yang dapat merangsang produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi jenis tanaman lokal yang berkhasiat, kandungan nutrisinya, serta metode pengolahan yang digunakan oleh masyarakat di Desa Kapuk, Kabupaten Merangin. Penelitian dilakukan secara eksploratif dengan pendekatan kualitatif, melalui observasi lapangan dan wawancara dengan ibu menyusui, kader posyandu, dan tokoh masyarakat. Hasil studi menunjukkan bahwa tanaman seperti daun katuk, daun kelor, daun pepaya, dan jahe banyak dimanfaatkan karena mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, dan saponin yang diyakini mampu meningkatkan hormon prolaktin dan oksitosin. Proses pengolahan secara tradisional seperti perebusan dan pembuatan jamu turut mendukung efektivitasnya. Temuan ini memperkuat potensi pemanfaatan fitonutrien lokal dalam mendukung program ASI eksklusif berbasis kearifan lokal. Oleh karena itu, diperlukan edukasi berkelanjutan dan pengembangan inovasi berbasis pangan lokal untuk meningkatkan kesehatan ibu menyusui secara berkelanjutan.
The Effect of Supervision of Pregnant Women in Three Trimester Through the Formation of Lactation Classes on Mothers' Readiness in Providing Exclusive Breastfeeding Astria, Niki; Siahaan, Gustien; Arista , Devi; Rahmawati , Dwi; Asmajaya, Rudi
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 4 No 8 (2025): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v4i8.361

Abstract

Introduction: Breast milk is the first food for newborns and is the main nutrition for babies. Self-Readiness is important in breastfeeding, because it is used as a parameter of the mother's ability to breastfeed. Knowledge is one of the factors of the mother's readiness to breastfeed. Objective: The aim of this study was to determine whether there was an influence of health assistance for pregnant women in the third trimester through the formation of lactation classes on the readiness of mothers to provide exclusive breastfeeding with using leaflets and educational videos. Method: This type of research is pre-experimental with the research design used is one group pretest - posttest design. The population in this study were pregnant women in the third trimester in the working area of Kebon Handil Health Center, Jambi City. The sample size in this study was 32 people taken using the total sampling technique. Result and Discussion: he results of the study showed that there was an influence of intervention in providing health assistance through lactation classes regarding lactation management on the level of readiness to breastfeed in pregnant women in the third trimester of the T-test with a p value = 0.0000. Conclusions: it is recommended that Kebon Handil Health Center hold lactation class activities with the material provided being about lactation management as a provision of knowledge for pregnant women in preparing for birth and self-readiness in providing exclusive breastfeeding.
OPTIMALISASI GYM DAN PIJAT DALAM PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI USIA 3-7 BULAN SARI, PUTRI PERMATA; ASTRIA, NIKI
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 6, No 2 (2023): November 2023
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v6i2.2049

Abstract

ABSTRAK Berat badan merupakan salah satu indikator kesehatan bayi yang dapat dijadikan tolok ukur pertumbuhan bayi. Berat badan merupakan ukuran antropometri yang paling penting dan paling sering digunakan pada bayi baru lahir (neonatus). Perawatan yang dapat dilakukan untuk menambah berat badan adalah dengan memberikan pijatan pada bayi dan juga stimulasi dengan baby gym atau senam bayi. Pijat dan gym bayi dapat merangsang pencernaan hormon insulin dan gaselin, sehingga penyerapan makanan menjadi lebih baik. Hal ini menyebabkan bayi cepat merasa lapar sehingga lebih sering makan dan berat badannya bertambah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gym dan pijat dalam peningkatan berat badan bayi di Klinik Latumi Healty Care Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi eksperimen dengan desain penelitian pre and post-test onel group design. Teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 bayi usia 3-7 bulan, Data penelitian diuji menggunakan uji t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata berat badan sebelum dan sesudah melakukan gym dan pijat bayi. Uji statistik terdapat pengaruh gym dan pijat terhadap kenaikan berat badan bayi dengan p-value 0,000. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah gym dan pijat pada bayidapat meningkatkan berat badan bayi. Kata Kunci : Gym, Pijat, Berat Badan ABSTRACT Baby's weight is an indicator of infant health that can be used as a benchmark for infant growth. Body weight is the most important anthropometric measurement and is most often used in newborns (neonates). The treatment that can be done to gain weight is to give the baby a massage and also stimulate it with a baby gym or baby gymnastics. Baby massage and gym can stimulate the digestion of insulin and gaselin hormones, so that food absorption becomes better. This causes the baby to feel hungry quickly so that he eats more often and gains weight. The purpose of this study was to determine the effect of gym and massage on increasing baby weight at the Latumi Health Care Clinic in 2023. This study used a quasi-experimental approach with a pre- and post-test one-group design. The sampling technique was purposive sampling with a total sample of 30 infants aged 3-7 months. The research data was tested using the t test. The results showed that there was a significant difference between the average weight before and after doing the gym and baby massage. The statistical test shows the effect of gym and massage on baby's weight gain with a p-value of 0.000. The conclusion in this study is gym and massage for babies can increase baby's weight.Keywords: Gym, Massage, Baby's weight
Hubungan Intensitas Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Emosional Anak Usia Pra Sekolah Di TK Bhayangkari 29 Jambi Astria, Niki; Ruwaidah, Ruwaidah
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 6, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v6i1.1748

Abstract

Penggunaan gadget yang berlebihan akan membawa dampak buruk bagi perkembangan sosial dan emosional anak. Dampak buruk penggunaan gadget pada anak antara lain anak menjadi pribadi tertutup, gangguan tidur, suka menyendiri, perilaku kekerasan, pudarnya kreativitas, dan ancaman cyberbullying. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan gadget terhadap perkembangan emosional anak usia pra sekolah di TK Bhayangkari pada Desember 2022. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional dimana penelitian variabel independen dan dependen dilakukan secara bersamaan. Untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan gadget terhadap perkembangan emosional anak usia pra sekolah di TK Bhayangkari pada Desember 2022. Sampel penelitian ini adalah orang tua anak usia pra sekolah sebanyak 55 orang. Teknik samping menggunakan total sampling, sampel peneitian yang diambil sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen penelitian menggunakan Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME) yang terdiri dari 12 pertanyaan untuk mengenali problem mental emosional anak  umur  36 bulan sampai 72 bulan, analisis data menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan analisis chi square. Hasil penelitian gambaran intensitas penggunaan gadget pada anak prasekolah di TK Bhayangkari Jambi menunjukan berdurasi lama (60%). Perkembangan emosional anak prasekolah di TK Bhayangkari Jambi  menunjukan tidak memiliki penyimpangan masalah emosional atau normal (80%). Secara uji statistik ada hubungan bermakna antara intensitas penggunaan gadget terhadap perkembangan emosional pada anak prasekolah di TK Bhayangkari Jambi dengan nilai P-Value (0,0019) < α (0,05).  Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai sarana dalam mencari sebab masalah atau kegagalan dalam perkembangan emosional anak usia prasekolah. Dengan demikian akan memudahkan pencarian alternative pemecahan masalah- masalah tersebut.
Utilization of Medicinal Plants as Galactagogues to Increase Breast Milk Production as An Effort to Achieve Exclusive Breast Milk in Realizing the Golden Generation of 2045 Astria, Niki; Rahmawati, Dwi; Setyarsih, Liani
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.5171

Abstract

Providing breast milk to babies has a direct impact on the nutritional status and health of children. The various benefits provided by breastfeeding for mothers and children affect the child's immunity, nutrition, body and psychological status. Breastfeeding mothers must pay attention to several things to improve the quality and quantity of their breast milk, one of which is by consuming vegetables as galactogogues which are relatively safe to use. Synthetic galactogogue drugs are known to have side effects if consumed long term. The aim of this research is to determine the benefits of medicinal plants as galactagogues to increase breast milk production as an effort to achieve exclusive breast milk in realizing the Golden Generation 2045. The research method was carried out experimentally using medicinal plants, namely Moringa oleifera leaves, Musa paradisiaca, and Sauropus androgynous L. consisting of 3 groups that were given treatment, while the control group was not given treatment. Data was taken using direct measurements of the amount of breast milk production of respondents in both groups receiving intervention I (Moringa Leaves), Intervention II (Banana Heart), Intervention III (Katuk Leaves) and in the Control group. Then the results The research was analyzed using the Kruskal-Wallis statistical test. The results of the study show that there is a difference in breast milk production in the intervention group and the control group with a p-value of 0.046 (<0.05). Thus, in the future, this research will be able to contribute to optimizing breast milk production as a first step in preventing various health problems, especially stunting and wasting, so that a golden generation can be realized.
Hubungan Ukuran Antropometri terhadap Perkembangan Anak Usia 3-24 Bulan di Desa Mudung Darat Hia, Nia Agustina; Rahmawati, Diane; Rahmawati, Dwi; Astria, Niki
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 13 No. 2 (2024): September
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v13i2.806

Abstract

In the growth and development of children, there are events that they experience, namely periods of acceleration and deceleration. This period will be different in one organ of the body. Acceleration and deceleration are different events in each organ of the body but are still interconnected with each other. Anthropometric measurements are measurements used to determine a person's nutritional state. In order to obtain the right results, a benchmark is given as a guide. Measurement of physical size in babies/children consisting of: BB, TB and Anthropometric Circumference (LIKA, LIDA, LILA and LIPER). This research design is quantitative research with a cross sectional approach with the Mann-Whitney statistical test. The population in this study was all children aged 3-24 months who visited the Posyandu in Mudung Darat Village, totaling 84 children. The sample in this study was all toddlers aged 3-24 months who visited the Posyandu in Mudung Darat Village, totaling 46 children. Samples were selected using purposive sampling technique. Data collection techniques use observation sheets and Developmental Pre-Screening Questionnaire (KPSP). Bivariate analysis shows that the relationship between anthropometric measurements and child development is obtained by p-value = 0.031, meaning <0.05, so the hypothesis (H0) and the alternative hypothesis (H1) can be stated as accepted. There is a significant relationship between anthropometric measurements and the development of children aged 3-24 months at the Mudung Darat Village Posyandu studied with a p-value of 0.031.