Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita Di Puskesmas Matani Kota Tomohon : Overview of Stunting Incidents in Toddlers at the Matani Community Health Center, Tomohon City Marsinondang Butarbutar; Deviana Pratiwi Munthe; Andi Pramesti Ningsih; Bintang Sri Rezeki Panjaitan
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9706

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di Indonesia, termasuk di Kota Tomohon, yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Matani Kota Tomohon serta faktor-faktor yang berhubungan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 100 balita. Data diperoleh melalui kuesioner, pengukuran antropometri, dan telaah buku KIA, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 35%. Beberapa faktor yang cenderung berhubungan dengan kejadian tidak stunting adalah: pendidikan ibu tamat SMA (41%), pekerjaan ibu yang tidak bekerja (55%), jumlah anggota keluarga lebih dari 4 orang (38%), dan pendapatan keluarga tinggi (43%). Sementara itu, balita dengan berat lahir normal lebih banyak tidak stunting (58%), riwayat infeksi yang tidak ada lebih banyak tidak stunting (40%), pemberian MPASI yang normal (tepat waktu) lebih banyak tidak stunting (49%), serta imunisasi lengkap lebih banyak tidak stunting (54%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian stunting di wilayah Puskesmas Matani masih tinggi dan dipengaruhi oleh karakteristik ibu, keluarga, gizi, dan kesehatan balita. Disarankan peningkatan edukasi gizi dan pola asuh melalui posyandu, intervensi gizi sensitif dari pemerintah, serta peran aktif keluarga dalam pemenuhan gizi dan pencegahan penyakit.
Kesenjangan Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat terhadap Pencemaran Air dan Eceng Gondok Danau Tondano Bukroanah Amir Makkau; Min Timpalen; Nikita Manengkey; Jelita Ziliwu; Ardal Gudalih; Wa Ode Ninsih; Andi Pramesti Ningsih; Adi Yeremia Mamahit; Bintang Sri Rezeki Panjaitan; Gabriel Wariki
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): JIK (JURNAL ILMIAH KESEHATAN)
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/5w26pt62

Abstract

Lake Tondano is a strategic freshwater ecosystem in North Sulawesi that is increasingly affected by anthropogenic pressure and water hyacinth proliferation. This study aimed to describe community knowledge, attitudes, and self-reported behaviors related to water pollution and water hyacinth in lakeshore villages. A descriptive quantitative field survey was conducted on 14 March 2026 in Leleko, Sendangan, and Talikuran Villages, Remboken District, Minahasa Regency. Thirty residents who lived near and interacted with Lake Tondano were selected purposively. Primary data were collected through observation, interviews, and questionnaires, while questionnaire responses were analyzed using frequencies and percentages. Women comprised 56.7% of respondents, with a mean age of 46.6 years. Basic environmental knowledge was relatively favorable: 76.7% agreed that household waste causes water pollution and 73.3% recognized that waste disposal into waterways reduces water quality. However, only 36.7% agreed that water hyacinth can reduce dissolved oxygen and 36.7% recognized it as an indicator of nutrient pollution. A descriptive knowledge-behavior gap was evident because 20.0% reported disposing garbage into the lake, 43.3% had household drainage flowing toward the lake, and 53.3% reported disposing household liquid or solid waste into the lake. Community-based education should therefore be accompanied by improved waste and wastewater infrastructure, source-control measures, and participatory water hyacinth management.
Hubungan Jenis Kelamin, Tingkat Kelas, dan Uang Jajan dengan Pengetahuan Makanan Sehat pada Murid Sekolah Dasar di Minahasa, Sulawesi Utara Syafriani, Syafriani; Ningsih, Andi Pramesti; Sahadan, Veva Aisyah Azahra; Sitanggang, Moren Betty Pera
Jumantik Vol 11 No 2 (2024): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Penelitian Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v11i2.7281

Abstract

Angka obesitas anak di Minahasa, Sulawesi Utara mengalami peningkatan dalam kurun waktu 2018 hingga 2023. Tingginya konsumsi gula dan makanan berlemak diidentifikasi sebagai salah satu penyebabnya. Pilihan menu makanan di kantin sekolah maupun sekitarnya lebih banyak didominasi oleh makanan cepat saji. Akibatnya, anak-anak lebih banyak terpapar pada menu makanan tidak sehat. Sekolah memiliki peran penting dalam mendidik anak mengenai gizi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis kelamin, tingkatan kelas dan uang jajan dengan pengetahuan siswa tentang makanan sehat. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 196 murid kelas 4,5,6 Sekolah Dasar di Tondano, Kabupaten Minahasa. Analisis data menggunakan uji Chi-square pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67% responden memiliki pengetahuan yang baik tentang makanan sehat. Tidak ada hubungan signifikan antara jenis kelamin (p=0,285>0,05) dan uang jajan (p=0,483>0,05) dengan pengetahuan siswa tentang makanan sehat, namun ada hubungan signifikan antara tingkatan kelas (p=0,009<0,05) dengan pengetahuan siswa tentang makanan sehat. Temuan penelitian ini menekankan pentingnya implementasi program pendidikan gizi berjenjang di sekolah dimana topik edukasi disesuaikan dengan tingkatan kelas murid.