Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN PETANI MELALUI INOVASI TEKNOLOGI PEMANFAATAN VEGETASI SEKUNDER SEBAGAI BAHAN PUPUK ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN KESUBURAN TANAH PADA LAHAN JAGUNG DI DESA WARAMBE KECAMATAN PARIGI KABUPATEN MUNA Mila Rahni, Nini; Kadek Sutariati, Gusti Ayu; Wijayanto, Teguh; Zulfikar, Zulfikar; Hariaty Hasan, Rachmi
....-....
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Internal Partnership Program (PKMI) for faculty service is conducted in Warambe Village, Parigi District, Muna Regency, Southeast Sulawesi, with the target audience being the Labotoro Farmers Group. The issues encountered by the farmers' group include poor soil fertility, specifically low-quality land, and a lack of knowledge regarding the production of organic fertilizers based on secondary vegetation. Additionally, there is a significant amount of agricultural waste and secondary vegetation available, but they have not been maximally utilized as raw materials for enhancing soil fertility and as a nutrient source for corn plants due to a lack of knowledge in this area. The proposed solution and targets are to provide technical guidance and demonstrate the production of organic fertilizers for soil fertility enhancement, as well as to transfer this technological innovation to the farmers. The dissemination and adoption process of this technology is expected to increase farmers' income through increased production of yellow corn crops. The results obtained from the provided solution include an 85% increase in the understanding and knowledge of the members of the farmers' group regarding the utilization of secondary vegetation for organic fertilizer and soil fertility enhancement in their corn fields. The technology of utilizing secondary vegetation has not been previously implemented by the partner group, so this activity has contributed to the farmers' knowledge and skills in improving land productivity, especially within the Labotoro Farmers Group
Soil quality and yield attributes of soybean on an Ultisol conditioned using cogongrass biochar enriched with nitrogen fertilizer dissolved in seaweed extract Kilowasid, Muhammad Harjoni; Cahyani, Imas Nur; Febrianti; Aldi, Muhammad; Rahni, Nini Mila; Alam, Syamsu; Suaib; Wijayanto, Teguh; Hasid, Rachmawati; Boer, Dirvamena; Madiki, Abdul; Hadini, Hamirul; Arief, Norma; Muhidin; Nurmas, Andi; Arma, Makmur Jaya; Nuraida, Wa Ode
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2025.122.7353

Abstract

The soil quality of Ultisol, which is indicated by its chemical properties, arbuscular mycorrhizal fungi (AMF), and root nodules, is important for soybean growth. Cogongrass biochar enriched with N fertilizer solution using solvent from seaweed extract can change the soil quality. Using various seaweed extract solvents, this study sought to (i) test the impact of cogongrass biochar enriched with N fertilizer solution on the soil chemical quality and (ii) examine the effects of soil chemical changes on AMF, root nodules, tissue nutrient content, and soybean yield. The treatments consisted of (i) without biochar (B0), (ii) cogongrass biochar without enrichment (BN0), (iii) cogongrass biochar enriched with urea solution using solvent from extract of Kappapychus alvarezii (BNK), (iv) cogongrass biochar enriched with urea solution using solvent from extract of Sargassum sp. (BNS), and (v) cogongrass biochar enriched with urea solution using solvent extract of Ulva lactuca (BNU). In a randomized block design, each treatment was carried out three times. With or without fertilization, cogongrass biochar improves the chemical fertility of the soil. The increase in NH4+-N and nitrate-N content of the soil in enriched cogongrass biochar was greater than in unenriched. The AMF spores density and root nodules were reduced following enrichment. When biochar was added, there were more pods, pod dry weight, total seeds, and regular seeds per plant. In conclusion, the impact of increasing soil ammonium content led to decreased density of AMF spores, root infections, and root nodules. The level of available P greatly affected the components of soybean yield in Ultisol.
PATHOTYPE GROUPING OF Xanthomonas oryzae pv. oryzae ISOLATES FROM SOUTH SULAWESI AND SOUTHEAST SULAWESI Khaeruni, Andi; Wijayanto, Teguh
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 35, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v35i2.256

Abstract

Bacterial leaf blight caused by Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) is an important rice disease, and has caused significant economic losses.  This research aimed to determine the pathotype grouping and the distribution of Xoo isolates of South and Southeast  Sulawesi. In order to obtain the information, 61 Xoo isolates of South Sulawesi and 29 isolates of Southeast Sulawesi were evaluated for their pathotype grouping against 5 diffential varieties. Research results showed that in South Sulawesi there were 2 pathotype groups, namely pathotype IV (32.79%) and pathotype VIII(67.21%).  Pathotype VIII was widely distributed over the Western and Central areas of South Sulawesi, whereas pathotype IV was widely distributed over the Southern area.  In Southeast Sulawesi, it was found 5 pathotypes, namely pathotypes IV (27.58%), VI (10.34%), VIII (13.79%), IX (20.68%), and X (27.58%), with a limited and scattered distribution pattern on several areas. These results indicate that  Xoo pathotype groups in South Sulawesi and Southeast Sulawesi are varied and tend to sift to more virulent pathotypes. Keywords: bacterial leaf blight, pathotype group, Xanthomonas oryzae pv. oryzae
Stabilitas Bakteri Endofit Pseudomonas aeruginosa 2RWB2 Dan Pseudomonas aeruginosa 5BRB3 Dalam Formulasi Tepung Dengan Berbagai Bahan Tambahan Putri, Novita Pramahsari; Khaeruni, Andi; Ningsi Umar, Marnia; Santiaji, La Ode; Taufik, Muhammad; Satrah, Vit Neru; Sutariati, Gusti Ayu Kade; Wijayanto, Teguh
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.16782

Abstract

Bakteri endofit Pseudomonas aeruginosa 2RWB2 dan P. aeruginosa 5BRB3 terbukti efektif mengendalikan Phytophthora palmivora pada persemaian. Agar aplikasi agens hayati  dapat bertahan lama diperlukan suatu formula yang mampu mempertahankan viabilitas dan daya hambat serta kemudahkan penggunaannya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis formulasi tepung dan bahan tambahan yang memberikan pengaruh terbaik terhadap viabilitas dan daya hambat bakteri endofit Pseudomonas aeruginosa 2RWB2 dan P. aeruginosa 5BRB3 terhadap P. palmivora. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Proteksi Tanaman Unit Fitopatologi, Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari. Penelitian disusun menggunakan Rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan formula tepung dan bahan tambahan yang berbeda. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan dilaksanakan secara paralel dengan dua jenis bakteri endofit yaitu: P. aeruginosa 2RWB2 dan P. aeruginosa 5BRB3. Data dianalisis dengan sidik ragam dan apabila terdapat pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung talk dan tepung tapioka dapat berfungsi sebagai bahan dasar dalam formulasi agens hayati bakteri endofit P. aeruginosa 2RWB2 dan P. aeruginosa 5BRB3. Formulasi tepung tapioka P6 dengan penambahan pepton memiliki kemampuan terbaik dalam meningkatkan viabilitas bakteri endofit P. aeruginosa 2RWB2 yaitu sebesar 8,34 x 108 CFU/g pada 8 MSI, formulasi P3 memiliki kemampuan daya hambat terbaik yaitu sebesar 87,78% dengan masa simpan formulasi 10 MSI. Sedangkan tepung tapioka P5 memiliki kemampuan terbaik dalam meningkatkan viabilitas bakteri endofit P. aeruginosa 5BRB3 yaitu sebesar 8,14 x 108 CFU/g pada 8 MSI, formulasi P6 memiliki kemampuan daya hambat terbaik yaitu sebesar 88,89% dengan masa simpan formulasi 12 MSI.
Analisis Perbandingan Kinerja Reksa Dana Saham Syariah Dan Konvensional Menggunakan Metode Sharpe, Treynor Dan CAPM Tahun 2008-2012 Benardi, Benardi; Wijayanto, Teguh
Studia Ekonomika Vol. 13 No. 2 (2015): Studia Ekonomika Volume 13 Nomor 2 Juli Tahun 2015
Publisher : STIE KASIH BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70142/studiaekonomika.v13i2.56

Abstract

Reksa Dana dapat didefinisikan sebagai sarana investasi yang terdiri dari kumpulan dana yang dikumpulkan dari banyak investor untuk tujuan investasi di berbagai instrumen investasi oleh pengelola dana. Saat ini masih banyak yang belum mengetahui tentang reksa dana, jumlah investor reksa dana adalah kecil. Sebelum berinvestasi di reksa dana, calon investor harus mengetahui isu-isu utama yang terkait dengan reksa dana terutama risiko dan pengembalian. Dalam penelitian ini digunakan purposive sampling. Reksa Dana tersebut aktif dan terdaftar di Bapepam (OJK) sejak 1 Januari 2008 sampai dengan 28 Desember 2012. Berdasarkan kriteria tersebut, jumlah sampel masing-masing 6 reksa dana syariah dan konvensional dana, metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah one sample t-test dan independent sample t-test dengan menggunakan SPSS versi 21.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan perhitungan menggunakan Sharpe, Treynor dan CAPM menyimpulkan bahwa (1) kinerja reksa dana saham syariah tidak perbedaan yang signifikan dari JII; (2) kinerja reksa dana saham konvensional tidak perbedaan signifikan dari IHSG; maka, (3) kinerja reksa dana saham konvensional lebih baik (mengungguli) dibandingkan kinerja reksa dana saham syariah berdasarkan Sharpe, dan Treynor (kinerja reksa dana konvensional dan reksa dana syariah berbeda nyata); (4) kinerja reksa dana saham syariah tidak berbeda signifikan dengan reksa dana konvensional dana berdasarkan CAPM.
Bimbingan Teknis Pembuatan POC Berbasis Sampah Organik Rumah Tangga untuk Meningkatkan Produksi Tanaman Sayuran Di Desa Jati Bali Sulawesi Tenggara Safuan, La Ode; Bahrun, Andi; Wijayanto, Teguh; Hasid, Rachmawati; Hijria, Hijria; Ansi, Azhar
Lebah Vol. 19 No. 2 (2025): November: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v19i2.443

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberdayakan ibu-ibu Dasawisma di Desa Jati Bali melalui bimbingan teknis pembuatan pupuk organik berbasis sampah organik rumah tangga berkualitas tinggi yang bermanfaat untuk meningkatkan produksi sayuran, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman tentang manfaat POC dan keterampilan dalam pembuatan POC. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi sosialisasi, demonstrasi, dan proyek percontohan. Sasaran kegiatan ini adalah para ibu rumah tangga anggota Dasawisma di Desa Jati Bali, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan. Materi yang disampaikan merupakan teknologi tepat guna pembuatan POC sebagai salah satu cara mengatasi permasalahan sampah dan limbah rumah tangga yang dapat mencemari lingkungan. Melalui kegiatan ini, pemahaman dan keterampilan ibu-ibu Desa Dasawisma Jati Bali sangat dibutuhkan untuk meningkat. Sumber daya lokal berupa sampah organik dapat dibuat menjadi POC berkualitas yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah di pekarangan, kebun sayur dan meminimalisir penggunaan pupuk anorganik. Pengenalan, bimbingan teknis dan pendampingan pembuatan POC dilakukan di pekarangan rumah ketua Dasawisma. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif peserta dalam mengikuti Sosialisasi dan bimbingan teknis pembuatan POC yang dilakukan secara berkelompok dan pendampingan selama 14 hari hingga POC selesai dan siap pakai. Peningkatan pemahaman peserta terhadap pengertian, cara pembuatan, dan pemanfaatan POC meningkat dari 20% menjadi 65%. Luaran dari kegiatan ini berupa laporan pengabdian masyarakat, video kegiatan berdurasi lima menit, dan artikel Sinta 5.
Co-Authors Abdul Madiki Aminuddin Mane Kandari, Aminuddin Mane Andi Awaluddin Andi Bahrun Andi Khaeruni ANDI KHAERUNI Andi Khaeruni Andi Khaeruni R, Andi Andi Khaeruni R. ANDI NURMAS, ANDI Anima Hisein ANIMA HISEIN, WAODE SITI Anwar Anwar Arief, Norma Arsana, Made Widana Arsyad, Mirza Arsiaty Asniah Asniah Awaluddin, Andi AZHAR ANSI, AZHAR Azhar Bafadal Azhar Bafadal Bambang Supriadi Benardi Botek, Muhammad Cahyani, Imas Nur Candra Ginting Darmawansyah Darmawansyah Dedu, La Ode Arfan DIRVAMENA BOER, DIRVAMENA Eko Aprianto Johan Ente, La Erwin Najamuddin Etikawati, Made Febrianti Gusnawaty Gusnawaty Gusti Ayu Kade Sutariati Gusti R. Sadimantara Hadi Sudarmo Hairil Adzulyatno Hadini Hariaty Hasan, Rachmi Hariyani Hijria, Hijria Hisein, Anima Hisein, Waode Siti Anima Kadek Sutariati, Gusti Ayu Kilowasid, Muhammad Harjoni La Ode Safuan La Ode Santiaji, La Ode Lailatul Nuraini Laode Sabaruddin Makmur Jaya Arma Mangalla, Lukas K. MARIADI MARIADI Mila Rahni, Nini Muhammad Aldi, Muhammad MUHAMMAD TAUFIK Muhidin Muhidin Musa, Musril Hakim Nasution, Annio Indah Lestari NELI SUSANTI, NELI Ni Wayan Sri Suliartini Ningsi Umar, Marnia Nini Mila Rahni NORMA ARIF, NORMA Nur Aida, Nur NUR ALAMSYAH, MUHAMAD Nuraida, Wa Ode Nuraida, Waode Nurul Amalia Putri, Novita Pramahsari Rachmawati Hasid Rakian, Tresjia C. Sadimantara, Gusti Ray Samirin, Samirin Satrah, Vit Neru Satrah, Vit Neru Sitti Aida A. Taridala Suaib SUDIARSIH, TIRA Suliartini, Ni Wayan Sri Surni Surni Syair Syair Syair, H Syamsiar, Syamsiar SYAMSU ALAM Tanza Nirmala Vit Neru Satrah WA ODE AFU, WA ODE Waode Siti Anima Hisein Yani, Wa Ode Rahzia Zohorman Zohorman Zohorman Zohorman