Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Konsep Dasar dan Peranan serta Fungsi Kurikulum dalam Pendidikan Ahmad Dhomiri; Junedi Junedi; Mukh Nursikin
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v3i1.972

Abstract

Sistem pendidikan nasional selalu relevan dan kompetetif dilakukan penyempurnaan kurikulum sesuai undang-undang pasal 35 dan 36 sebagai acuan kurikulum secara berencana dan berkala untuk menekankan perlunya peningkatan standar nasional pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis pengumpulan data (literatur review) dari journal, media internet dan media berita online. Hasil dalam penelitian ini yakni Kurikulum dalam pendidikan memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan kemajuan pendidikan di suatu Negara, mulai dari ranah konsep hingga aplikasi atau praktek di lapangan. Karena memiliki peran sebagai rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan ajar penyelenggaraan pedoman pendidikan yang baik. Hingga kiprahnya saat ini yang sudah berganti kurikulum sebanyak 11 kali, akan tetapi harus berlandaskan komponen yang terkait satu sama lain agar mencapai tujuan kurikulum yang diinginkan dengan berlandaskan fungsi dan kurikulum yang jelas sebagai penguat dalam pengembangan kurikulum
KH Ahmad Dahlan and KH Hasyim Asy'ari's Thoughts on the Relevance of Contemporary Islamic Education M. Alfan Miftahul Fauzi; Mukh Nursikin
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v8i1.1682

Abstract

In fact, there are two important figures in the history of Indonesian Islamic education, KH. Hasyim Asy'ari and KH. Ahmad Dahlan, each has a different way of making a big impact. Founder of Nahdlatul Ulama, KH. Hasyim Asy'ari, emphasized the importance of Islamic boarding school-based education that combines religious knowledge with classical Islamic traditions. He believed that strengthening morals and understanding of the Shari'a should be the main foundation of education, while remaining open to the development of modern science. On the other hand, KH. Ahmad Dahlan, founder of Muhammadiyah, has a more progressive view of education reform. He encouraged the modernization of the Islamic education system by adopting public school curricula and a rational approach to understanding religion. He also emphasized the importance of more systematic and organized teaching and general science as part of holistic Islamic education comparable to Western educational standards in force at that time. Even though they acted in different ways, these two figures were committed to improving the quality of education in Indonesia, with the main aim of creating a generation of Muslims who are intelligent, have morals and are able to contribute positively to society. They have formed two large organizations, NU and Muhammadiyah. These two organizations have become important pillars in the Islamic education system in Indonesia to date.
The Implementation Of Management And Methods Of Tahfiz Al Qur'an In Ma As Surkati And Man Salatiga: Implementasi Manajemen Dan Metode Tahfiz Al Qur’an Di Ma As Surkati Dan Man Salatiga Joko Prasetiyo; Mukh Nursikin
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 19 No. 2 (2024): Oktober: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/alihda.v19i2.155

Abstract

Implementation of management and tahfiz al Qur'an methods at MA As Surkati and MAN Salatiga This research aims to find out how the management and methods of tahfiz al Qur'an are implemented at MA As Surkati and MAN Salatiga, the supporting and inhibiting factors, as well as the similarities and differences between tahfiz al Qur'an in the two madrasas. The method used in this research is a descriptive qualitative method with a comparative study type of research. Data collection techniques use observation, interviews and documentation methods. Stages in data analysis through data reduction, data presentation and drawing conclusions. The research results show that the implementation of tahfiz al-Qur'an management at MA As Surkati and MAN Salatiga consists of four parts, namely planning, organizing, implementing and evaluating. The method used in tahfidz al-Qur'an is the takrir method at MAN Salatiga and takrir plus translation at MA As Surkati. Among the supporting factors for tahfiz al-Qur'an in both madrasas are intention and determination, intelligence and enthusiasm, discipline and consistency, persistent and patient teachers, a good environment, repeating, staying away from sin, motivation and guidance, rewards and punishments and prayer. The inhibiting factors include internal factors within students such as feeling lazy and bored, as well as external factors such as a poor environment. The similarities between the tahfiz al Qur'an program at MA As Surkati and MAN Salatiga are the target of memorizing 30 juz, student acceptance tests, free memorization methods, evaluation exams using the tasmi' method, giving rewards and punishments and involving parents in order to support students. The differences between the tahfiz programs in the two madrasas lie in the students participating in the program, the period of education, the existing tahfiz program model, evaluation, and the levels of rewards and punishments
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM HUMANISTIK DALAM PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASIDI SMP ISLAM SUDIRMAN 2 SALATIGA Ariany Katrin Suryaningtyas; Mukh Nursikin
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 19 No. 2 (2024): Oktober: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/alihda.v19i2.162

Abstract

This research aims to describe how Humanistic Islamic Religious Education (PAI) is implemented in differentiated learning. Apart from that, this research also wants to know the factors that support and hinder teachers in implementing Humanistic PAI, as well as its impact on differentiated learning.This research uses a qualitative method with a descriptive approach. Data collection was carried out through observation, interviews and documentation. Data sources are divided into two, namely primary data and secondary data. Data analysis involves data reduction, data presentation, and verification.The research results show that Humanistic PAI is a learning process that places humans at the center, respects individual rights, and creates an Islamic learning environment. Teachers can change content, processes, products, and learning environments according to student needs. Supporting factors include student enthusiasm, social media, and learning applications. Meanwhile, the main obstacle is the lack of active participation of some students. The implications of differentiated learning are the fulfillment of students' learning needs, the formation of P5 character, and the recognition of students as lifelong learners with the ability to take initiative, creativity and innovation.
Evaluasi Pendidikan Nilai Karakter di Sekolah Riza Apriani; Maulida Nafi’al Husna; Mukh Nursikin
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 7: Juni 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan pendidikan karakter telah dimulai sejak 10 tahun yang lalu. Nmun hasilnya pelaksanaannya di sekolah belum diketahui secara pasti, sehingga perlu adanya identifikasi mengenai problematika evaluasi pendidikan di sekolah. Artikel ini bersifat deskriptif, Artinya didalamnay mencakup mengenai cara mengidentifikasi serta mengevaluasi keberhasilan hasil belajar siswa dalam melakukan pembelajaran yang ada di sekolah. Selain itu, tujuan dari penelitian ini yakni untuk menemukan sebuah keunggulan serta kelemahan dalam melalukan evaluais pembelajaran. Seperto halnya , Tes uraian,, Tes objektif maupun subjektif. Kurikulum, implementasi pembelajaran, sumber belajar, dan mitra kerja pendidikan karakter sudah banyak dikaji. Pengalaman emperis di lapangan menunjukkan bahwa kesulitan yang dialami guru dalam menerapkan pendidikan karakter secara terpadu di semua mata pelajaran di sekolah antara lain terjadi pada pelaksanaan evaluasi, khususnya evaluasi formatif. Evaluasi formatif diterapkan guru selama proses pembelajaran untuk mengetahui kompetensi apa yang sudah dicapai siswa serta mengidentifikasi kesenjangan antara kompetensi siswa dengan kompetensi standar yang harus dicapai. Informasi tersebut dimanfaatkan guru untuk merencanakan pembelajaran berikutnya dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa
Tinjauan Islam Wasatiah terhadap Pendidikan Islam di Indonesia dalam Pandangan Azyumardi Azra Muhammad Yusron; Mukh Nursikin
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i2.1325

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan tinjauan mendalam terhadap bagaimana Pendidikan Islam di Indonesia merespon konsep Islam Wasatiah yang dapat memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana nilai-nilai moderasi, toleransi, dan keadilan dapat diterapkan dan diintegrasikan ke dalam kurikulum, metode pengajaran, dan praktik pendidikan Islam secara lebih luas, dengan melibatkan pemikiran Azumardi Azra. Adapun metode penelitian yang dipakai, menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif analitik, dengan jenis penelitian librari research atau penelitian kajian pustaka. Sementara pendekatan yang di gunakan adalah  pendekatan historis dan filsafat. Pendekatan ini merupakan pendekatan melihat latar belakang pemikiran tokoh yang diangkat baik dari sisi internal maupun sisi eksternal tokoh. Kemudian Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan identifikasi wacana dari buku-buku, makalah atau artikel, majalah, jurnal, web (internet). Kesimpulan penelitian ini adalah. Azumardi Azra mendorong pembaharuan kurikulum pendidikan Islam, sebagai kurikulum yang inklusif untuk mengimbangi aspek syariat dan hakikat. Gagasannya mencakup tujuan menciptakan individu utuh, materi yang mencakup ilmu agama, sains, dan teknologi, metode pembelajaran yang kritis, serta evaluasi berfokus pada bentuk esai. Pemikiran Azra juga memperkuat pemahaman toleransi sosial dalam pendidikan Islam, mengajak pembentukan lingkungan belajar inklusif, dan menciptakan hubungan emosional antara peserta didik di dalam dan di luar instansi pendidikan Islam.
Budaya Literasi Sebagai Penguat Pendidikan Karakter Di Era Society 5.0 C. Adhi Nugroho; Mukh Nursikin
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 1 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Character education is an important component in the framework of developing moral and ethical values in students. In the era of Society 5.0, where digital technology has become an important part of everyday life, digital literacy is an important factor in strengtheningcharactereducation.Digitalliteracyreferstoanindividual'sabilitytouse, evaluate, and actively participate in the digital environment. This study aims to explain theroleofdigitalliteracyinstrengthening charactereducationintheera ofSociety5.0. The research method used is a literature study by collecting data from various relevant sources. This study analyzes the relationship between digital literacy and strengthening character education by considering aspects such as technological knowledge, digital skills,responsibleonlinemediabehavior,andethicalawarenessinthedigitalworld.The results show that digital literacy can be an effective way to strengthen character cultivationintheeraofsociety5.0.Throughdigitalliteracy,learnerscandevelopvalues such as honesty, responsibility, empathy, cooperation, and problem solving. Digital literacy can also help learners understand social, economic, and cultural impacts and promoteresponsibleattitudesintheiruse.Inconclusion,digitalliteracyhasanimportant role in strengthening character education in the era of Society 5.0. By paying attention to aspects of technological knowledge, digital skills, responsible online behavior, and ethical awareness, digital literacy can help learners develop strong moral and ethical valuesintheuseofdigitaltechnology.Collaborativeeffortsbetweenvariouspartiesare needed to overcome challenges and ensure effective integration of digital literacy in character education in the era of Society 5.0. Komponen dalam pendidikan yang terpenting adalah karakter, merupakan kerangka dalam rangka menumbuhkembangkan nilai-niali moral, etika, emosional pada peserta didik. Era Society 5.0 merupakan teknologi digital yang telah dan akan terus berkembang dalam mengarungi proses kehidupan ummat manusia. Literasi berbasis digilat adalah kunci dalam pengutan pendidikan karakter dalam era ini. Literasi digital mengacu pada kemampuan individu untuk menggunakan, mengevaluasi, dan berpartisipasisecaraaktifdalamlingkungandigital. Dalampenelitianiniberujuanuntuk memberikan wawasan terkait peran literasi digital dalam penguatan pendidikan karakter di era Society 5.0. Metode dalam penelitian ini menggunakan studi literatur. teknik pengumpulan data dalam penelitian ini merupakan dari berbagai sumber yang relevan. Penelitian ini menganalisis hubungan antara literasi digital dan penguatan pendidikan karakter dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti pengetahuan teknologi, keterampilandigital,perilakupadamediaonlineyangbertanggungjawab,dankesadaran etika dalam dunia digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital dapat menjadi jalan yang efektif untuk memperkuat penanaman karakter di era society 5.0. Melaluiliterasidigital,pesertadidikdapatmengembangkannilai-nilaisepertikejujuran, tanggungjawab,empati,kerjasama,danpemecahanmasalah.Literasidigitaljugadapat membantu peserta didik memahami dampak sosial, ekonomi, dan budaya serta mempromosikansikapyangbertanggungjawabdalampenggunaannya.Kesimpulannya, literasidigitalmemiliki peranpentingdalampenguatanpendidikankarakter di eraSociety 5.0. Dengan memperhatikan aspek-aspek pengetahuan teknologi, keterampilan digital, perilaku online yang bertanggung jawab, dan kesadaran etika, literasi digital dapat membantu peserta didik mengembangkan nilai-nilai moral dan etika yang kuat dalam penggunaanteknologidigital. Upayakolaboratif antaraberbagaipihakdiperlukanuntuk mengatasi tantangan dan memastikan integrasi yang efektif dari literasi digital dalam pendidikan karakter di era Society 5.0.
Budaya Literasi Sebagai Penguat Pendidikan Karakter Di Era Society 5.0 C. Adhi Nugroho; Mukh Nursikin
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 1 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Character education is an important component in the framework of developing moral and ethical values in students. In the era of Society 5.0, where digital technology has become an important part of everyday life, digital literacy is an important factor in strengtheningcharactereducation.Digitalliteracyreferstoanindividual'sabilitytouse, evaluate, and actively participate in the digital environment. This study aims to explain theroleofdigitalliteracyinstrengthening charactereducationintheera ofSociety5.0. The research method used is a literature study by collecting data from various relevant sources. This study analyzes the relationship between digital literacy and strengthening character education by considering aspects such as technological knowledge, digital skills,responsibleonlinemediabehavior,andethicalawarenessinthedigitalworld.The results show that digital literacy can be an effective way to strengthen character cultivationintheeraofsociety5.0.Throughdigitalliteracy,learnerscandevelopvalues such as honesty, responsibility, empathy, cooperation, and problem solving. Digital literacy can also help learners understand social, economic, and cultural impacts and promoteresponsibleattitudesintheiruse.Inconclusion,digitalliteracyhasanimportant role in strengthening character education in the era of Society 5.0. By paying attention to aspects of technological knowledge, digital skills, responsible online behavior, and ethical awareness, digital literacy can help learners develop strong moral and ethical valuesintheuseofdigitaltechnology.Collaborativeeffortsbetweenvariouspartiesare needed to overcome challenges and ensure effective integration of digital literacy in character education in the era of Society 5.0. Komponen dalam pendidikan yang terpenting adalah karakter, merupakan kerangka dalam rangka menumbuhkembangkan nilai-niali moral, etika, emosional pada peserta didik. Era Society 5.0 merupakan teknologi digital yang telah dan akan terus berkembang dalam mengarungi proses kehidupan ummat manusia. Literasi berbasis digilat adalah kunci dalam pengutan pendidikan karakter dalam era ini. Literasi digital mengacu pada kemampuan individu untuk menggunakan, mengevaluasi, dan berpartisipasisecaraaktifdalamlingkungandigital. Dalampenelitianiniberujuanuntuk memberikan wawasan terkait peran literasi digital dalam penguatan pendidikan karakter di era Society 5.0. Metode dalam penelitian ini menggunakan studi literatur. teknik pengumpulan data dalam penelitian ini merupakan dari berbagai sumber yang relevan. Penelitian ini menganalisis hubungan antara literasi digital dan penguatan pendidikan karakter dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti pengetahuan teknologi, keterampilandigital,perilakupadamediaonlineyangbertanggungjawab,dankesadaran etika dalam dunia digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital dapat menjadi jalan yang efektif untuk memperkuat penanaman karakter di era society 5.0. Melaluiliterasidigital,pesertadidikdapatmengembangkannilai-nilaisepertikejujuran, tanggungjawab,empati,kerjasama,danpemecahanmasalah.Literasidigitaljugadapat membantu peserta didik memahami dampak sosial, ekonomi, dan budaya serta mempromosikansikapyangbertanggungjawabdalampenggunaannya.Kesimpulannya, literasidigitalmemiliki peranpentingdalampenguatanpendidikankarakter di eraSociety 5.0. Dengan memperhatikan aspek-aspek pengetahuan teknologi, keterampilan digital, perilaku online yang bertanggung jawab, dan kesadaran etika, literasi digital dapat membantu peserta didik mengembangkan nilai-nilai moral dan etika yang kuat dalam penggunaanteknologidigital. Upayakolaboratif antaraberbagaipihakdiperlukanuntuk mengatasi tantangan dan memastikan integrasi yang efektif dari literasi digital dalam pendidikan karakter di era Society 5.0.
Problematika Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka pada Era Digital di SMP Negeri 2 Ambarawa Ali Mansur; Mukh Nursikin
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i2.1378

Abstract

Permasalahan merupakan hambatan atau permasalahan yang tidak dapat diselesaikan sehingga pencapaian tujuan menjadi terhambat dan kurang maksimal. Di SMP Negeri 2 Ambarawa, guru Pendidikan Agama Islam masih menemui beberapa kendala dalam penerapan program Kurikulum Mandiri pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas VII SMA Negeri 2 Ambarawa. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana penerapan kurikulum mandiri dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di kelas VII SMP Negeri Ambarawa? (2) Apa permasalahan guru Pendidikan Agama Islam di Ambarawa? SMP Negeri 2? (3) Solusi apa yang digunakan guru Pendidikan Agama Islam untuk mengatasi permasalahan di SMP Negeri 2 Ambarawa?. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif. Jenis penelitian ini mendeskripsikan dan mengidentifikasi pengguna dan tujuannya. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan pencatatan. Sedangkan analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Validasi data menggunakan teknik triangulasi dan sumber. Kendala yang dihadapi antara lain karakteristik siswa yang beragam, rendahnya motivasi, terbatasnya sarana dan prasarana, kesulitan penilaian, beban kerja guru dan terbatasnya mekanisme waktu pembelajaran. Solusi yang disarankan antara lain memetakan karakteristik siswa, membedakan pengajaran, meningkatkan motivasi, mengembangkan alat peraga, pelatihan penilaian, koordinasi untuk mengurangi beban guru, mengoptimalkan alokasi waktu, mengintegrasikan nilai-nilai PAI dan layanan bimbingan siswa. Implementasi solusi tersebut secara kolaboratif dapat meningkatkan kualitas penerapan kurikulum mandiri dalam pembelajaran PAI untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Pembiasaan Shalat Dhuhur Berjamaah sebagai Strategi Implementasi Pendidikan Agama Islam di MAN Temanggung Fajar Indriyani; Mukh Nursikin
Journal of Cultural Relativism (JCR) Vol. 2 No. 02 (2025): Journal of Cultural Relativism (JCR)
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/jcr.v2i02.989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembiasaan shalat Dhuhur berjamaah sebagai implementasi Pendidikan Agama Islam (PAI) di MAN Temanggung, serta mengidentifikasi faktor pendukung, penghambat, dan implikasinya terhadap pembentukan karakter religius siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus naturalistik, melibatkan guru Pendidikan Agama Islam, wakil kepala madrasah bidang kesiswaan, dan siswa sebagai informan utama. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan shalat Dhuhur berjamaah di MAN Temanggung terlaksana secara sistematis dan terintegrasi dalam budaya madrasah. Keberhasilan kegiatan ini didukung oleh peran aktif guru PAI dan manajemen madrasah dalam memberikan keteladanan serta pengawasan rutin. Faktor pendukung utama meliputi ketersediaan fasilitas ibadah yang memadai dan dukungan kelembagaan, sedangkan hambatannya berkaitan dengan keterbatasan ruang ibadah dan sarana wudhu. Secara konseptual, pembiasaan ini memperkuat teori habit formation dan integrasi nilai Islam dalam pendidikan. Secara praktis, kegiatan ini berimplikasi positif terhadap peningkatan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesadaran religius siswa, sekaligus membentuk budaya madrasah yang berkarakter Islami.