Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Edukasi Berbasis E-Booklet terhadap Manajemen Perawatan Diri pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSI Assyifa Mila Nirmalasari; Erna Safariyah; Burhanuddin Basri; Azhar Zulkarnain Alamsyah
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24683

Abstract

ABSTRACT Patients with Type 2 Diabetes Mellitus require optimal self-care management abilities to prevent long-term complications and maintain their quality of life. However, preliminary findings at RSI Assyifa indicated that several patients were not yet able to perform self-care consistently, particularly in regulating diet, monitoring blood glucose levels, engaging in physical activity, adhering to medication therapy, and performing foot care. This study aimed to determine the effect of e-booklet–based education on self-care management among patients with Type 2 Diabetes Mellitus at RSI Assyifa Sukabumi. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a pretest-posttest control group model, involving 36 respondents divided into an intervention group (n = 18) and a control group (n = 18), selected through purposive sampling. The research instrument used was the Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA). The Kolmogorov-Smirnov normality test indicated that all data were not normally distributed (p = 0.001). The Wilcoxon test showed a significant difference in self-care management between the intervention and control groups after the e-booklet–based education was provided (p = 0.001), with a mean rank of 26.14 for the intervention group and 10.86 for the control group. These findings demonstrate that e-booklet–based education is effective in improving self-care management among patients with Type 2 Diabetes Mellitus. Structured, clear, and easily accessible digital educational media help enhance patients’ understanding and independence in managing chronic conditions. Keywords: E-Booklet–Based Education, Self-Care Management, Type 2 Diabetes Mellitus, SDSCA.  ABSTRAK Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 memerlukan kemampuan manajemen perawatan diri yang optimal untuk mencegah komplikasi jangka panjang dan mempertahankan kualitas hidup. Namun, hasil studi pendahuluan di RSI Assyifa menunjukkan bahwa sebagian pasien belum mampu melakukan perawatan diri secara konsisten, terutama dalam hal pengaturan pola makan, pemantauan gula darah, aktivitas fisik, kepatuhan obat, dan perawatan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi berbasis e-booklet terhadap manajemen perawatan diri pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSI Assyifa Sukabumi. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan model pretest-posttest control group design, melibatkan 36 responden yang terbagi menjadi kelompok intervensi (n = 18) dan kelompok kontrol (n = 18), dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA). Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa seluruh data berdistribusi tidak normal (p = 0,001). Analisis Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan manajemen perawatan diri antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah edukasi berbasis e-booklet diberikan (p = 0,001), dengan mean rank kelompok intervensi sebesar 26,14 dan kelompok kontrol 10,86. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis e-booklet efektif dalam meningkatkan manajemen perawatan diri pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Media edukasi digital yang terstruktur, jelas, dan mudah diakses membantu meningkatkan pemahaman dan kemandirian pasien dalam pengelolaan penyakit kronis. Kata Kunci: Edukasi Berbasis E-Booklet, Manajemen Perawatan Diri, Diabetes Mellitus Tipe 2, SDSCA.
Pengaruh Serosa Tea (Seledri, Bunga Rosella) Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi di Wilayah Puskesmas Puspitasari, Dwi Anggraeni; Basri, Burhanuddin; Danismaya, Irawan; Safariyah, Erna
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1080

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik >140 mmHg atau diastolik >90 mmHg, terbagi menjadi esensial dan sekunder. Faktor penyebab meliputi genetik, pola hidup tidak sehat, serta konsumsi makanan tinggi lemak dan garam, yang berisiko menimbulkan komplikasi. Penanganan farmakologi umumnya menggunakan diuretik, beta blocker, dan antihipertensi lainnya, namun intervensi non-farmakologi seperti Serosa Tea (seledri dan bunga rosella) perlu dieksplorasi. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui pengaruh pemberian Serosa Tea terhadap tekanan darah penderita hipertensi di Puskesmas Sukabumi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental non-equivalent control group. Populasi 4.260 penderita hipertensi di Puskesmas Sukabumi tahun 2024; sampel 16 responden dipilih purposive sampling (non-probability). Penelitian dilakukan Oktober-Desember 2025; analisis data menggunakan Paired T-Test dan Independent Samples Test. Hasil: Paired T-Test kelompok intervensi (p=0,000<0,05) dan kontrol (p=0,003<0,05) menunjukkan pengaruh signifikan Serosa Tea terhadap penurunan tekanan darah, dengan penurunan lebih besar di intervensi. Independent T-Test pre-test (p=1,000>0,05) tidak ada perbedaan; post-test (p=0,000<0,05) ada perbedaan signifikan antar kelompok. Kesimpulan: Pemberian Serosa Tea berpengaruh signifikan menurunkan tekanan darah penderita hipertensi.  Masyarakat diimbau menjaga pola makan sehat dan gaya hidup untuk stabilitas kondisi hipertensi.
Pengaruh Edukasi Berbasis Video Terhadap Kepatuhan Perawatan Diri Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Anggraeni, Rini; Safariyah, Erna; Novryanthi, Dhinny; Basri, Burhanuddin
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1081

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang umum dengan prevalensi global 1,28 miliar kasus pada tahun 2023 dan diperkirakan meningkat menjadi 1,6 miliar pada tahun 2025. Kepatuhan perawatan diri menjadi kunci pencegahan komplikasi. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi berbasis video terhadap kepatuhan perawatan diri pada pasien hipertensi di Puskesmas. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Populasi adalah 125 pasien hipertensi yang rutin kontrol 3 bulan terakhir. Sampel 56 responden dipilih dengan purposive sampling. Analisis data menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Terdapat peningkatan kepatuhan perawatan diri setelah intervensi edukasi berbasis video. Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05) yang menandakan edukasi berbasis video berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan perawatan diri pasien hipertensi. Kesimpulan: Edukasi berbasis video efektif meningkatkan kepatuhan perawatan diri pada pasien hipertensi di Puskesmas. Puskesmas diharapkan mengimplementasikan dan mengembangkan edukasi kesehatan berbasis video sebagai metode edukasi rutin pada pasien hipertensi.
Hubungan Pengetahuan Perawat Pelaksana Dengan Kemampuan Decision Making Dalam Pemberian Asuhan Keperawatan di RSUD Atoilah, Moh Maskur Fuad; Basri, Burhanuddin; Safariyah, Erna; Abinisah, Zainal
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1084

Abstract

Pendahuluan: Pengambilan keputusan klinis merupakan keterampilan penting dalam praktik keperawatan karena menentukan kualitas asuhan dan keselamatan pasien. Proses ini menuntut kemampuan berpikir kritis dan pengetahuan yang memadai agar perawat mampu memilih intervensi yang paling tepat sesuai dengan kondisi pasien. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan perawat pelaksana dengan kemampuan pengambilan keputusan (decision making) dalam pemberian asuhan keperawatan di RSUD. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 383 perawat pelaksana dan sampel sebanyak 79 perawat yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Kruskal-Wallis untuk menilai hubungan antara tingkat pengetahuan dan kemampuan pengambilan keputusan. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,113 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara tingkat pengetahuan dan kemampuan decision making perawat pelaksana di RSUD. Kesimpulan: Pengetahuan perawat belum terbukti berpengaruh langsung terhadap kemampuan pengambilan keputusan klinis. Faktor lain, seperti pengalaman kerja, lingkungan kerja, dan dukungan organisasi, kemungkinan berperan lebih besar. Manajemen rumah sakit disarankan untuk mengembangkan program pelatihan berbasis simulasi kasus dan manajemen krisis guna meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan klinis perawat.
PROGRAM PENDAMPINGAN PELAJAR MUHAMMADIYAH SE KOTA SUKABUMI DALAM UPAYA ANTI BULLYING DAN PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL Tri Utami; Burhanuddin Basri; Dhinny Novryanthi; Nabila Alifia Achsan; Siti Andiani; Mutia Safira Ramadhani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38860

Abstract

Abstrak: Bullying dan kekerasan seksual merupakan masalah serius yang memengaruhi 25% pelajar di Indonesia, berdampak pada kesehatan mental dan fisik remaja. Kurangnya pendampingan dan pemahaman mengenai anti-bullying serta pencegahan kekerasan seksual menjadi penyebab utama, terutama di kalangan pelajar Muhammadiyah Kota Sukabumi. Program pendampingan pelajar Muhammadiyah se-Kota Sukabumi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan pelajar dalam mencegah bullying serta kekerasan seksual melalui pendekatan Islami. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan konseling sebaya, workshop interaktif, melibatkan 86 pelajar di SD Aisyiyah kota sukabumi, SMP Aisyiyah kota sukabumi, dan MTS Muhammadiyah kota Sukabumi. Sistem evaluasi menggunakan pre-test dan post-test dengan 33 pertanyaan kuesioner terstruktur serta observasi perilaku untuk mengukur peningkatan pengetahuan tentang pengenalan bullying, mekanisme pelaporan, batas persetujuan seksual, dan dukungan psikososial. Hasilnya dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif guna menilai efektivitas program. Hasilnya, pengetahuan peserta meningkat signifikan, seperti pemahaman anti-bullying dari 42% menjadi 96%, dan pencegahan kekerasan seksual dari 55% menjadi 91%. Sebanyak 94% peserta merasa program sangat bermanfaat, dengan 89% puas terhadap materi dan pendampingan.Abstract: Bullying and sexual violence are serious problems affecting 25% of students in Indonesia, impacting the mental and physical health of adolescents. The lack of mentoring and understanding regarding anti-bullying and sexual violence prevention is a major cause, especially among Muhammadiyah students in Sukabumi City. This Muhammadiyah student mentoring program across Sukabumi City aims to enhance students' awareness and skills in preventing bullying and sexual violence through an Islamic approach. The methods used include socialization, peer counseling training, and interactive workshops, involving 121 students from SD Aisyiyah Sukabumi City, SMP Aisyiyah Sukabumi City, and MTS Muhammadiyah Sukabumi City. The evaluation system employs pre-test and post-test with structured questionnaires as well as behavioral observations to measure improvements in knowledge about bullying recognition, reporting mechanisms, sexual consent boundaries, and psychosocial support. The results are analyzed quantitatively and qualitatively to assess program effectiveness. The results show a significant increase in participants' knowledge, such as anti-bullying understanding from 45% to 88%, and sexual violence prevention from 55% to 91%. As many as 94% of participants found the program highly beneficial, with 89% satisfied with the materials and mentoring. This program is expected to continue through integration into the Muhammadiyah school curriculum and collaboration with local child protection agencies.