Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Wanatani

Strategi Pengembangan Usaha (Pepaya California) (Studi Kasus Kelompok Tani Buraq Mandar Desa Bukit Samang Kecamatan Sendana Kabupaten Majene) Rahmaniah; Muhammad Arhim; Kaimuddin; Rizky Ariesty Fachrysa Halik
Wanatani Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jip.v2i1.52

Abstract

Pepaya merupakan salah satu komoditi buah-buahan dengan prospek yang baik untuk dikembangkan. Salah satu pepaya yang banyak diminati konsumen adalah pepaya California. Kelompok Tani Buraq Mandar menjadi salah satu Kelompok tani di Kabupaten Majene yang memiliki potensi untuk mengembangkan bisnis pepaya California. Akan tetapi, kelompok tani Buraq Mandar belum mampu memenuhi permintaan pasar karena terdapat banyak kendala-kendala yang ditemui dalam menjalankan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lingkungan internal dan eksternal usaha Pepaya California kelompok tani Buraq Mandar, serta merumuskan Strategi pengembangan usaha yang dapat diterapkan kelompok tani Buraq Mandar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2020. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode QSPM (Quantitative strategic Planning Matrix) yaitu sebuah metode untuk menentukan prioritas alternatif strategi yang diperoleh dari Analisis SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunities dan Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yang dimiliki adalah Produk yang berkualitas; Tenaga kerja lokal; Ketersediaan lahan; Modal kuat; Ketentuan harga; Manajemen masih kurang; Produksi belum optimal; Kurangnya keterampilan; dan belum adanya pengembangan dan penelitian. Sedangkan, faktor eksternal adalah Konsumsi buah meningkat; Permintaan tinggi; Dukungan pemerintah; Adanya perkembangan teknologi; Perubahan cuaca; Adanya hama dan penyakit; Pesaing; dan Produk subsitusi. Hasil penilaian QSPM adalah Menjaga kualitas dan meningkatan hasil produksi; Mengoptimalkan kegiatan pemeliharaan tanaman; Mempertahankan keberlanjutan hasil produksi; Memperbaiki kemampuan kelompok tani; Perbaikan manajemen pemasaran; dan Melakukan kerja sama.
Peranan Kemitraan dalam Meningkatkan Pendapatan Usaha Tani Cengkeh di Desa Tubo Selatan Kecamatan Tubo Sendana Kabupaten Majene Sri Wahyuni; Muhammad Arhim; Dian Utami Zainuddin; Fitri; Rizky Ariesty Fachrysa Halik; Asia Arifin
Wanatani Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jip.v2i2.75

Abstract

Komoditi cengkeh (Syzygium aromaticum L) merupakan salah satu komoditi perkebunan yang memberikan kontribusi terhadap perekonomian negara, hal ini cukup beralasan karena Indonesia merupakan salah satu penghasil cengkeh yang sangat melimpah. Desa Tubo Selatan merupakan salah satu Desa yang memiliki potensi perkebunan tanaman cengkeh, akan tetapi masih terdapat kendala yang dialami oleh petani cengkeh yaitu petani cengkeh sangat sulit untuk di pengaruhi untuk bermitra dan masih belum sanggup mengelola cengkehnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kemitraan dan peran kemitraan dalam meningkatkan pendapatan petani cengkeh di Desa Tubo Selatan Kecamatan Tubo Sendana Kabupaten Majene. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan dibulan november sampai desember 2021. Dan hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan rata-rata yang di terima oleh petani cengkeh sebelum bermitra lebih kecil dibandingk an petani cengkeh sesudah bermitra di Desa Tubo Selatan Kecamatan Tubo Sendana Kabupaten Majene adalah sebesar Rp. 164.474.953,-/tahun, sedangkan pendapatan Rata-rata yang di terima oleh petani cengkeh setelah bermitra di Desa Tubo Selatan, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene adalah sebesar Rp. 205.867.500,-/tahun.nilai tersebut menunjukkan keuntungan bagi petani.
Manajemen Rantai Pasok pada Komoditi Cabai Merah (Capsicum annum L.) di Desa Galung Lombok, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar Ahmad, Ahmad; Muhammad Arhim; Achmad Nur Syawal Alwi; Trinoviyani, Trinoviyani; Hasniar, Hasniar; Isdaryanti, Isdaryanti; Farizah Dhaifina Amran
Wanatani Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v4i2.304

Abstract

Pemasaran memainkan peran penting dalam memaksimalkan pendapatan, sehingga distribusi yang efisien menjadi kebutuhan bagi komoditas cabai merah di Desa Galung Lombok. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis aliran produk, informasi, dan uang dalam rantai pasok cabai merah; (2) menghitung margin pemasaran; serta (3) mengukur efisiensi pemasaran. Penelitian dilaksanakan pada Oktober hingga Desember 2022 menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga saluran utama dalam rantai pasok: Saluran I (petani langsung ke konsumen), Saluran II (petani ke pengecer), dan Saluran III (pengepul ke pengecer dan konsumen). Aliran informasi bergerak lancar dari produsen ke konsumen dan sebaliknya, sementara aliran uang dihitung berdasarkan biaya yang dikeluarkan pembeli hingga diterima oleh petani. Margin pemasaran pada Saluran I sebesar Rp 0/kg karena cabai dijual langsung dari produsen ke konsumen tanpa perantara, sehingga tidak ada biaya tambahan. Saluran II memiliki margin Rp 9.481/kg yang sepenuhnya diperoleh pengecer untuk menutupi biaya operasional seperti transportasi, penyimpanan, dan kerugian akibat kerusakan cabai. Pada Saluran III, margin total mencapai Rp 9.481/kg, terdiri dari Rp 4.481/kg untuk pedagang pengumpul dan Rp 5.000/kg untuk pengecer, mencerminkan tambahan biaya dan keuntungan akibat rantai distribusi yang lebih panjang. Tingkat efisiensi pemasaran pada Saluran I, II, dan III masing-masing adalah 4,3%, 6,3%, dan 7,2%.