Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemahaman Keluarga Muda Tentang Sakramen Perkawinan Menurut Kitab Hukum Kanonik Kanon 1055  di Paroki Santa Sesilia Keuskupan Agung Pontianak Suvisius Gunawan; Herkulanus Pongkot; Mikael Dou Lodo; Varetha Lisarani
Borneo Review Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/gwcvcw63

Abstract

The problem in this study is the low involvement of young families in church activities in the Saint Sesilia Parish, Pontianak Archdiocese. This is evident from the minimal participation of families in the celebration of Wedding Anniversary (HUP). Of the 50 family couples recorded in the Diocesan Community Data Integration Base (BIDUK) as families celebrating HUP in that month, only 6 couples participated in the HUP celebration. This research is a qualitative study with a descriptive qualitative method. The research subjects were determined by purposive sampling, consisting of six informants: four young families in the Saint Bernadinus of Siena Community, one Parish Priest of Saint Sesilia Pontianak, and one from the Family Apostolate Section coordinator. Data were collected through interviews, observation, and documentation. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions using triangulation of sources and techniques to ensure data validity. Based on the research results, it was found that young families have a good understanding of the nature of Catholic marriage according to Canon 1055 §1, namely as a sacred covenant that forms a complete life partnership between husband and wife, which is eternal, open to the gift of children, and responsible for educating children in the Catholic faith. The Church through the Parish of Santa Cecilia has tried to carry out pastoral responsibilities as mandated by Canon 1063 by implementing Marriage Preparation Courses (KPP) and HUP celebrations as a form of family accompaniment. Therefore, it can be concluded that the understanding of young families in the St. Bernadinus Siena Community is good, although continuous accompaniment from the Church is still needed and implemented so that young families become more mature in faith, strong in loyalty, and able to become examples as a domestic Church in the community.
Aktualisasi Sikap Toleransi pada Peserta Didik Katolik di SDN 05 Boti Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau Feron Nika; Herkulanus Pongkot; Yohanes Chandra Kurnia Saputra
Borneo Review Vol. 4 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/rvcmha61

Abstract

Masalah dalam Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk aktualisasi sikap toleransi, mengidentifikasi tantangan dan peluang, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari  peserta didik kelas VI, Kepala Sekolah, Guru Pendidikan Agama Katolik, dan seorang guru beragama Islam. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap toleransi peserta didik Katolik mulai berkembang dan tercermin melalui perilaku saling menghargai pendapat, bekerja sama dalam kelompok, serta kesediaan berinteraksi dengan teman berbeda agama. Namun, implementasinya belum merata dan belum berlangsung secara berkesinambungan pada seluruh peserta didik. Tantangan yang ditemukan antara lain keterbatasan pemahaman tentang toleransi, kecenderungan bermain dengan teman seagama, serta pengaruh stereotip yang masih muncul dalam interaksi sehari-hari. Meskipun demikian, terdapat peluang yang mendukung penguatan toleransi, seperti peran guru dalam memberikan pembiasaan, lingkungan sekolah yang heterogen, serta dukungan nilai pendidikan agama yang menekankan sikap saling menghormati. Faktor yang memengaruhi aktualisasi sikap toleransi meliputi lingkungan keluarga, pergaulan sebaya, pembiasaan guru, serta pengalaman belajar peserta didik di sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktualisasi nilai toleransi pada peserta didik Katolik di SDN 05 Boti sudah mulai terlihat, tetapi masih memerlukan pendampingan dan pembiasaan yang lebih terarah agar dapat berkembang secara optimal.
Penguatan Nilai-nilai Moderasi Beragama untuk Memperkuat Kerukunan Antar Umat Beragama di SMAK Santo Thomas Tayan Hilir Kab. Sanggau Herkulanus Pongkot; Apri Kurniawan; Eugenio Agung Bimandaru
Jurnal Abdidas Vol. 7 No. 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v7i3.1353

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan dengan melakukan sosialisasi di SMAK St. Thomas Tayan Hilir, Kab. Sanggau terkait moderasi beragama. Kegiatan sosialisasi moderasi beragama biasanya menyasar ke guru dan tenaga kependidikan saja, sehingga dirasa perlu untuk melakukan kegiatan sosialisasi tersebut khususnya di sekolah yang homogen. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu kontribusi nyata dalam upaya merawat keberagaman, mencegah intoleransi dan ekstremisme, serta memperkokoh fondasi kerukunan antarumat beragama di lingkungan Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau, demi terwujudnya Indonesia yang rukun, damai, dan bersatu. Peserta kegiatan terdiri dari 44 siswa dan 13 guru SMAK St. Thomas Tayan Hilir. Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan pemaparan materi terkait moderasi beragama dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Di akhir kegiatan para peserta diminta untuk mengisi angket terkait moderasi beragama dan juga kepuasan terhadap kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang telah dilakukan.