Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Untuk Peningkatan Produksi Sayur Mayur Mandiri Iskandar, Slamet Iskandar; Waluyo, Waluyo; Sitasari, Almira; Pratamawati , Diana Andriyani; Martati, Endah
Jurnal Kesehatan Pengabdian Masyarakat (JKPM) Vol. 3 No. 1 (2022): 1
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jkpm.v3i2.1789

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) merupakan wadah pembinaan bagi wanita yang dikembangkan pemerintah dalam proses transfer teknologi pertanian. Desa Trimulyo, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul memiliki perkumpulan kelompok wanita tani. Namun keberadaan kelompok wanita tani di tengah-tengah kaum perempuan di pedesaan cenderung belum optimal.  Hal ini seperti terlihat dalam kegiatan yang dilaksanakan belum dapat mandiri dan cenderung pasif keberadaannya di masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk mendampingi meningkatkan keterampilan kelompok wanita tani dalam memanfaatkan lahan kebun desa untuk meningkatkan produksi bahan pangan sayur mayur yang berkualitas, berkuantitas dan beragam.  Berdasarkan hasil kegiatan, pendampingan kelompok wanita tani (KWT) ini  ini telah berhasil menggerakan kegiatan peningkatan produksi sayur mayur untuk ketahanan pangan  rumah tangga khususnya di RT 02 dan RW 05 Dusun Ponggok II Trimulyo Jetis Bantul. Selama enam bulan kegiatan budidaya sayur mayur bisa panen beberapa kali sesuai dengan jenis tanamannya.  Jenis tanaman yang ditanam di kebun kelompok wanita tani adalah cabe rawit, terong ungu, terong biasa, sawi hijau, dan papaya. Rata-rata hasil panen sayur mayur tiap bulan kurang lebih Rp. 315.000,-. Sehingga selama enam bulan dengn enam kali panen menghasilkan Rp. 1.890.000,-. 
POTRET KESEHATAN MENTAL LANSIA: PELATIHAN PENINGKATAN KESEHATAN HOLISTIC LANSIA DI KOTA YOGYAKARTA Trisnowati, Heni; Naini, Rohmatus; Gustina, Erni; Ummu Aziizah, ‘Aabidah; Maudy Rohman, Elsa; Kartika Wulan, Utami; Andriyani Pratamawati, Diana
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 7 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i7.2748-2755

Abstract

Kesehatan mental lansia merupakan aspek penting dalam menunjang kualitas hidup yang optimal. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memotret kesehatan mental lansia melalui pelaksanaan program PESILAT pada kelompok lansia di Kampung Jageran, Mangkuyudan, Kelurahan Mantrijeron, Kota Yogyakarta pada tanggal 17-18 Februari 2024. Dengan tema "Membentuk Lansia Sehat, Bahagia, dan Siap Husnul Khotimah," kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta (PDM Kota Yogyakarta) dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Mantrijeron. Sebanyak 31 lansia berpartisipasi dalam program ini yang dilaksanakan melalui metode penyuluhan yang melibatkan penyampaian materi dan diskusi. Hasil screening menunjukkan bahwa hampir semua lansia mengalami gejala-gejala kesehatan mental, seperti kecemasan, ketegangan, dan kekhawatiran. Lansia mencemaskan kondisi fisik yang kurang optimal, gangguan kesehatan, masalah sosial, kesendirian, kehilangan anggota keluarga, dan masalah finansial. Kecemasan meningkat saat mengingat usia senja yang menuju husnul khotimah. Selain itu, gangguan kesehatan mental lansia juga tercermin dari waktu istirahat yang tidak optimal, yang berdampak pada mudahnya merasa lelah dan kesulitan mengambil keputusan. Meskipun demikian, para lansia tetap merasakan manfaat dari aktivitas sosial, rutinitas di rumah, dan aktivitas keagamaan seperti ibadah berjamaah, berorganisasi, dan kajian, yang memberikan mereka rasa kebahagiaan dan kepuasan. Porgram ini menyimpulkan bahwa pelatihan peningkatan kesehatan holistik dapat membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan mental lansia, namun perhatian lebih lanjut diperlukan untuk menangani berbagai gejala kesehatan mental yang masih dialami oleh para lansia.
INTERVENSI PROMOSI KESEHATAN UNTUK PENGENDALIAN FAKTOR RISIKO LEPTOSPIROSIS DI PEDUKUHAN DAWUNG, SLEMAN YOGYAKARTA Andriyani Pratamawati, Diana; Trisnowati, Heni; Jumaedi Nasir, Ardiansyah; Nur Fadhilah, Aulia; Syawitri, Nadya; Nur Djanah, Sitti; Emilia, Emilia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 11 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i11.4553-4564

Abstract

Latar belakang: Pada tahun 2023, D.I. Yogyakarta termasuk 15 provinsi yang melaporkan adanya kasus leptospirosis. Data Dinas Kabupaten Sleman tahun 2023 ada 60 warga Sleman yang dinyatakan positif terjangkit leptospirosis. Desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman menghadapi masalah kesehatan serius karena terdapat kasus leptospirosis yang meninggal dunia pada bulan Februari 2024 di Pedukuhan Dawung. Kondisi ini memerlukan perhatian yang serius terkait pencegahan dan pengendalian kasus leptospirosis di wilayah ini.  Tujuan: melakukan intervensi kegiatan edukasi dan FGD (Focus Group Discussion) untuk mencegah penularan leptospirosis dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang faktor risiko. Metode: Pengabdian masyarakat dalam bentuk Praktek Kerja Lapangan (PKL) dengan metode edukasi dan FGD dilanjutkan penandatanganan komitmen bersama dan evaluasi program promosi kesehatan. Hasil: Program promosi kesehatan  edukasi tentang pencegahan dan pengendalian faktor risiko Leptospirosis yang disampaikan melalui pertemuan yang dilaksanakan di Rumah Bapak Dukuh Dawung. Penyampaian Informasi dilakukan secara interaktif yaitu melalui media PPT dan diskusi tanya jawab. FGD yang dilaksanakan dalam program ini melibatkan masyarakat, Dukuh, perangkat RT dan Kader Kesehatan yang ada di Pedukuhan Dawung. Akhir FGD, masyarakat melakukan ikrar pencegahan leptospirosis yang dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama. Hasil evaluasi program promosi kesehatan menunjukkan adanya perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Meski ada peningkatan nilai namun secara statistik perbedaannya belum signifikan. Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan edukasi pengendalian faktor risiko leptospirosis di Pedukuhan Dawung telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan mempengaruhi sikap dan perilakunya meski tidak signifikan secara statistik. Rekomendasi, sebaiknya edukasi tidak dilakukan hanya sekali, namun berkali-kali hingga dapat membentuk perilaku, meningkatkan pengetahuan dan sikap dalam upaya mencegah penyakit leptospirosis secara signifikan.