Sri Mulyanti
Department Of Nursing, Faculty Of Health, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Indonesia

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Healthcare Nursing Journal

POLA PENGASUHAN ORANGTUA TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK USIA PRA SEKOLAH :LITERATURE REVIEW Sri Mulyanti; Tatang Kusmana; Tika Fitriani
HealthCare Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (2021): Healtcare Nursing Journal
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.271 KB) | DOI: 10.35568/healthcare.v3i2.1333

Abstract

Perkembangan anak yang optimal akan menghasilkan generasi yang berkualitas tinggi dimasa yang akan datang. Diperlukan bimbingan dan arahan dari orangtua melalui pengasuhan terhadap anak sedini mungkin. Orangtua dituntut untuk berperan aktif dalam proses pengasuhan anak untuk mempersiapkan generasi yang berkualitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola pengasuhan orangtua terhadap perkembangan anak usia pra sekolah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan literature review dengan penelusuran artkel/jurnal melalui Cambridge, Elsevier, EBSCO, Garuda, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Google scholar, Proquest, dan Taylor and Prancis didapatkan 6 jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi. Tahapan yang dilakukan identifikasi masalah, screening, penilaian kualitas, analisis data dengan IMRad, dan menulis hasil analisis. Hasil menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pola pengasuhan orangtua terhadap perkembangan anak usia pra sekolah. Secara umum pola pengasuhan orangua yang tanggap terhadap kemauan atau kemampuan anak serta tetap menerapkan sistem kontrol cenderung menghasilkan anak dengan perkembangan personal sosial, emosional, sosialisasi, dan kemandirian yang sesuai sedangkan orangtua yang menerapkan pola pengasuhan dengan sistem kontrol tinggi dan tuntutan tinggi cenderung menghasilkan anak perkembangan personal sosial, emosional, sosialisasi, dan kemandirian yang kurang sesuai. Disarankan agar orangtua harus lebih memperhatikan pola pengasuhan yang diterapkan serta dampak buruk dan baiknya bagi perkembangan anak usia pra sekolah.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU DALAM MENSTIMULASI PERTUMBUH PERKEMBANG BALITA DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMANSARI KOTA TASIKMALAYA Sri Mulyanti; Tatang Kusmana
HealthCare Nursing Journal Vol. 4 No. 2 (2022): HealthCare Nursing Journal
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.715 KB) | DOI: 10.35568/healthcare.v4i2.2411

Abstract

Pada masa ini otak balita bersifat lebih plastis dalam arti anak balita sangat terbuka dalam menerima berbagai macam pembelajaran dan pengkayaan baik yang bersifat positif maupun negatif. Dampak yang dialami anak balita, bila ibu kurang pengetahuan, pengalaman merawat anak kurang baik, hal ini menyebabkan ibu tidak dapat memantau tumbuh kembang anaknya. Upaya dalam pemantauan/stimulasi pertumbuhan dan perkembangan balita adalah dengan pendidikan kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan Ibu dalam Menstimulasi Tumbuh Kembang Balita di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Tamansari Kota Tasikmalya. Metode penelitian adalah pra-eksperimental dengan menggunakan desain one group pre – post test. Populasi dalam penelitian berjumlah berjumlah 70 ibu yang memiliki balita. Teknik pengambilan sampel pada penelitian dilakukan secara purposive sampling, dan Instrument pada penelitian menggunakan kuesioner dan SAP. Hasil menunjukkan bahwa diperoleh nilai pengetahuan yang berbeda pada saat sebelum pendidikan kesehatan (28.53) dan sesudah pendidikan kesehatan (10.00). Uji Wilcoxon-test hasilnya diperoleh nilai Z hitung sebesar (-6.145) dan signifikan pada 0.000 (p-value < 0.05). Kesimpulan Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan ibu terhadap stimulasi pertumbuhan perkembangan balita sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Rekomendasi bagi ibu untuk selalu memantau pertumbuhan dan perkembangan balitanya ke posyandu, sehingga diharapkan tumbuh kembang balita dapat berkembang secara optimal
PENERAPAN TERAPI REBUSAN DAUN SALAM TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI RT 001 RW 004 DESA JAYARATU WILAYAH KERJA PKM SARIWANGI Ita Parwati; Sri Mulyanti
Healthcare Nursing Journal Vol. 4 No. 2b (2022): EDISI PROSIDING WEBINAR NASIONAL DAN DISEMINASI HASIL PENELITIAN “PERAN KOMPLE
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.915 KB)

Abstract

Tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan atau sering disebut sebagai silent killer yang memerlukan perhatian khusus. Rebusan salam adalah pengobatan alternatif tanpa efek samping. Menggunakan rebusan daun salam merupakan salah satu pengobatan yang dapat menurunkan tekanan darah. Hal ini karena kandungan senyawa dalam daun salam dapat berperan sebagai vasodilator pembuluh darah, merangsang aliran darah dalam tubuh hingga mencegah penyumbatan pembuluh darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan terapi rebusan daun salam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode: Subjek studi kasus ini adalah Ny. N. Sumber data yang digunakan adalah standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan rebusan daun salam untuk hipertensi di desa RT 001/RW 004 Jayarats wilayah kerja Puskesmas Sariwangi. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan rebusan daun salam dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Pembahasan: berdasarkan hasil penelitian dengan mengkonsumsi rebusan daun salam secara rutin mampu memberikan manfaat terhadap penderita hipertensi, tetapi penderita hipertensi juga harus memperhatikan pola makan diimbangi dengan olahraga yang cukup. Saran : diharapkan agar ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan penderita darah tinggi, sehingga air rebusan salam dapat diberikan sebagai obat alternatif untuk menurunkan tekanan darah pada penderita darah tinggi.
PENERAPAN TERAPI REBUSAN AIR DAUN ALPUKAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI RT 005 RW 012 DESA KARANGNUNGGAL Chelin Melinda; Sri Mulyanti
Healthcare Nursing Journal Vol. 4 No. 2b (2022): EDISI PROSIDING WEBINAR NASIONAL DAN DISEMINASI HASIL PENELITIAN “PERAN KOMPLE
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.048 KB)

Abstract

Pendahuluan: Rebusan air daun alpukat merupakan salah satu tindakan NonFarmakologis yang dapat menurunkan tekanan darah pada Hipertensi, selain bahannya mudah, pelaksanaannya juga dapat dilakukan oleh klien secara mandiri. Penelitian bertujuan menganalisis penerapan rebusan air daun alpukat untuk menurunkan tekanan darah pada Hipertensi di RT 005 RW 012 Desa Karangnunggal. Metode: Subjek pada studi kasus ini adalah Ny. T. Intervensi yang digunakan adalah menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditentukan. Hasil:Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya penurunan tekanan darah pada Ny. T setelah pemberian rebusan air daun alpukat dari tekanan darah 161/95,75 menjadi 147/86,25 mmHg selama 4 kunjungan. Pembahasan: Hal ini menunjukkan bahwa rebusan air daun alpukat diberikan berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada penderita Hipertensi. Hal ini sesuai dengan teori bahwa Daun alpukat ini secara empiris dipercayai sebagai diuretik yaitu menambah volume urin yang dihasilkan saat urinasi untuk mengurangi tekanan darah. Kandungan Flavonoid pada daun alpukat memiliki fungsi menurunkan tekanan darah. Hasil ini dapat dikunci bahwa rebusan air daun alpukat diterapkan sebagai terapi non farmakologis untuk menurunkan tekanan darah pada Hipertensi. Saran: Disarankan kepada petugas kesehatan untuk memberikan masukan kepada penderita Hipertensi agar dapat memanfaatkan rebusan air daun alpukat sebagai obat untuk menurunkan tekanan darah.
The Influence of Health Education About Cadre Knowledge on Early Detection of Toddler Growth and Development at the Tamansari Health Center, Tasikmalaya City Sri Mulyanti; Asep Setiawan; Hani Handayani; Miftahul Falah; Heri Budiawan
HealthCare Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2023): HealthCare Nursing Journal
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v5i2.3774

Abstract

The growth and development of toddlers is one of the tasks of the central government up to the level of basic health services, namely posyandu. Where in its implementation can be carried out by trained cadres. The role of posyandu cadres is very important besides health workers, parents, cadres also play an active role in the process of monitoring growth and development. The purpose of this study was to determine the effect of health education in the implementation of stimulation of early detection of growth and development of toddlers. This study used a quantitative method with pre-experiments and used a pre-post design. Using the One-group pretest and post test design approach, the population in this study were 50 cadres representing each posyandu. The sampling technique in the study was carried out by total sampling. The instrument used to assess the knowledge of cadres is in the form of a questionnaire. The results showed that previously, more than half of the respondents had less knowledge, 26 (52%), whereas after being given health education, they experienced an increase in the good category of 38 people (76%). Wilcoxon - test obtained a p-value of 0.000 <0.05. The conclusion is that there are differences in the level of knowledge of the respondents before and after being given health education. Suggestions for health workers to strive for all posyandu to get the same visit and increase the ability of cadres to strengthen knowledge related to early detection of toddler growth and development.