Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Jejak Roda Tiga Ke Roda Empat:Perubahan Moda Transportasi Semarang 1962-1983 Saputra, Hermawan Rizqi; Wijayati, Putri Agus
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.73884

Abstract

Artikel ini membahas tentang dinamika perubahan moda transportasi umum di Kota Semarang. Fokus permasalahan tentang perubahan dari moda beroda tiga, yaitu bemo digantikan oleh angkutan beroda empat, atau yang dinamakan Daihatsu. Penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah sosial kota dan memanfaatkan sumber primer berupa surat kabar. Temuan menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi pada moda transportasi umum tidak hanya dipicu pada pertimbangan teknis dan regulatif, tetapi juga pada pengaruh modernisasi kota, tekanan ekonomi, dan perubahan gaya hidup masyarakat urban. Transportasi merupakan bagian vital dari struktur sosial dan ekonomi kota. Dalam konteks Semarang sebagai kota pelabuhan, ibukota provinsi, kota perdagangan, sekaligus kota yang memiliki sejarah panjang, menjadi penting untuk mendapatkan perhatian dalam historiografi perkotaan. Selain itu, kota ini juga perlu mendapatkan tempat di dalam sejarah transportasi perkotaan pada periode kontemporer. Moda transportasi umum bertumbuh, berkembang, dan berubah dari waktu ke waktu.AbtractThis article discusses the dynamics of changes in public transportation modes in the city of Semarang. The focus of the problem is the change from three-wheeled modes, namely bemo replaced by four-wheeled transportation, or what is called Daihatsu. This study uses a social history approach to the city and utilizes primary sources in the form of newspapers. The findings show that changes that occur in public transportation modes are not only triggered by technical and regulatory considerations, but also by the influence of urban modernization, economic pressures, and changes in the lifestyle of urban communities. Transportation is a vital part of the social and economic structure of the city. In the context of Semarang as a port city, provincial capital, trading city, and a city with a long history, it is important to get attention in urban historiography. In addition, this city also needs to get a place in the history of urban transportation in the contemporary period. Public transportation modes grow, develop, and change over time.Keywords : Take Action; Prevent; Tackle; Narcotics; Semarang 
Segenggam Asa Di Tengah Keterbatasan: Kehidupan Anak Jalanan di Purwokerto Tahun 1999-2008 Humaeroh, Diana Hanifatul; Wijayati, Putri Agus
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.73801

Abstract

 Keberadaan anak-anak yang menghabiskan waktu di jalanan merupakan fenomena yang sering muncul di kota. Adanya kelompok kecil ini tidak terlepas dari faktor kemiskinan yang sulit diputus mata rantainya. Disamping itu, lingkungan mereka tinggal memberi gambaran kuat bagi anak-anak yang tumbuh di dalamnya sehingga menjadikan jalanan sebagai cara mudah untuk memperoleh penghasilan. Hal ini diperparah dengan situasi krisis ekonomi yang menyebabkan peningkatan anak jalanan salah satunya di Purwokerto. Artikel ini mengkaji tentang kehidupan anak jalanan di Purwokerto dan peranan Biyung Emban sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak dalam pembinaan terhadap anak jalanan. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat tahapan yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Sumber-sumber yang digunakan mencakup sumber primer berupa surat kabar, foto, dan hasil wawancara. Sumber sekunder yang digunakan berupa skripsi, buku, dan jurnal baik nasional maupun internasional yang relevan dengan topik penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa anak jalanan di kota Purwokerto terlibat dalam berbagai aktivitas ekonomi seperti mengamen, meminta-minta, mengumpulkan barang bekas dan ojek payung. Berangkat dari permasalahan diatas, Biyung Emban berupaya memberikan pembinaan terhadap kelompok kecil ini melalui pendidikan dan ketrampilan sebagai bekal kehidupan mereka.Kata kunci: Kota, Anak Jalanan, Biyung Emban, PurwokertoAbstractThe presence of children spending time on the streets is a common phenomenon in cities. The existence of this small group is closely tied to the cycle of poverty that is difficult to break. Additionally, the environment in which they live strongly influences the children growing up there, leading them to view the streets as an easy way to earn income. This situation is exacerbated by the economic crisis, which has led to an increase in the number of street children, including in Purwokerto. This article examines the lives of street children in Purwokerto and the role of Biyung Emban, a community based organization dedicated to supporting street children. This research employs a historical method consisting of four stages: heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The sources used include primary sources such as newspapers, photographs, and interview results. Secondary sources include theses, books, and journals both national and international relevant to the research topic. Based on the research findings, it was found that street children in Purwokerto are involved in various economic activities such as busking, begging, collecting, scrap materials, and umbrella taxi services. Addressing these issues, Biyung Emban strives to provide guidance to this group through education and skill development as a foundation for their future lives.Keywords: City, Street Children, Biyung Emban, Purwokerto
Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar untuk Menghindari Anakronisme Sejarah di MGMP Kabupaten Semarang Wijayati, Putri Agus; Pratiwi, Ardela Iga; Nurpratiwi, Hany
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4 No 4 (2024): JPMI - Agustus 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.2763

Abstract

Kemampuan guru membuat detail pembabakan waktu atau periodesasi sejarah Indonesia masa kolonial perlu diperkuat guna menghindari anakronisme. Kompetensi pengetahuan guru harus terus diupgrade untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang kontekstual. Di samping itu, pada era perkembangan teknologi ini, kompetensi guru sejarah sebagai pendidik yang profesional juga dituntut untuk dapat menyajikan pembelajaran dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Pembelajaran menggunakan metode dan media ajar terbarukan sesuai perkembangan kurikulum serta membuat bahan ajar yang inovatif dan kreatif akan mampu membawa hasil pembelajaran yang maksimal. Pelatihan pembuatan bahan ajar di MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) sejarah di kabupaten Semarang, Jawa Tengah bertujuan untuk mengoptimalkan bahan ajar di sekolah yang disesuaikan dengan kurikulum dan perkembangan teknologi. Selain itu juga untuk penguatan pemahaman guru terhadap periodesasi sejarah Indonesia guna menghindari anakronisme sejarah. Metode yang dilaksanakan antara lain persiapan, pembentukan tim pengembangan bahan ajar, merancang media ajar berupa video, pelaksanaan kegiatan serta pemantauan dan evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini ialah mampu menguatkan pemahaman peserta untuk menghindari anakronisme dalam menyampaikan materi sejarah Indonesia masa kolonial. Video pembelajaran sejarah yang dilengkapi unsur audio visual meliputi teks, gambar dan musik dapat membantu siswa untuk belajar sejarah Indonesia masa kolonial secara kronologis dan menarik.
Huishoudschool: Pendidikan dan Pembentukan Citra Perempuan Ideal di Perkotaan Jawa Akhir Masa Pemerintah Kolonial Belanda Pratiwi, Ardela Iga; Wijayati, Putri Agus; Putri, Rizka Cahyaning Arifin
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 8, No 2 (2025): on progress
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v8i2.88203

Abstract

Dalam historiografi perempuan Indonesia, penulisan sejarah pendidikan perempuan di Indonesia masih didominasi pada pembahasan pendidikan formal perempuan dalam sistem sekolah umum, sedangkan kajian pendidikan keterampilan domestik masih cukup minim. Tulisan ini bertujuan mendiskusikan tentang Huishoudschool di perkotaan Jawa dalam periode akhir masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Kajian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Huishoudschool merupakan salah satu sekolah khusus perempuan yang kurikulumnya terdiri atas pelajaran-pelajaran ilmu keterampilan rumah tangga (domestik), seperti memasak, mencuci pakaian, menjahit, menyetrika, mengasuh anak, gizi dan kesehatan, dan lainnya. Lama masa pendidikannya sekitar dua sampai tiga tahun. Tradisi dan gagasan kolonial telah membentuk bagaimana perempuan ideal, yaitu terampil mengerjakan urusan domestik, melayani suami, mengasuh serta mendidik anak. Hal tersebut berimplikasi membuat Huishoudschool menjadi sekolah yang diminati karena dianggap sesuai dengan kodrat dan tugas perempuan. Oleh karena itu, Huishoudschool berperan tidak hanya sebagai wadah pendidikan khusus perempuan, tetapi juga berkontribusi membentuk citra perempuan ideal.
Wheels of the Past: Trams as the Lifeline of Semarang City 1881-1940 Safitri, Rahma Danisa Eka; Khawismaya, Herlina Putri; Amalia, Qotrunnida; Wijayati, Putri Agus; Pratiwi, Ardela Iga
Siginjai: Jurnal Sejarah Vol 5 No 2 (2025): Siginjai: Journal of History
Publisher : Prodi Ilmu Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/js.v5i2.47605

Abstract

Trams played an important role in the development of Semarang City from 1881 to 1940. As a mode of transportation in the city, trams are not only a means of transporting passengers and goods, but also a major driver of economic growth and urban spatial development. This research uses historical methods, including heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results show that the Semarang-Juana steam tram, operated by Samarang-Joana Stoomtram Maatschappij (SJS), is the backbone of transportation to connect produce production areas with ports, as well as encourage urbanization and economic growth. Trams also form new economic corridors and expand social interaction between community groups. However, trams eventually disappeared due to the development of transportation technology and changes in urban spatial planning.