Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

STRATEGI PENCEGAHAN DIABETES MELITUS MELALUI EDUKASI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DI GAMPONG BLANG DALAM, KABUPATEN ACEH BARAT Ihsan Murdani; Yolanda Oktaria; Muhammad Iqbal Fahlevi; Redha Rahmi; Siti Nurmala Dewi; Rahman Rahman; Fikri Faidul Jihad; Jun Musnadi Is; Fakhrurradhi Luthfi; Ishalyadi Rahman; Muhibbul Subhi; Susy Sriwahyuni; Dian Fera; Tri Quari Handayani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis yang menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Tingkat prevalensi DM yang terus meningkat mendorong berbagai inisiatif untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini, khususnya di daerah-daerah dengan tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah. Salah satu upaya pencegahan dilakukan di Gampong Blang Dalam, Aceh Barat, melalui program Praktik Belajar Lapangan (PBL) oleh mahasiswa Universitas Teuku Umar. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang diabetes serta memotivasi mereka untukmengadopsi gaya hidup sehat. Adapun program PBL yang dilakukan di Gampong Blang Dalam mencakup beberapa intervensi kunci yaitu: Edukasi dan penyuluhan, Pembagian makanan sehat, dan Implementasi gotong royong. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya DM dan pentingnya pencegahan sejak dini. Edukasi yang dilakukan mampu memotivasi masyarakat untuk mulai mengubah kebiasaan makan mereka serta meningkatkan aktivitas fisik. Kegiatan gotong royong juga berhasil menciptakan lingkungan yang lebih sehat di desa tersebut.
Hubungan Pemanfaatan Fitur Pendaftaran Pelayanan (Antrean Online) Pada Mobile JKN Dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan BPJS Kesehatan Di Rumah Sakit Harapan Sehat Kabupaten Aceh Barat Andriani, Mega; Susy Sriwahyuni; Meutia Paradhiba; Sufyan Anwar; Safrizal
Jurnal Kesehatan Marendeng Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN MARENDENG
Publisher : LPPM STIKES Marendeng Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58554/jkm.v10i1.190

Abstract

Antrean online, salah satu fitur pada aplikasi Mobile JKN BPJS Kesehatan. Hal ini diharapkan bisa mempermudah pendaftaran pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan, meskipun pendaftaran pelayanan (antrean online) terealisasikan dengan baik, masih ada beberapa permasalahan seperti error aplikasi, jaringan, pasien yang tidak memiliki handphone, waktu pelayanan yang tidak sesuai dengan aplikasi. Hal ini juga terjadi di Rumah Sakit Harapan Sehat Kabupaten Aceh Barat. Bertujuan untuk mengetahui hubungan pemanfaatan fitur pendaftaran pelayanan (antrean online) pada Mobile JKN dengan pasien rawat jalan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Harapan Sehat Kabupaten Aceh Barat. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, populasi 649 pasien rawat jalan pengguna antrean online MJKN, sampel 248 pasien yang diambil menggunakan rumus Slovin. Teknik pengambilan sampel berupa Purposive Sampling, untuk instrumen berupa kuesioner skala likert, data di analisis dengan perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil penelitian mengindikasikan semua variabel independen memiliki hubungan positif yang signifikan dengan kepuasan pasien. Perceived Usefulness (r = 0,942), Perceived Ease of Use (r = 0,751), Attitude Toward Using (r = 0,796), Behavioral Intention to Use (r = 0,805), dan Actual System Use (r = 0,824) menunjukkan hubungan positif dan signifikan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA PEKERJA SAWIT DI PT. KARYA TANAH SUBUR KECAMATAN KAWAY XVI ACEH BARAT Asrin Najmiati Fitrah; Susy Sriwahyuni; Zakiyuddin Zakiyuddin; Kiswanto Kiswanto; M .Iqbal Fahlevi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5072

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan gangguan musculoskeletal yang disebabkan oleh aktivitas tubuh yang kurang baik. Menurut data WHO (2023), prevalensi low back pain (LBP) menunjukkan bahwa gangguan muskuloskeletal secara global mencapai 1,71 miliar kasus. Berdasarkan RISKESDAS (2023), di Indonesia terdapat 12.914 kasus low back pain atau sekitar 3,71% dari populasi yang ada, dan provinsi Aceh memiliki frekuensi tertinggi (13,3%) yang menjadikannya masalah kesehatan terbesar kedua setelah influenza. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif analitik dengan pendekatan cross sectional yang dianalisa secara analisis univarat, bivariat dan multivariate (regresi logistic binary). Populasi dalam penelitian ini yaitu 109 orang pekerja. Cara pengambilan sampel dengan teknik accidental Sampling dengan jumlah sampel 52 orang, penelitian dilakukan pada Februari 2025 dan teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa mayoritas responden berusia 46-55 tahun sebanyak 38 orang (73,1%), dengan beban kerja berat sebanyak 35 orang (67,3%) dan  masa kerja ? 10 Tahun sebanyak 38 orang (67,3%) dari total responden yang mengalami LBP sebanyak 33 orang (63,5%). Berdasarkan hasil analisa uji Chi Square pada derajat kemaknaan 95 %  variabel usia diketahui bahwa nilai p value adalah 0.000 (< 0.05), beban kerja dengan nilai p value adalah 0.000 (< 0.05) dan masa kerja dengan nilai p value adalah 0.000 (< 0.05), sehingga ada hubungan faktor usia, beban kerja dan masa kerja dengan keluhan Low Back Pain (LBP) pada pekerja sawit di PT. Karya Tanah Subur Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat. Hasil uji regresi binary logistic yang paling berpengaruh terhadap variabel dependen (keluhan low back pain) adalah  variabel masa  kerja dimana diperoleh nilai  OR (69.333)  dan p (Sig)  0,000, artinya masa kerja pekerja sawit berpeluang 69.333 kali  lebih  besar  mengalami keluhan low  back  pain.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA PEKERJA SAWIT DI PT. KARYA TANAH SUBUR KECAMATAN KAWAY XVI ACEH BARAT Asrin Najmiati Fitrah; Susy Sriwahyuni; Zakiyuddin Zakiyuddin; Kiswanto Kiswanto; M .Iqbal Fahlevi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5072

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan gangguan musculoskeletal yang disebabkan oleh aktivitas tubuh yang kurang baik. Menurut data WHO (2023), prevalensi low back pain (LBP) menunjukkan bahwa gangguan muskuloskeletal secara global mencapai 1,71 miliar kasus. Berdasarkan RISKESDAS (2023), di Indonesia terdapat 12.914 kasus low back pain atau sekitar 3,71% dari populasi yang ada, dan provinsi Aceh memiliki frekuensi tertinggi (13,3%) yang menjadikannya masalah kesehatan terbesar kedua setelah influenza. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif analitik dengan pendekatan cross sectional yang dianalisa secara analisis univarat, bivariat dan multivariate (regresi logistic binary). Populasi dalam penelitian ini yaitu 109 orang pekerja. Cara pengambilan sampel dengan teknik accidental Sampling dengan jumlah sampel 52 orang, penelitian dilakukan pada Februari 2025 dan teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa mayoritas responden berusia 46-55 tahun sebanyak 38 orang (73,1%), dengan beban kerja berat sebanyak 35 orang (67,3%) dan  masa kerja ? 10 Tahun sebanyak 38 orang (67,3%) dari total responden yang mengalami LBP sebanyak 33 orang (63,5%). Berdasarkan hasil analisa uji Chi Square pada derajat kemaknaan 95 %  variabel usia diketahui bahwa nilai p value adalah 0.000 (< 0.05), beban kerja dengan nilai p value adalah 0.000 (< 0.05) dan masa kerja dengan nilai p value adalah 0.000 (< 0.05), sehingga ada hubungan faktor usia, beban kerja dan masa kerja dengan keluhan Low Back Pain (LBP) pada pekerja sawit di PT. Karya Tanah Subur Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat. Hasil uji regresi binary logistic yang paling berpengaruh terhadap variabel dependen (keluhan low back pain) adalah  variabel masa  kerja dimana diperoleh nilai  OR (69.333)  dan p (Sig)  0,000, artinya masa kerja pekerja sawit berpeluang 69.333 kali  lebih  besar  mengalami keluhan low  back  pain.
STRATEGI PENCEGAHAN DIABETES MELITUS MELALUI EDUKASI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DI GAMPONG BLANG DALAM, KABUPATEN ACEH BARAT Ihsan Murdani; Yolanda Oktaria; Muhammad Iqbal Fahlevi; Redha Rahmi; Siti Nurmala Dewi; Rahman Rahman; Fikri Faidul Jihad; Jun Musnadi Is; Fakhrurradhi Luthfi; Ishalyadi Rahman; Muhibbul Subhi; Susy Sriwahyuni; Dian Fera; Tri Quari Handayani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis yang menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Tingkat prevalensi DM yang terus meningkat mendorong berbagai inisiatif untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini, khususnya di daerah-daerah dengan tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah. Salah satu upaya pencegahan dilakukan di Gampong Blang Dalam, Aceh Barat, melalui program Praktik Belajar Lapangan (PBL) oleh mahasiswa Universitas Teuku Umar. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang diabetes serta memotivasi mereka untukmengadopsi gaya hidup sehat. Adapun program PBL yang dilakukan di Gampong Blang Dalam mencakup beberapa intervensi kunci yaitu: Edukasi dan penyuluhan, Pembagian makanan sehat, dan Implementasi gotong royong. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya DM dan pentingnya pencegahan sejak dini. Edukasi yang dilakukan mampu memotivasi masyarakat untuk mulai mengubah kebiasaan makan mereka serta meningkatkan aktivitas fisik. Kegiatan gotong royong juga berhasil menciptakan lingkungan yang lebih sehat di desa tersebut.
KAMPUNG SEHAT DAN AMAN: INTEGRASI PHBS DAN K3 DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI MASYARAKAT DESA BULOH KAB. ACEH BARAT Yolanda Oktaria; Redha Rahmi; Siti Nurmala Dewi; Susy Sriwahyuni
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Buloh, Kabupaten Aceh Barat. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan praktis, dan pendampingan implementasi di rumah tangga maupun lingkungan kerja masyarakat desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang PHBS dan K3 sebesar 75%, serta perubahan perilaku dalam penggunaan alat pelindung diri sederhana, kebiasaan mencuci tangan, dan pengelolaan limbah rumah tangga. Program ini diharapkan dapat menjadi model Kampung Sehat dan Aman di wilayah pedesaan. Pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Kampung Sehat dan Aman: Integrasi PHBS dan K3 dalam Kehidupan Sehari-Hari Masyarakat Desa Buloh Kabupaten Aceh Barat” Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik masyarakat Desa Buloh dalam mengintegrasikan PHBS dan K3 dalam kehidupan sehari-hari. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan praktik (cuci tangan, penggunaan APD sederhana, pengelolaan limbah rumah tangga), simulasi pertolongan pertama, serta pendampingan perilaku selama satu bulan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat sebesar 75% berdasarkan hasil pre-test dan post-test, serta perubahan perilaku positif seperti kebiasaan mencuci tangan sebelum makan, penggunaan sarung tangan dan sepatu bot saat bekerja di ladang, serta pengelolaan sampah rumah tangga. Kesimpulannya, program ini mampu mendorong masyarakat untuk hidup lebih sehat dan aman melalui integrasi PHBS dan K3. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat desa dalam mewujudkan Kampung Sehat dan Aman yang dapat direplikasi di daerah lain.