Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Abdidas

Pelatihan Ecoprint Ide Kreatif Memanfaatan Alam di Mayarakat Nagari Batu Taba Kabupaten Tanah Datar Widiyanti, Widiyanti; Gani, Maulid Hariri; Yandri, Yandri; Pratama, Randi; Malik, Kendall
Jurnal Abdidas Vol. 4 No. 6 (2023): December, Pages 457 - 580
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v4i6.854

Abstract

Program pemberdayaan masyarakat sekitar objek wisata Tanjung Mutiara Nagari Batu Taba, Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat berupa pelatihan ecoprint pada media tas kain dalam upaya mendukung ekonomi kreatif dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada disekitar masyarakat. Peserta merupakan masyarakat  yang ada di Nagari Batu Taba khususnya sekitar objek wisata Tanjung Mutiara. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang nilai economi berupa kain ecoprint dimana hasilnya nanti dapat dijual dan bernilai seni tinggi. Selain itu dengan adanya pelatihan ini menjadi wadah pembelajaran akan ketersediaan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan dan disisi lain berpelungan bisnis bagi masyarakat Nagari Batu Taba tersebut. Pelatihan ini menagajarkan tentang  ecoprint dengan menggunakan teknik pounding. Hasil dari kegiatan pelatihan ini diharapkan agar peserta mampu mengembangkan produk ecoprint dengan memanfaatkan sumber daya alam dan kebudayaan yang ada tersebut.
Mendesain Motif terhadap Produk Pakai kepada Perajin Sulam Koto Gadang di Bukittinggi Sumatera Barat Ranelis, Ranelis; Washinton, Rahmad; Yandri, Yandri; Malik, Kendall; Fajrina, Rahma Melisha
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 2 (2024): April, Pages 64 - 96
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i2.898

Abstract

Sulaman Minangkabau mempunyai ciri dan watak sendiri, yang membedakannya dengan sulaman atau kerajinan dari daerah lainnya di Indonesia. Salah satu ciri khas yang unik pada sulaman Minangkabau adalah ragam hias yang bertemakan flora yang terdapat dalam seni kerajinan sulam daerah Koto Gadang. Pembuatan motif tradisional Minangkabau dilakukan dengan cara memberi kesempatan bagi para perajin untuk mengaplikasikan atau menerapkan motif Minangkabau yang telah diberikan sesuai dengan bentuk produk sulaman yang mereka hasilkan terutama bentuk produk pakai. Desain motif diaplikasikan untuk tas mukena dan sajadah. Peserta pelatihan terdiri dari anak-anak remaja laki- laki dan perempuan serta ibu-ibu rumah tangga yang juga merupakan perajin sulam yang ada di Koto Gadang. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh perajin di Koto Gadang selaku mitra maka tim pengabdian akan melakukan pengembangan  motif dan produk yang lebih kreatif dan inovatif. Penjualan produk dengan menggunakan media social harus mampu menarik pembeli dengan memberikan informasi-informasi terkait dengan produk-produk yang ditawarkan kepada masyarakat. Hasil desain motif ini diaplikasikan kedalam sebuah produk secara prototype yaitu tas untuk mukena dan sajadah. Hal ini pengembangan desain motif untuk Koto Gadang memberikan nilai jual ke dalam sebuah produk pakai dan produk ini dapat menjadi keuanggulan produk local khususnya daerah Koto Gadang.
Pelatihan Pembuatan Produk Berbahan Anyaman Pandan untuk Meningkatkan Nilai Jual di Nagari Padang Laweh Selatan, Sijunjung Malik, Kendall; Fernando, Ferry; Yandri, Yandri; Washinton, Rahmad; Agil, Muahammad; Gani, Maulid Hariri; Widdiyanti, Widdiyanti; Ranelis, Ranelis; Malik, Hanafi
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i6.1046

Abstract

Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan sebutan penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan di mana tekanan darah Kerajinan daun pandan merupakan salah satu bentuk seni dan kerajinan yang memiliki nilai estetika yang bernilai tinggi, hal ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dan budaya yang dapat dilihat, dinilai seksama pada estetika yang terkandung dalam setiap karya produk anyaman pandan. Kerajinan Pandan saat ini diidentifikasi sebagai terus mengalami ekspansi pasar ekspor, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Salah satu daerah yang memproduksi produk kerajinan pandan di Indonesia adalah Nagari Padang Laweh Selatan Sijunjung, Sumatera Barat. Sesuai data Analisa TIM PKM yang teridentifikasi bahwa pengrajin pandan di Nagari Padang Laweh Selatan Sijunjung mengalami permasalahan pada produk yang mengalami penurunan penjualan dan minimnya produk yang dikembangkan pada hasilnya kesulitan dalam permintaan pasar. Mitra kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pengelola dan pengrajin Kelompok Anyam Pandan Padang Laweh Selatan (KAPPLS) di Kabupaten Sijunjung yang bertujuan memberikan pelatihan mengenai inovasi produk baru yang dihasilkan dari kerajinan anyaman pandan dan meningkatkan kreativitas pengrajin. Dengan menambahkan desain baru yang lebih beragam dan disesuaikan dengan perkembangan zaman akan meningkatkan daya jual. Hasil dari kegiatan ini, pengrajin bisa memahami materi yang diberikan dan bisa mempraktekannya, mulai dari persiapan dan proses produksi.
Pelatihan Anyaman Bambu di Kantor Wali Nagari Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung Kurniawan, Ramadhani; Hamzah, Hamzah; Jufrinaldi, Jufrinaldi; Malik, Kendall; Fernando, Ferry; Yandri, Yandri; Murni, Novia; Fajrina, Rahma Melisha
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i2.1138

Abstract

Kegiatan pengabdian yang menarik dan menyentuh kepada masyarakat yakni kreativitas unik dan mempunyai nilai estetika dan bermanfaat yaitu pelatihan anyaman bambu, ini merupakan kegiatan Wali Nagari Sumpur Kudus dengan memanfaatkan sumber daya alam seperti bambu menjadi ranah kerajinan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat pariwisata daerah. Pengabdian ini dalam rangka memberikan motivasi dan spirit lokalitas daerah Sumpur Kudus dalam menciptakan produk anyaman bambu yang bernilai ekonomi dan memberikan edukasi baik perangkat daerah maupun Nagari. Dimulai dari menyediakan bahan utama bambu serta alat seperti parang, gergaji, pisau, lem korea dan benang jagung, kemudian secara metode kerja yakni memotong bambu, membuat iratan dan menganyam sesuai pola anyam yang sudah dibuat dengan sederhana. Menggunakan metode diskusi, ceramah dan eksperimen praktik, dengan tim pengabdian adalah Dosen/Pengajar di Jurusan Seni Murni dan Kriya Seni FSRD ISI Padangpanjang, mempunyai tanggung jawab mengisi ruang ilmu seni rupa dan kerajinan sekaligus beban akademis dalam mengemban Tridarma Perguruan Tinggi
Pelatihan Pembuatan Tas Wanita dari Limbah Kayu di SMAN 3 Payakumbuh, Sumatera Barat Ranelis, Ranelis; Sumadi, Sumadi; Washinton, Rahmad; Nova, Siska Mitria; Yandri, Yandri; Rahman, Fadlul; Alipuddin, Alipuddin; Hanafi, Hanafi; Fajri, Emzia; Rahmadinata, Melisa Fitri
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 3 (2025): June
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i3.1148

Abstract

Pelatihan pembuatan tas wanita dari limbah kayu di SMA 3 Payakumbuh, Sumatera Barat, merupakan salah satu upaya pemberdayaan siswa melalui pengembangan keterampilan kerajinan tangan berbasis lingkungan dengan memanfaatkan bahan dari limbah kayu yang merupakan residu dari kegiatan industri yang ada di lingkungan sekitar. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya daur ulang limbah sebagai salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh siswa/i dalam melestarikan lingkungan dan menanamkan nilai kreativitas serta membangun mentalitas kewirausahaan pada siswa/i sejak dini. Metode pelatihan dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode ceramah dengan memberikan pemahaman dan pengetahuan terhadap siswa/i tentang keterampilan kerajinan kayu, pemanfaatan limbah sehingga bernilai jual dengan menekankan pada kreativitas dan inovasi, demonstrasi yang dilakukan dengan memperagakan secara langsung cara membuat tas dari limbah kayu sehingga siswa/i dapat melakukan proses peniruan terhadap objek yang akan dibuat, dan praktik langsung yaitu memberikan kesempatan bagi siswa/i untuk berkreativitas dan inovasi produk pembuatan tas dari limbah kayu. Hasil dari pelatihan ini adalah siswa/i mampu mengolah limbah kayu menjadi tas wanita yang bernilai guna dan memiliki nilai jual. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong siswa untuk mengembangkan usaha kreatif berbasis kerajinan kayu, yang berkontribusi pada ekonomi lokal dan pelestarian lingkungan.