Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengobatan Malaria di Perkotaan dan Pedesaan di Indonesia (Analisis Lanjut Riskesdas 2013) Revi Rosavika Kinansi; Diana Andriyani Pratamawati; Rika Mayasari
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 17 Nomor 2 Desember 2021
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/blb.v17i2.4443

Abstract

Malaria control in Indonesia still against many challenges, especially in terms of malaria treatment. One of the causes of low coverage of Artemisin Based Combination Therapy (ACT) is that several locations are no longer malaria endemic, being negligent with malaria cases coming from endemic areas, so that patients are not immediately diagnosed as malaria patients. The purpose of this further analysis was to describe malaria treatment based on Plasmodium species associated with access, time, and administration of ACT treatment between urban and rural areas. The method used is descriptive analysis of secondary data from Basic Health Research in 2013 as many as 1,027,763 people by taking the unit of analysis of individuals who have been diagnosed with malaria by health personnel and individuals whose blood test results are positive for malaria. The results of the analysis provide information that in urban and rural areas, the treatment of P. falciparum and P. vivax is classified as good, namely the majority received ACT treatment, the time to receive ACT treatment was within the first 24 hours, and ACT treatment was given within 3 days of being drunk. However, it was found that in rural areas, P. vivax treatment was still not good because the majority did not receive ACT treatment. The implementation of malaria control in areas that are easily accessible and well-targeted are groups that can afford the costs involved in accessing targeted interventions by public subsidized programs. This encourages all regions to have good health services that provide better access to malaria control interventions.
Pengetahuan Dan Keberagaman Konsumsi Pangan Tokoh Masyarakat di Kecamatan Jetis Kabupaten Bantul Slamet Iskandar; Almira Sitasari; Diana Andriyani Pratamawati; Endah Martati
JURNAL NUTRISIA Vol 24 No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jnutri.v24i1.259

Abstract

Peran tokoh masyarakat sebagai edukator dibutuhkan untuk meningkatkan keberagaman konsumsi pangan masyarakat, sehingga tokoh masyarakat harus mempunyai pengetahuan yang baik tentang keberagaman konsumsi pangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan tokoh masyarakat tentang keberagaman konsumsi pangan. Untuk mengetahui capaian keberagaman konsumsi pangan tokoh masyarakat serta hubungan antara pengetahuan dengan keberagaman konsumsi pangan tokoh masyarakat. Penelitian ini menggunakan desain crossectional. Lokasi penelitian di Kecamatan Jetis Kabupaten Bantul. Sampel diambil secara proporsional random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan variabel terikatnya adalah keberagaman konsumsi pangan tokoh masyarakat. Data dianalisis dengan korelasi product moment. Rata-rata skor pengetahuan tokoh masyarakat adalah 44.85±13,71. Rata-rata skor keberagaman konsumsi pangan tokoh masyarakat adalah (50.87±13,58)%. Analisis korelasi product moment menunjukkan p=0,019. Ada hubungan antara pengetahuan dengan keberagaman konsumsi pangan tokoh masyarakat. Ahli gizi puskesmas diharapkan dapat memberikan penyuluhan atau pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan tentang keberagaman konsumsi pangan kepada tokoh masyarakat.
Implementasi BUDIKDAMBER untuk ketahanan pangan rumah tangga pada masa pandemi COVID-19 Slamet Iskandar; Rina Oktasari; Agus Kharmayana Rubaya; Diana Andriyani Pratamawati
Jurnal Kesehatan Pengabdian Masyarakat (JKPM) Vol. 2 No. 2 (2021): 2
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jkpm.v2i2.1194

Abstract

The COVID-19 pandemic is a condition where several sectors, including the informal sector, are affected in terms of food self-sufficiency. Indirectly, the occurrence of COVID-19 as well as programs and policies to control the spread of the epidemic can cause thousands of households to experience hunger, malnutrition, to severe conditions of poverty. The purpose of this community service activity is to improve skills in utilizing yard land to produce quality, quantity and diverse food during the COVID-19 pandemic, through the application of fish bucket food “Budikdamber” by utilizing limited land to produce catfish products together with kale. Based on the activities that have been carried out, the application of “Budikdamber” benefits the community if it is carried out massively. The implementation or application of “Budikdamber” can be used as a solution to ensure food availability, especially during the COVID-19 pandemic.
Potret Penyakit Hipertensi dan Diabetes Melitus pada Usia Lanjut: Studi Potong Lintang di Kota Yogyakarta: Portrait of Hypertension and Diabetes Mellitus Diseases in the Elderly: A Cross-Sectional Study in Yogyakarta City Trisnowati, Heni; Gustina, Erni; Aziizah, Aabidah Ummu; Naini, Rohmatus; Andriyani Pratamawati, Diana; Utami Kartika
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v16i2.552

Abstract

The number of elderly people in Yogyakarta continues to increase but the problems of old age are increasingly complex such as increasing chronic diseases, decreased physical, mental, and cognitive functions. Comprehensive elderly health care is increasingly needed. The purpose of this study was to determine the description of hypertension and diabetes mellitus and their risk factors in the elderly. This study uses quantitative methods with a cross sectional design. The research sample was representatives of the elderly in Yogyakarta City who were members of the Muhammadiyah Branch Leadership of Yogyakarta City.  The sampling technique was done purposively and obtained 21 people. Risk factors for hypertension and diabetes mellitus were measured using a structured questionnaire. Height, weight, blood pressure, blood sugar levels were measured directly by the nurse.  Respondents who had a history of hypertension were 47.6% and respondents who had diabetes millitus were 14.3%. Men have a higher percentage of hypertension and diabetes mellitus than women. Physical activity, BMI, and smoking behavior have almost the same percentage to experience hypertension and DM. Fruit and vegetable eating patterns of respondents who were < 3 times had a higher percentage to experience hypertension and diabetes mellitus. Men have a higher percentage of hypertension and diabetes mellitus than women. Health promotion efforts on behavior change in the community need to be done so that risk factors change into protective factors.   ABSTRAK Jumlah usia lanjut di Yogyakarta terus mengalami peningkatan namun permasalahan usia lanjut semakin komplek seperti meningkatnya penyakit kronis, penurunan fungsi fisik, mental, dan kognitif. Perawatan kesehatan kesehatan lansia yang bersifat komprehensif semakin diperlukan. Penelitian ini untuk mengetahui gambaran penyakit hipertensi dan diabetes melitus serta faktor risikonya pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah perwakilan lansia di Kota Yogyakarta yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kota Yogyakarta.  Teknik sampling dilakukan secara purposive dan diperoleh 21 orang. Faktor risiko penyakit hipertensi dan diabetes melitus diukur menggunakan kuesioner terstruktur. Tinggi badang, berat badan, tekanan darah, kadar gula darah dilakukan pengukuran langsung oleh perawat.  Responden yang memiliki riwayat hipertensi sebesar 47,6% dan responden yang memiliki diabetes millitus sebesar 14,3%. Laki-laki memiliki persentase lebih tinggi untuk mengalami hipertensi dan diabetes melitus dibandingkan perempuan. Aktivitas fisik, IMT, dan perilaku merokok memiliki persentase yang hampir sama untuk mengalami hipertensi dan DM. Pola makan buah dan sayur responden yang < 3 kali memiliki persentasae lebih tinggi untuk mengalami hipertensi dan diabetes melitus. Laki-laki memiliki persentase lebih tinggi untuk mengalami hipertensi dan diabetes melitus dibandingkan perempuan. Upaya promosi kesehatan tentang perubahan perilaku dimasyarakat perlu dilakukan agar faktor risiko berubah menjadi faktor protektif.
Penyuluhan Kesehatan Lingkungan dan K3 “Home Industry” Padukuhan Banyon, Pendowoharjo, Bantul, Yogyakarta Noho, Atikah Aulia Ramadhani; Indah, Indah; Yuliani, Yeni; Andriyanto, Arif; Mahdar, Mahdar; Mubarok, Putri Prastiti; Mait, Tesya Oktavia; Saputra, Randi Jaya; Apriyani, Dessy; Pratamawati, Diana Andriyani; Sukesi, Tri Wahyuni; Hariyono, Widodo
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): JIPPM - Juni 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.448

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek yang sangat krusial di setiap perusahaan, mengingat pengaruhnya yang signifikan terhadap risiko pekerjaan dan kesejahteraan perusahaan secara keseluruhan. K3 tidak hanya melindungi pekerja dari potensi kecelakaan dan penyakit akibat kerja, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional. Untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang aman, pemerintah telah mengatur berbagai program K3 melalui undang-undang dan peraturan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan pengetahuan dan perilaku pekerja home industri terkait K3 dan kesehatan lingkungan di Padukuhan Banyon, khususnya dalam produksi kipas yang menjadi mata pencaharian utama warga setempat. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan pekerja mengenai bahaya dan risiko yang ada di lingkungan kerja mereka. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Pre-test dan Post-test untuk mengetahui perubahan pemahaman masyarakat setelah penyuluhan dilakukan. Hasil dari perencanaan dan diskusi dengan masyarakat menunjukkan bahwa penyuluhan ini berhasil mencakup berbagai aspek penting. Di antaranya adalah peningkatan kesadaran terhadap bahaya dan risiko di lingkungan kerja, pelatihan penggunaan alat pelindung diri (APD), serta praktik-praktik keselamatan kerja yang baik. Selain itu, penyuluhan juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan sekitar, yang secara langsung berpengaruh pada kesehatan dan keselamatan pekerja.
Peran Literasi Digital Keberagaman Pangan dalam Pencegahan Kanker Pratamawati, Diana Andriyani
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v4i2.2393

Abstract

Latar Belakang : Kanker penyebab utama hampir 10 juta kematian di seluruh dunia. Sekitar dua pertiga pasien kanker memiliki keragaman makanan yang rendah. Seiring naiknya masalah gizi seperti obesitas, kurang gizi, dan penyakit terkait gizi salah satunya kanker, pemahaman tentang nilai gizi makanan yang dikonsumsi sangat penting. Tujuan Penelitian : membahas paparan literasi digital dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran gizi dan keberagaman pangan serta potensi dampak positifnya pada individu dan masyarakat dalam pencegahan kanker. Metode : Systematic Literatur Review (SLR) dengan database tinjauan sistematis yang digunakan yaitu Consensus App, semantic scholar,dan Pubmed. Terpilih 9 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil : Literasi pola makan dan diterapkan dapat berdampak pada terjadinya pencegahan kanker pada individu. Karena itu peran literasi keberagaman pangan sangat penting dalam upaya pencegahan kanker. Namun, di Indonesia penelitian tentang keberagaman pangan terhadap pencegahan kanker masih jarang ditemukan. Terbukti dengan hasil pencarian artikel yang relevan dengan tema ini masih sedikit ditemukan yang berasal dari Indonesia. Kesimpulan : Literasi keberagaman pangan yang diterapkan sangat berdampak pada pencegahan terjadinya kanker, kepatuhan yang lebih tinggi terhadap pola makan dengan skor keanekaragaman makanan yang lebih tinggi, terutama buah-buahan dan sayuran, serta asupan daging yang lebih rendah, dapat menurunkan risiko kanker.
INTERVENSI PROMOSI KESEHATAN UNTUK PENGENDALIAN FAKTOR RISIKO LEPTOSPIROSIS DI PEDUKUHAN DAWUNG, SLEMAN YOGYAKARTA Andriyani Pratamawati, Diana; Trisnowati, Heni; Jumaedi Nasir, Ardiansyah; Nur Fadhilah, Aulia; Syawitri, Nadya; Nur Djanah, Sitti; Emilia, Emilia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 11 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i11.4553-4564

Abstract

Latar belakang: Pada tahun 2023, D.I. Yogyakarta termasuk 15 provinsi yang melaporkan adanya kasus leptospirosis. Data Dinas Kabupaten Sleman tahun 2023 ada 60 warga Sleman yang dinyatakan positif terjangkit leptospirosis. Desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman menghadapi masalah kesehatan serius karena terdapat kasus leptospirosis yang meninggal dunia pada bulan Februari 2024 di Pedukuhan Dawung. Kondisi ini memerlukan perhatian yang serius terkait pencegahan dan pengendalian kasus leptospirosis di wilayah ini.  Tujuan: melakukan intervensi kegiatan edukasi dan FGD (Focus Group Discussion) untuk mencegah penularan leptospirosis dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang faktor risiko. Metode: Pengabdian masyarakat dalam bentuk Praktek Kerja Lapangan (PKL) dengan metode edukasi dan FGD dilanjutkan penandatanganan komitmen bersama dan evaluasi program promosi kesehatan. Hasil: Program promosi kesehatan  edukasi tentang pencegahan dan pengendalian faktor risiko Leptospirosis yang disampaikan melalui pertemuan yang dilaksanakan di Rumah Bapak Dukuh Dawung. Penyampaian Informasi dilakukan secara interaktif yaitu melalui media PPT dan diskusi tanya jawab. FGD yang dilaksanakan dalam program ini melibatkan masyarakat, Dukuh, perangkat RT dan Kader Kesehatan yang ada di Pedukuhan Dawung. Akhir FGD, masyarakat melakukan ikrar pencegahan leptospirosis yang dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama. Hasil evaluasi program promosi kesehatan menunjukkan adanya perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Meski ada peningkatan nilai namun secara statistik perbedaannya belum signifikan. Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan edukasi pengendalian faktor risiko leptospirosis di Pedukuhan Dawung telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan mempengaruhi sikap dan perilakunya meski tidak signifikan secara statistik. Rekomendasi, sebaiknya edukasi tidak dilakukan hanya sekali, namun berkali-kali hingga dapat membentuk perilaku, meningkatkan pengetahuan dan sikap dalam upaya mencegah penyakit leptospirosis secara signifikan.
Hubungan Paparan Literasi Digital Kesehatan terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Pemenuhan Gizi Seimbang dalam Menu Harian (Studi pada Pegawai Kantor Poltekkes Kemenkes Yogyakarta): Relationship of Digital Health Literacy Exposure to Knowledge, Attitudes, and Practices of Fulfilling Balanced Nutrition in Daily Menus (Study on Employees of the Yogyakarta Ministry of Health Polytechnic Office) Pratamawati, Diana Andriyani; Sunarti; Dyah Suryani
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v17i1.587

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) are the main cause of disease burden. The increase in the prevalence of non-communicable diseases in Indonesia, especially catastrophic ones, has resulted in the Special Region of Yogyakarta being among the top 10 provinces with the most NCDs in Indonesia. Sleman is one of the regions in Yogyakarta that has a high prevalence.  One of the efforts to reduce the prevalence of NCDs is community literacy towards health. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of digital literacy of the fulfillment of balanced nutrition with the level of knowledge, attitudes, and practices (PSP) of fulfilling balanced nutrition. Methods: descriptive crosssectional with survey instruments using gform questionnaires sent to respondents. The sampling technique was not randomized quota sampling based on the order of the name of the telephone number of the Yogyakarta Poltekkes Kemenkes employees and took a minimum sample size of 30 respondents. The results showed that the level of health digital literacy regarding the fulfillment of balanced nutrition of most respondents was good (83.3%), for the level of knowledge most were in the moderate category by 86.7%, while for the level of attitude most were in the supportive category by 53.3%, and for the level of practice most were in the good category by 90%. The results of the correlation test between the level of health digital literacy about fulfilling balanced nutrition with the level of knowledge, attitudes, and behavior showed no relationship because p> 0.05. This shows that   ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi penyebab utama dari beban penyakit. Peningkatan prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia khususnya katastropik di Daerah Istimewa Yogyakarta masuk dalam 10 provinsi dengan PTM terbanyak di Indonesia. Sleman merupakan salah satu wilayah DIY yang memiliki prevalensi tinggi.  Salah satu upaya untuk menurunkan prevalensi PTM  yaitu literasi masyarakat terhadap kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat literasi digital pemenuhan gizi seimbang dengan tingkat pengetahun, sikap, dan praktik (PSP) pemenuhan gizi seimbang. Metode : deskriptif crosssectional dengan instrumen survei menggunakan kuesioner gform yang dikirim ke responden. Teknik sampling tidak acak quota sampling berdasarkan  keterwakilan karakteristik pekerjaan pegawai Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dan mengambil minimum jumlah sampel responden sebanyak 30 orang. Hasil menunjukkan bahwa tingkat literasi digital kesehatan tentang pemenuhan gizi seimbang sebagian besar responden baik (83,3%), untuk tingkat pengetahuan sebagian besar pada kategori sedang sebesar 86,7%, sedangkan untuk tingkat sikap sebagian besar pada kategori mendukung sebesar 53,3%, dan untuk tingkat praktik sebagian besar pada kategori baik sebesar 90%. Hasil uji korelasi hubungan antara tingkat literasi digital kesehatan tentang pemenuhan gizi seimbang dengan tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku menunjukkan hasil tidak ada hubungan karena p> 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat literasi digital kesehatan dengan tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik pemenuhan gizi seimbang pada pegawai Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Effectiveness of ”Camerunis” cookies made from functional ingredients as a healthy snack to prevent degenerative diseases Slamet Iskandar; Latsmi Wayansari; Idi Setiyobroto; Diana Andriyani Pratamawati
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 9, No 4 (2024): December
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v9i4.2012

Abstract

The consumption of monster cookies and dessert boxes can be detrimental to health. This study produces cookies from a mixture of functional ingredients such as wheat flour, mocaf, brown rice, and cinnamon, which are named Camerunis Cookies as an alternative to healthier cookies that prevent degenerative diseases such as Diabetes Mellitus.  This study aimed to determine the nutritional value, glycemic index, and antioxidant activity of Camerunis cookies as well as their effect on their impact in the prevention of degenerative diseases (DM) in experimental animals. Blood glucose levels in experimental animals. The research method used was a quasi-experimental design. The number of samples was 15 white male rats divided into 3 groups, namely normal rats, diabetic rats without giving and diabetic rats by giving Camerunis Cookies.  Camerunis Cookies were produced in the Food Laboratory of Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Proximate, glycemic, antioxidant, and blood glucose levels were tested in experimental animals at  the laboratory of Pusat Antar Universitas (PAU) UGM Yogyakarta. The research data were descriptively analyzed. The moisture content of the C. cookies was 2,18%, ash content of 1,95%, and 6,40%, respectively. fat 31,74%. carbohydrates (57,72%), the glycemic index (35 IG), and antioxidants (27,6 µg/mL. The average reduction in blood glucose levels in the DM rats was 41,55 mg/dL per week. In conclusion, Camerunis cookies meet the SNI 01-2973-1992 standards, have a low glycemic index, contain strong antioxidants, and can reduce blood glucose levels in DM rats.
Peran Juru Pantau Jentik dalam Sistem Kewaspadaan Dini Demam Berdarah Dengue di Indonesia Pratamawati, Diana Andriyani
Kesmas Vol. 6, No. 6
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pencegahan dan pemberantasan demam berdarah dengue (DBD) telah berlangsung sekitar 43 tahun dan berhasil menurunkan angka kematian dari 41,3% pada tahun 1968 menjadi 0,87% pada tahun 2010, tetapi belum berhasil menurunkan angka kesakitan. Bahkan, Indonesia menduduki urutan tertinggi kasus DBD di Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) pada tahun 2010. Salah satu faktor belum efektifnya pencegahan DBD di Indonesia adalah masih lemahnya sistem kewaspadaan dini. Peran juru pantau jentik (jumantik) sangat penting dalam sistem kewaspadaan dini mewabahnya DBD karena berfungsi untuk memantau keberadaan dan menghambat perkembangan awal dari vektor penular DBD. Seiring masih tingginya angka kasus DBD di Indonesia, muncul pertanyaan bagaimana peran jumantik dalam sistem kewaspadaan dini DBD selama ini di Indonesia. Artikel ini mencoba menelaah masalah tersebut berdasarkan tinjauan pustaka. Secara umum, peran jumantik dinilai cukup berhasil dalam pencegahan DBD, namun terdapat beberapa hal yang perlu menjadi bahan evaluasi. Programs of prevention and eradication of dengue hemorrhagic fever (DHF) has been around 43 years and managed to reduce mortality from 41,3% in 1968 to 0,87% in 2010, but has not managed to reduce morbidity. Indonesia even ranked the highest of dengue cases in Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) by the year 2010. One factorthat made has not been effective dengue prevention in Indonesia is the early warning system is still weak. Jumantik role is very important in the early warning system outbreaks of dengue hemorrhagic fever because it serves to monitor the presence andinhibit the early development of vector-borne dengue fever. During the high number of dengue cases in Indonesia, question rouses how jumantik role in the dengue hemorrhagic fever early warning system so far in Indonesia. This article takes a closer look based on a literature review. In general, the role of jumantik considered quite successful in preventing dengue hemorrhagic fever early warning system but nevertheless there are things that need to be evaluated.