Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh User Interface, Perceived Security dan Perceived Privacy terhadap E-satisfaction Menggunakan Aplikasi Traveloka Tamaro; Arif Sugiono; Diang Adistya; Jeni Wulandari
Journal of Technopreneurship on Economics and Business Review Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jtebr.v2i2.50

Abstract

This research aims to analyse the effect of user interface, pereived security and perceived privacy on esatisfaction of traveloka users. The research uses an explanative approach. The sample of this study was Traveloka users aged 17 years and over with experience using the Traveloka. By using accidental sampling technique, the number of respondents is 385 people. Data analysis performed using descriptive analysis and multiple linear analysis. The results showed that the user interface, perceived security and perceived privacy partialy and simultaneously had a positive and significant effect on esatisfaction. The main e-satisfaction factor for traveloka users is user interface. The simpler and easier the user interface, increasing esatisfaction in using Traveloka
KAJIAN TENTANG KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK RAMAH LINGKUNGAN DALAM PERSPEKTIF THEORY OF PLANNED BEHAVIOR Agung Wijaya; Jeni Wulandari; Prasetya Nugeraha
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 11 No. 2 (2020): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v11i2.2658

Abstract

This study examines purchasing decisions of green products, viewed from the aspect of consumer preferences and perceptions in the perspective of Theory of Planned Behavior (Ajzen, 1991). A quantitative approach was applied, using a questionnaire to 100 respondents. Data were analyzed using multiple linear regression analysis. The results of the study show that simultaneously, consumer  preferences and perceptions influence purchasing decisions. However, partially, there is no influence of preference on purchasing decisions of green products. This study provides support for further expansion of the theory of planned behavior in the context of enviromental consumerism, as well as practical support for producers, marketers, and public policy makers in encouraging ecosystems of responsible consumption and do not harm the environment.
IDENTIFIKASI KOMPETENSI CUSTOMER SERVICE PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT DENGAN METODE JOB COMPETENCY ASSESMENT (JCA) Marlinda Dini Hapsari; Jeni Wulandari; Fenny Saptiani
Jurnal Perspektif Bisnis Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Perspektif Bisnis
Publisher : Jurusan Administrasi Bisnis, FISIP, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpb.v5i1.37

Abstract

This study aimed to identify customer service competencies using the Job Competency Assessment (JCA) Method. This type of research uses a qualitative approach. Qualitative research obtains research subjects from informants using purposive sampling technique, namely the amount of information as much as 9 people according to selected criteria that are relevant to the research problem. Data analysis in this study was obtained from interviews, observation and documentation. At the interview stage the researcher used the Job Competency Assessment (JCA) Method to assess the competencies possessed by individuals. Based on the results obtained, it shows that there are 10 CS competencies in Bank Eka namely attention to clarity of tasks (attention to order), customer orientation (customer service orientation), enthusiasm for achievement (achievement orientation), self-control (self-control), impact and influence (impact and influence), empathy (interpersonal understanding), self-confidence (self-confidence), ability to direct (direction), special skills (personal expertise), cooperation (teamwork), 4 out of 10 competencies appears. The most concerned are clarity of tasks (attention to order), customer oriented (customer service oriented), passion for achievement (achievement orientation), self-control. This competency can later be more challenging, maintained and improved. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kompetensi customer service dengan menggunakan Metode Job Competency Assesment (JCA). Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jumlah informan sebanyak 9 orang yang ditentukan secara purposive. Teknik pengumpulan data menggunakan Behavioral Event Interview (BEI), observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 10 kompetensi pada CS di BPR, dengan kompetensi prioritas pada kompetensi perhatian terhadap kejelasan tugas (concern for order), beriorientasi kepada pelanggan (customer service orientation), semangat untuk berprestasi (achievement orientation), pengendalian diri (self-control). Sementara kompetensi pendukung lain yakni kompetensi dampak dan pengaruh (impact and influence), empati (interpersonal understanding), percaya diri (self-confidence), kemampuan mengarahkan (directiveness), keahlian khusus (personal expertise), dan kerjasama (teamwork),
PENGEMBANGAN EKOSISTEM INDUSTRI KREATIF KULINER DENGAN MENGGUNAKAN HELIX MODEL (Kajian Sub Sektor Kuliner di Kota Bandar Lampung) Umi Lestari; Arif Sugiono; Jeni Wulandari
KOLONI Vol. 1 No. 4 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.826 KB) | DOI: 10.31004/koloni.v1i4.410

Abstract

The purpose of the study was to describe the role of collaboration between actors in the development of the culinary creative industry in Bandar Lampung City. The problem is the lack of optimal cooperation between the actors involved. The theory uses General System Theory and Helix Model. This type of research is descriptive, qualitative approach. Data were collected through: interviews, observations and literature. Determination of informants with the purposive sampling. Data analysis by means of: data condensation, data verification and drawing conclusions. Data validation using source triangulation. From the research, it can be seen: (1) The development of the creative industry of Bandar Lampung City has involved academics, government, community, business, and mass media (2) Field findings are that academic actors have not developed optimally and (3) Cooperation between existing Penta helix model actors in Bandar Lampung City, from the results of the research, there has not been a collaboration synergy. Research recommendations: It is hoped that in the future the Government as a policy maker should maintain the business ecosystem through the preparation of long-term policy designs and programs and the next researcher is advised to take a research focus with a different locus or do a comparison with the same focus. Keywords: Collaboration, Ecosystem, Helix Model, Creative Industry, Culinary
ANALISIS USAHA MENGGUNAKAN TEORI SUSTAINABLE FAMILY BUSINESS Ardi Firmansyah; Jeni Wulandari; dyang adistya
Jurnal Kompetitif Bisnis Vol 1 No 8 (2022): Jurnal Kompetitif Bisnis
Publisher : Jurusan Administrasi Bisnis, FISIP, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0120/ss

Abstract

ABSTRAK Kepemilikan dalam suatu bisnis didominasi oleh keluarga, hal ini adalah bentuk umum yang sering ditemui di berbagai negara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di usaha design decoration and catering di Bandar Lampung. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dimana sudah ditentukan kriteria informan yang akan didapatkan wawancarai dan diambil datanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Pengembangan bisnis keluarga dilakukan dengan berbagai cara yaitu: Perubahan manajemen perusahaan di generasi kedua dengan memisahkan antara bisnis catering dan design decoration; Meningkatkan hubungan antar vendor sesama pelaku usaha wedding dan hubungan dengan rekan kerja. (2) Faktor keberhasilan bisnis keluarga dibagi menjadi empat, yaitu: Motivasi didalam diri merupakan pondasi awal untuk menjadi seorang pebisnis, motivasi yang besar di temukan di pribadi orang tua dan di generasi kedua; Dukungan dari keluarga dimana anak-anak dan pasangan memberikan masukan ataupun ide didalam prosesnya. Dukungan dari karyawan ditemukan dimana pemberian loyalitas bagi perusahaan; Persiapan generasi berikutnya dengan melibatkan anak-anak dalam mengerjakan tanggung jawab. Dengan melibatkan anak-anak harapannya supaya mereka memiliki keterampilan dan pengetahuan terhadap bisnis; Selanjutnya hubungan keluarga sebagai aset berharga dalam menjalani bisnis yang bersifat dikelola secara keluarga atau family bussines. Dalam membangun hubungan keluarga orang tua, anak, dan keluarga lainnya saling mempunyai peran dan tidak ada kecemburuan antar keluarga. (3) Persiapan generasi penerus dilakukan dengan dua cara yaitu: Melalui pendidikan : orang tua mempersiapkan pendidikan untuk anak-anak yang pada akhirnya generasi penerus menentukan atas profesinya; Praktek secara langsung : Orang tua melibatkan anak-anak dalam menjalankan bisnis untuk bentuk pembelajaran secara langsung. Anak bertanggung jawab akan tugas dan tanggung jawab di perusahaan dan membentuk kepribadian individual. Kata kunci : Keberhasilan, Keberlangsungan, Bisnis Keluarga
PENGARUH KETIDAKADILAN ORGANISASI TERHADAP PERILAKU KERJA KONTRAPRODUKTIF PADA PEKERJA MILENIAL DI INDONESIA Reinisa Afrida Putri; Jeni Wulandari; Hani Damayanti Aprilia
Jurnal Kompetitif Bisnis Vol 1 No 12 (2023): Jurnal Kompetitif Bisnis
Publisher : Jurusan Administrasi Bisnis, FISIP, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0120/ss

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kerjakontraproduktif pada karyawan milenial di Indonesia. Penelitian ini menggunakanpendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian explanatory research. Sampel pada penelitianini adalah karyawan milenial di Indonesia yang pernah melakukan tindakan kontraproduktifsebanyak 385 responden, yang dilakukan dengan teknik non-probability sampling. Datadiperoleh dari kuesioner yang disebar secara daring dengan menggunakan skala Likert.Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan regresi sederhana.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh ketidakadilan organisasi terhadapperilaku kerja kontraproduktif pekerja milenial di Indonesia dan juga terdapat pengaruhsecara simultan ketidakadilan organisasi terhadap perilaku kerja kontraproduktif pekerjamilenial di Indonesia.
ANALISIS KINERJA KARYAWAN DITINJAU DARI MOTIVASI, KOMUNIKASI, DAN KEPUASAN KERJA Widya Puspitarani Desiyanti; Jeni Wulandari; Diang Adistya
Jurnal Kompetitif Bisnis Vol 1 No 12 (2023): Jurnal Kompetitif Bisnis
Publisher : Jurusan Administrasi Bisnis, FISIP, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0120/ss

Abstract

This study aims to determine the effect of motivation, communication, and job satisfaction on employee performance of the transportation and warehousing sector companies in Bandar Lampung. This kind of study uses a quantitative, explanatory methodology. The population in this study were non-managerial employees of the transportation and warehousing sector company in Bandar Lampung, using a sampling technique, namely a saturated sample of 89 respondents. Data obtained by questionnaire using a Likert scale. Methods of data analysis in this study using descriptive analysis and multiple regression analysis. The results of this study indicate that partially and simultaneously motivation, communication, and job satisfaction have a significant effect on employee performance. Intrinsic motivation is the highest rated indicator. Thus, maintaining good intrinsic motivation for employees, can strengthen the sense of maintaining employee performance. The adjusted R square value of 0.584 means that 58.4% means that the independent variables of motivation, communication and job satisfaction affect employee performance while 41.6% are influenced by other variables not researched in this study.
Peningkatan Pengetahuan Investasi di Pasar Modal pada Komunitas Muda Yasmin Jeni Wulandari; Kussuyatmono Bagus Wardianto; Suripto Suripto; Nur Efendi
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i3.6308

Abstract

Investasi di pasar modal saat ini menunjukkan kecenderungan peningkatan pada anak muda di Indonesia. Namun, tak banyak yang memiliki pengetahuan yang memadai mengenai investasi pasar modal, bahkan banyak pula yang menganggap transaksi di pasar modal adalah sesuatu yang rumit dan membutuhkan modal yang besar. Untuk itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada generasi muda mengenai mekanisme bertransaksi di pasar modal, analisis fundamental dan teknik yang harus dipahami dalam berinvestasi, serta mendorong untuk mulai bertransaksi langsung di pasar modal. Adapun metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, latihan, dan praktik langsung bekerja sama dengan perwakilan dari sekuritas. Sasaran dalam kegiatan ini adalah generasi muda, khususnya generasi Z dan milenial yang tergabung dalam komunitas bisnis. Terdapat peningkatan secara kognitif berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan posttest yang dilakukan. Secara praktis, semua peserta juga sudah mampu praktik bertransaksi langsung di pasar modal. Perlu dikembangkan lebih lanjut kegiatan serupa pada berbagai elemen masyarakat untuk memperkenalkan secara luas investasi di pasar modal yang cermat dan bijak sehingga membuka peluang lain untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang di luar sektor riil dan menghilangkan pemahaman di masyarakat mengenai kompleks dan rumitnya berinvestasi di pasar modal.
Peningkatan Kompetensi Keprotokolan dan Master of Ceremony Pada Anggota Organisasi Wanita dengan Metode CPDL Wulandari, Jeni; Djausal, Gita Paramita
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jabdimas.v7i1.16750

Abstract

Organisasi seringkali dihadapkan pada kegiatan seremonial yang membutuhkan pemahaman protokoler dan public speaking, khususnya menjadi Master of Ceremony (MC). Pada praktiknya, pelatihan yang dilakukan berkenaan dengan public speaking lebih banyak pada aspek teoritis sehingga peserta organisasi tidak begitu merasakan perubahan kompetensi sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan. Hal ini menstimulus untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi keprotokolan dan MC dengan menggunakan metode Ceramah Plus Demonstrasi dan Latihan (CPDL). Sasaran dalam kegiatan ini adalah anggota organisasi wanita yang secara rutin memiliki kegiatan aktif baik secara formal maupun informal sehingga etika dan tata cara penyelenggaraan acara menjadi aturan pergaulan yang harus dipahami anggota organisasi. Terdapat peningkatan kompetensi protokoler dan MC pada peserta berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test yang dilakukan, baik pada materi maupun praktik. Hasil ini menunjukkan efektivitas penerapan metode CPDL dalam meningkatkan kompetensi peserta di bidang keprotokolan dan MC. Perlu dilakukan latihan berulang bagi peserta dengan aktif terlibat secara langsung pada kegiatan seremoni yang diselenggarakan organisasi untuk mendukung penguatan kompetensi sebagai MC profesional.
Gaya Kepemimpinan Mikromanajemen dan Kinerja Karyawan Generasi Z di Indonesia Andriyani, Yunita; Wulandari, Jeni; Saptiani, Fenny; Rifa'i, Ahmad
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jab.v13i2.64207

Abstract

Currently, leadership has been recognized as an urgent and important issue for companies to face in the generation Z era, which increasingly dominates the job market. Generation Z expects leaders who give them flexibility, responsibility, and space in the work process. However, the leadership approach that is often found emphasizes a micromanager style, which often lacks trust in employees' abilities to complete tasks independently and delegates responsibility only in small portions. This causes Generation Z's low level of engagement in the workplace. This research aims to analyse the influence of micromanagement leadership style on the performance of generation Z employees. The research sample consisted of 400 respondents from generation Z employees in Indonesia who were determined by non-probability sampling. Data was collected through questionnaires and analysed using linear regression analysis. The research results show that the higher the application of micromanagement leadership styles, such as excessive interference, tight supervision, excessive control, limiting authority, and giving excessive attention, the greater the impact on decreasing the performance of generation Z employees. Characteristics of generation Z tend to like freedom, creativity, and independence, making them feel constrained and less motivated when working under an overly controlling leadership style. These findings provide implications for the importance of considering generational differences in leadership practices.Saat ini, kepemimpinan telah direkognisi sebagai masalah mendesak dan penting untuk dihadapi perusahaan di era generasi Z yang semakin mendominasi pasar kerja. Generasi Z mengharapkan pemimpin yang memberikan mereka fleksibilitas, tanggung jawab, dan ruang dalam proses bekerja. Namun, pendekatan kepemimpinan yang sering dijumpai menekankan pada gaya mikromanajer yang seringkali kurang mempercayai kemampuan karyawan dalam menyelesaikan tugas secara mandiri dan mendelegasikan tanggung jawab hanya dalam porsi yang kecil. Hal ini menyebabkan rendahnya tingkat keterikatan generasi Z di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan mikromanajemen terhadap kinerja karyawan generasi Z. Sampel penelitian berjumlah 400 responden karyawan generasi Z di Indonesia yang ditentukan secara non-probabilitas. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi penerapan gaya kepemimpinan mikromanajemen, seperti campur tangan berlebihan, pengawasan ketat, pengontrolan berlebihan, membatasi kewenangan, dan memberi perhatian berlebihan, maka akan berdampak pada penurunan kinerja karyawan generasi Z. Karakteristik generasi Z yang cenderung menyukai kebebasan, kreativitas, dan kemandirian, membuat mereka merasa terkekang dan kurang termotivasi saat bekerja di bawah gaya kepemimpinan yang bersifat mengontrol secara berlebihan. Temuan ini memberikan implikasi pentingnya mempertimbangkan perbedaan generasi dalam praktik kepemimpinan.