Herlina I. S. Wungouw
Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara

Published : 50 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

KEMAMPUAN INTELLIGENCE QUOTIENT (IQ) MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI Mangiwa, Rinto; Wungouw, H. I. S.; Pangemanan, D. H. C.
e-Biomedik Vol 2, No 3 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v2i3.5741

Abstract

Abstract: In education, intelligence utilized to determine the extent of achievement of learning that can be achieved by an individual. Intelligence factors that result in the difference between someone with another intelligence is innate, environmental, physical condition, social background and socioeconomic. Research purposes to describe the ability of qoutient intelligence ( IQ ). Descriptive survey study was conducted using the method of cross -sectional study to measure the ability of student’s Intelligence Quotient ( IQ ) of the Faculty of Medicine, University of Sam Ratulangi. Number of respondents 100 people, consisting of 50 men and 50 women. Based on the results obtained IQ `measurement capability results in 11 respondents ( 22 % ) of male respondents have the ability IQ with Superior category, the other 11 people ( 22 % ) categorized as Above Average, the remaining 28 men ( 56 % ) had Average IQ ability . Women on the ability of IQ respondents only 1 ( 2 % ) are categorized as Superior, 9 people ( 18 % ) categorized as Above Average, and the remaining 40 ( 80 % ) were classified as having the ability IQ category average. Keywords: Intelligence Capabilities Qoutien, Student’s.   Abstrak: Dalam bidang pendidikan, intelegensi dimanfaatkan untuk mengetahui sejauh mana prestasi belajar yang dapat dicapai oleh suatu individu. Faktor-faktor intelegensi yang mengakibatkan terjadinya perbedaan antara intelegensi seseorang dengan yang lain yaitu pembawaan, lingkungan hidup, kondisi fisik, latar belakang sosial ekomoni dan pendidikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kemampuan intelligence qoutient (IQ). Penelitian dilakukan secara survey deskriptif dengan mengunakan metode cross sectional study untuk mengukur kemampuan Intelligence Quotient (IQ) mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jumlah responden 100 orang, terdiri dari Laki-laki 50 orang dan Perempuan 50 orang. Berdasarkan hasil penelitian pengukuran kemampuan IQ diperoleh hasil pada responden 11 orang (22%) responden laki-laki memiliki kemampuan IQ dengan kategori Superior, sebanyak 11 orang (22%) masuk kategori diatas rata-rata, sisanya 28 orang (56%) memiliki kemampuan IQ rata-rata. Pada responden perempuan pada kemampuan IQ hanya 1 orang (2%) yang masuk kategori Superior, 9 orang (18%) masuk kategori diatas rata-rata, dan sisanya 40 orang (80%) memiliki kemampuan IQ yang tergolong kategori rata-rata. Kata kunci: Kemampuan Intelligence Qoutient, mahasiswa.
HUBUNGAN PEMBERIAN TABLET BESI DAN ANTENATAL CARE TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOUW UTARA Lesilolo, Theresia Nancy; Engka, Joice N. A.; Wungouw, Herlina I. S.
e-Biomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i1.11251

Abstract

Abstract: Iron deficiency anemia is a major nutritional problem in the world and until now has not resolved properly. World Health Organization (WHO) had estimated more then 2 million people had been exposed with anaemia with prevalence of 30% in pregnant women especially in Developing Countries such as Indonesia, which according RISKESDAS in 2013 the prevalence of anemia in Indonesia approximately 31.7%. There are several risk factors that cause pregnant women to experience iron deficiency anemia like economic problems, the lack of iron absorption and blood loss resulting in decreased hemoglobin levels such as menstruation, bleeding and infection. The purpose of this study was to determine the relationship of iron tablets on antenatal care for pregnant women hemoglobin. This research is analytic survey with cross sectional study. Then the data that had been collected will be processed by using SPSS program. The population is all pregnant women in the working area in 6 health centers Mongondouw Bolaang North and sampling done purposive sampling. By using the chi square test, it showed that there is a correlation between antenatal care with hemoglobin levels (P=0,047) and there is a correlation between iron tablet with hemoglobin levels (P= 0,015). There is a correlation between iron tablets and antenatal care with hemoglobin levels in pregnant women in North Bolaang Mongondouw.Keywords: iron tablets, antenatal care, hemoglobin levelAbstrak: Anemia defisiensi besi merupakan masalah gizi utama di seluruh dunia dan sampai saat ini belum teratasi dengan baik. WHO memperkirakan terdapat 2 juta penduduk dunia yang terkena anemia dari berbagai lapisan kelompok masyarakat dengan prevalensi 30% pada ibu hamil terkena terutama di Negara berkembang. Prevalensi anemia defisiensi besi di Indonesia menurut RISKESDAS 2013 yakni 31,7%, banyak faktor yang menyebabkan terjadinya anemia defisiensi besi seperti kebutuhan zat besi yang tidak terpenuhi, kurangnya absorbsi zat besi serta kehilangan darah yang mengakibatkan kadar hemoglobin menurun seperti menstruasi, perdarahan dan infeksi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemberian tablet besi pada antenatal care terhadap kadar hemoglobin ibu hamil di Kabupaten Bolaang Mongondouw Utara. Penelitian bersifat survey analitik dengan rancangan cross sectional study. Kemudian data yang terkumpul diolah dengan menggunakan SPSS. Populasi adalah semua ibu hamil yang ada di wilayah kerja di 6 puskesmas Kabupaten Bolaang Mongondouw Utara dan pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sampling. Dengan menggunakan uji Chi Square didapatkan ada hubungan antara antenatal care dengan kadar hemoglobin serta terdapat hubungan pemberian tablet dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil di Kabupaten Bolaang Mongodouw Utara. Ada hubungan pemberian tablet besi dan antenatal care terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil di Kabupaten Bolaang Mongondouw Utara.Kata kunci: tablet besi, pemeriksaan antenatal dan kadar hemoglobin (hb)
Hubungan merokok dengan saturasi oksigen pada pegawai di fakultas kedokteran universitas Sam Ratulangi Manado Septia, Nindirah; Wungouw, Herlina; Doda, Vanda
e-Biomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i2.14611

Abstract

Abstract: Smoking is an overt behavior in which smokers inhale tobacco rolls. The degree of smoking can be determined based on the Brinkman index. Global Adults Tobacco Survey (GATS) estimates there are currently 7.9 billion adults who are actively smoking and 3.5 billion people are exposed to secondhand smoke in the workplace. This research aims to identify oxygen saturation of smokers and the correlation between smoking and oxygen saturation of administration staffs in the Medical Faculty of Sam Ratulangi University Manado. This research was a cross sectional study that was conducted on 30 administration staffs at the Faculty of Medicine, University of Sam Ratulangi. The correlation analysis was carried out using Kruskall-Wallis. Most respondents were mild smokers (63.33%) with the average oxygen saturation 98.37. Moderate Smokers have an average oxygen saturation of 97.86, and heavy smokers 96.25. All respondents had an average oxygen saturation of 97.97. All respondents are still categorized as having normal oxygen saturation (95-100%). Conclusion: There is a significant correlation between smoking and oxygen saturation. The more severe the degree of smoking, the lower level of oxygen saturation obtained in the blood.Keywords: smoking, oxygen saturation, administration staff. Abstrak: Merokok merupakan overt behavior dimana perokok menghisap gulungan tembakau. Derajat merokok dapat ditentukan berdasarkan Index Brinkman. Global Adults Tobacco Survey (GATS) memperkirakan terdapat 7,9 milyar orang dewasa saat ini perokok aktif dan 3,5 milyar orang terpapar asap rokok di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saturasi oksigen pada perokok dan hubungan merokok dengan saturasi oksigen pada pegawai di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan rancangan penelitian potong lintang yang dilakukan pada 30 pegawai di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado dengan uji statistik Kruskal-Wallis. Penelitian ini memiliki nilai p < 0,05. Responden terbanyak adalah perokok derajat ringan (63,33%) dengan saturasi oksigen rata-rata 98,37. Perokok derajat sedang memiliki saturasi oksigen rata-rata 97,86 sedangkan perokok derajat berat 96,25. Seluruh responden memiliki saturasi oksigen rata-rata 97,97. Seluruh responden masih termasuk kategori saturasi oksigen baik (95-100%). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara merokok dengan saturasi oksigen. Semakin berat derajat merokok maka semakin rendah kadar saturasi oksigen dalam darah. Kata kunci: merokok, saturasi oksigen, pegawai.
Gambaran menstruasi atlit basket di SMAN 9 Manado Tanudjaja, Lia M.; Polii, Hedison; Wungouw, Herlina I. S.
eBiomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.4.1.2016.10821

Abstract

Abstract: Women or female involved in sport usually become athlete, and athlete usually have high levels of physical exercise, but excess of physical exercise can cause disturbances in female reproductive organ that affects menstrual cycle. Several studies have been conducted to determine the relationship between excess energy consumption due to high level of physical exercise with impaired reproductive function in female athletes such as primary amenorrhea, secondary amenorrhea, and oligomenorrhea. This study aimed to obtain the description of menstruation in female basketball athletes on SMAN 9 Manado. This was a descriptive study using a prospective cross-sectional design. Subjects taken were female students from SMAN 9 Manado who met the inclusion criteria. Instrument that used are physical exercise and menstruation questionnaire. The result showed that 16 subjects had normal menstrual cycle, 12 subjects experienced polymenorrhea, 4 subjects experienced oligomenorrhea, and 1 subject had experienced secondary amenorrhea. Conclusion: Most of the female basketball athletes of SMAN 9 Manado experienced polymenorrhea, some experienced oligomenorrhea, and only one athlete had experienced secondary amenorrhea.Keywords: menstrual disorder, physical exercise, amenorrhea, oligomenorrheaAbstrak: Wanita yang terlibat dalam dunia olahraga banyak yang menjadi atlet sehingga memiliki tingkat latihan fisik yang cukup tinggi. Latihan fisik yang tinggi dapat menyebabkan gangguan pada wanita, diantaranya dapat menimbulkan gangguan pada siklus menstruasi. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pemakaian energi berlebih akibat latihan fisik yang tinggi dengan timbulnya gangguan fungsi reproduksi pada atlet wanita berupa amenorea primer, sekunder, dan oligomenorea. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran menstruasi pada atlet basket siswi di SMAN 9 Manado. Metode penelitian ini deskriptif prospektif dengan desain potong lintang. Subjek penelitian ialah siswi-siswi SMAN 9 Manado yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan ialah kuesioner latihan fisik dan menstruasi. Hasil penelitian didapatkan 16 subjek memiliki siklus haid normal, 12 subjek mengalami polimenorea, 4 subjek mengalami oligomenorea, dan 1 subjek pernah mengalami amenorea sekunder. Simpulan: Sebagian besar atlet basket di SMAN 9 Manado mengalami polimenorea, beberapa mengalami oligomenorea, dan hanya 1 atlit yang pernah mengalami amenorea sekunder.Kata kunci: gangguan menstruasi, latihan fisik, amenorea, oligomenorea.
PENGARUH SENAM BUGAR LANJUT USIA (LANSIA) TERHADAP KADAR ASAM URAT PENDERITA HIPERTENSI Tatara, Hubert I.; Wungouw, Herlina I. S.; Polii, Hedison
eBiomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.1.1.2013.4364

Abstract

Abstract: The increase of life expectancy contributes to complex impact on diseases suffered by the elderly. Although it is yet to be considered as a risk factor, data suggests that uric acid is one of the risk factors of cardiovascular disease. Exercise is an effort which prevents the increase of uric acid levels. 'Senam Lansia' (Elderly Aerobics) is a light, simple & easy to apply to the elderly. This study has purposed to know about elderly aerobics effects on uric acid levels in patients with hypertension. This study is a one group pre-post test, that was conducted as a field at BPLU Senja Cerah. Elderly aerobics has been doing 3 times in a week for 3 weeks in 30 subjects. The result shows a significant decrease of uric acid levels before and after the exercise, with an average difference of 1,56 mg/dl. The confidence interval value for lower is 0,84 & 2,28 for upper. Based on the result of statistic test, (p) value which is the signification value is 0,00 smaller than the value of alpha (a = 0,05). This study proves that elderly aerobics contributes significantly in the levels of uric acid in patients with hypertension. Keywords: elderly, elderly aerobics, hypertension, uric acid     Abstrak: Usia harapan hidup yang semakin meningkat, membawa dampak semakin kompleks dalam hal penyakit yang bisa diderita oleh orang lanjut usia. Meskipun belum dianggap sebagai faktor resiko, namun data yang ada menunjukkan asam urat merupakan salah satu faktor resiko penyakit kardiovaskular. Salah satu pencegahan dari meningkatnya kadar asam urat yakni dengan berolahraga. Senam lansia adalah olahraga ringan, mudah dilakukan dan tidak memberatkan untuk diterapkan pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam bugar lansia terhadap kadar asam urat penderita hipertensi. Penelitian bersifat eksperimental lapangan dengan rancangan one group pre-post test yang dilakukan pada 30 penderita hipertensi di BPLU Senja Cerah. Dilakukan senam bugar lansia 3 kali seminggu dengan lama latihan selama 3 minggu. Kadar asam urat sebelum dan sesudah senam diukur, dan dianalisa. Hasil yang didapat, terjadi penurunan bermakna kadar asam urat antara sebelum dan sesudah senam bugar lansia dengan selisih rata-rata sebesar 1,56 mg/dl. Nilai confidence interval, yaitu 0,84 untuk lower dan 2,28 untuk upper. Nilai signifikasi (p) dari hasil uji statistik yaitu 0,00 lebih kecil dari nilai alpha (α = 0,05). Penelitian ini membuktikan adanya pengaruh yang signifikan senam bugar lansia terhadap kadar asam urat penderita hipertensi. Kata Kunci: asam urat, hipertensi, lansia, senam bugar lansia
Hubungan lingkar pinggang dengan kadar gula darah pada guru di SMP dan SMA Eben Haezar Manado Ngantung, Edwin J.; Doda, Vanda; Wungouw, Herlina I.S.
e-Biomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i2.14628

Abstract

Abstract: Central obesity that measured by waist circumference as one of metabolic syndrome’s criteria, is one of many risk factor of metabolic and cardiovascular diseases. Teacher is an occupation which has the risk of high blood glucose and visceral fat accumulation. People with obesity have a tendency to elevation of blood glucose level. The aim of this research is to understand the correlation between waist circumference and blood glucose level on teacher in Eben Haezar junior and senior christian high school Manado. This research is a cross-sectional study that was conducted on September to December 2016. Samples were collected by total sampling method. Research data were analyzed with Spearman Rank Correlation Test. There are 83 research samples which consist of 28 men (33,7%) and 55women (66,7%). Most of teachers experienced central obesity (74,7%) and normal blood glucose level (83,1%). The result of the correlation test between waist circumference and blood glucose level is p-value = 0,9522 and r = -0,00667981. This study found that there is no statistically significant relationship between waist circumference and blood glucose level on teacher in Eben Haezar junior and senior christian high school Manado.Keywords: waist circumference, blood glucose level, teachers Abstrak: Obesitas sentral yang diukur berdasarkan lingkar pinggang sebagai salah satu kriteria sindroma metabolik merupakan salah satu faktor risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular. Guru merupakan pekerjaan yang berisiko mengalami peningkatan kadar gula darah dan penumpukan lemak viseral. Orang dengan obesitas memiliki faktor risiko mengalami peningkatan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkar pinggang dengan kadar gula darah pada guru di SMP dan SMA Kristen Eben Haezar Manado. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang yang dilaksanakan pada bulan September-Desember 2016. Sampel diambil dengan metode total sampling. Data penelitian dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Sampel penelitian berjumlah 83 sampel yang terdiri dari 28 sampel pria (33,7%) dan 55 sampel wanita (66,3%). Mayoritas guru mengalami obesitas sentral (74,7%) dan kadar gula darah yang normal (83,1%). Hasil Uji korelasi antara lingkar pinggang dengan kadar gula darah adalah p-value = 0,9522 dan r = -0,00667981. Penelitian ini menemukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara lingkar pinggang dengan kadar gula darah pada guru di SMP dan SMA Kristen Eben Haezar Manado. Kata kunci: lingkar pinggang, kadar gula darah, guru
GAMBARAN KEKUATAN OTOT PADA LANSIA DI BPLU SENJA CERAH PANIKI BAWAH Pinontoan, Prisilia M.; Marunduh, Sylvia R.; Wungouw, Herlina I. S.
eBiomedik Vol 3, No 1 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.3.1.2015.6618

Abstract

Abstract: The aim of this study was to find out the profile of muscle strength on elderly at BPLU Senja Cerah Paniki Bawah. This was a descriptive study with cross sectional design. There were 26 respondents who met the inclusion criteria, consisted of 10 elderly men and 16 elderly women. Respondents were selected by using purposive sampling method. The measurements of the muscle strength were done by using 1 RM method while doing elbow flexion, elbow extension, shoulder flexion, shoulder extension, shoulder abduction, knee flexion, knee extension and dorsoflexion. Data were analyzed manually and computerized then presented in tabular form. The result shows that the average muscle strength in elderly men were greater than women and the average muscle strength of respondents that were included in the age group 60-79 years old were greater than those in 80-99 years.Keywords: muscle strength, elderly.1 RMAbstrak: Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran kekuatan otot pada Lansia di BPLU Senja Cerah Paniki Bawah. Penelitian ini merupakan peneliltian deskriptif dengan rancangan potong lintang. Responden yang memenuhi kriteria inklusi terdiri dari 26 orang yang terdiri dari 10 orang laki-laki dan 16 orang perempuan. Sampel dipilih menggunakan cara purposive sampling. Kekuatan otot pada lansia diukur dengan menggunakan metode 1 RM yang diukur pada gerakan fleksi siku, ekstensi siku, fleksi bahu, ekstensi bahu, abduksi bahu, fleksi lutut, ekstensi lutut serta dorsofleksi. Data yang sudah didapatkan kemudian dikumpul dan diolah secara manual dan komputerisasi serta disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan rerata kekuatan otot responden laki-laki lebih besar dibanding perempuan dan rerata kekuatan responden yang termasuk dalam kelompok umur 60-79 tahun lebih besar dibanding kelompok umur 80-99 tahun.Kata kunci: kekuatan otot, lansia, 1 RM.
Evaluasi kualitas skenario Problem-Based Learning di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Mewo, Yanti M.; Manoppo, Firginia P.; Wungouw, Herlina I.S.
e-Biomedik Vol 6, No 2 (2018): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v6i2.20967

Abstract

Abstract: Implementation of Problem Based Learning (PBL) in a tutorial discussion is not separable from the role of tutorial problems which are used to trigger the learning process. Excellent problems are needed for the success of PBL. The evaluation of PBL problems can provide an overview of strengths and weakness as well as inputs for improving the quality of problems. This study was aimed to evaluate the quality of PBL problems in Faculty of Medicine, Sam Ratulangi University Manado. We used modified questionnaire of Munshi et al. Respondents were asked to answer Likert scale questionnaires which consisted of 18 items added with one item for the overall rating of the PBL problem. The results showed that of a total of 6 problems evaluated by students and tutors, both tutors and students agreed that the weakest aspect was that the problem did not phrase to student perception of their own environment and culture (item 11). The strongest aspect identified by tutors was students were familiar with part of the knowledge necessary for discussing the problem (item 18). The strongest aspect according to students was related to the linkage of the problems with the future profession (item 13). Conclusion: The PBL problems in Faculty of Medicine, Sam Ratulangi University still needed to be improved. Some aspects had been identified as strengths and weaknesses; those could be used to improve the quality of problems.Keywords: Problem Based Learning, PBL problems, PBL tutorial Abstrak: Penerapan PBL dalam diskusi tutorial tidak lepas dari peran skenario berisikan masalah pasien yang digunakan sebagai pemicu pembelajaran mahasiswa. Skenario PBL yang memiliki kualitas baik sangat penting bagi keberhasilan pembelajaran dengan metode PBL. Evaluasi skenario PBL dapat memberikan gambaran kekuatan dan kelemahan yang dapat dijadikan sebagai masukan untuk meningkatkan kualitas skenario PBL. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas skenario PBL di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (FK Unsrat) Manado. Instrumen yang digunakan ialah kuesioner dari Munshi et al. Responden diminta memberikan penilaian 18 pernyataan dan satu pertanyaan penilaian secara umum berdasarkan skala Likert. Enam skenario PBL dinilai oleh tutor dan mahasiswa. Hasil penelitian mendapatkan bahwa baik tutor maupun mahasiswa setuju bahwa yang menjadi kelemahan berkaitan dengan skenario PBL yang disusun tidak sesuai dengan wawasan mahasiswa tentang lingkungan dan kebudayaan (item 11). Menurut tutor, yang menjadi kelebihan yaitu mahasiswa telah mengenal sebagian pengetahuan yang diperlukan untuk mendiskusikan skenario (item 18). Evaluasi oleh mahasiswa didapatkan bahwa skenario menunjukkan hubungan jelas dengan profesi di masa depan merupakan kelebihan dari skenario PBL yang digunakan di FK Unsrat (item 13). Simpulan: Skenario PBL di FK Unsrat masih memerlukan perbaikan. Didapatkan beberapa aspek yang diidentifikasi sebagai kekuatan dan kelemahan yang dapat dipakai untuk meningkatakan kualitas skenario PBL di FK Unsrat.Kata kunci: Problem Based Learning, scenario PBL, tutorial PBL
GAMBARAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA MAHASISWA ANGKATAN 2015 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Putra, Adriansyah L.; Wowor, Pemsi M.; Wungouw, Herlina I. S.
eBiomedik Vol 3, No 3 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.3.3.2015.10153

Abstract

Abstract: Blood sugar or blood glucose is a universal fuel for human cells and functioning as the source of carbon for the synthesis of many other compounds. As the globalization causes changes of lifestyle that tend be unhealthy lifestyle, there is a need for early detection of blood sugar level since adolescence. This was a descriptive study with a cross sectional design. This study aimed to obtain the random blood sugar levels among college students at Medical Faculty of Sam Ratulangi University Manado. The result showed that of 51 subjects, at age 17, 5 (9.8%) had low blood sugar level and 5 (9,8%) had normal blood sugar level. At age 18, 2 students (3.9%) had low blood sugar level and 24 (47.1%) had normal blood sugar level. At age of 19, 2 students (9,8%) had low blood sugar level and 13 (25.5%) had normal blood sugar level. Of 24 male students, 19 (37.3%) had normal blood sugar level and 5 (9.8%) had low blood sugar level. Of 27 female students, 23 (45.1%) had normal blood sugar level meanwhile 4 (7.8%) had low blood sugar level.Keywords: blood sugar, studentsAbstrak: Gula darah atau glukosa darah merupakan bahan bakar universal bagi sel-sel tubuh manusia dan berfungsi sebagai sumber karbon untuk sintesis sebagian besar senyawa lainnya. Seiring arus globalisasi menyebabkan terjadinya perubahan pola hidup yang cenderung mengacu pada gaya hidup tidak sehat maka diperlukan deteksi dini gula darah sejak remaja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain potong lintang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar gula darah sewaktu pada mahasiswa angkatan 2015 Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 51 subyek penelitian, pada usia 17 tahun 5 orang (9,8%) dengan kadar gula rendah dan 5 orang (9,8%) dengan kadar gula darah normal. Pada usia 18 tahun diperoleh 2 orang (3,9%) dengan kadar gula rendah dan 24 orang (47,1%) dengan kadar gula darah normal. Pada usia 19 tahun diperoleh 2 orang dengan kadar gula rendah (9,8%) dan 13 orang dengan gula darah normal (25,5%). Dari 24 subyek laki-laki, 19 (37,3%) memiliki kadar gula normal dan 5 (9,8%) memiliki kadar gula darah rendah. Dari 27 subyek perempuan, 23 (45,1%) memiliki kadar gula normal dan 4 (7,8%) memiliki kadar gula darah rendah.Kata kunci: gula darah, mahasiswa
PERBANDINGAN DENYUT NADI ANTARA PENDUDUK YANG TINGGAL DI DATARAN TINGGI DAN DATARAN RENDAH Kasenda, Ivanny; Marunduh, Sylviah; Wungouw, Herlina
eBiomedik Vol 2, No 2 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.2.2.2014.5233

Abstract

Abstract: The pulse is a pressure that is delivered in the form of a wave when the heart pumped up blood around the body.  Pulse is determined by the elasticity of blood vessels.  There are research showing the difference in pulse rate in the highlands and lowlands.  This research aimed to determine the ratio between the pulse of the people that live in the highlands (mountain area) and lowlands (coastal area). This research is an analytic method using cross sectional study.  The subjects of this research is 80 people living in the highlands and 80 people living in the lowlands.  The subjects are 18-65 years, physically and mentally healthy and they have been living at the area for 5 years.  The data were analyzed using non-parametric test Mann Whitney test. Based on the results of the Mann Whitney statistical test, it shows that there is a difference between the result  of pulse measurement  of the people living in the highlands and lowlands with asymp value. Sig. (2-tailed) ? = 0:03 (? <0.05), which means that there are significant difference between highlands and lowlands. The result of this research can be concluded that there is a significant difference in the measurement of the pulse between people living in the highlands and lowlands. Keywords: Pulse, highlands, lowlands.     Abstrak: Denyut nadi adalah suatu tekanan yang dihantarkan dalam bentuk gelombang saat darah dipompa jantung ke seluruh tubuh. Denyut nadi ditentukan oleh elastisitas pembuluh darah. Terdapat penelitian yang menunjukkan adanya perbedaan denyut nadi di dataran tinggi dan dataran rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan denyut nadi  antara penduduk yang tinggal di dataran tinggi (daerah pegunungan) dan dataran rendah (daerah pesisir pantai). Jenis penelitian ini adalah bersifat metode analitik dengan pendekatan rancangan cross sectional study. Subjek dari penelitian ini adalah 80 orang yang tinggal di dataran tinggi dan 80 orang yang tinggal di dataran rendah. Subjek berumur 18- 65 tahun, sehat jasmani dan rohani serta tinggal menetap 5 tahun. Data di analisis menggunakan uji non parametrik yaitu uji Mann Whitney. Berdasarkan hasil uji statistik Mann Whitney menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil pengukuran denyut nadi antara penduduk yang tinggal di dataran tinggi dan dataran rendah dengan nilai asymp. Sig. (2-tailed) ? = 0.03(? < 0.05) yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna antara dataran tinggi dan dataran rendah. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pada pengukuran denyut nadi antara penduduk yang tinggal di dataran tinggi dan dataran rendah. Kata kunci denyut nadi, dataran tinggi, dataran rendah.
Co-Authors Aaltje E. Manampiring Aaltje Manampiring Abay, Novita A. Adriansyah L. Putra, Adriansyah L. Angmalisang, Elvin Clara Cheren Christine Pondaag Christina Salaki D. H. C. Pangemanan Damajanty H. C. Pangemanan Deiby O. Lumempouw, Deiby O. Doda, Diana V.D. Dolot, Jecky F. Elvin A. Herlambang, Elvin A. Ester Florencia Sagay Febriani Patandianan R., Febriani Patandianan Franly Onibala Freelyn Ch. P. Tamboto, Freelyn Ch. P. Gloria Hengkengbala Gresty Masi H. Polii Hedison Polii Helma Christy S. Tumigolung Heriyannis Homenta Hubert I. Tatara Irene, Angellita M. Ivanny Kasenda Jill Lolong Joice N. A. Engka Julia Rottie Jusuf, Devi Dewinta Li Ping Pontoh Lia M. Tanudjaja, Lia M. Lumenta, Nikita Makal, Henny V Mambu, Gloria Christy Manoppo, Firginia P. Manoppo, Melisa Linda Maria R. J. Ratulangi, Maria R. J. Marunduh, Sylvia Ritta Matali, Valentino J. Michael Karundeng Mogi, Jessica G. Mohammad R. S. Utomo Mondoringin, Lidya H. M. Naue, Sitti H. Ngantung, Edwin J. Pati, Josefa M. Pemsi M. Wowor, Pemsi M. Pertiwi, Junita Maja Prisilia M. Pinontoan Rawung, Meilita M. Renold C. Ibrahim, Renold C. Renteng, Septriani Richard Kowel, Richard Rinto Mangiwa Rivelino Hamel Rofina Yanuby Rondo, Amelia Andrita Alika Sapulete, Ivonny Septia, Nindirah Siemona Berhimpon, Siemona Suci M. J. Amir Sundah, Job P. A. Sylvia Marunduh Sylvia R. Marunduh Sylviah Marunduh Tambing, Agustina Tani, Prisilya Theresia Nancy Lesilolo, Theresia Nancy Tubagus, Ade P. Umboh, Jootje M. Vandri D Kallo, Vandri D Worung, Yulinda Veronica Fralya Yanti M. Mewo