Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

OPTIMALISASI GYM DAN PIJAT DALAM PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI USIA 3-7 BULAN SARI, PUTRI PERMATA; ASTRIA, NIKI
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 6, No 2 (2023): November 2023
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v6i2.2049

Abstract

ABSTRAK Berat badan merupakan salah satu indikator kesehatan bayi yang dapat dijadikan tolok ukur pertumbuhan bayi. Berat badan merupakan ukuran antropometri yang paling penting dan paling sering digunakan pada bayi baru lahir (neonatus). Perawatan yang dapat dilakukan untuk menambah berat badan adalah dengan memberikan pijatan pada bayi dan juga stimulasi dengan baby gym atau senam bayi. Pijat dan gym bayi dapat merangsang pencernaan hormon insulin dan gaselin, sehingga penyerapan makanan menjadi lebih baik. Hal ini menyebabkan bayi cepat merasa lapar sehingga lebih sering makan dan berat badannya bertambah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gym dan pijat dalam peningkatan berat badan bayi di Klinik Latumi Healty Care Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi eksperimen dengan desain penelitian pre and post-test onel group design. Teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 bayi usia 3-7 bulan, Data penelitian diuji menggunakan uji t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata berat badan sebelum dan sesudah melakukan gym dan pijat bayi. Uji statistik terdapat pengaruh gym dan pijat terhadap kenaikan berat badan bayi dengan p-value 0,000. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah gym dan pijat pada bayidapat meningkatkan berat badan bayi. Kata Kunci : Gym, Pijat, Berat Badan ABSTRACT Baby's weight is an indicator of infant health that can be used as a benchmark for infant growth. Body weight is the most important anthropometric measurement and is most often used in newborns (neonates). The treatment that can be done to gain weight is to give the baby a massage and also stimulate it with a baby gym or baby gymnastics. Baby massage and gym can stimulate the digestion of insulin and gaselin hormones, so that food absorption becomes better. This causes the baby to feel hungry quickly so that he eats more often and gains weight. The purpose of this study was to determine the effect of gym and massage on increasing baby weight at the Latumi Health Care Clinic in 2023. This study used a quasi-experimental approach with a pre- and post-test one-group design. The sampling technique was purposive sampling with a total sample of 30 infants aged 3-7 months. The research data was tested using the t test. The results showed that there was a significant difference between the average weight before and after doing the gym and baby massage. The statistical test shows the effect of gym and massage on baby's weight gain with a p-value of 0.000. The conclusion in this study is gym and massage for babies can increase baby's weight.Keywords: Gym, Massage, Baby's weight
Hubungan Intensitas Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Emosional Anak Usia Pra Sekolah Di TK Bhayangkari 29 Jambi Astria, Niki; Ruwaidah, Ruwaidah
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 6, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v6i1.1748

Abstract

Penggunaan gadget yang berlebihan akan membawa dampak buruk bagi perkembangan sosial dan emosional anak. Dampak buruk penggunaan gadget pada anak antara lain anak menjadi pribadi tertutup, gangguan tidur, suka menyendiri, perilaku kekerasan, pudarnya kreativitas, dan ancaman cyberbullying. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan gadget terhadap perkembangan emosional anak usia pra sekolah di TK Bhayangkari pada Desember 2022. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional dimana penelitian variabel independen dan dependen dilakukan secara bersamaan. Untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan gadget terhadap perkembangan emosional anak usia pra sekolah di TK Bhayangkari pada Desember 2022. Sampel penelitian ini adalah orang tua anak usia pra sekolah sebanyak 55 orang. Teknik samping menggunakan total sampling, sampel peneitian yang diambil sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen penelitian menggunakan Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME) yang terdiri dari 12 pertanyaan untuk mengenali problem mental emosional anak  umur  36 bulan sampai 72 bulan, analisis data menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan analisis chi square. Hasil penelitian gambaran intensitas penggunaan gadget pada anak prasekolah di TK Bhayangkari Jambi menunjukan berdurasi lama (60%). Perkembangan emosional anak prasekolah di TK Bhayangkari Jambi  menunjukan tidak memiliki penyimpangan masalah emosional atau normal (80%). Secara uji statistik ada hubungan bermakna antara intensitas penggunaan gadget terhadap perkembangan emosional pada anak prasekolah di TK Bhayangkari Jambi dengan nilai P-Value (0,0019) < α (0,05).  Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai sarana dalam mencari sebab masalah atau kegagalan dalam perkembangan emosional anak usia prasekolah. Dengan demikian akan memudahkan pencarian alternative pemecahan masalah- masalah tersebut.
Hubungan Ukuran Antropometri terhadap Perkembangan Anak Usia 3-24 Bulan di Desa Mudung Darat Hia, Nia Agustina; Rahmawati, Diane; Rahmawati, Dwi; Astria, Niki
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 13 No. 2 (2024): September
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v13i2.806

Abstract

In the growth and development of children, there are events that they experience, namely periods of acceleration and deceleration. This period will be different in one organ of the body. Acceleration and deceleration are different events in each organ of the body but are still interconnected with each other. Anthropometric measurements are measurements used to determine a person's nutritional state. In order to obtain the right results, a benchmark is given as a guide. Measurement of physical size in babies/children consisting of: BB, TB and Anthropometric Circumference (LIKA, LIDA, LILA and LIPER). This research design is quantitative research with a cross sectional approach with the Mann-Whitney statistical test. The population in this study was all children aged 3-24 months who visited the Posyandu in Mudung Darat Village, totaling 84 children. The sample in this study was all toddlers aged 3-24 months who visited the Posyandu in Mudung Darat Village, totaling 46 children. Samples were selected using purposive sampling technique. Data collection techniques use observation sheets and Developmental Pre-Screening Questionnaire (KPSP). Bivariate analysis shows that the relationship between anthropometric measurements and child development is obtained by p-value = 0.031, meaning <0.05, so the hypothesis (H0) and the alternative hypothesis (H1) can be stated as accepted. There is a significant relationship between anthropometric measurements and the development of children aged 3-24 months at the Mudung Darat Village Posyandu studied with a p-value of 0.031. 
PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN BAYI, ANAK (PMBA) DAN EDUKASI GIZI SEIMBANG TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BALITA GIZI KURANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG PANDAN ASTRIA, NIKI; SARI, PUTRI PERMATA; PUSPITA SARI, IKA DEWI
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2411

Abstract

Pemberian makanan bayi dan anak merupakan salah satu program yang diberikan untuk dapat memberikan kesempatan kepada balita dalam memperbaiki dan mempertahankan status gizi. Berbagai faktor dapat mempengaruhi status gizi balita. Balita gizi kurang memiliki banyak faktor yang harus diperhatikan baik dari segi pemberian makanan bayi dan anak, edukasi yang dimiliki ibu bahkan faktor eksternal lain yang dapat mempengaruhi status gizi balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dalam pemberian makanan bayi, anak dan edukasi gizi seimbang terhadap peningkatan berat badan pada balita gizi kurang di wilayah kerja puskesmas Simpang Pandan tahun 2024. Penelitian ini adalah semi eksperimen, yang dilakukan pada balita gizi kurang di wilayah kerja puskesmas Simpang Pandan. Sampel yang digunakan sebesar 43 balita. Variabel dependen dari penelitian ini adalah peningkatan berat badan balita gizi kurang. Variabel independen dari penelitian ini adalah pemberian makanan bayi, anak dan edukasi gizi seimbang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang berupa ceklist dan analisis data menggunakan Paired T Test dengan Spss. Hasil penelitian menunjukkan bajwa ada pengaruh pemberian makanan bayi, anak dan edukasi gizi seimbang terhadap peningkatan berat badan pada balita gizi kurang yang ditunjukkan dengan nilai p value 0.000 < 0.05, dengan nilai mean pre- test (10.53) < mean post-test (10.81). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian makanan bayi, anak dan edukasi gizi seimbang efektif meningkatkan berat badan pada balita gizi kurang.Kata Kunci : Balita Gizi Kurang, Pemberian Makanan Bayi dan Anak, Edukasi Gizi.
Pemberdayaan Potensi Lokal melalui Inovasi Kerupuk Jagung untuk Ekonomi Berkelanjutan K, M. Danil.; Irawan, Feri; Audia, Al; Astria, Niki; Fadhly, Zuhrizal; Sudarman, Sudarman
Nawadeepa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Pencerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58835/nawadeepa.v4i2.492

Abstract

The local potential empowerment program through corn cracker innovation aims to improve the welfare of the community in Kampung Tengah Village, Kuala Batee District, Southwest Aceh Regency. By utilizing the abundant corn harvest, this program teaches production, packaging, and digital marketing skills to the community, especially housewives and MSME players. The methods used include participatory training, technical assistance, and the formation of joint business groups to ensure program sustainability. The program results show an increase in corn cracker production from 20 packs per day to 50 packs per day, as well as an increase in income from IDR 100,000 to IDR 250,000 per day. In addition to the economic impact, the program also strengthens social togetherness through cooperation in a joint business group. Diversification of corn crackers with different flavors and sizes has expanded the market reach outside the district. Constraints faced include product quality consistency and raw material supply chain stability, which can be overcome through collaboration with the government and related institutions. Program sustainability is ensured through the establishment of an integrated marketing network and community capacity building in business management. This corn cracker innovation is expected to become a sustainable model of local economic empowerment and can be replicated in other areas with similar agricultural potential.
Pemberdayaan Ibu tentang Pijat Bayi untuk Kesejahteraan Bayi dan Balita di Kelurahan Paal Lima Kota Jambi Astria, Niki; Marlin, Diane; Rahmawati, Dwi; Kurniasari, Lidya; Anggraini, Putri Dewi
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 7 No. 3 (2025): November
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v7i3.953

Abstract

Baby massage is one form of early stimulation that can improve the overall health and well-being of the baby, both from the physical, emotional, and motor development aspects. However, the knowledge and skills of the mother in doing baby massage are still limited, especially in urban communities such as Paal Lima Village, Jambi City. This devotional activity aims to empower mothers through community-based education on appropriate and safe infant massage techniques. Methods of implementation include counseling, direct demonstrations, and interactive training focused on the active participation of the participants’ mothers. Evaluation results showed a significant improvement in the mother's knowledge and skills regarding baby massage, as well as increased confidence in caring for the baby. This activity shows that community-based education can be an effective strategy in increasing the capacity of parents to support optimal infant growth. Empowerment of the mother through simple interventions such as infant massage training contributes directly to the improvement of early childhood well-being at the community level.
Implementasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai Intervensi Gizi Terarah bagi Ibu dan Balita Marlin, Diane; Astria, Niki; Rahmawati, Dwi; Badriyah, Lailatul; Nasution, Subang Aini; Sari, Yesi Mustika
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 7 No. 3 (2025): November
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v7i3.955

Abstract

Nutritional problems in pregnant women, nursing mothers, and toddlers are still a major challenge in efforts to improve the degree of public health in Indonesia. One approach used to overcome this problem is through Provision of Additional Food (PMT) that is directed and based on local nutritional needs. This research or program aims to review the implementation of PMT as a form of nutritional intervention aimed at improving nutritional status and public awareness of the importance of balanced nutrition for mothers and children. This activity employed a pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test approach. This design was chosen to determine the effect of Supplementary Feeding (PMT) and nutrition education on improving mothers’ knowledge and changes in the nutritional status of toddlers. The results showed a significant increase in mothers’ nutritional knowledge by an average of 32.75%, as well as an improvement in the nutritional status of toddlers, with the proportion of undernourished children decreasing from 60% to 20%. In addition, 85% of mothers reported being able to prepare nutritious supplementary foods using local ingredients after the program. The success of this activity was supported by the involvement of posyandu cadres, the selection of nutritious local food ingredients, and active community participation. In conclusion, PMT can be an effective nutritional intervention strategy in lowering the risk of malnutrition and improving the quality of maternal and child health, especially when coupled with extension and community-based approaches
Lama Pemakaian dan Usia dengan Kejadian Efek Samping Kontrasepsi Progestin Depomedroksi Progesteron Acetat (DMPA) pada Wanita Usia Subur Niki Astria; Dwi Rahmawati
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.326 KB)

Abstract

Kontrasepsi yang paling banyak di gunakan oleh wanita usia subur adalah kontrasepsi suntik. Mengingat jumlah akseptor kontrasepsi suntikan semakin meningkat, maka perlu di waspadai dan diantisipasi kemungkinan efek samping yang dapat terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Lama Pemakaian Dan Usia Dengan Kejadian Efek Samping Kontrasepsi Progestin Depomedroksi Progesteron Acetat (DMPA) Pada Wanita Usia Subur Di Desa Sidolego Wilayah Kerja Puskesmas Tabir Lintas Kabupaten Merangin Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif Analitik dengan rancangan Cross-Sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2022 di Puskesmas Tabir Lintas. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh PUS yang berjumlah 570 orang. Sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik Simple random Sampling yaitu sampel diambil secara acak dengan jumlah sampel 85 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan menggunakan kuisioner, data diolah dan dianalisa menggunakan uji statistik analisis Univariat dan Bivariat menggunakan uji Chi- Square. Hasil penelitian umur 20-35 tahun yaitu 38 orang (43,5%). 50 orang (58,8%) kurang dari 1 tahun menggunakan Kontrasepsi DMPA. 50 orang (58,8%) kurang dari 1 tahun menggunakan Kontrasepsi DMPA. Ada hubungan yang bermakna antara usia dengan kejadian efek samping penggunaan kontrasespsi DMPA di Puskesmas Tabir Lintas Tahun 2022 nilai p = 0,036 < 0,05. Ada hubungan yang bermakna antara usia dengan kejadian efek samping penggunaan kontrasespsi DMPA di Puskesmas Tabir Lintas Tahun 2022 nilai p = 0,000 < 0,05.Diharapkan optimalisasi sosialisasi program keluarga berencana oleh tenagan kesehatan tidak hanya mengenalkan alat kontrasepsi saja tapi juga efek samping yang akan dialami oleh aseptor KB.
Penerapan Breastfeeding Father Terhadap Kesiapan Ibu Melaksanakan Asi Ekslusif Pada Ibu Menyusui Diana; Niki Astria; RAHMAWATI, DWi; Putri Permata Sari
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 2 No. 2 (2023): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breastfeeding Father adalah dukungan penuh seorang suami sebagai ayah kepada istrinya agar dapat berhasil dalam proses menyusui, dukungan suami merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan ibu dalam pemberian ASI Eksklusif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Breastfeeding Father dengan pemberian ASI Eksklusif. Desain penelitian ini adalah survey analitik, Dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja puskesmas Jambi Kecil, populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu menyusui di Wilayah Puskesmas Jambi Kecil,dilaksanakan pada bulan Desember s/d Januari 2023 dengan sampel 86 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, instrumen penelitian menggunakan lembar kuisioner dan menggunakan uji statistic Chi-Square. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa pelaksanaan Breastfeeding Father sebanyak 66 responden (76,7%), kesiapan Asi Esklusif 68 responden (79,1%). Hasil uji statistic diperoleh nilai P.Value 0,000 ≤ 0,05 sehingga ada hubungan Breastfeeding Father dengan pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Puskesmas Jambi Kecil. Disarankan bagi Puskesmas dapat memberikan penyuluhan pada masyarakat mengenai pentingnya peran suami / ayah dalam keberhasilan pemberian ASI Eksklusif
HUBUNGAN KETEPATAN WAKTU PEMBERIAN IMUNISASI BCG TERHADAP KEJADIAN TB PARU PADA ANAK BALITA Marlin, Diane; Rahmawati, Dwi; astria, niki; Usman, Ismail; Asmajaya, Rudi; Setiawan, Rahman; Hutabarat, Sabar
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization (Global TB Report, 2022), estimasi jumlah orang terdiagnosis TBC tahun 2021 secara global sebanyak 10,6 Dari 10,6 juta kasus tersebut, terdapat 6,4 juta orang yang telah dilaporkan dan menjalani pengobatan dan 4,2 juta orang lainnya belum ditemukan/ didiagnosis dan dilaporkan. dari total 10,6 juta kasus di tahun 2021, setidaknya terdapat 6 juta kasus adalah pria dewasa, kemudian 3,4 juta kasus adalah wanita dewasa dan kasus TBC lainnya adalah anak-anak, yakni sebanyak 1,2 juta kasus. Desain penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk menggambarkan adanya Hubungan Ketepatan waktu Imunisasi BCG Terhadap Kejadian TB Paru Pada Anak Balita Di Puskesmas Bukit Indah Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2024 Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Bukit Indah pada bulan Februari s/d Maret 2024. Jumlah sampel sebanyak 33 orang, menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 33 responden mengalami TB paru, 2 responden (0.06%) mendapatkan imunisasi BCG tepat waktu, sedangkan 31 responden (93%) dengan imunisasi tenggang mengalami Tb . Berdasarkan uji statistik pada tabel Fisher's Exact Test diperoleh nilai p= (0,00) Dari hasil penelitian ini hendaknya sebagai tenaga kesehatan lebih meningkatkan kualitas pelayanan dalam penanganan penyakit tuberkulosis pada anak dan menggalakkan tindakan preventif penyakit TB Paru melalui penyuluhan kesehatan, pendidikan kesehatan maupun promosi kesehatan kepada masyarakat