Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS BERITA Wismanto, Agus
Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2022): Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diksa.v8i1.22662

Abstract

This development research aims to produce a project-based learning model product in learning to news writing. This research procedure follows the Borg & Gall development procedure. The research subjects were students and lecturers of the PBSI study program at Universityof PGRI Semarang. This development process produces products in the form of producing project-based learning model products in learning to news writing that are valid, practical and effective. This study uses a non-test instrument data collection technique, namely a questionnaire given to 2 material experts and 2 media experts. The results of the feasibility of the product producing a project based learning learning model product in learning to news writing using a Likert scale in the form of a score of 1-5 are as follows: a) The results of validation by material experts obtained a score of 81.54% which is included in the very feasible category; b) The results of the validation by media experts obtained a score of 78.4% which was included in the appropriate category. Based on the results of the feasibility, it can be concluded that the product of the project based learning model is suitable for use in learning to news writing
KAJIAN PROBLEMATIKA BAHASA INDONESIA KEKINIAN RAGAM TULIS RANAH TEMPAT UMUM DI SEMARANG TIMUR KOTA SEMARANG Suyoto Suyoto; Arisul Ulumuddin; Agus Wismanto; Murwantobroto Murwantobroto
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 3 (2024): Vol 12 No 3 September 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i3.6348

Abstract

Bahasa Indonesia memiliki fungsi yang istimewa di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia yang ditandai dengan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan bahasa nasional. Atas dasar fungsi tersebut, bahasa Indonesia digunakan dalam penyusunan naskah-naskah kedinasan di berbagai lembaga negara serta. Ragam bahasa Indonesia yang seharusnya digunakan dalam penyusunan naskah dinas adalah bahasa Indonesia standar. Sebagai bahasa nasional bahasa Indonesia digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, baik dalam forum resmi maupun bukan. Namun, kedua fungsi ini belum sepenuhnya terlaksana sehingga menimbulkan problematika dalam penggunaannya. Problematika yang terjadi pada bahasa Indonesia ditandai dengan adanya kesalahan berbahasa ragam tulisan dan ragam lisan. Permasalahan penelitian ini adalah (1) berbagai problematika bahasa Indonesia kekinian di beberapa fasilitas umum (seperti RS, Puskesmas, Sekolah, Kantor Dukcapil, Pusat Kuliner, Pasar besar Kota) di Semarang Timur Kota Semarang dan solusi penanganannya (2) faktor penyebab kesalahan berbahasa Indonesia pada berbagai bidang kehidupan khususnya di Kota Semarang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode Agih dengan teknik lanjutannya BUL, teknik analisis data induktif (inductive data analysis). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa (1) bahasa Indonesia khususnya ragam tulis ranah tempat umum ini mengalami berbagai problematika pada beberapa tataran linguistik, (2) kesalahan berbahasa Indonesia ragam tulisan disebabkan oleh berbagai faktor.
Penerapan Pendekatan TaRL Berbantuan Media Kahoot pada Materi Teks Anekdot di SMA Kota Semarang Kamarullah, Heike; Wismanto, Agus; Rahayu, Winarni
Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 14 No. 1 (2024): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/pena.v14i1.32658

Abstract

The purpose of this study is to explore the application of the Teaching at the Right Level (TaRL) approach supported by Kahoot media on anecdotal text material in Semarang city high schools, especially at SMA Negeri 5 Semarang. Students have differences in abilities, both in terms of level of understanding, learning style, and background. The TaRL approach considers these differences and ensures that learning matches each learner's ability level. The use of learning media is also an important element in the application of this approach. One of them is the use of Kahoot media. The use of Kahoot can also assist teachers in taking diagnostic assessments. This research method uses qualitative with a type of qualitative descriptive research. The sample in this study was one class in class X-10 with a total of 36 learners from the entire population selected using the Purposive Sampling technique. The data collection technique used by researchers in this study is the learning results of students obtained from interviews and observation techniques by observers. Data analysis techniques use descriptive qualitative. The validity used in this research is triangulation of sources. The results of data analysis and discussion can be concluded that the application of the TaRL approach assisted by Kahoot media on anecdotal text material shows significant potential in learning effectiveness.
Transformasi Legenda Desa Limbasari sebagai Kearifan Lokal di Era VUCA Wismanto, Agus; Ulumuddin, Arisul; Murywantobroto
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 20 (2024): Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhamm
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v20i.1379

Abstract

Transformasi legenda Desa Limbasari sebagai kearifan lokal di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) merupakan kajian yang penting untuk memahami bagaimana nilai-nilai tradisional dapat bertahan dan beradaptasi di tengah perubahan global yang cepat dan tidak menentu. Legenda Ki Gede Limbasari, yang menjadi inti identitas budaya Desa Limbasari di Kabupaten Purbalingga, mengandung berbagai unsur kebijaksanaan, kepemimpinan, dan spiritualitas yang relevan hingga kini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transformasi legenda ini dalam konteks modernisasi dan digitalisasi, serta bagaimana legenda tersebut diinterpretasikan ulang dan diintegrasikan ke dalam kehidupan masyarakat modern. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengkaji perubahan yang terjadi dalam narasi, ritual, dan fungsi sosial dari legenda ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legenda Desa Limbasari mengalami adaptasi yang signifikan dalam cara penyampaian dan peran sosialnya, terutama melalui media digital dan pendidikan formal. Transformasi ini memungkinkan legenda tersebut tetap relevan dan berfungsi sebagai sarana penguatan identitas lokal di tengah tantangan era VUCA. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa ada risiko komodifikasi budaya yang dapat mengurangi nilai intrinsik dari legenda tersebut jika tidak dikelola dengan bijak.
Culturally Responsive Teaching Pemahaman Budaya pada Pembelajaran Teks Hikayat Safitri, Linda; Wismanto, Agus
Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2025): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA (In-Press)
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v9i1.1480

Abstract

Indonesia is the largest archipelagic country that has cultural diversity, both ethnicity, language, and religion. This diversity can be used as capital for integrating and understanding culture in the education system. In essence, education is the right of every Indonesian citizen, so that the learning process is expected to be carried out according to the interests, talents, and cultural background of each student. Such a learning process aims to equalize the cultural position of students and not create gaps or discrimination in each student. Thus, researchers were moved to apply the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach for cultural understanding in learning saga texts with the subjects of grade X students at Semarang city high school. This approach is a learning approach that can be adapted to the cultural background of students. Learning with this approach is expected to introduce each other's culture between students so that cultural understanding can be produced without gaps and a sense of discrimination. Therefore, learning with this approach will create a safe and comfortable learning environment for each individual, especially in learning class X saga texts at Semarang city high school.
Culturally Responsive Teaching Pemahaman Budaya pada Pembelajaran Teks Hikayat Safitri, Linda; Wismanto, Agus
Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2025): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v9i1.1480

Abstract

Indonesia is the largest archipelagic country that has cultural diversity, both ethnicity, language, and religion. This diversity can be used as capital for integrating and understanding culture in the education system. In essence, education is the right of every Indonesian citizen, so that the learning process is expected to be carried out according to the interests, talents, and cultural background of each student. Such a learning process aims to equalize the cultural position of students and not create gaps or discrimination in each student. Thus, researchers were moved to apply the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach for cultural understanding in learning saga texts with the subjects of grade X students at Semarang city high school. This approach is a learning approach that can be adapted to the cultural background of students. Learning with this approach is expected to introduce each other's culture between students so that cultural understanding can be produced without gaps and a sense of discrimination. Therefore, learning with this approach will create a safe and comfortable learning environment for each individual, especially in learning class X saga texts at Semarang city high school.
Urgensi Pendekatan Inovatif dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Era Vuca: Mengintegrasikan Kearifan Lokal dan Teknologi Wismanto, Agus; Ulumuddin, Arisul; Murywantobroto
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 20 (2024): Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhamm
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v20i.1431

Abstract

Pendidikan di era VUCA (Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous) menghadapi tantangan besar akibat perubahan teknologi, dinamika sosial, dan tuntutan kompetensi yang cepat dan tidak pasti. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di semua jenjang pendidikan juga tidak terlepas dari dampak ini. Pendekatan pembelajaran inovatif sebagai alternatif menjanjikan untuk mengatasi tantangan di era VUCA ini. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis urgensi pendekatan inovatif dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia era VUCA. Metode penelitian yang digunakan meliputi review literatur yang sistematis untuk mengidentifikasi tren terbaru dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, serta wawancara dengan praktisi pendidikan untuk mendapatkan wawasan mendalam tentang pengintegrasian kearifan lokal dan penerapan teknologi dalam pembelajaran. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dan teknologi dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia memiliki dampak yang signifikan pada pengalaman belajar siswa. Penggunaan teknologi memperluas ruang pembelajaran dengan memberikan akses terhadap berbagai sumber daya dan konten yang relevan secara online. Ini memungkinkan siswa untuk belajar secara mandiri dan mengeksplorasi berbagai topik dengan lebih luas, memperkaya pemahaman mereka tentang bahasa dan sastra Indonesia. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya pengembangan pendekatan pembelajaran yang responsif dan adaptif dalam menghadapi kompleksitas pembelajaran di era VUCA. Pendekatan ini memungkinkan siswa menghubungkan berbagai aspek ilmu pengetahuan dalam konteks tema atau topik tertentu, mempersiapkan mereka untuk menghadapi perubahan kompleks di dunia nyata. Namun, ada tantangan dalam penerapan pendekatan pembelajaran inovatif, termasuk kurangnya pemahaman guru, dukungan sekolah dan pemerintah, serta persiapan dan pengelolaan waktu yang efisien. Untuk meningkatkan penerapan pendekatan ini, diperlukan pelatihan guru, dukungan sekolah dan pemerintah, kolaborasi antar guru, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, dan mendorong kreativitas dalam pembelajaran. Dengan mengatasi tantangan dan mengimplementasikan rekomendasi tersebut, pendekatan pembelajaran inovatif dapat menjadi solusi yang efektif dalam mempersiapkan siswa menghadapi kompleksitas dan ketidakpastian di era VUCA.
INTEGRASI COMPUTATIONAL THINKNG PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI TEKS PUISI Izzulhaq, Muhammad; Wismanto, Agus
Jurnal Edukasi Khatulistiwa : Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/ekha.v8i1.79153

Abstract

Computational Thinking merupakan salah satu upaya yang dilakukan dalam dunia pendidikan guna mengikuti kebutuhan peserta didik di abad 21. Artikel ini merupakan penelitian yang mendeskripsikan proses belajar peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia materi puisi terintegrasi CT, hasil belajar peserta didik, dan respon peserta didik terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia terintegrasi CT pada materi puisi. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian peserta didik kelas X-9 di SMA N 9 Semarang sebanyak 36 peserta didik. Hasil dari penelitian pengintegrasian CT dalam pembelajaran Bahasa Indonesia materi puisi kelas X-9 memunculkan dua fondasi CT yakni pattern recognition dan algoritma, hasil belajar peserta didik dalam menulis puisi melampaui nilai KKM dengan rata-rata nilai mencapai 81% dengan rata-rata nilai ketuntasan mencapai 80,9% dengan kategori "baik", dan respon peserta didik dalam pembelajaran terintegrasi CT adalah positif dengan hasil skor mencapai 78%.
Culturally Responsive Teaching Pemahaman Budaya pada Pembelajaran Teks Hikayat Safitri, Linda; Wismanto, Agus
TRANSFORMATIKA Vol 9, No 1 (2025): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v9i1.8589

Abstract

Indonesia is the largest archipelagic country that has cultural diversity, both ethnicity, language, and religion. This diversity can be used as capital for integrating and understanding culture in the education system. In essence, education is the right of every Indonesian citizen, so that the learning process is expected to be carried out according to the interests, talents, and cultural background of each student. Such a learning process aims to equalize the cultural position of students and not create gaps or discrimination in each student. Thus, researchers were moved to apply the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach for cultural understanding in learning saga texts with the subjects of grade X students at Semarang city high school. This approach is a learning approach that can be adapted to the cultural background of students. Learning with this approach is expected to introduce each other's culture between students so that cultural understanding can be produced without gaps and a sense of discrimination. Therefore, learning with this approach will create a safe and comfortable learning environment for each individual, especially in learning class X saga texts at Semarang city high school.
Culturally Responsive Teaching Pemahaman Budaya pada Pembelajaran Teks Hikayat: Culturally Responsive Teaching (CRT) for Cultural Understandingin Hikayat Text Learning Safitri, Linda; Wismanto, Agus
Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2025): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v9i1.1480

Abstract

Indonesia is the largest archipelagic country that has cultural diversity, both ethnicity, language, and religion. This diversity can be used as capital for integrating and understanding culture in the education system. In essence, education is the right of every Indonesian citizen, so that the learning process is expected to be carried out according to the interests, talents, and cultural background of each student. Such a learning process aims to equalize the cultural position of students and not create gaps or discrimination in each student. Thus, researchers were moved to apply the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach for cultural understanding in learning saga texts with the subjects of grade X students at Semarang city high school. This approach is a learning approach that can be adapted to the cultural background of students. Learning with this approach is expected to introduce each other's culture between students so that cultural understanding can be produced without gaps and a sense of discrimination. Therefore, learning with this approach will create a safe and comfortable learning environment for each individual, especially in learning class X saga texts at Semarang city high school.