Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Dari Protes Menuju Kekacauan: Sosiologi Visual dan Kriminologi Visual Pembakaran DPRD Makassar dalam Liputan Kompas Hadisaputra; Sri Wahyuni; Rahmadani Islawiyah; Risqa Ayu Ramadani; Ilham Darmawan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11629

Abstract

Political protests increasingly occur in hybrid arenas where street interactions and media visibility combine to produce collective meaning. This study examines how Kompas's visual coverage of the 2025 burning of the Makassar Regional People's Representative Council (DPRD) building constructed spontaneous collective behavior and protest escalation. Using an interpretive qualitative design and an exploratory critical case study, the research treats photographs and videos as primary sociological evidence and analyzes them through a visual analytic framework grounded in visual sociology and visual criminology. The findings demonstrate that Kompas organized the protests into a linear escalation narrative from civil expression to chaos, prioritizing images of fire, smoke, and damaged architecture as signifiers. Early-phase visuals emphasize confrontation and synchronous crowd movement, shaping expectations of impending conflict, while later-phase images concentrate on symbolic destruction and the anonymity of the crowd, producing a collective blame effect that obscures individual responsibility. Post-escalation visuals highlight law enforcement, spatial control, and the restoration of order, legitimizing state authority through visual closure. At various stages, affective language amplified the fear and urgency while marginalizing the injustices felt by the protesters, thus translating political opposition into a securitized narrative of chaos. This study contributes to the study of protest and media by demonstrating that visuality is a constituent element of escalation dynamics and moral categorization, not simply a record of events. It also highlights the policy significance of critical visual literacy for evidence-based and humane protest governance in digital democracy.
Pengaruh Beban Kerja dan Work-Life Balance Terhadap Kinerja Pegawai Di Era Digital: Studi Kasus ATR/BPN KAB. Luwu Timur Seshi Ikrima Alfariza; Nurinaya Nurinaya; Sri Wahyuni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan work-life balance terhadap kinerja pegawai di era digital pada ATR/BPN Kabupaten Luwu Timur. Perkembangan digitalisasi dalam pelayanan publik menyebabkan meningkatnya tuntutan pekerjaan serta perubahan pola kerja pegawai, sehingga diperlukan pengelolaan beban kerja dan keseimbangan kehidupan kerja yang baik guna meningkatkan kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 50 responden yang merupakan pegawai ATR/BPN Kabupaten Luwu Timur. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai signifikansi sebesar 0,003 < 0,05. Variabel work-life balance juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Secara simultan, beban kerja dan work-life balance berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di era digital. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan kinerja pegawai sebesar 39,2%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, pengelolaan beban kerja dan penerapan work-life balance yang baik menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja pegawai pada instansi pemerintah di era digital.
Analisis Peran Disnaker Dalam Pengembangan Kompetensi Dan Keterampilan Calon Tenaga Kerja Pada Kantor Disnaker Kabupaten Bantaeng Dsulkaedah Dsulkaedah; Muh. Nur Rasyid; Sri Wahyuni
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.8900

Abstract

Tingginya angka pengangguran di Kabupaten Bantaeng yang mencapai 6,92%, lebih tinggi dari rata-rata nasional 5,28% maupun Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 6,20%, menjadi latar belakang penelitian ini. Persoalan tersebut diperparah oleh kesenjangan keterampilan antara calon tenaga kerja dengan kebutuhan industri, sistem pendidikan yang kurang adaptif, serta minimnya pengalaman praktik di lapangan. Dalam konteks ini, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnaker) Kabupaten Bantaeng memegang peran strategis sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas pengembangan kompetensi dan keterampilan calon tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran Disnaker Kabupaten Bantaeng dalam pengembangan kompetensi dan keterampilan calon tenaga kerja, serta mengungkap kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan empat informan kunci, yaitu Kepala Bidang Tenaga Kerja, pegawai Disnaker, dan dua orang calon tenaga kerja, serta dilengkapi dengan observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Disnaker Kabupaten Bantaeng menjalankan tiga peran utama, yaitu sebagai fasilitator melalui penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetensi dan penyediaan sertifikasi keahlian; sebagai regulator melalui perumusan dan implementasi kebijakan ketenagakerjaan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; serta sebagai katalisator melalui kolaborasi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bantaeng, dunia usaha, dan industri. Program yang dijalankan mencakup pelatihan teknis, pengembangan soft skill, penyelenggaraan job fair, dan penyebaran informasi lowongan kerja. Kendala utama yang diidentifikasi meliputi keterbatasan anggaran dan fasilitas, kurangnya minat masyarakat untuk mengikuti pelatihan, serta perlunya pembaruan materi pelatihan agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja.
The Influence of Workload, Time Pressure, and Interpersonal Relationships on the Performance of Makassar Heritage Office Employees Sendi Lesmana; M. Yusuf Alfian Rendra Anggoro; Sri Wahyuni
Journal Social Society Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.5.1.2025.636

Abstract

Employees of the Balai Harta Peninggalan (BHP) Makassar face significant challenges in carrying out legal administrative duties, particularly due to the vast scope of the work area, which covers 13 regions in Eastern Indonesia, and the limited number of human resources. High workloads, time pressure in task completion, and the dynamics of interpersonal relationships have the potential to affect overall employee performance. In light of this urgency, this study aims to analyze the influence of workload, time pressure, and interpersonal relationships on employee performance at BHP Makassar. This research employed a descriptive quantitative approach using a survey method. Data were collected through observation, literature review, and the distribution of closed-ended questionnaires to the entire population of 34 employees, thus eliminating the need for sampling techniques. The research instruments were validated and tested for reliability before analysis. The data were analyzed using multiple linear regression with the aid of SPSS version 27. The findings indicate that both partially and simultaneously, workload, time pressure, and interpersonal relationships have a positive and significant influence on employee performance. A proportionally distributed workload, effectively managed time pressure, and conducive interpersonal relationships significantly contribute to improving employee productivity and work quality. These findings provide important implications for institutional management in designing work policies that support employee performance improvement and offer a basis for further research exploring additional variables in the context of public sector organizations.
Analysis of Factors Affecting Employee Performance at the Regional Planning, Research, and Development Agency (BAPPEDA) of Wakatobi Regency, Southeast Sulawesi Province Osiani Osiani; Muh. Nur; Sri Wahyuni
Journal Social Society Vol. 6 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.2.2026.1372

Abstract

Employee performance is a critical factor in ensuring the effectiveness of public sector organizations, particularly government agencies responsible for regional development planning. Preliminary observations at the Regional Planning, Research, and Development Agency (BAPPEDA) of Wakatobi Regency indicated several performance-related issues, including inadequate work motivation, limited job satisfaction, inconsistent work discipline, and suboptimal working conditions. Although previous studies have examined employee performance in various organizational settings, limited research has simultaneously analyzed work motivation, job satisfaction, work discipline, and work environment within regional government planning institutions. This study addresses this gap by examining the influence of these four factors on employee performance at BAPPEDA Wakatobi Regency. This study employed a quantitative approach with a saturated sampling technique involving all 43 employees as respondents. Data were collected through structured questionnaires, observation, and documentation, and were analyzed using multiple linear regression. The results showed that work motivation, job satisfaction, work discipline, and work environment each had a positive and significant effect on employee performance. Work motivation provided the strongest contribution, followed by work discipline, job satisfaction, and work environment. The coefficient of determination indicated that these four variables explained 57.5% of the variation in employee performance, while the remaining 42.5% was influenced by other factors outside the model. These findings highlight that improving employee performance in regional government institutions requires an integrated human resource management strategy. Strengthening motivation, enhancing job satisfaction, enforcing work discipline, and improving workplace conditions are essential to support more effective, accountable, and responsive public service performance at BAPPEDA Wakatobi Regency.
Keterampilan Proses Sains untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Sekolah Dasar Sri Wahyuni; Irmawanty; Hilmi Hambali
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 3 No 2 (2024): MARET
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v3i2.1229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak penerapan pendekatan keterampilan proses sains terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) siswa di tingkat sekolah dasar. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan bentuk one group pre-test post-test design. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, dengan analisis data menggunakan metode deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan keterampilan proses sains secara signifikan meningkatkan hasil belajar IPA siswa. Terjadi perubahan yang nyata dari nilai rendah menjadi tinggi setelah penerapan pendekatan tersebut, yang mengindikasikan efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi IPA. Temuan ini memberikan dukungan empiris terhadap keberhasilan pendekatan keterampilan proses sains, yang dapat menjadi dasar bagi pengembangan praktik pembelajaran yang lebih efektif di masa depan.
Efektivitas Penggunaan Model Anticipation Guide Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Pada Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV UPT SPF SDI Bangkala II Kota Makassar Sri Wahyuni; Sulfasyah; Muhammad Agus
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v7i4.11352

Abstract

Efektivitas Penggunaan Model Anticipation Guide terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia pada Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV UPT SPF SDI Bangkala II. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Makassar. Dibimbing oleh Sulfasyah dan Muhammad Agus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan model Anticipation Guide terhadap hasil belajar bahasa Indonesia pada kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV UPT SPF SDI Bangkala II. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel dalam penellitian in adalah 30 siswa kelas IV UPT SPF SDI Bangkala II. Instrumen penellitian yang digunakan berupa tes membaca pemahaman sebelum dan sesudah penggunaan model Anticipation Guide. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Anticipation Guide efektif dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada kemampuan membaca pemahaman siswa. Berdasarkan hasil nilai rata-rata posttes siswa mencapai 80,16, sedangkan nilai rata-rata pretest hanya mencapai 43,83. Analisis statistik menggunakan uji-t menunjukkan bahwa nilai Thitung = 19,437 lebih besar dari Ttabel = 2,045 (19,437 > 2,045), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini membuktikan bahwa model pembelajarn Anticipation Guide dalam proses pembelajaran efektif terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV UPT SPF SDI Bangkala II Kota Makassar.
Pemberdayaan Anak Panti Asuhan Jannatul Ma'wa melalui Sosialisasi dan Pelatihan Keterampilan Kreatif Ririn Sri Arianti; Siti Walida Mustamin; Hanisah Islania; Herti Angreani; Nadya Lestari; Nurul Alvina; Sri Wahyuni; Sitti Nuraisyah; Adelia Pratiwi; Ananda Afia Azzahrah; Asrul Sani; Zulfahmi Ahmad; Muh. Rizki
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia Vol 1 No 3 (2026): April-Juni
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk membekali anak-anak Panti Asuhan Jannatul Ma’wa dengan keterampilan kreatif sebagai bentuk pemberdayaan yang menumbuhkan kemandirian dan jiwa kewirausahaan sejak dini. Pelaksanaannya menempuh tiga tahap utama, yakni penyampaian materi, diskusi, dan praktik langsung pembuatan produk kreatif sederhana berupa tempat pensil dari botol plastik bekas. Hasil kegiatan memperlihatkan peningkatan yang berarti pada aspek kreativitas, kepercayaan diri, kesadaran lingkungan, dan keterampilan anak. Anak-anak panti asuhan terbukti mampu menghasilkan produk kreatif secara mandiri yang memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai estetika. Melalui program ini, mereka tidak hanya memperoleh keterampilan praktis baru, tetapi juga bekal motivasi dan kemampuan nyata untuk hidup mandiri kelak setelah meninggalkan panti.
PENGARUH PENDIDIKAN, PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BANK BTN KC MAKASSAR Muhammad Imam Dzakwan Satria S; Muh. Nur Rasyid; Sri Wahyuni
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13691

Abstract

This study aims to determine the effect of education, training, and career development on employee performance at PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Makassar Branch Office. This research used a quantitative approach involving 98 permanent (organic) employees as respondents. Data were collected through questionnaires and analyzed using validity tests, reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, partial t-tests, and the coefficient of determination (R²). The results show that the education variable has a positive but insignificant effect on employee performance, with a regression coefficient of 0.100 and a significance value of 0.468 > 0.05. The training variable has a positive and significant effect on employee performance, with a regression coefficient of 0.267 and a significance value of 0.001 < 0.05. Career development also has a positive and significant effect on employee performance, with a regression coefficient of 0.366 and a significance value of 0.000 < 0.05, and is the most dominant variable. The coefficient of determination (R²) value of 0.378 indicates that education, training, and career development explain 37.8% of the variation in employee performance, while the remaining percentage is influenced by other factors outside the research model. The reliability test results indicate that all variables have Cronbach’s Alpha values above 0.60, meaning that the research instruments are reliable.
Edukasi Green Management dan Eco-Leadership Berbasis Prinsip Manajemen Islami Ismar Jayanto; Gita Avyana; Khesya Aulia; Sahwa; Sri Wahyuni; Ahmad Fahri; Muh. Ikbal Setiawan; Nurdiana; Ignia Amelia Darwis; Dian Putri Faizal; Muhammad Rezky Febriamin; Dimas; Siti Walida Mustamin
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: Mei-Juli
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan pada anak binaan Panti Asuhan Anugrah melalui penerapan Green Management dan Eco-Leadership berbasis prinsip Manajemen Islami. Program mengintegrasikan nilai keadilan, amanah, dan efisiensi dengan metode partisipatif berupa diskusi interaktif, permainan edukatif, serta praktik penanaman tanaman. Pelaksanaan kegiatan mendorong peserta memahami pelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab sosial sekaligus ibadah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, sikap, dan komitmen peserta terhadap perilaku ramah lingkungan. Peserta mampu memahami pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan serta termotivasi untuk menerapkan kebiasaan sederhana yang mendukung kelestarian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Program ini menunjukkan bahwa integrasi pendidikan lingkungan dengan nilai-nilai Islam efektif dalam membangun karakter peduli lingkungan pada anak panti asuhan.