Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENGEMBANGAN MP-ASI LOKAL UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS 2045 DAN PEMBERDAYAAN PROGRAM STBM SERTA MENCAPAI DESA ODF DI DESA CABANG EMPAT KECAMATAN ABUNG SELATAN, KABUPATEN LAMPUNG UTARA sumardilah, dewi; Indriyani, Reni; Muliani, Usdeka; Prianto, Nawan; Sutarto, Sutarto
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v9i1.525

Abstract

Pengabdian masyarakat dengan skema Program Pengembangan Desa Mitra ini, berjudul Pengembangan MP-ASI Lokal untuk mempersiapkan Generasi Emas 2045 dan Pemberdayaan Program STBM serta mencapai Desa ODF di Desa Cabang Empat Kecamatan Abung Selatan Kabupaten Lampung Utara. Tujuan umum kegiatan adalah meningkatkan ketrampilan kader dalam menyiapkan MP-ASI dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melaksanakan Sanitasi Total berbasis Masyarakat menuju Desa ODF. Tujuan khusus: 1) praktik membuat MP-ASI dengan memanfaatkan bahan makanan lokal 2) pendampingan pembuatan dan pemasangan jamban, 3) pencapaian predikat desa ODF. Berdasarkan Survei status Gizi Balita Indonesia (SSGI) 2019 didapatkan prevalensi balita Stunting menurut Provinsi, jumlah stunting di Provinsi Lampung tahun 2013 sebesar 42,6%, pada tahun 2018 sebesar 27,3%, dan pada tahun 2019 sebesar 26,3%. Dari hasil tersebut, Provinsi Lampung mengalami penurunan jumlah persentase balita Stunting. Berdasarkan SSGBI 2019 prevalensi stunting di Kabupaten Lampung Utara tahun 2013 sebesar 32,44% dan di tahun 2019 sebesar 38,56%. Dari hasil tersebut dapat dikatakan Kabupaten Lampung Utara megalami peningkatan. Stunting merupakan masalah kesehatan yang terjadi karena asupan gizi yang tidak mencukupi selama periode seribu hari pertama kehidupan (HPK). Salah satu penyebab stunting di Propinsi Lampung adalah tidak optimalnya intake gizi seimbang dan rendahnya cakupan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang pada Balita. Desa Cabang Empat Kecamatan Abung Selatan Kabupaten Lampung Utara merupakan Desa locus stunting di Kabupaten Lampung utara dengan jumlah balita stunting sebanyak 15 orang (Hasil Penimbangan, Agt-2023). Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberdayaan masyarakat terutama Kader Posyandu. Untuk mencapai Generasi Emas di tahun 2045 banyak faktor yang harus dibenahi terutama faktor lingkungan dan perilaku masyarakat.
Pengaruh Pendampingan Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu Dalam Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Di Desa Sidodadi Kec. Teluk Pandan Kab. Pesawaran Sutrio, Sutrio; Muliani, Usdeka; Sri Sumardillah, Dewi; Rahmadi, Antun; putri, Sefanadia
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 17 No 1 (2025): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kemampuan kader dalam melakukan deteksi tumbuh kembang balita tidak terlepas dari minimnya pendampingan sehingga mampu melakukan deteksi tumbuh kembang balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa Pengaruh Pendampingan Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu Dalam Deteksi Dini Tumbuh Kembang anak sebagai upaya pencegahan stunting Di Desa Sidodadi Kec. Teluk Pandan Kab. Pesawaran. Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimental (pre-experiment) dengan rancangan pretest-posttest satu kelompok (one group pretest-posttest disign). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kader posyandu berjumlah 20 orang. Sampel merupakan bagian dari populasi diambil dari keseluruhan objek penelitian dengan berjumlah 20 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan rerata skor pengetahuan kader psyandu sebelum dilakukan pendampingan adalah 9,65 (SD=2,96), dan rerata nilai pengetahuan kader posyandu setelah dilakukan pendampingan adalah 13,25 (SD= 1,80). Rerata skor keterampilan kader sebelum pendampingan 7,25 (SD=2,02) dan rata-rata skor setelah diberikan pendampingan 14,10 (SD=0,91). Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada skor pengetahuan dan keterampilan responden sebelum dan setelah pendampingan dengan nilai Asymp Sig. 0,000 berarti nilai p<0,05. Hasil ini menunjukkan terdapat pengaruh pendampingan terhadap pengetahuan dan keterampilan kader dalam Deteksi Dini tumbuh kembang Anak. Pihak puskesmas meningkatkan kegiatan pelatihan Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang anak dan melakukan pendampingan rutin kepada kader posyandu
HUBUNGAN PENGETAHUAN & SIKAP DENGAN KEPATUHAN IBU HAMIL MENGONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DI TIYUH PANARAGAN LAMPUNG Muliani, Usdeka; Bertalina, Bertalina
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i2.4692

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes with the compliance of pregnant women in consuming iron tablets. This type of research is a descriptive method with a cross-sectional approach. The data collection location was in Tiyuh Panaragan, Tulang Bawang Tengah District, West Tulang Bawang Regency. The sample was the population of pregnant women in the Tiyuh Panaragan area who underwent examinations and were recorded by the village midwife and received iron tablets, namely 35 pregnant women. Measurement of knowledge and attitudes used a knowledge and attitude questionnaire, and measurement of compliance with iron tablet consumption used the MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale) questionnaire. From the results of the study, it was obtained that most of the respondents were around 20-35 years old, namely 71.4%, the highest level of education was junior high school, namely 37.1%, and the highest occupation was unemployed, 77.1%. More than half of the respondents had anemia (54.3%), while the level of knowledge and attitudes of the respondents were mostly in the good category, namely good knowledge 74.3%, and good attitude (positive) 85.7%, while the level of compliance of respondents in consuming TTD was mostly in the less category, namely 54.3%. The results of the bivariate analysis showed that there was a significant relationship between respondent knowledge and the level of compliance of respondents in consuming TTD with a value of p = 0.005 and there was no significant relationship between respondent attitudes and the level of compliance of respondents in consuming TTD with a value of p = 0.347. From the results of the study, it is recommended that pregnant women's awareness be increased to consume good TTD in order to achieve optimal nutritional status for the mother and her fetus. ABSTRAKTujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan, dan sikap dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet tambah darah. Jenis penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Tempat pengambilan data di Tiyuh Panaragan Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Sampel adalah populasi ibu hamil yang berada di wilayah Tiyuh Panaragan  yang melakukan pemeriksaan dan tercatat oleh bidan desa dan mendapat tablet tambah darah yaitu sebanyak 35 ibu hamil. Pengukuran pengetahuan dan sikap menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap, serta pengukuran kepatuhan konsumsi tablet besi menggunakan kuesioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale). Dari hasil penelitian diperoleh sebagian besar usia responden sekitar 20-35 tahun yaitu 71,4%, tingkat pendidikan terbanyak SMP yaitu 37,1%, dan pekerjaan terbanyak tidak bekerja 77,1%. Lebih dari setengah responden mengalami anemia (54,3%), adapun tingkat pengetahuan, dan sikap responden  terbanyak dalam katagori baik yaitu pengetahuan baik 74,3%, dan sikap baik (positip) 85,7%, adapun  tingkat kepatuhan responden  dalam mengkonsumsi TTD terbanyak dalam katagori kurang yaitu 54,3%. Hasil analisis bivariate diketahui ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan responden dengan tingkat kepatuhan responden  dalam mengkonsumsi TTD nilai p= 0,005 dan tidak ada hubungan yang signifikan antara sikap responden dengan tingkat kepatuhan responden  dalam mengkonsumsi TTD nilai p= 0,347. Dari hasil penelitian disarankan agar lebih ditingkatkan kesadaran ibu hamil untuk mengkonsumsi TTD yang baik agar dicapai status gizi yang optimal bagi ibu dan janinnya.
PENGEMBANGAN MP-ASI LOKAL UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS 2045 DAN PEMBERDAYAAN PROGRAM STBM SERTA MENCAPAI DESA ODF DI DESA CABANG EMPAT KECAMATAN ABUNG SELATAN, KABUPATEN LAMPUNG UTARA sumardilah, dewi; Indriyani, Reni; Muliani, Usdeka; Prianto, Nawan; Sutarto, Sutarto
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v9i1.525

Abstract

Pengabdian masyarakat dengan skema Program Pengembangan Desa Mitra ini, berjudul Pengembangan MP-ASI Lokal untuk mempersiapkan Generasi Emas 2045 dan Pemberdayaan Program STBM serta mencapai Desa ODF di Desa Cabang Empat Kecamatan Abung Selatan Kabupaten Lampung Utara. Tujuan umum kegiatan adalah meningkatkan ketrampilan kader dalam menyiapkan MP-ASI dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melaksanakan Sanitasi Total berbasis Masyarakat menuju Desa ODF. Tujuan khusus: 1) praktik membuat MP-ASI dengan memanfaatkan bahan makanan lokal 2) pendampingan pembuatan dan pemasangan jamban, 3) pencapaian predikat desa ODF. Berdasarkan Survei status Gizi Balita Indonesia (SSGI) 2019 didapatkan prevalensi balita Stunting menurut Provinsi, jumlah stunting di Provinsi Lampung tahun 2013 sebesar 42,6%, pada tahun 2018 sebesar 27,3%, dan pada tahun 2019 sebesar 26,3%.  Dari hasil tersebut, Provinsi Lampung mengalami penurunan jumlah persentase balita Stunting. Berdasarkan SSGBI 2019 prevalensi stunting di Kabupaten Lampung Utara tahun 2013 sebesar 32,44% dan di tahun 2019 sebesar 38,56%. Dari hasil tersebut dapat dikatakan Kabupaten Lampung Utara megalami peningkatan. Stunting merupakan masalah kesehatan yang terjadi karena asupan gizi yang tidak mencukupi selama periode seribu hari pertama kehidupan (HPK). Salah satu penyebab stunting di Propinsi Lampung adalah tidak optimalnya intake gizi seimbang dan rendahnya cakupan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang pada Balita. Desa Cabang Empat Kecamatan Abung Selatan Kabupaten Lampung Utara merupakan Desa locus stunting di Kabupaten Lampung utara dengan jumlah balita stunting sebanyak 15 orang (Hasil Penimbangan, Agt-2023).  Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberdayaan masyarakat terutama Kader Posyandu. Untuk mencapai Generasi Emas di tahun 2045 banyak faktor yang harus dibenahi terutama faktor lingkungan dan perilaku masyarakat.
Edukasi tentang Pemberian Makanan Bayi dan Balita (PMBA) sebagai Upaya Pencegahan Stunting Wahyuni, Endang Sri; Bertalina, Bertalina; P S, Nawasari Indah; Muliani, Usdeka
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 7 (2025): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i7.3146

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh sebagai akibat kekurangan gizi kronis. Kekurangan gizi pada periode usia 0-2 tahun bersifat irreversible, dapat berdampak pada perkembangan kognitif serta risiko terkena penyakit degeneratif ketika dewasa. Ketepatan pemberian makan saat usia tersebut sangat menentukan tumbuh kembang anak. Pemenuhan kebutuhan gizi setelah bayi dilahirkan dimulai dari Inisiasi Menyusu Dini (IMD), pemberian ASI eksklusif dan MPASI. Pemberian MPASI yang tepat waktu dan tekstur, adekuat, aman, dan responsif pada periode ini dapat mencegah terjadinya stunting. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu, BKB tentang pemberian makanan bagi bayi dan anak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi, diskusi dan tanya jawab. Peserta edukasi berjumlah 380 orang terdiri atas kader posyandu, ketua tim penggerak PKK, kader BKB yang terbagi menjadi 4 kelompok dan berasal dari 15 kabupaten/kota. Peserta antusias selama mengikuti edukasi. Pertanyaan lisan yang diajukan narasumber di akhir penyampaian materi, dapat dijawah oleh peserta. Beberapa pertanyaan disampaikan oleh peserta pada setiap sesi penyampaian materi. Pertanyaan yang diajukan peserta terutama terkait masalah yang dihadapinya di lapangan.
Kajian ikan sarden (sardinella sp) dengan suplementasi bayam merah (amaranthus tricolor I) sebagai makanan tambahan asupan kalsium Putri, Sefanadia; Sejati, Nawasari Indah Putri; Ayu, Riska Nur Suci; Wahyuni, Endang Sri; Muliani, Usdeka; Cantika, Ervina
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 5 (2025): October Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i5.1636

Abstract

Background: Sardines and red spinach are sources of calcium and omega-3 fatty acids with potential to help prevent osteoporosis. Kekian, a traditional Chinese snack made from protein and vegetables, can serve as a functional alternative. Purpose: To evaluate the organoleptic characteristics and calcium content of kekian made with sardine and red spinach additions. Method: The study was conducted using an experimental design using four formulations of red spinach addition (10%, 15%, 20%, and 25%). Organoleptic tests (color, aroma, taste, texture, and overall acceptability) were conducted by 75 semi-trained panelists using a 5-point hedonic scale, and data were analyzed univariately. Results: Formulation F4 (25% red spinach, fried) was the most preferred by panelists. One piece of kekian (50 g) contained 155.12 kcal energy, 7.9 g protein, 11 g fat, 7.1 g carbohydrate, and 24.9 mg calcium (ICP-OES). The food cost for eight pieces was IDR 23,292, yielding an optimal selling price of IDR 7,500 per piece. Conclusion: Sardine kekian with 25% red spinach and frying produced a preferred snack that delivers adequate macronutrients and minerals. Further development is recommended to include additional fortification, the use of lime juice and scallion on the sardine prior to filleting, the addition of carrot for improved appearance, and shelf-life studies for frozen-food applications.   Keywords: Kekian; Red Spinach; Sardine; Snack.   Pendahuluan: Ikan sarden dan bayam merah merupakan sumber kalsium dan asam lemak omega-3 yang berpotensi untuk mencegah osteoporosis. Kekian, makanan khas Tionghoa berbahan dasar protein dan sayuran, dapat dijadikan alternatif selingan fungsional. Tujuan: Untuk mengevaluasi karakteristik organoleptik dan kandungan kalsium pada kekian berbahan dasar ikan sarden dengan penambahan bayam merah. Metode: Penelitian dilakukan dengan  desain eksperimen menggunakan empat formulasi penambahan bayam merah (10%, 15%, 20%, 25%). Uji organoleptik (warna, aroma, rasa, tekstur, penerimaan keseluruhan) dilakukan oleh 75 panelis semi-terlatih menggunakan skala hedonik 5 poin dan data dianalisis secara univariat. Hasil: Formulasi F4 (25% bayam merah, metode goreng) paling disukai panelis. Satu buah kekian (50 g) mengandung 155,12 kkal energi, 7,9 g protein, 11 g lemak, 7,1 g karbohidrat, dan 24,9 mg kalsium (ICP-OES). Food cost delapan buah sebesar Rp 23.292, sehingga harga jual optimal per buah adalah Rp 7.500. Simpulan: Kekian ikan sarden dengan penambahan 25% bayam merah dan pengolahan goreng menghasilkan produk selingan yang disukai panelis serta menyediakan makronutrien dan mineral memadai. Pengembangan selanjutnya direkomendasikan dengan fortifikasi tambahan, penambahan air jeruk nipis, daun bawang, dan wortel, serta uji masa simpan untuk produk frozen food.   Kata kunci: Bayam merah; Ikan sarden; Kekian; Snack.
ORGANOLEPTIK MPASI TEPUNG HATI AYAM IKAN TERI DALAM PENCEGAHAN STUNTING Wahyuni, Endang Sri; Sejati, Nawasari Indah Putri; Muliani, Usdeka; Bertalina, Bertalina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25773

Abstract

Stunting pada masa kanak-kanak dapat meningkatkan risiko terjadinya kesakitan, kematian, menurunnya perkembangan kognitif, aktivitas fisik, produktivitas serta meningkatnya risiko penyakit degeneratif.  Pemberian makanan tambahan tinggi protein, Fe, seng, kalsium dapat meningkatkan tinggi badan secara bermakna. MPASI yang mengandung tinggi protein, Fe, seng dan kalsium serta harga terjangkau, dapat digunakan sebagai alternatif makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi anak. Ikan teri dan hati ayam merupakan bahan makanan yang relatif murah dan mengandung zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan. Bahan makanan berbentuk tepung mempunyai masa simpan yang panjang serta mudah dalam pendistribusiannya. Penelitian bertujuan untuk memperoleh formulasi tepung hati ayam dan ikan teri pada MPASI yang paling disukai. Jenis penelitian eksperimental dengan metode rancangan acak lengkap. Formulasi terdiri atas F1, F2, F3, F4 dan F5 dengan perbandingan tepung hati ayam dan tepung ikan teri masing-masing 100%:0%; 75%:25%; 50%:50%; 25%:75%; 0%:100%. Uji organoleptik dilakukan oleh 70 panelis terhadap berbagai formula MPASI. Hasil penilaian organoleptif diuji statistic menggunakan ANOVA dan nilai rangking hedonic diuji menggunakan Friedman test. Warna yang paling disukai adalah F4 dengan rerata nilai kesukaan 4,4 (suka) dari maksimal nilai kesukaan 5. Karakteristik aroma, rasa dan tekstur MPASI yang paling disukai adalah F2 dengan rerata nilai kesukaan untuk aroma 4,38, rasa 4,34 dan tekstur 4,30. Berdasarkan Uji Friedman, MPASI yang paling disukai adalah F2 yang disusul dengan F3, F4, F1 dan terakhir F5. Formula MPASI dengan kombinasi tepung teri dan hati ayam cenderung lebih disukai dibandingkan formula tunggal dari tepung hati ayam maupun tepung ikan teri secara tersendiri.
Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Dalam Pemberian Konseling MP-ASI Di Desa Sidodadi Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Sutrio, Sutrio; Juherman, Yulia Novika; Muliani, Usdeka
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v3i1.1025

Abstract

Salah satu faktor yang menjadi penyebab tingginya angka kejadian stunting pada Balita yaitu praktik pemberian makan oleh ibu. Praktik pemberian makan pada anak memiliki kontribusi terhadap kejadian stunting misalnya ketidakoptimalan pemberian ASI Eksklusif (khususnya pemberian ASI non eksklusif) dan pemberian makanan pendamping yang terbatas dalam hal jumlah, kualitas dan variasi jenisnya. Hambatan tidak maksimalnya pelaksanaan praktik pemberian MP-ASI adalah keterbatasan keterampilan konseling kader posyandu yang memang selama ini belum pernah di latih. Dalam  upaya  menangani  hal tersebut maka dilakukan kegiatan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan kader dalam pemberian konseling MP-ASI. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Dalam Pemberian konseling MP-ASI. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa pelatihan kader posyandu dalam pemberian konseling MP-ASI. Hasil pelatihan ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan rerata skor pengetahuan  kader posyandu sebelum dilakukan pelatihan adalah 8,2 (SD=0,961), dan setelah dilakukan pelatihan adalah 13,06 (SD= 1,04). Rerata skor keterampilan kader sebelum pelatihan 5,86 (1,16) dan setelah diberikan pelatihan 14,46 (1,25). Hasil uji T diperoleh p value = 0,000 artinya secara statistik ada perbedaan yang signifikan tingkat pengetahuan dan keterampilan antara sebelum dan sesudah pemberian pelatihan. Diharapkan kegiatan pelatihan kader posyandu dalam pemberian konseling MP-ASI sebaiknya dilakukan secara berkesinambungan dengan bekerja sama bersama pihak-pihak terkait, sehingga diharapkan memberikan kontribusi atas terwujudnya peningkatan derajat kesehatan masyarakat pada umumnya dan anak pada khususnya.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI POSYANDU TERINTERGRASI UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER DI DESA CABANG EMPAT KECAMATAN ABUNG SELATAN-LAMPUNG UTARA Sumardilah, Dewi Sri; Indriyani, Reni; Muliani, Usdeka; Prianto, Nawan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37306

Abstract

Desa Cabang Empat Kecamatan Abung Selatan Kabupaten Lampung Utara yang sejak dua tahun lalu menjadi desa binaan Poltekkes Tanjungkarang saat ini masih menghadapi berbagai masalah kesehatan, terutama kesehatan ibu dan anak. Berbagai masalah masih dihadapi posyandu, diantaranya adalah tingkat keterampilan kader yang rendah dalam penyelenggaraan kegiatan posyandu. Tujuan pengabdian masyarakat di desa Cabang Empat adalah untuk meningkatkan koordinasi dan keterpaduan untuk membentuk posyandu terintegrasi, meningkatkan keterampilan kader posyandu, dan meningkatkan pemahaman remaja dan lansia tentang kegiatan posyandu. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan partisipasi aktif mitra dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi hasil, melalui kegiatan pertemuan lintas sektor tingkat desa, workshop kader posyandu terintegrasi, dan sosialisasi dan edukasi terhadap remaja dan lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat diselenggarakan pada bulan Juli 2024 bermitra dengan perangkat desa Cabang Empat dan Puskesmas Kemalo Abung. Hasil pengabdian masyarakat adalah pertemuan lintas sector tingkat desa yang menghasilkan kesepakatan untuk membentuk Tim Terpadu Posyandu Integrasi Layanan Prima (ILP), kemudian workshop kader posyandu yang menghasilkan informasi bahwa terjadi peningkatan keterampilan sebelum dan sesudah workshop, kemudian ada perbedaan yang bermakna antara keterampilan kader sebelum dan sesudah diberikan workshop (p = 0.017). Dari hasil pengabdian masyarakat ini maka dapat disampaikan rekomendasi, diantaranya adalah bidan desa atau petugas puskesmas perlu memberikan keterampilan kader yang berkaitan dengan penguasaan program dan teknis pelayanan fungsional.
PELATIHAN PEMANFAATAN BUKU KIA OLEH KADER POSYANDU DALAM MELAKUKAN STIMULASI DETEKSI DAN INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG (SDIDTK) PADA BALITA DI DESA SIDODADI KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2024 Sutrio, Sutrio; Rahmadi, Antun; Muliani, Usdeka
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37962

Abstract

Pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu Anak oleh dan kader posyandu hanya terbatas melakukan pemantauan pertumbuhan saja sedangkan pemantauan perkembangan Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang sangat diperlukan untuk mengetahui gangguan pertumbuhan dan perkembangan secara dini sehingga dilakukan penanganan sedini mungkin. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan kader posyandu dalam melakukan SDIDTK. Metode yang digunakan dengan sosialisasi, demostrasi dan re-demontrasi, jumlah peserta 20 kader posyandu balita. Evaluasi dilakukan dengan Pre-Test, Post-Test dan obeservasi. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan kader posyandu sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil Pre-Test pengetahuan kader posyandu sebesar 46%, Hasil Post-test mengalami peningkatan menjadi 72%. Penilaian ketrampilan sebelum kegiatan, ketrampilan kader posyandu 40 % dan setelah mengikuti kegiatan ketrampilan kader posyandu meningkat menjadi 84,0%.