Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Meal satisfaction analysis of patients at RSUD dr. H. Abdul Moeloek Lampung province Usdeka Muliani; Andi Eka Yunianto; Sutrio
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/argipa.v7i2.10266

Abstract

Patient eating satisfaction is an indicator of the success of organizing food in the hospital. One way to evaluate the success of organizing a patient's meal is from the remaining food. Currently, there are many hospitals with leftover food from patients that exceed the established standards. The aim of the study was to analyze the food satisfaction of inpatients with leftovers at hospital of dr. H. Abdul Moeloek, Lampung Province. This type of analytic observational research with a cross sectional design. The number of samples in this study were 66 people. The chi-square test was used to analyze the relationship between patient satisfaction and food waste. There is a relationship between taste (p=0.000), time of distribution (p=0.028), and the appearance of the waitress (p=0.028) and food waste, and there is no relationship between the completeness of cutlery and food waste (p=0.095). This study shows that there is a significant relationship between the taste, time of distribution, and the appearance of the waiter with leftovers, but not the completeness of cutlery. It is recommended that the Nutrition Installation of dr. H. Abdul Meoloek Hospital conduct an evaluation to improve the taste of food, the right time of distribution, the appearance of better waiters.
Hubungan Picky Eating Dengan Status Gizi Anak Usia Prasekolah Di Desa Lokus Stunting Roza Mulyani; Sutrio; Usdeka Muliani; Mindo Lupiana
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 8 No. 1 (2023): Cendekia Medika : Jurnal STIKes Al-Ma'arif Baturaja
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v8i1.201

Abstract

Anak usia prasekolah sering terjadi berbagai permasalahan asupan makanan, salah satunya yaitu picky eating dan menjadi salah satu penyebab dari timbulnya masalah gizi pada anak yaitu tidak seimbangnya antara pemasukan dan kebutuhan gizi yang mempengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan perilaku picky eating dengan status gizi pada anak usia prasekolah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah anak usia prasekolah yang berada di desa lokus stunting Sidodadi. Sampel dalam penelitian ini adalah  sebanyak 34 anak usia 3-5 tahun. Data yang digunakan berupa data primer yang diperoleh secara langsung melalui wawancara dengan menggunakan instrumen kuesioner picky eating, dan status gizi melalui pengukuran antropometri berupa tinggi badan dan berat badan. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisa univariat dan bivariat menggunakan uji chi square.Hasil penelitian terdapat  23,5% atau sebanyak 8 orang mengalami picky eating, dengan status gizi mayoritas baik. Hasil uji statistik tidak terdapat hubungan antara perilaku picky eating dengan status gizi, dg p value : 0,655. Disaran kan anak dengan picky eating sebaiknya diberikan perhatian lebih dalam pemberian asupan makan agar mampu mempertahankan status gizi dalam keadaan normal.
Asupan Gizi Dan Pengetahuan Dengan Status Gizi Remaja Putri Usdeka Muliani; Dewi Sri Sumardilah; Mindo Lupiana
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 8 No. 1 (2023): Cendekia Medika : Jurnal STIKes Al-Ma'arif Baturaja
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v8i1.202

Abstract

Ketidakseimbangan antara makanan yang dikonsumsi dengan kebutuhan pada remaja akan menimbulkan masalah gizi. Status gizi baik terjadi apabila tubuh mendapat asupan zat gizi yang baik. Faktor yang secara langsung   mempengaruhi status   gizi   adalah asupan makan dan penyakit infeksi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan energy, protein dan pengetahuan dengan status gizi remaja putri di pesantren Daarul Khair Lampung.  Penelitian bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Sampel adalah populasi remaja putri kelas 7, 8, dan 9 di pondok pesantren Daarul Khair yang berjumlah 71 orang. Dari hasil penelitian diperoleh asupan energi terbanyak dalam katagori kurang93%, asupan protein terbanyak katagori kurang 81,7%. Tingkat pengetahuan terbanyak katagori baik yaitu 91,5%, serta status gizi responden terbanyak dalam katagori baik yaitu 85,9%. Hasil analisis bivariate diketahui tidak ada hubungan yang signifikan antara asupan energy, asupan protein, dan pengetahuan gizi responden dengan status gizi responden dengan asupan energi nilai p= 0,264 dan asupan protein nilai p= 0,343, serta pengetahuan gizi dengan status gizi responden didapat nilai p= 0,585. Dari hasil penelitian disarankan agar lebih ditingkatkan kesadaran remaja putri untuk mengkonsumsi makanan yang baik agar dicapai status gizi yang optimal
Sosialisasi Resiko Anemia Pada Remaja Putri Di SMA Swadhipa Natar Lampung Selatan Propinsi Lampung Usdeka Muliani
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia defisiensi besi (ADB) merupakan masalah gizi yang perlu mendapat perhatian khusus. Salah satu golongan usia yang rentan mengalami anemia adalah remaja putri, karena kehilangan banyak darah secara alamiah setiap bulannya. Kondisi anemia dapat menurunkan produktifitas sehingga berpengaruh pada prestasi belajarnya. Selain itu remaja putri juga diharapkan menjadi calon ibu yang kelak dapat melahirkan generasi yang sehat. Berdasarkan data Riskesdas 2018 prevalensi anemia remaja putri di Provinsi Lampung (24,8%) berada diatas prevalensi anemia remaja putri di Indonesia (23,9%) hal ini berarti masih menjadi masalah kesehatan yang perlu diperhatikan, mengingat hasil Riskesdas 2007 prevalensi anemia remaja putri di Provinsi Lampung sebesar 12,5% sedangkan prevalensi Indonesia 11,3%. Keadaan ini harus segera diperbaiki, karena jika dibiarkan akan berdampak buruk bagi generasi yang akan datang. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri di SMA Swadhipa Natar mengenai anemia dalam upaya menciptakan remaja putri yang sehat bebas anemia. Metode yang digunakan adalah penyuluhan gizi menggunakan power point dan diskusi tanya jawab mengenai anemia dan masalah gizi padaremaja putri. Hasil yang didapatkan semua peserta sosialisasi meningkat pengetahuan dan kesadaran mengenai resiko anemia, terbentuk komitmen dan dukungan pihak sekolah dalam upaya pencegahan anemia pada remaja putri di SMA Swadhipa Natar.
Pelatihan Pembuatan MP-ASI Berbasis Pangan Lokal Bagi Kader Posyandu Di Desa Cabang Empat Kabupaten Lampung Utara Dewi Sri Sumardilah; Usdeka Muliani; Reni Indryani; Nawan Prianto; Sutrio Sutrio
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2023): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v2i3.847

Abstract

Status gizi balita merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh setiap orang tua karena kekurangan gizi pada saat tersebut bersifat irreversible atau tidak bisa dipulihkan, salah satu masalah gizi yang akan ditimbulkan adalah stunting. Selain stunting kekurangan gizi dapat menyebabkan masalah seperti gagal tumbuh, kurangnya kecerdasan, produktivitas kerja turun serta menurunkan daya tahan tubuh sehingga mengakibatkan naiknya angka kematian dan kesakitan. Salah satu faktor penyebab stunting adalah pengetahuan yang tidak memadai dan praktik-praktik gizi yang tidak tepat. Pelatihan ini berupa Penyuluhan gizi dan pelatihan pembuatan MP-ASI kepada kader posyandu untuk mengentaskan masalah stunting di desa cabang empat. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pembuatan MP-ASI berbasis pangan lokal. Metode yang digunakan adalah penyuluhan gizi dan pelatihan pembuatan MP-ASI. Hasil yang didapatkan semua peserta meningkat pengetahuan dan kesadaran mengenai pembuatan MP-ASI berbasis pangan lokal. Setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan agar kader posyandu mampu mengajarkan kepada ibu-ibu di posyandu tentang pembuatan MP ASI yang tepat dan higienis.
PENGARUH PENGETAHUAN, KEPATUHAN KONSUMSI TABELT TAMBAH DARAH, DUKUNGAN GURU, ORANG TUA DAN TEMAN SEBAYA DENGAN KEJADIAN ANEMIA REMAJA PUTRI Usdeka Muliani; Sutrio Sutrio; Reni Indriyani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.18153

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah gizi di Indonesia. Remaja putri memiliki resiko yang lebih tinggi dikarenakan remaja putri setiap bulannya mengalami haid (menstruasi). Pengetahuan remaja putri yang rendah akan anemia gizi besi menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya anemia gizi besi pada remaja, yang mana pengetahuan berpengaruh terhadap kesadaran seseorang dalam berperilaku. Pada perilaku remaja putri dalam mengkonsumsi Tabelt Tambah Darah, faktor predisposisi  meliputi pengetahuan, sikap dan tindakan remaja putri dalam mengkonsumsi Tabelt Tambah Darah, kemudian faktor pendukung meliputi daya terima, dan faktor pendorong meliputi dukungan guru, orangtua, dan teman sebaya. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan, kepatuhan konsumsi TTD, dukungan guru, orangtua, dan teman sebaya hubungannya dengan kejadian anemia pada remaja putri. Jenis penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri kelas XI di SMA Swadhipa Natar dengan jumlah sampel sebanyak 52 orang. Lokasi penelitian dilaksanakan di SMA Swadhipa Natar. Pengumpulan data penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2023. Dari hasil analisis univariat diketahui sebanyak 26 orang (50%) mengalami anemia, tingkat pengetahuan responden sebagian besar baik 75%, tingkat kepatuhan 67,3% responden tidak patuh dalam mengkonsumsi TTD, dukungan guru sebagian besar 88,5% tidak mendukung, sebaliknya dukungan orangtua sebagian besar 88,5% mendukung responden , dan 100% teman sebaya mendukung responden untuk mengkonsumsi TTD. Hasil analisa bivariat diperoleh adanya hubungan tingkat pengetahuan responden dengan kejadian anemia (p-value= 0,000), tidak ada hubungan kepatuhan konsumsi TTD (P-value=1,000), dukungan guru (p-value= 0,688), dukungan orangtua (p-value = 1,000) dengan kejdian anemia pada responden.
Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Terkait Pengendalian Hipertensi Melalui Gizi Seimbang Di Puskesmas Hajimena Muliani, Usdeka; Sutrio, Sutrio; Lupiana, Mindo
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 4 (2023): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i4.1623

Abstract

Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) adalah suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan Peserta, Fasilitas Kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan yang menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien. Hipertensi merupakan masalah kesehatan publik utama di seluruh dunia dan merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular yang paling sering terjadi, serta belum terkendali secara optimal di seluruh dunia. Prevalensi peserta program pengelolaan penyakit kronis (prolanis) yang mengalami hipertensi di Puskesmas Hajimena Kab. Lampung Selatan cukup tinggi yaitu 62,2%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap peserta prolanis terkait pengendalian hipertensi melalui gizi seimbang di Puskesmas Hajimena. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan hipertensi, pengetahuan, sikap, karakteristik (usia, jenis kelamin, dan status gizi), dan gizi seimbang peserta program pengelolaan penyakit kronis (prolanis) di Puskesmas Hajimena. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis univariat atau analisis deskriptif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 41 responden. Sampel dalam penelitian diambil dari jumlah populasi sebanyak 41 responden peserta program pengelolaan penyakit kronis (prolanis) di Puskesmas Hajimena. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan responden terkait pengendalian hipertensi melalui gizi seimbang dengan kategori baik sebesar 68,3%, dibandingkan dengan kategori cukup sebesar 31,7%. Hasil sikap responden dengan kategori sikap positif sebesar 68,3%, dibandingkan dengan sikap negatif 31,7%. Saran yang diberikan adalah bagi pihak puskesmas diharapkan agar dapat melakukan penyuluhan terkait pengendalian hipertensi melalui gizi seimbang bagi peserta pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) guna memberi informasi terbaru terkait hipertensi
PERSEPSI IBU BALITA TENTANG STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CANDRAMUKTI KAB.TULANG BAWANG BARAT Sutrio; Rahmadi, Antun; Nugroho, Arie; Muliani, Usdeka; Mulyani, Roza
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35122

Abstract

Tujuan penelitian ini mengkaji persepsi ibu balita tentang pengertian, penyebab, pencegahan dan penanggulangan stunting di wilayah Puskesmas Candra Mukti. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam dengan informan kunci yaitu ibu balita stunting, informan tambahan yaitu kader pos yandu dan pemegang program gizi puskesmas. Ibu mempersepsikan pengertian stunting cenderung kepada tanda-tanda fisik yang meliputi anak terlihat kecil, serta pertumbuhan lambat, dengan ciri- ciri badan pendek, kurus, lemah dan kurang gizi. Petugas kesehatan melakukan sosialisasi lanjutan mengenai stunting, edukasi gizi, keterampilan hidup bersih dan sehat serta KIA dengan lebih sering menggunakan media promosi kesehatan yang mudah dipahami oleh semua kalangan. Informasi yang digaungkan bukan saja berkaitan dengan aspek fisik akibat stunting dan faktor langsung penyebab stunting, tetapi lebih diutamakan pada akibat stunting terhadap kecerdasan dan perkembangan otak anak dan faktor tidak langsung penyebab stunting seperti ketersediaan air bersih dan sanitasi.
Pemahaman Kader Posyandu tentang Pengolahan Bahan Pangan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal: Studi Kebutuhan Pengetahuan dan Praktik untuk Peningkatan Kapasitas rusyantia, anggun; Novika Juherman, Yulia; Muliani, Usdeka
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i4.2442

Abstract

The supplementary feeding program based on local food has been implemented since 2023. Posyandu cadres are responsible for carrying out food processing for direct consumption by the target. This study was part of formative research, aimed to conduct a needs assessment to contribute to enhancing the competence of Posyandu cadres in processing Local Food-Based PMT in South Lampung Regency. This study employed a qualitative descriptive design, utilizing in-depth interviews. A total of five key participants, namely Posyandu cadres, were recruited for the study. Data triangulation was conducted with one program implementer from the Health Office and three Nutrition Officers from the Health Center. Four themes emerged from the results of the in-depth interviews: program knowledge, knowledge and practices of storing raw food, knowledge and practices of food processing, and knowledge and practices of serving processed PMT. The cadres demonstrated a strong understanding of the goals and targets of the Local Food-Based PMT program. However, their knowledge and practices related to the storage, processing, packaging, and serving techniques of local food-based PMT still require improvement. This research serves as a preliminary step for program developers to create educational strategies aimed at enhancing the competence of cadres, particularly in food processing techniques, to ensure the success of the Local Food-Based PMT program.
Pola Konsumsi Remaja Terhadap Makanan Cepat Saji di SMPN 4 Metro Provinsi Lampung Tahun 2024 Lupiana, Mindo; Ketut Ayu Dewanti RP, Ni; Muliani, Usdeka; Mulyani, Roza; Sutrio, Sutrio
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makanan cepat saji (fast food) mengandung kalori kadar lemak, gula dan sodium (Na) yang tinggi tetapi rendah serat, vitamin A, asam akrobat. kalsium dan folat. Faktor penyebab obesitas pada remaja bersifat multifaktorial. Peningkatan konsumsi makanan cepat saji (fast food), rendahnya aktivitas fisik, faktor genetik, pengaruh iklan, faktor psikologis, status sosial ekonomi, program diet, usia, dan jenis kelamin merupakan faktor-faktor yang berkontribusi pada perubahan keseimbangan energi dan berujung pada kejadian obesitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pola konsumsi makanan siap saji (fast food) pengetahuan dan status gizi pada remaja Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik. Jumlah populasi seluruh siswa/i kelas 7 dan 8 di SMPN 4 Metro sebanyak 494 orang dan sampel 85 orang, tehnik pengambilan sampel secara stratified random sampling. Variabel penelitian adalah status gizi, pengetahuan tentang fast food, kebiasaan makan fast food dan preferensi terhadap fast food. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara formulir dan kuesioner. Hasil penelitian diketahui bahwa status gizi pada siswa SMPN 4 Metro dengan kategori gizi baik terdapat 45,9%, gizi kurang 40,0%, obesitas 8,2% dan gizi lebih 5,9%. Pengetahuan siswa tentang makanan fast food 42,3% memiliki pengetahuan yang baik, 48,2% pengetahuan cukup, 2% pengetahuan kurang. Terdapat 90,5% sering mengkonsumsi fast food dan 9,5% jarang mengkonsumsi fast food. jenis fast food yang dikonsumsi yaitu sebanyak 61,2% mengkonsumsi jenis fast food keduanya, 36,4% mengkonsumsi traditional fast food dan 2,4% mengkonsumsi modern fast food. Disarankan memberikan edukasi kepada siswa tentang makanan fast food dan dampak buruk yang ditimbulkan. Pihak sekolah perlu menyediakan media pendidikan gizi seperti poster yang ditempel di dinding pada tempat-tempat strategis yang mudah dilihat oleh siswa.