Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Kontribusi Pembangkit Listrik Energi Terbarukan dalam Mengurangi Emisi Karbon Wibowo, Kunto
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi kombinasi energi terbarukan di daerah pedesaan Sulawesi Selatan guna menciptakan desa mandiri energi yang berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Metode tinjauan pustaka ini mengumpulkan, menganalisis, dan mensintesis literatur tentang kontribusi energi terbarukan dalam mengurangi emisi karbon. Penelusuran dan seleksi literatur dilakukan dari berbagai sumber ilmiah, diikuti oleh analisis, sintesis temuan, dan identifikasi kesenjangan penelitian, dengan fokus pada kebijakan dan tantangan implementasi di Indonesia. Hasil karya ini potensi energi terbarukan di Indonesia, terutama tenaga surya, angin, dan biomassa, sangat besar. Meskipun implementasi proyek seperti desa mandiri energi dan co-firing biomassa menunjukkan dampak positif, pengembangan masih terkendala biaya investasi, infrastruktur, dan dukungan kebijakan. Teknologi seperti smart grid menunjukkan potensi efisiensi energi, namun penerapannya terbatas. Dengan dukungan yang tepat, energi terbarukan dapat signifikan mengurangi emisi karbon dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
First Record of the Ladder Gudgeon Bostrychus scalaris Larson, 2008 (Gobiiformes: Eleotridae: Butinae) from Mangrove Estuary of South Sumatra, Indonesia Rusdianto, Rusdianto; Wahyudewantoro, Gema; Wibowo, Kunto
Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology Vol 9, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jtbb.89544

Abstract

A single specimen of Bostrychus scalaris was collected from the mangrove estuary of Banyuasin Regency, South Sumatra, Indonesia. The species was originally described as a new species based on a single specimen collected from the disturbed mangrove site in Sementa River, Selangor State, Malaysia. Subsequently, the species was known to have been distributed in Singapore based on a watercolour painting by a French naturalist also in Mekong River in Soc Trang Province, Vietnam. The present specimen of B. scalaris represents the first record of the species from Indonesian water and southernmost record of the species. 
PRODUKSI DAN PEMASARAN BUAH SEMANGKA (Citrullus lanatus) DI KAMPUNG SUMBER BOGA DISTRIK MASNI KABUPATEN MANOKWARI Putri Arum Sari; Wibowo, Kunto; Ihwan Tjolli
Sosio Agri Papua Vol 13 No 2 (2024): Desember
Publisher : Department of Social Economic Agriculture, Faculty of Agriculture, University of Papua, Manokwari, West Papua, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/sap.v13i2.401

Abstract

Semangka merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi. Aspek pemasaran menjadi bagian penting dari kelangsungan usahatani semangka dan peningkatan pendapatan petani. Tujuan dari penelitian mengetahui tingkat produksi buah semangka yang dihasilkan petani, saluran pemasaran dan keuntungan saluran pemasaran semangka yang digunakan petani di Kampung Sumber Boga. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif terkait tingkat produksi dan pemasaran semangka. Hasil penelitian menunjukkan produksi rata-rata petani semangka sebanyak 2.570,3/kg per musim panen dengan produksi maksimum 6.000 kg dan minimum 1.400 kg. Pemasaran produksi semangka yang dilakukan petani menggunakan dua saluran pemasaran. Saluran pertama, petani semangka memasarkan ke pedagang retailer (supermarket) dan selanjutnya supermarket menjual kembali ke konsumen. Kemudian saluran kedua, petani semangka memasarkan ke pedagang pengumpul yang sekaligus merangkap sebagai pedagang pengecer di pasar dan menjual kembali pada konsumen. Dari kedua saluran pemasaran tersebut, 90 % petani semangka menggunakan saluran pertama. Keuntungan pemasaran pada saluran pertama yang diperoleh retailer (supermarket) sebesar Rp 10.833,- per kg dan dalam satu kali pembelian semangka keuntungan supermarket sebesar Rp. 6.500.000,-. Sedangkan saluran kedua keuntungan pemasaran pedagang pengumpul/pengecer sebesar Rp 8.500,- per kg dan dalam satu kali pembelian keuntungan sebesar Rp 850.000,- Usahatani semangka memiliki prospek yang besar dalam meningkatkan pendapatan petani karena kegiatan budidaya semangka mempunyai umur panen yang singkat sekitar tiga bulan setelah tanam dan produk buah semangka sangat disukai masyarakat sehingga permintaan pasar masih tersedia.
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN USAHATANI SAYURAN DATARAN TINGGI DI KAMPUNG DEMUNTI DAN KAMPUNG MINYEIMIMUT DISTRIK HINGK KABUPATEN PEGUNUNGAN ARFAK Antoh, Meison Jemris; Wibowo, Kunto; Tjolli, Ihwan
Sosio Agri Papua Vol 3 No 2 (2014): Desember
Publisher : Department of Social Economic Agriculture, Faculty of Agriculture, University of Papua, Manokwari, West Papua, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/sap.v3i2.22

Abstract

Masyarakat di Distrik Hingk banyak mengantungkan pekerjaanya pada tanaman sayuran dataran tinggi dan sistem pertaniannya masih tradisional seperti masih menggunakan ladang berpindah, sistim tebang, tebas, bakar, masih menggunakan bibit sebelumnya, alat-alat pertanian masih sederhana seperti kapak, parang, sekop, pacul, dan biaya transportasi yang cukup mahal. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan 1. Melihat seberapa besar penerimaan sayuran dataran tinggi yang dihasilkan oleh masyarakat petani di Kampung Demunti dan Kampung Minyeimimut. 2. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaansayuran dataran tinggi seperti luas lahan, modal, dan tenaga kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu dengan menggambarkan situasi atau keadaan berdasarkan data-data faktual dengan teknik studi kasus. Kasus dalam penelitian ini adalah masyarakat yang mengusahakan sayuran dataran tinggi di Kabupaten Pegunungan Arfak. Berdasarkan data hasil dan pembahasan penelitian, maka dapat disimpulkan beberapa hal yaitu: 1. Rata-rata jumlah penerimaan yang dihasilkan oleh masyarakat petani yang memproduksi sayuran dataran tinggi di Kampung Demunti dan Kampung Minyeimimut adalah Rp. 42.850.156,- per tahun atau Rp. 3.570.846,- per bulan. 2. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda diketahui bahwa variabel lahan (X1), modal (X2), dan tenaga kerja (X3), mempunyai hubungan pengaruh terhadap penerimaan (Y) sayuran dataran tinggi di Kampung Demunti dan Kampung Minyeimimut dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 76,2%. Hasil pengujian regresi secara parsial menunjukkan bahwa variabel lahan (X1) memberikan pengaruh sangat nyata, sedangkan modal (X2) memberikan pengaruh nyata, dan tenaga kerja (X3), yang berpengaruh sangat nyata terhadap penerimaan (Y).
HILIRISASI HASIL RISET PUPUK FOSFAT-PLUS UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI PERTANIAN DI PAPUA BARAT Musaad, Ishak; Wibowo, Kunto; Kubangun, Siti H.
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v4iK.5439

Abstract

Percepatan pembangunan pertanian di Provinsi Papua Barat mutlak diperlukan karena sebagian besar masyarakat di pedesaan menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Selain penghasil komoditas yang dapat meningkatkan pendapatan daerah, sektor ini juga menjadi penyedia tenaga kerja terbesar, sumber bahan baku industri, sumber bahan bakar nabati (energi terbarukan), dan sumber pendapatan masyarakat. Usaha peningkatan produksi pertanian di Papua Barat khususnya di daerah sentra-sentra pertanian menghadapi berbagai kendala.  Salah satu kendala adalah rendahnya kesuburan tanah, dimana defisiensi fosfor dan bahan organik merupakan kendala utama. Papua Barat memiliki salah satu sumberdaya alam yaitu Tanah Endapan Fosfat Krandalit (TEFK) seluas lebih dari 100.000 hektar yang dapat diproses menjadi pupuk fosfat-plus. Penelitian tentang pemanfaatan TEFK dan bahan organik yang diproses menjadi pupuk fosfat-plus telah dilakukan dengan menghasilkan produk pupuk “Papua Nutrient”. Hasil penelitian ini telah memperoleh hak paten (ID P0030110). Pengujian pupuk fosfat-plus pada tanaman kedelai telah dilakukan di daerah Transmigran Prafi Manokwari. Kegiatan ini merupakan hilirisasi dari Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) dan melibatkan petani. Perlakuan Pupuk fosfat-plus dibandingkan dengan pupuk NPK subsidi dan SP-36 yang dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pemberian pupuk pada tanaman kedelai yang ditanam di lahan sawah setelah panen padi berpengaruh tidak nyata baik terhadap komoponen pertumbuhan maupun hasil. Petani merespons positif penggunaan pupuk fosfat-plus, meskipun ketergantungannya  pada pupuk subsidi masih sangat besar. Hasil pengujian pada tanaman padi yang dilakukan oleh petani menunjukkan bahwa terjadi peningkatan produksi   sebesar 424,5 kg   beras per hektar  dengan  penambahan  pendapatan  sebesar Rp. 2.694.000,-.Kata Kunci: hilirisasi, krandalit, pupuk fosfat-plus, pertanian.
Analisis Frekuensi Penayangan Unsur Body Shaming Pada Imperfect: Karir, Cinta & Timbangan (2019) Mouraldi, Dustin Zhahran; Fuady , Ikhsan; Wibowo, Kunto
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 1 No. 1 (2023): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/zqpkf230

Abstract

Film sebagai kategori massa yang paling diminati oleh masyarakat terkini. Banyak manfaat dalam hal emosional, jangkauan, dan popularitas dalam film. Namun, selain memberikan banyak manfaat, film juga dapat memberikan pesan buruk kepada khalayak salah satunya dalam konteks body shaming. Maka dari itu, pada penelitian ini fokus untuk menganalisis frekuensi penayangan body shaming dalam film Imperfect: Karir, Cinta, & Timbangan karya Ernest Prakasa. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh scene dari film Imperfect: Karir, Cinta, & Timbangan. Untuk pengujian data, penelitian ini menggunakan uji Kruskal-Wallis H dan uji Mann-Whitney Test. Hasil dari penelitain ini mengatakan bahwa adanya perbedaan yang signifikan pada frekuensi penayangan pada keempat indikator. Penelitian ini juga, membuktikan bahwa rata – rata penayangan body shaming lisan dalam ruang publik lebih banyak dibandingkan indikator body shaming lainnya dengan kemunculan 1.37 kali dalam 98 scene sedangkan penayangan body shaming perbuatan dalam ruang publik adalah indikator body shaming paling sedikit yang ditayangkan pada film tersebut dengan kemunculan 0.51 kali dalam 98 scene.
Penggunaan Energi Matahari untuk Meningkatkan Akses Pendidikan di Daerah Terpencil Wibowo, Kunto
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 2 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i2.2380

Abstract

Akses listrik yang terbatas di daerah terpencil masih menjadi tantangan dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran generator berbasis energi matahari dalam meningkatkan akses listrik bagi sekolah-sekolah terpencil serta dampaknya terhadap kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Pendekatan kualitatif dengan studi literatur digunakan untuk memahami penerapan teknologi ini, didukung oleh data primer dari wawancara mendalam dan data sekunder dari sumber literatur terkait. Analisis data dilakukan secara tematik dengan triangulasi untuk memastikan keakuratan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangkit listrik tenaga surya meningkatkan akses terhadap alat pembelajaran digital, memperbaiki fasilitas pendidikan seperti laboratorium sains, dan memungkinkan siswa belajar lebih lama di malam hari. Selain itu, teknologi ini mendorong kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian, energi matahari menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah terpencil.
Pemberdayaan Petani Pedalaman Kampung Maybrig Manokwari Berbasis Pupuk Organik Padat dan Cair Parari, Trisday; Mashudi, Mashudi; Karamang, Syukur; Purnomo, Dwiana Wasgito; Ayuningtias, Nandini; Rahim, Syaifullah; Nurlailah; Wibawati, Zarima; Arim, Maria Irene; Kamakaula, Yohanis; Wibowo, Kunto; Imbiri, Soleman
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 15 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v15i2.3619

Abstract

Kondisi perkampungan yang masih asri yang dipenuhi dengan landskap hutan dan kebun masyarakat di pedalaman Papua yang menyimpan potensi sumber daya alam yang melimpah serta tanah yang subur. Di Distrik Maybrig, Kecamatan Manokwari, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat berada di pada ketinggian 1000 m dpl yang memiliki potensi pengembangan pertanian dataran tinggi, akan tetapi sistem pertanian yang diterapkan masih sangat tradisional dengan sistem ladang berpindah identik masyarakat pedalaman sehingga pertanian yang dihasilkan kurang maksimal. Jika ditinjau dari segi wilayah, di sekitar perkampungan tersedia hutan dan semak belukar yang rindang yang memiliki tingkat serase dan daun-daunan hijau yang sangat melimpah yang potensial menjadi sumber pupuk organik padat dan cair. Sehingga berdasarkan hal tersebut maka dilakukan pelatihan pembuatan pupuk organik di Kampung tersebut. Hasil sosialiasasi dan pelatihan disambut antusias dan masyarakat berperan secara aktif dalam sosialisasi dan maupun praktek langsung sehingga dapat diadopsi secara baik
Strategi Pemasaran Pangan Pokok Potensial (ubi-ubian) pada masyarakat Suku Arfak di Kampung Warmare. Christin Haurissa, Julin; Sadiyah, Siti Halimatus; Wibowo, Kunto
Cassowary Vol 9 No 1 (2026): Januari
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/casssowary.cs.v9.i1.524

Abstract

ABSTRACT : This study aims to identify the factors that constitute strengths, weaknesses, opportunities, and threats in the marketing of tuber crops, as well as to determine effective strategies for marketing tuber commodities produced by the Arfak Tribe in Warmare Village. The main problems faced include farmers’ low understanding of marketing, limited market access, and price competition. This study employs a descriptive approach using a case study method with SWOT analysis. The results indicate that the strengths lie in more than 10 years of marketing experience, while the weaknesses are reflected in low production volumes. Opportunities are identified in the relatively high market prices of tubers, ranging from IDR 21,000 to IDR 30,000 per kilogram, whereas threats arise from intense competition from producers who cultivate three to four types of tubers. The study also found that chip-processing industries purchase raw materials from Nenei Village, South Manokwari, due to the insufficient supply of tuber products in Manokwari Regency. The findings place this study in Quadrant I, which supports an aggressive strategy and emphasizes the SO (Strengths–Opportunities) strategy, namely: (a) providing training in tuber cultivation, technological support for production facilities; and (b) establishing farmer group–based cooperatives to strengthen farmers’ price bargaining power and expand marketing distribution networks.