Claim Missing Document
Check
Articles

Perawatan Sepeda Motor Ojek Online Solusi Tulang Punggung Ekonomi Pengemudi Ojek Yuwono, Triyogi; Sasongko, Herman; Sutardi; Ikhwan, Nur; Widodo, Wawan Aries; Suhardjono; Sampurno; Shabrina, Dhia Fairuz
Sewagati Vol 8 No 5 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i5.2196

Abstract

Terbatasnya transportasi publik yang nyaman serta juga kecenderungan masyarakat menggunakan kendaraan secara individu telah menciptakan peluang pekerjaan baru, yakni ojek. Bagi pengemudi ojek, sepeda motor untuk melayani pelanggan merupakan tulang punggung kehidupan ekonomi mereka. Sehingga perawatan sepeda motor menjadi kebutuhan utama. Namun dengan penghasilan yang hanya 100 ribu rupiah per hari, maka biaya perawatan menjadi persoalan tersendiri. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam rangka membantu para pengemudi ojek dalam merawat sepeda motornya secara gratis. Bekerja sama dengan mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Bengkel Mahasiswa Mesin (LBMM), para dosen pengabdi dari Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, telah berhasil melakukan servis gratis untuk 75 sepeda motor pengemudi ojek di sekitar kampus. Seluruh pengemudi ojek peserta kegiatan ini menyatakan sangat puas dan berharap kegiatan servis gratis ini dapat dilakukan secara rutin, karena sangat membantu mereka dalam melakukan pekerjaannya sehari-hari.
Numerical simulation of co-firing oil palm fronds and lignite coal injected at different burning rates in tangential pulverized coal burner Ihsan, Sobar; Prabowo, Prabowo; Widodo, Wawan Aries; Saputra, I Nyoman Agus Adi
International Journal of Renewable Energy Development Vol 14, No 3 (2025): May 2025
Publisher : Center of Biomass & Renewable Energy (CBIORE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61435/ijred.2025.60982

Abstract

Reducing CO₂ emissions and utilizing biomass, particularly palm oil mill waste, is crucial for addressing climate change, enhancing air quality, and advancing environmentally sustainable clean technology innovations. Palm fronds can serve as a renewable fuel source with minimal emissions, providing a viable co-firing option for coal in coal-fired power plants (PLTU). Although previous studies have shown promising CO₂ emission reductions through co-combustion of oil palm fronds and coal, there is still no comprehensive analysis of the combustion characteristics and emission behavior when varying the burner injection zone, thus further research is required. This study performs a numerical analysis using three-dimensional computational-fluid dynamics (CFD) to examine the co-burning process of palm fronds alongside low-calorie coal (LRC) at the Pacitan PLTU, which has a capacity of 315 megawatts. The co-burning simulation, incorporating a 5% substitution of palm fronds in each burner, was conducted to differentiate between burners A and D, aiming to determine the optimum injection area. The findings of the simulation reveal inconsistencies in combustion properties, particularly regarding temperature allocation. The primary results demonstrate a temperature rise when palm fronds are used as a co-firing fuel, attributed to their greater volatility and oxygen content compared to coal. The most notable decrease in CO₂ emissions was observed with the substitution of 5% oil palm fronds in burner B; however, the reduction was not substantial, as indicated by a mass fraction value of 0.128 at the boiler discharge. An increase in NOx mass fraction was also observed due to the organic nitrogen in palm frond biomass, which decomposes rapidly during combustion at high temperatures. This co-firing technology is expected to provide a means for lowering emissions and improving the use of alternative fuels as a substitution for fossil fuels in a time to come.
Studi Numerik Sistem Ventilasi pada Kandang Ayam Type Closed House dengan Variasi Ketebalan Evaporating Cooling Pad Fernando, David; Widodo, Wawan Aries
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.153978

Abstract

Jumlah penduduk Indonesia terus meningkat dari ta-hun ke tahun. Salah satu kebutuhan pangan yang paling dimi-nati oleh masyarakat Indonesia adalah daging ayam. besarnya kebutuhan akan daging ayam perlu diimbangi oleh persediaan ayam itu sendiri. Salah satu parameter untuk menjaga produk-tivitas ayam adalah dengan menjaga temperatur, kecepatan dan kelembaban udara di dalam kandang. Oleh karena itu dilaku-kan studi numerik dengan Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk mengetahui kondisi temperatur, kecepatan dan kelembaban udara di dalam kandang dan dapat memberikan petunjuk sistem ventilasi yang sesuai untuk kandang. Penelitian ini mempunyai objek penelitian, yaitu pada kandang closed house yang berada pada daerah Gresik. Aliran diasumsikan sebagai tiga dimensi (3D) dan steady. Turbulence viscous model yang digunakan adalah model k-???? RNG. Geometri dibuat sesuai dengan bentuk kandang yang ada pada lapangan. Pada simulasi ini ayam dan evaporating cooling pad di atur sebagai porous media dan dinding dianggap adiabatik. Material fluida yang digunakan adalah campuran dari udara dan air. Kondisi ling-kungan yang ingin dicapai untuk kondisi ayam berusia 29−35 hari. Di mana kondisi lingkungan yang dibutuhkan memiliki temperatur 21−23℃, kecepatan udara di dalam kandang tidak melebihi 3 m/s dan kelembaban relatifnya adalah 50−65%. Variasi yang digunakan pada penelitian ini adalah variasi kete-balan Evaporating Cooling Pad. Untuk ketebalan evaporating cooling pad 150 mm dapat digunakan untuk ayam yang berusia 29−35 hari karena dapat memenuhi temperatur, kelembaban relatif, dan kecepatan udara di dalam kandang. Sedangkan un-tuk ketebalan evaporating cooling pad 100 mm sedikit melewati batas untuk ayam yang berusia 29−35 hari karena memiliki temperatur rata-rata pada ketinggian ayam y = 0,25 m sebesar 23,64℃. Untuk ketebalan evaporating cooling pad 200 mm dan 300 mm sedikit melewati batas untuk ayam yang berusia 29-35 hari karena memiliki kelembaban relatif rata-rata pada penam-pang z/l, yaitu sekitar 67% dan 68%.
Studi Eksperimental Tentang Karakteristik Aliran Fluida pada Airfoil Naca 0026 dengan Penambahan Transversal V-Riblets Sebesar S = H = 2 mm Sambodo, Adi Aryndra; Widodo, Wawan Aries
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.155678

Abstract

Airfoil adalah bentuk geometri yang menghasilkan gaya angkat tinggi dengan gaya hambatan rendah saat melalui fluida. Gaya angkat terjadi karena interaksi antara airfoil dan fluida yang mengalir, sedangkan gaya hambat disebabkan oleh gesekan antara airfoil dan fluida. Gaya drag dapat menyebabkan separasi dan stall pada airfoil pada sudut serang tertentu. Namun, aliran turbulen dapat menunda separasi karena memiliki momentum yang kuat. Oleh karena itu, Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan benda uji airfoil NACA 0026 yang dipasang riblets tipe V-Riblet dengan ukuran s = h = 2 mm pada area 25%-30% chord, dengan variasi sudut serang (α) = 0o, 5o, 10o, serta variasi bilangan Reynolds (Re) = 1x 105. Penelitian dilakukan pada open circuit subsonic wind tunnel di Departemen Teknik Mesin FT-IRS ITS dengan ukuran 660 cm x 660 cm x 1165 cm. Model benda uji airfoil NACA 0026 dibuat dengan ukuran span = 250 mm dan chord = 200 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan riblets V-Riblets dapat meningkatkan drag hingga 7.4% dan menurunkan lift hingga 5.32% pada variasi bilangan Reynolds (Re) = 1x 105 dan angle of attack (α) = 10o. Peningkatan bilangan Reynolds juga mempengaruhi stabilitas aliran dan karakteristik aerodinamika airfoil.
Studi Pemodelan Numerik Penempatan Shark Fin Vortex Generator dengan Susunan Sebaris Pada Dindong Kiri dan Kanan Bus Penumpang Haposan Misaelman Sinaga; Wawan Aries Widodo
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 4 No. 2 (2024): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies (In Press)
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/edu.v4i2.4321

Abstract

This study analyzes the impact of installing Shark Fin Vortex Generators (SFVG) in a row arrangement on the left and right sides of a passenger bus on the vehicle’s aerodynamic performance. A numerical modeling approach was used to visualize the airflow around the bus and measure key parameters such as drag coefficient (CD), lift coefficient (CL), and pressure coefficient (CP) distribution. Air velocity contour analysis shows that SFVG significantly optimizes airflow around the bus. The bus with SFVG achieved a higher airspeed of 50.23 km/h, while the bus without SFVG only reached 49.83 km/h, indicating a significant reduction in aerodynamic drag. Drag coefficient (CD) analysis shows that the bus with SFVG has a lower CD value of 0.63794782 compared to the bus without SFVG, which has an average value of around 0.70191103. Although the difference is small, it indicates that SFVG has the potential to reduce aerodynamic drag. A difference in lift coefficient (CL) values between the bus with SFVG (around 0.040190537) and the bus without SFVG (around 0.05368355) was also observed, suggesting that SFVG affects the lift force distribution on the bus. Pressure distribution analysis shows that SFVG alters the pressure distribution around the bus. Pressure contours on the bus with SFVG show concentrated pressure at the front of the bus with a peak pressure of about 213.22 Pa, whereas the bus without SFVG shows a higher peak pressure, reaching 465.17 Pa at the same location. This study also evaluates the potential of SFVG to reduce fuel consumption and the environmental impact of public transportation through reduced drag forces. The analysis results indicate that SFVG has the potential to improve energy efficiency and overall aerodynamic performance of the bus. Further research is needed to fully understand the impact of using SFVG in this context.
Simulasi Numerik Penempatan Shark Fin Vorteex Generator dengan Susunan Straggered pada Dinding Kiri dan Kanan Bus Penumpang Tiara Pradina Putri; Wawan Aries Widodo
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 4 No. 2 (2024): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies (In Press)
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/edu.v4i2.4380

Abstract

In this study, evaluating the effects of the use of vortex's shark fin generator (SFVG) on passenger buses' aerodynamics used numerical analysis. Studies show that buses with SFVGS show a slightly lower maximum rate (896.94 m/s) than buses with no SFVG (933.61 c.e. /s), indicating that SFVG does not have an effect on increased air speed. The coefficient analysis of drag (CD) shows a significant decline on buses with SFVG (CD averages about 0.6165738) compared to buses without SFVGS (CD around 0.72478044), signifying a reduction in drag style. Although SFVG increases the elevator coeffluent (cl) on a bus (cl approximately 0.018557634), this increase is small and affects the stability of vehicles. The pressure on the front of the bus with SFVG (204.13 pa) is slightly lower than a busload (209.16 pa), with a potential effect on the lift and stability of the entire bus. Studies highlight the need for further optimization to achieve the balance between the aerodynamic efficiency and the stability of vehicles, and the need for advanced research to understand the overall effect of the SFVG on the energy efficiency and aerodynamic performance of buses.