Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Model Pendidikan Berbasis Lima Menara Ilmu: Kajian Integrasi Nilai Keislaman, Keindonesiaan, Kemaduraan, Kepesantrenan, dan Keaswajaan dalam Pembelajaran Sains Agus Budiyono; Abd. Haris; Linda Tri Antika; Arin Wildani; Hosnol Hotimah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3275

Abstract

Meningkatnya kebutuhan untuk menjembatani dikotomi antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan dalam pendidikan tinggi Islam, khususnya dalam konteks pesantren yang menempatkan pendidikan berbasis nilai sebagai hal yang utama, maka dibutuhkan suatu konep integrasi keilmuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan konsep integrasi Lima Menara Ilmu dalam pembelajaran sains di Universitas Islam Madura (UIM) sebagai model pendidikan berbasis pesantren yang relevan bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) lainnya di Indonesia. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya mengharmoniskan ilmu sains dengan nilai-nilai Keislaman, Keindonesiaan, Kemaduraan, Kepesantrenan, dan Keaswajaan dalam satu sistem pembelajaran yang komprehensif. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka dan Focus Group Discussion (FGD) dengan 15 ahli dari bidang sains, pendidikan agama Islam, studi Islam, Pancasila dan kewarganegaraan, dan budayawan untuk merumuskan sintesis integratif dalam lima tingkatan: filosofi, metode dan pendekatan riset, materi, strategi pembelajaran, serta evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap nilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter akademik dan moral mahasiswa, di mana nilai Keislaman memperkuat landasan epistemologi berbasis wahyu, Keindonesiaan menanamkan nasionalisme, Kemaduraan mengangkat etnosains lokal, Kepesantrenan menginternalisasi tradisi akademik khas pesantren, dan Keaswajaan membangun sikap moderat dan toleran. Integrasi kelima pilar ini menciptakan model pembelajaran sains yang komprehensif dan relevan secara kontekstual. Integrasi ini diharapkan dapat diterapkan pada PTKIS berbasis pesantren lainnya untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam sains tetapi juga memiliki karakter religius, nasionalis, dan berwawasan budaya.
Integrating Local Wisdom of Pesantren into Physics Education: A Torque-Based Analysis of Daily Activities Nurul Aulia; Agus Budiyono; Herman Jufri Andi; Arin Wildani
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 13 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v13i2.18509

Abstract

This study explored the integration of torque concepts into the local wisdom of Islamic boarding schools (pesantren), emphasizing the application of these principles in everyday activities. The research aimed to connect abstract physics concepts with culturally relevant practices to enhance physics education. Using a descriptive qualitative method, field observations were conducted on 17 pesantren activities, with data collected from 10 students in Pamekasan. Direct observation and photography documented movements related to torque, such as during prayer, ablution, and other daily tasks. The findings identified 29 torque-related movements, including actions like performing ablution and making adzan. These traditional practices were analyzed for their application of force, pivot points, and lever arms, demonstrating their alignment with the concept of torque in physics. The study concluded that integrating these cultural activities into physics education not only aids in understanding theoretical concepts but also enriches the learning experience by incorporating students' cultural backgrounds. This approach promotes a more meaningful and engaging physics education while respecting the cultural values of pesantren students.