Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pijat Bayi Menggunakan Kombinasi Sunflower Oil Dan Musik Lullaby Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Bayi Usia 0-12 Bulan : The Effect of Infant Massage Using a Combination of Sunflower oil and Lullaby Music on Improving Sleep Quality in Infants Aged 0–12 Months at Fitri BabySpa Lumajang Djia Retno Sari; Achmad Kusyairi; R. Endro Sulistyono; Iin Aini Isnawati
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.215

Abstract

Pendahuluan: Masa bayi merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan yang sangat dipengaruhi kualitas tidur. Gangguan tidur dapat berdampak negatif pada proses tumbuh kembang, sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis yang aman dan efektif. Salah satu metode yang terbukti bermanfaat adalah pijat bayi menggunakan minyak bunga matahari (Sunflower oil) yang dipadukan dengan musik lullaby. Kombinasi ini memberikan efek relaksasi sekaligus menutrisi kulit, sehingga membantu bayi tidur lebih nyenyak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pijat bayi menggunakan Sunflower oil diringi musik lullaby terhadap peningkatan kualitas tidur bayi usia 0–12 bulan di Fitri BabySpa  Lumajang. Metode: Desain penelitian menggunakan pre-eksperimen one group pretest-posttest. Sebanyak 98 bayi dipilih dengan teknik purposive sampling dari populasi pengunjung. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Penelitian menunjukkan sebelum intervensi 80,6% bayi mengalami gangguan tidur ringan, namun setelah pijat dengan kombinasi tersebut 93,9% bayi tidak lagi mengalami gangguan tidur. Uji Wilcoxon menghasilkan p = 0,000 (<0,05), menandakan pengaruh yang signifikan. Kesimpulan: Pijat bayi dengan Sunflower oil diiringi musik lullaby efektif merangsang sistem saraf parasimpatis, menimbulkan relaksasi, memperkuat ikatan emosional melalui sentuhan hangat, sekaligus menstimulasi gelombang otak alfa yang memudahkan bayi tertidur lebih cepat, lebih lama, dan dengan kualitas yang lebih baik.
Pengaruh Distraksi Audio Visual: Kartun terhadap Tingkat Kecemasan Anak dengan Hospitalisasi: The Effect of Audio-Visual Distractions: Cartoons on Anxiety Levels in Children with Hospitalization Noer Riza Anwar; Nur Hamim; Alwin Widhiyanto; R. Endro Sulistyono
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.217

Abstract

Hospitalisasi merupakan salah satu pengalaman yang tidak menyenangkan baik bagi anak maupun orang tua. Beberapa stressor akan dihadapi saat anak akan dirawat, selama perawatan hingga sampai pemulangannya kembali ke rumah. Dampak dari hospitalisasi yaitu gangguan fisik, psikis dan interaksi sosial anak akan mengalami perubahan, Distraksi audio visual adalah teknik non-farmakologis yang digunakan untuk mengalihkan perhatian seseorang dari rasa nyeri, kecemasan, atau ketidaknyamanan dengan memanfaatkan rangsangan suara dan gambar secara bersamaan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah quasi eksperimental dengan pendekatan two group pre and post test control group design. Teknik penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan pendekatan teknik non probability sampling dengan pendekatan accidental sampling dengan total 68 responden sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Alat ukur yang digunakan adalah VAAS dan kuisioner pre school anxiety scale Responden anak dengan hospitalisasi pada kelompok kontrol memiliki nilai pretest rerata tingkat kecemasan sebesar 56.24 dan nilai posttest sebesar 23,47. Responden anak dengan hospitalisasi pada kelompok eksperimen memiliki nilai pretest rerata tingkat kecemasan sebesar 54.5 dan nilai posttest sebesar 19,76 Berdasarkan uji analisa Mann whitney diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0.000, atau < α (0,05). Ada Pengaruh Distraksi Audio Visual: Kartun Terhadap Tingkat Kecemasan Anak Dengan Hospitalisasi di Ruang Bougenville RSUD dr. Haryoto Lumajang. Kartun yang menarik secara visual dan auditori mampu mengalihkan perhatian anak dari lingkungan rumah sakit yang menakutkan atau prosedur yang menyakitkan .Penurunan kecemasan tercermin dalam perubahan fisiologis seperti penurunan denyut nadi dan skala kecemasan yang diukur sebelum dan sesudah intervensi.
Pengaruh Perawatan Metode Kanguru terhadap Penurunan Down Score Bayi Prematur di Ruang NICU RSUD dr. Haryoto Lumajang: The Effect of Kangoroo Mother Care on Reducing Down Score of Premature Babies in the NICU of dr. Haryoto Lumajang Regional Hospital Linda Amalia; R. Endro Sulistyono; Nafolion Nur Rahmat; Achmad Kusyairi
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.218

Abstract

Pendahuluan: Kelahiran prematur masih menjadi tantangan serius dalam kesehatan bayi, baik di Indonesia maupun di berbagai negara lainnya. Masalah pernapasan merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan pada bayi prematur. Organ tubuh bayi prematur umumnya belum berfungsi dengan optimal sehingga mereka kesulitan beradaptasi dengan lingkungan diluar Rahim, terutama pada organ pernafasan yang dapat diukur dengan Down Score.  Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh Perawatan Metode Kanguru Terhadap Penurunan Down Score Bayi Prematur Di Ruang NICU Rsud Dr. Haryoto Lumajang. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan pra-eksperimen dengan pendekatan One Group Pretest Posttest Design. Populasi penelitian ini adalah Bayi prematur usia gestasi 28-36 minggu di Ruang NICU   sebanyak 34 sampel. Tehnik sampling menggunakan accidental sampling. Pengambilan data menggunakan lembar observasi dan data rekam medis pasien, untuk analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 25 Mei – 25 Juni 2025. Hasil: Penelitian menunjukan potensi efektifitas perawatan metode kanguru dalam menurunkan down score dengan nilai Z sebesar -4.901, terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara Down Score pretest - postest dengan nilai p = 0.00 < 0.05. Kesimpulan: Perawatan metode kanguru efektif menurunkan down score bayi prematur terpasang oksigenisasi di Ruang NICU.  
Efektivitas Kompres Dingin 0,9% NaCl terhadap Skala Edema Periorbital pada Pasien Pasca Kraniotomi di Ruang ICU RSUD dr. Haryoto Lumajang: The Effectiveness of 0.9% NaCl Cold Compress on Periorbital Edema Scale in Post-Craniotomy Patients in the ICU of Dr. Haryoto Regional Hospital, Lumajang Dedy Kurniawan; Achmad Kusyairi; R. Endro Sulistyono; Iin Aini Isnawati
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.227

Abstract

Pendahuluan: Prosedur craniotomy dapat menyebabkan edema sementara dan ekimosis pada satu atau dua kelopak mata pasien pascaoperasi. Edema ini dapat mengganggu pemantauan tingkat kesadaran pasien, terutama pada pemeriksaan GCS (Glasgow Coma Scale). Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang efektif untuk mengurangi edema periorbital. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kompres dingin NaCl 0,9% terhadap skala edema periorbital pada pasien post craniotomy. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan pendekatan two group pre and post test control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan pendekatan non probability sampling dengan metode consecutive sampling, melibatkan 34 responden sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Alat ukur menggunakan skala edema periorbital (Hossam Elsisi, 2019). Data dianalisis menggunakan independent sample t-test dengan nilai α = 0,05. Hasil: Responden post craniotomy pada kelompok kontrol memiliki nilai pretest rerata skala edema sebesar 1,06 dan posttest sebesar 1,71. Sedangkan kelompok eksperimen memiliki pretest 1,47 dan posttest 0,00. Berdasarkan hasil uji independent sample T-test diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa kompres dingin NaCl 0,9% efektif untuk menurunkan skala edema periorbital pada pasien Post Craniotomy. Kesimpulan: Efektivitas kompres dingin NaCl 0,9% dalam menurunkan edema periorbital diduga karena efek vasokonstriksi dari suhu dingin yang mempersempit pembuluh darah lokal, sehingga mengurangi aliran cairan interstisial dan pembentukan edema. Selain itu, NaCl 0,9% bersifat isotonik yang membantu menjaga keseimbangan cairan di jaringan periorbital.
Pengaruh Edukasi Media Visual Perilaku Cerdik Terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Hipertensi di Era Integrasi Layanan Primer di Desa Bades Kecamatan Pasirian: The Effect of Visual Media Education on CERDIK Behavior Toward Improving the Quality of Life of Elderly with Hypertension in the Era of Primary Care Integration in Bades Village, Pasirian District Uswatun Hasanah; Alwin Widhiyanto; R. Endro Sulistyono; Iin Aini Isnawati
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.233

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak dialami oleh lansia dan berdampak pada penurunan kualitas hidup. Di era integrasi layanan primer, upaya edukasi berbasis media visual seperti perilaku CERDIK menjadi strategi yang relevan dan aplikatif dalam meningkatkan pemahaman serta kualitas hidup lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi media visual perilaku CERDIK terhadap peningkatan kualitas hidup lansia hipertensi di Desa Bades, Kecamatan Pasirian. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian mencakup seluruh lansia hipertensi sebanyak 65 orang, dan sebanyak 46 responden dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi yang dilakukan pada bulan juni 2025. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner WHOQOL-BREF, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki kualitas hidup kategori sedang (67,4%), dan setelah intervensi meningkat menjadi 91,3%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z sebesar -4,359 dengan p-value 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang sangat signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi media visual perilaku CERDIK efektif dalam meningkatkan kualitas hidup lansia hipertensi, sejalan dengan teori bahwa pendekatan edukatif yang sesuai dengan karakteristik lansia dapat meningkatkan kesadaran dan pengelolaan penyakit secara mandiri.
Hubungan Antara Peran Pendamping Minum Obat (PMO) Dan Motivasi Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien TB Paru Di UPT Puskesmas Tekung Lumajang: The Relationship Between The Role Of Medication Adherence Supporters (PMO) And Motivation With The Adherence To Medication In Pulmonary Tuberculosis Patients At The Tekung Lumajang Health Center Muhammad Ali Shofyan; Ro’isah; R. Endro Sulistyono; Ana Fitria Nusantara
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.235

Abstract

Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan pasien yang tinggi. Kurangnya motivasi dan lemahnya pendampingan selama masa pengobatan dapat menyebabkan ketidakpatuhan pasien, yang berisiko menimbulkan resistensi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran Pendamping Minum Obat (PMO) dan motivasi dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB di Puskesmas Tekung Lumajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi analitik. Sampel berjumlah 35 responden yang diambil dengan teknik Purposive sampling. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki peran PMO dalam kategori sangat baik (65,7%), motivasi tinggi (74,3%), dan tingkat kepatuhan yang patuh (77,1%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara peran PMO dengan kepatuhan (p = 0,000; r = 0,626) dan motivasi dengan kepatuhan (p = 0,000; r = 0,926). Sehingga Temuan ini sesuai dengan teori bahwa faktor eksternal seperti dukungan dari PMO dan faktor internal seperti motivasi sangat mempengaruhi kepatuhan pengobatan TB Paru. Di harapkan intervensi peningkatan kualitas PMO serta upaya memperkuat motivasi pasien melalui edukasi dan dukungan sosial dalam meningkatkan keberhasilan terapi TB Paru
Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Empati Masyarakat Dalam Perilaku Memanusiakan ODGJ Pasung di Wilayah Kerja Puskesmas Ranuyoso: Factors Influencing Community Empathy in Humanizing the Behavior Toward Shackled People with Mental Disorders (ODGJ) in the Working Area of Ranuyoso Public Health Center Donie Indra Ihwahyudy; Dodik Hartono; R. Endro Sulistyono; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 3 (2026): EDISI MARET
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i3.273

Abstract

Latar Belakang: Masih tingginya kasus pemasungan terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) menunjukkan bahwa empati masyarakat dalam memperlakukan ODGJ secara manusiawi masih perlu ditingkatkan. Berbagai faktor diduga memengaruhi empati tersebut, seperti sosial budaya, pengetahuan, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi empati masyarakat dalam perilaku memanusiakan ODGJ pasung di wilayah kerja Puskesmas Ranuyoso. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelatif melalui metode cross sectional. Sampel berjumlah 80 responden yang dipilih secara purposive sampling, yaitu masyarakat yang tinggal dekat dengan pasien ODGJ pasung. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test dan multivariat menggunakan regresi linier berganda. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki sosial budaya baik (77,5%), pengetahuan baik (82,5%), penghasilan di bawah UMR (90%), lingkungan baik (77,5%), dan empati tinggi (80%). Hasil uji Fisher’s Exact Test menunjukkan bahwa keempat faktor tersebut memiliki hubungan yang signifikan terhadap empati masyarakat (p < 0,05). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa hanya faktor lingkungan yang berpengaruh secara signifikan terhadap empati masyarakat (p = 0,000; β = 0,610), yang menunjukkan bahwa lingkungan merupakan faktor dominan. Kesimpulan: Penelitian menunjukkan bahwa meskipun faktor sosial budaya, pengetahuan, ekonomi, dan lingkungan secara bivariat memiliki hubungan signifikan dengan empati masyarakat terhadap ODGJ pasung, namun analisis multivariat mengidentifikasi bahwa hanya faktor lingkungan yang berpengaruh secara signifikan. Hal ini menegaskan bahwa lingkungan yang mendukung memainkan peran dominan dalam membentuk empati masyarakat untuk memperlakukan ODGJ secara lebih manusiawi
Efektivitas Pemberian Teh Daun Salam terhadap Tingkat Nyeri Pasien Gout Arthritis di Desa Umbulsari: The Effectiveness of Bay Leaf Tea in Reducing Pain Levels in Patients with Gouty Arthritis in Umbulsari Village Muhamad Syafaat; Ro’isah; Ana Fitria Nusantara; R. Endro Sulistyono
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 4 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i4.356

Abstract

Latar Belakang: Tingginya beban kerja dan bertambahnya usia masyarakat di Desa Umbulsari menjadi faktor pemicu munculnya Gout Arthritis. Kondisi ini memerlukan penanganan yang efektif dan mudah diterapkan. Salah satu alternatifnya adalah mengkonsumsi rutin teh daun salam yang memiliki kandungan antiinflamasi dan analgesik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas teh daun salam terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien Gout Arthritis di Desa Umbulsari. Penelitian dilaksanakan pada 21–27 Juli 2025. Metode: Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan One-Group Pretest-Posttest pada 30 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami penurunan skala nyeri menjadi 1–3 (nyeri ringan) setelah pemberian teh daun salam. Uji Wilcoxon menghasilkan p-value = 0,01 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan: Pemberian teh daun salam terbukti efektif menurunkan nyeri pada pasien Gout Arthritis. Kandungan antiinflamasi dan analgesik pada daun salam berperan dalam mengurangi peradangan dan rasa sakit. Terapi ini mudah diterapkan secara mandiri dan dapat menjadi pilihan nonfarmakologis dalam mengontrol nyeri Gout Arthritis.