Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen aset terhadap kinerja keuangan yang dimoderasi oleh corporate governance pada perusahaan teknologi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh 15 perusahaan sebagai sampel dari total 47 populasi. Data dianalisis menggunakan regresi data panel dengan bantuan software Eviews 13, dan berdasarkan uji pemilihan model diperoleh Random Effect Model sebagai model terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen aset yang diproksikan dengan debt financing, asset growth, dan total asset turnover secara simultan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Secara parsial, asset growth berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan, sedangkan debt financing dan total asset turnover tidak berpengaruh. Corporate governance tidak mampu memoderasi hubungan antara manajemen aset dan kinerja keuangan. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya literatur manajemen aset pada sektor teknologi di Indonesia dengan menguji peran moderasi corporate governance. Implikasinya, perusahaan teknologi perlu memprioritaskan pertumbuhan aset yang produktif untuk meningkatkan kinerja keuangan.