Claim Missing Document
Check
Articles

PEMETAAN SEBARAN BATUAN PENYUSUN PAGAR CANDI DI SITUS CANDI LOSARI DUSUN LOSARI, DESA SALAM, KECAMATAN SALAM, KABUPATEN MAGELANG BERDASARKAN METODE MAGNETIK Ariani, Novi Dwi; Niyartama, Thaqibul Fikri; Wibowo, Nugroho Budi
Berkala Arkeologi Vol. 33 No. 1 (2013)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v33i1.10

Abstract

Mapping geophysics research was conducted by geomagnetic method to know anomaly pattern of magnetic pole and to know distribution location and depth of temple gate composing stone in Losari Temple Site by using magnetic data. Data collection used Proton Precessions Magnetometer (PPM) G-856AX by area width of 88 km x 40 km and measurement space of 3 meter used looping method. Field data was corrected by daily variation and IGRF (International Geomagnetics Reference Field) correction and then reduction to pole. The slice modeling was conducted on local anomaly map on height of 6 meter. The result of the local magnetic field anomalies incision then interpolated to get an idea of the spread and depth of rocks making up the fence Losari temple. Local anomaly map shows that anomaly position lies in southwest, southeast, and northeast from main temple. Based from interpolated distribution of magnetic pole anomaly is dominated in depth of 2 meter to 4 meter.
Seismic Vulnerability Microzonation Based on Dominant Frequency and Amplification Using the HVSR Method in Wedi, Changewaro (Klaten) and Gendangsari (Yogyakarta) Desi Mustami Limayukha, Desi Mustami Limayukha; Adhi, Mochamad Aryono Adhi; Wibowo, Nugroho Budi; Bilqis El Farsiyyi, Billqis El Farsiyyi; Elsa Fadlika Widyantari, Elsa Fadlika Widyantari; Ilqia Rahma, Ilqia Rahma; Rahmania Sofyana Ulya, Rahmania Sofyana Ulya
Rekayasa Vol. 20 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v20i2.9957

Abstract

The Yogyakarta region is prone to frequent earthquakes, highlighting the need for seismic vulnerability assessment and micro zonation analysis. This study aimed to evaluate the area's seismic vulnerability by utilizing microtremor methods to estimate dominant frequency, amplification, seismic vulnerability index, and shear wave velocity. Microtremor points were analyzed using the Horizontal Vertical Spectral Ratio method, with data processed through Geopsy software to obtain f0, A0, and H/V curves. The H/V curve was further inverted using Dinver software to derive ellipticity curves, ground profiles, and Kg values. The results revealed that the dominant frequency values ranged from 0.668 Hz to 18.271 Hz, with higher values prevalent. The soil types in the area were classified as type IV and type I, primarily consisting of older, hard sandy rocks and gravels. Amplification values ranged from 1.03 to 8.36, indicating low amplification levels and placing the area in zone 1. Kg values varied from 0.066 to 15.07 s²/cm, suggesting moderate seismic vulnerability. If an earthquake occurs, the region would experience shaking, though damage would be moderate. Vs30 values ranged from 179.64 m/s to 681.82 m/s, categorizing the soil as hard, dense, soft, or medium.
ANALISIS FAULT FRACTURE DENSITY (FFD) PADA ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR KABUPATEN NGAWI Mutiara Jannah, Dea; Nugroho Budi Wibowo; Hana Rosyida; Fathunajah Elsha C.; Salma Khoirunnisa; Indar Mery Sulya A.; Icha Khaerunnisa
KURVATEK Vol 10 No 2 (2025): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v10i2.5796

Abstract

Ngawi is one of the areas in East Java province with an area that has topographic variations in the form of lowlands and highlands, because of its location on the slopes of Mount Lawu. There are several areas in Ngawi Regency that have the potential to be prone to landslides, which were then identified as suitable between the landslide hazard map which was derived from combining rainfall parameters, slope slope and geological conditions. Next, the landslide hazard map was compared with the FFD map produced from DEM (Digital Elevation Model) alignment analysis. The resulting landslide map is in accordance with the FFD map produced, namely in Sine sub-district, Ngrambe sub-district, Jogorogo sub-district and Kendal sub-district.
Studi geologi formasi Kalipucang dan formasi Gabon sekitar Telaga Blembeng kabupaten Kebumen Sahirah, Firyal Nida; Wibowo, Nugroho Budi; Sorayawati, Riska; Syaddad Ar- Rafi, Muhammad Faza; Restiana, Sheira Anggi
Cakrawala Vol 4, No 2 (2025): Desember
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/cakrawala.v4i2.3086

Abstract

Penelitian ini mengkaji karakteristik geologi permukaan di sekitar Telaga Blembeng, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, yang secara stratigrafi terdiri atas Formasi Kalipucang dan Formasi Gabon. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi persebaran litologi dan pola rekahan batuan melalui pendekatan pemetaan lapangan serta analisis Fault Fracture Density (FFD) berbasis data citra drone dan model elevasi digital (DEM). Metode Structure from Motion (SFM) digunakan untuk memperoleh citra ortomosaik dan model topografi resolusi tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa Formasi Gabon, tersusun atas breksi andesit, merupakan produk aktivitas vulkanik darat berumur Oligosen Akhir–Miosen Awal. Sementara itu, Formasi Kalipucang menindihnya secara tidak selaras dan tersusun atas batugamping terumbu serta serpih, yang mencerminkan perubahan lingkungan menjadi laut dangkal pada Miosen Tengah. Nilai FFD tinggi ditemukan terutama pada Formasi Kalipucang, menunjukkan intensitas deformasi struktural yang signifikan. Studi ini membuktikan bahwa kombinasi metode SFM dan analisis FFD efektif dalam mendeteksi rekahan dan memahami evolusi geologi regional.
Analisis Anomali Medan Magnet Pada Formasi Nglanggran dan Formasi Semilir Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri: Analysis of Magnetic Field Anomalies in the Nglanggran and Semilir Formation, Dlepih Village, Tirtomoyo District, Wonogiri Regency Hana Rosyida; Dea Mutiara Jannah; Susanti, Dwi Budi; Handayani, Wuri; Andi, Andi; Wibowo, Nugroho Budi; Niyartama, Thaqibul Fikri
Jurnal Stasiun Geofisika Sleman Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Stasiun Geofisika Sleman (JSGS) - Juni 2025
Publisher : Stasiun Geofisika Kelas I Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis anomali medan magnet pada Formasi Nglanggran dan Formasi Semilir di Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri. Metode magnetik digunakan untuk mengidentifikasi kondisi bawah permukaan bumi melalui sifat kemagnetan batuan. Data diperoleh sebanyak 56 titik pengukuran yang dilakukan pada tanggal 8 s.d. 12 Mei 2024 menggunakan alat Proton Precession Magnetometer (PPM). Hasil pengukuran menunjukkan nilai medan magnet total berkisar antara 44250 nT hingga 45150 nT. Setelah dilakukan koreksi variasi harian dan koreksi IGRF, nilai anomali medan magnet diperoleh dengan rentang -250 nT hingga 900 nT. Pemisahan anomali menghasilkan nilai anomali regional antara -790.5 nT dan 1449.2 nT, serta nilai anomali residual antara -75.1 nT hingga 77.5 nT. Hasil ini menunjukkan perbedaan sifat kemagnetan antara kedua formasi, di mana Formasi Nglanggran didominasi oleh batuan beku sedangkan Formasi Semilir terdiri dari batuan sedimen. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami struktur geologi bawah di kawasan tersebut.
Identifikasi Sebaran Nilai Frekuensi Dominan dan Faktor Amplifikasi Menggunakan Metode Mikrotremor Pada Kawasan Tanah Longsor di Dusun Bengle, Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri: Identification of the Distribution of Dominant Frequency Values and Amplification Factor Using the Microtremor Method in the Landslide Area in Bengle Hamlet, Dlepih Village, Tirtomoyo District, Wonogiri Khoirunnisa, Salma; Fathunajah Elsha Christalianingsih; Handayani, Wuri; Niyartama, Thaqibul Fikri; Wibowo, Nugroho Budi
Jurnal Stasiun Geofisika Sleman Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Stasiun Geofisika Sleman (JSGS) - Juni 2025
Publisher : Stasiun Geofisika Kelas I Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia, sebagai negara yang terletak pada pertemuan tiga lempeng, memiliki risiko tinggi terhadap bencana tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran nilai frekuensi dominan (f₀) dan faktor amplifikasi (A₀) di Dusun Bengle, Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri, menggunakan metode mikrotremor. Pengukuran mikrotremor dilakukan di 60 titik dengan interval jarak 50-200 meter. Data yang diperoleh, diolah menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) untuk mendapatkan nilai frekuensi dominan dan amplifikasi. Hasil pengolahan kemudian direpresentasikan dalam bentuk peta kontur. Nilai frekuensi dominan berkisar antara 0.5 hingga 12.73 Hz, dengan titik tertinggi terdapat pada Formasi Nglanggran. Faktor amplifikasi bervariasi antara 0.8 hingga 15. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai karakteristik geologis kawasan longsor dan potensi risiko yang ada, yang diharapkan dapat digunakan sebagai dasar untuk perencanaan mitigasi bencana yang lebih efektif.
Identifikasi Patahan Lokal Berdasarkan Analisis Data Geomagnet di Dusun Bengle, Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri Rosyida, Hana; Wibowo, Nugroho Budi; Andi, Andi; Niyartama, Thaqibul Fikri; Khoirunnisa, Salma; Jannah, Dea Mutiara; Christalianingsih, Fathunajah Elsa
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 26 No. 2 (2025): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v26i2.980

Abstract

Penelitian dilakukan di area jalur sesar lokal menggunakan metode geomagnetik di Dusun Bengle, Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri. Wilayah ini merupakan salah satu kawasan yang terletak dekat jalur sesar yang ditandai dengan litologi batu pasir dan fitur geologi yang kompleks, dengan variasi komposisi mineral dan stratigrafi yang dapat mempengaruhi kestabilan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis sesar lokal di daerah penelitian. Proton Precession Magnetometer (PPM) digunakan untuk mengumpulkan 43 titik data, prosedur pengolahan data melibatkan beberapa penyesuaian terhadap total medan magnet akibat variasi selama pengumpulan data lapangan. Hasil pemodelan 2D mengungkapkan keberadaan jalur sesar yang teridentifikasi pada litologi batu pasir, dengan nilai suseptibilitas sebesar 0,3 x 10-3. Hasil pemodelan menunjukkan adanya variasi jalur sesar dibandingkan dengan peta geologi sebelumnya, dengan orientasi N 107° S. Hasil identifikasi jalur sesar dalam visualisasi 3D menunjukkan struktur geologi yang diidentifikasi sebagai sesar normal, dengan sisi barat daya lebih tinggi dibandingkan dengan sisi timur laut. Kata Kunci: Metode Magnetik, Anomali Medan Magnet, Suseptibilitas, Sesar Lokal, Bengle Abstract The research was conducted on the local fault line area using the geomagnetic method in Bengle Hamlet, Dlepih Village, Tirtomoyo, Wonogiri. This area is located near a fault line characterized by sandstone lithology and complex geological features, with variations in mineral composition and stratigraphy that may affect soil stability. This study aimed to identify the types of local faults in the study area. The Proton Precession Magnetometer (PPM) was used to collect 43 data points. The data processing procedure was involved several adjustments to the total magnetic field due to variations during field data collection. The findings of 2D modeling revealed the presence of recognized fault pathways in sandstone lithology, with a susceptibility value of 0.3 x 10-3. The modeling findings suggest a variation in the fault path compared to the previous geological map, with an orientation of N 107o S. The results of fault path identification in the 3D visualization show the geological structures identified as normal faults with the southwest side higher than the northeast side. Keywords: Magnetic Method, Magnetic Anomaly, Susceptibility, Local Fault, Bengle
Co-Authors Achmad Maulana Achsan Adam Ardiansyah Aditya Yoga Purnama Ahmad Zarkasi Andi Andi Andi Andi Annas, Mohamad Chairul Arif Gunawan Arif Sudrajat Arif, Iktifal Ajie Aryono Adhi, Aryono Bilqis El Farsiyyi, Billqis El Farsiyyi Budi Astuti Bustari, Ahdian Azri C., Fathunajah Elsha Christalianingsih, Fathunajah Elsa Cindiwati Dea Mutiara Jannah Denny Darmawan Desi Mustami Limayukha, Desi Mustami Limayukha Elsa Fadlika Widyantari, Elsa Fadlika Widyantari Elsha C., Fathunajah Fajarningrum, Fitri Fathunajah Elsha C. Fathunajah Elsha Christalianingsih Hana Rosyida Heningtyas Heningtyas Icha Khaerunnisa Ika Kurnaiwati Ika Kurniawati Ilqia Rahma, Ilqia Rahma Imdadu Rohman Indar Mery Sulya A. Intifadhah, Sahara Hamas Ira Maya Fathonah Jannah, Dea Mutiara Juwita Nur Sembri Khaerunnisa, Icha Khafidh Nur Aziz Khoirunnisa, Salma Kholis Nurhanafi Laila Katriani Meita Aulia Sari Meita Aulia Saru Merizka Marsyelina Mery S. A., Indar Mifta Arunahul Janah Muhammad Faza Syaddad Ar-rafi Mutiara Jannah, Dea Nining Pratiwi Novi Dwi Ariani, Novi Dwi Nur Faqhina Mentari Perdhana, Radhitya Petiwi, Gofur Dyah Ayu Gilang Pratama, Irfan Rahmania Sofyana Ulya, Rahmania Sofyana Ulya Rahmawati, Zeni Restiana, Sheira Anggi Rifka Addawiyah Rosyida, Hana S. A., Indar Mery Sahirah, Firyal Nida Salma khoirunnisa Sarwi Septiana, Rena Sorayawati, Riska Susanti Susanti Susanti, Dwi Budi Syaddad Ar- Rafi, Muhammad Faza Thaqibul Fikri Niyartama Thaqibul Fikri Niyartama Ulfa Fadhilah Umar Umar Umi Habibah Widianingrum, Erlina Widyaningrum, Erlina Wuri Handayani Yosaphat Sumardi Yoshaphat Sumardi Yuni Setiawati