p-Index From 2021 - 2026
6.626
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Sumber Daya Pendukung Keberhasilan Implementasi Kurikulum Rifqi Ainul Aprilianto; Muhammad Ahsanul Husna; Sari Hernawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3255

Abstract

Kurikulum merupakan komponen vital dalam sistem pendidikan karena menjadi pedoman dalam proses pembelajaran yang bertujuan membentuk kompetensi siswa secara menyeluruh, baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai jenis sumber daya yang berperan penting dalam menunjang keberhasilan implementasi kurikulum di satuan pendidikan oleh guru dan tenaga kependidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini yakni guru dan tenaga kependidikan. Data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan data dianalisis dengan deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan penguatan pelatihan guru, pemerataan anggaran, kolaborasi antara sekolah dan masyarakat, serta kepemimpinan kepala sekolah yang inovatif. Jika seluruh sumber daya dikelola secara optimal dan berkelanjutan, maka implementasi kurikulum di berbagai satuan pendidikan dapat berjalan dengan lebih efektif dan merata, serta mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional
Enhancing Arabic Speaking Skills in Traditional Pesantren Ahmad Maghfurin; Moh. Ahsanul Husna; Nur Cholid; Nurul Asma Mazlan; Jumiati
ALSINATUNA Vol 9 No 1 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/alsinatuna.v9i1.1957

Abstract

Proficiency in the Arabic language is imperative in the context of Islamic education. However, the effective study of Arabic remains a challenge, hindering students' abilities to engage with Islamic texts and communicate in Arabic-speaking environments. Focusing on Pesantren Raudhatul Ulum-Pati, this study investigates the strategies and challenges associated with enhancing Arabic speaking skills in traditional Islamic boarding schools (Pesantren). Specific teaching techniques employed by instructors at this pesantren, aimed at improving students' Arabic speaking abilities, as well as the challenges impeding fluency, were examined through a qualitative research design, including classroom observations and interviews with teachers, administrators, and students. The outcomes highlight the importance of innovative methods and shed light on issues such as a lack of exposure to Arabic-speaking environments. The program implemented in this pesantren serves as an exemplary model for other traditional Islamic boarding schools seeking to elevate their students' proficiency in the Arabic language. The findings of this study hold significant implications for all traditional Islamic boarding schools (pesantren) in Indonesia.
Classroom English Teaching Practices Integrating Islamic Perspectives in Muslim Minority Madrasah Contexts Himawati, Ulya; Rinjani, Ersila Devy; Yakin, El; Husna, Muhammad Ahsanul; Sakrany, Man
Register Journal Vol. 19 No. 1 (2026): REGISTER JOURNAL
Publisher : UIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/register.v19i1.103-129

Abstract

This study explores classroom English teaching practices and the enactment of Islamic perspectives in a Muslim-minority madrasah in Phnom Penh, Cambodia. It addresses the gap between normative discussions of Islamic English Language Teaching and classroom-level evidence by examining the practical implementation of English teaching, the integration of Islamic perspectives during instruction, and the challenges faced by teachers in the classroom setting. Using a qualitative case study design, data were collected through classroom observations, semi-structured interviews with the English teacher, school leaders, and selected students, and document analysis. The findings show strong alignment with the Ministry of Education, Youth and Sport (MoEYS) curriculum and textbook sequencing, resulting in predominantly textbook-centered and form-focused instruction. Islamic perspectives were most visible in classroom routines, greetings, interactional norms, and moral reminders, while they were less evident in instructional content and language-learning tasks. Classroom interaction remained largely teacher-led; student participation was more apparent in task completion than in extended communicative use of English. Interview data indicate that these patterns were shaped by contextual constraints, including mixed-ability learners, limited English foundations, curriculum demands, restricted instructional time, and limited pedagogical space for alternative materials. Overall, this study provides context-sensitive, empirically grounded insights into English teaching in Islamic educational institutions within Muslim minority settings and highlights the need for pedagogical support and flexible curriculum interpretation to strengthen integration of Islamic perspective in task and content design while maintaining alignment with national standards.
EXPLORATION OF STUDENTS’ SOCIAL EXPERIENCE THROUGH A BACKPACKER-BASED EXPERIENTIAL LEARNING AT MADRASAH IBTIDAIYAH ALAM Fitria Martanti; Maskur; Ma’as Shobirin; Muhammad Ahsanul Husna
TADBIRUNA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): TADBIRUNA
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/jurnalmanajemenpendidikanislam.v5i2.2540

Abstract

This research is motivated by the importance of developing students’ social experiences in primary education through a contextual, experience-based learning approach. Learning centered solely on classroom activities is considered insufficient to provide opportunities for students to develop real social skills. This study aims to examine the implementation of backpacker strategies to improve students’ social experience, and the implications and challenges of these strategies at Madrasah Ibtidaiyah Alam Alfa Kids. This study uses a qualitative approach. Data was collected through observations, interviews, and documentation involving teachers and students as research subjects. Data analysis is carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing to gain a comprehensive understanding of the implementation of backpacker strategies in learning. The results showed that implementing backpacker strategies made a real contribution to increasing students’ social participation, social adaptability, and social concern. Through systematically designed educational travel activities, students gain an authentic and meaningful learning experience. However, the program’s implementation still faces several challenges, including limited availability of companion teachers, implementation time, and the scope of activities. The conclusion of this study emphasizes that the backpacker strategy is an effective experience-based learning approach in supporting the social development of students at the Madrasah Ibtidaiyah level. This approach offers a more contextual, humanistic, and relevant learning process that meets students’ developmental needs
Model Kepemimpinan Berbasis Spiritualitas Dalam Mewujudkan Akhlakul Karimah Santri Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes Wafir Wafir; Nur Cholid; Ahsanul Husna
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 6 No 1 (2026): Istifkar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v6i1.407

Abstract

Perubahan sosial modern menuntut lembaga pendidikan Islam, khususnya pesantren, memperkuat pembinaan karakter santri melalui pendekatan kepemimpinan yang berorientasi spiritual. Kepemimpinan berbasis spiritualitas menjadi strategi penting dalam membentuk akhlakul karimah santri melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, dan budaya religius yang terintegrasi dalam kehidupan pesantren. Penelitian ini bertujuan menganalisis model kepemimpinan berbasis spiritualitas yang diterapkan di Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes, mengkaji proses internalisasi nilai spiritual, serta mengidentifikasi implikasinya terhadap perilaku dan karakter santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kiai berperan sebagai pusat keteladanan moral yang membentuk budaya religius pesantren secara sistematis melalui pembiasaan ibadah kolektif, penguatan disiplin sosial, serta interaksi edukatif yang berkelanjutan. Proses internalisasi nilai spiritual berlangsung melalui keteladanan, pembiasaan, dan pengawasan sosial yang terstruktur sehingga menghasilkan perubahan perilaku religius, tanggung jawab sosial, dan kesadaran moral santri. Temuan ini memperkuat konsep kepemimpinan spiritual sebagai pendekatan efektif dalam pendidikan karakter berbasis pesantren serta memberikan kontribusi teoretis pada pengembangan kajian kepemimpinan pendidikan Islam dan kontribusi praktis bagi penguatan strategi pembinaan akhlak santri.
Model Kepemimpinan Berbasis Spiritualitas Dalam Mewujudkan Akhlakul Karimah Santri Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes Wafir Wafir; Nur Cholid; Ahsanul Husna
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 6 No 1 (2026): Istifkar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v6i1.407

Abstract

Perubahan sosial modern menuntut lembaga pendidikan Islam, khususnya pesantren, memperkuat pembinaan karakter santri melalui pendekatan kepemimpinan yang berorientasi spiritual. Kepemimpinan berbasis spiritualitas menjadi strategi penting dalam membentuk akhlakul karimah santri melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, dan budaya religius yang terintegrasi dalam kehidupan pesantren. Penelitian ini bertujuan menganalisis model kepemimpinan berbasis spiritualitas yang diterapkan di Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes, mengkaji proses internalisasi nilai spiritual, serta mengidentifikasi implikasinya terhadap perilaku dan karakter santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kiai berperan sebagai pusat keteladanan moral yang membentuk budaya religius pesantren secara sistematis melalui pembiasaan ibadah kolektif, penguatan disiplin sosial, serta interaksi edukatif yang berkelanjutan. Proses internalisasi nilai spiritual berlangsung melalui keteladanan, pembiasaan, dan pengawasan sosial yang terstruktur sehingga menghasilkan perubahan perilaku religius, tanggung jawab sosial, dan kesadaran moral santri. Temuan ini memperkuat konsep kepemimpinan spiritual sebagai pendekatan efektif dalam pendidikan karakter berbasis pesantren serta memberikan kontribusi teoretis pada pengembangan kajian kepemimpinan pendidikan Islam dan kontribusi praktis bagi penguatan strategi pembinaan akhlak santri.
PENDIDIKAN ISLAM TRANSFORMATIF DAN PEDAGOGI KRITIS PAULO FREIRE: STUDI KOMPARATIF DALAM MEMBENTUK KESADARAN KRITIS PESERTA DIDIK SEBAGAI AGEN PERUBAHAN SOSIAL Wiasih; Cholid, Nur; Husna, Muhammad Ahsanul
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.48510

Abstract

This study is motivated by the dominance of transmissive learning models in Islamic Religious Education, where teachers are positioned as the central source of knowledge and students as passive recipients. Such a model is considered insufficient for developing students’ critical awareness of social reality. This study aims to analyze the concept of critical consciousness in Paulo Freire’s Critical Pedagogy and Kuntowijoyo’s Transformative Islamic Education based on prophetic social science, compare both traditions systematically, and formulate an integrative synthesis model. This research employs a qualitative approach with library research as its method. The data were obtained from the primary works of Paulo Freire and Kuntowijoyo, as well as relevant scholarly journal articles. The data were analyzed using content analysis and comparative analysis based on eight dimensions: philosophical roots, concept of consciousness, educational goals, learning methodology, concept of praxis, role of learners, spiritual dimension, and orientation of social change. The findings show that Freire’s Critical Pedagogy and Transformative Islamic Education share several common points, including their rejection of transmissive education, emphasis on dialogue, integration of reflection and action, and positioning of learners as active subjects of social transformation. However, they differ fundamentally in terms of epistemology, spirituality, and the concept of freedom. This study proposes the Liberation-Transcendence Model, which integrates conscientization with tafakkur, praxis with the unity of knowledge and action, liberation with humanization and transcendence, and dialogue with halaqah. This model offers a conceptual framework for developing Islamic Religious Education that is critical, contextual, transformative, and transcendentally oriented.
Sekolah Islam Terpadu sebagai Transformatif Pendidikan Islam dan Solusi Degradasi Moral Anak Bangsa Muhamad Abdilah; Nur Cholid; M. Ahsanul Husna
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6421

Abstract

Fenomena degradasi moral di kalangan generasi muda Indonesia menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan. Berbagai kasus seperti meningkatnya perilaku kekerasan, kurangnya etika sosial, serta rendahnya kesadaran spiritual menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam sistem pendidikan yang cenderung menitikberatkan pada aspek kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Sekolah Islam Terpadu (SIT) sebagai solusi dalam mengatasi degradasi moral anak bangsa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui studi literatur dari buku dan jurnal ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIT mampu menjadi model pendidikan alternatif yang efektif melalui integrasi kurikulum, pembiasaan nilai-nilai keislaman, keteladanan guru, serta sinergi antara sekolah dan keluarga. Dengan pendekatan holistik tersebut, SIT berkontribusi dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan berintegritas
Sekolah Islam Terpadu sebagai Transformatif Pendidikan Islam dan Solusi Degradasi Moral Anak Bangsa Muhamad Abdilah; Nur Cholid; M. Ahsanul Husna
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6421

Abstract

Fenomena degradasi moral di kalangan generasi muda Indonesia menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan. Berbagai kasus seperti meningkatnya perilaku kekerasan, kurangnya etika sosial, serta rendahnya kesadaran spiritual menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam sistem pendidikan yang cenderung menitikberatkan pada aspek kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Sekolah Islam Terpadu (SIT) sebagai solusi dalam mengatasi degradasi moral anak bangsa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui studi literatur dari buku dan jurnal ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIT mampu menjadi model pendidikan alternatif yang efektif melalui integrasi kurikulum, pembiasaan nilai-nilai keislaman, keteladanan guru, serta sinergi antara sekolah dan keluarga. Dengan pendekatan holistik tersebut, SIT berkontribusi dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan berintegritas
Urgensi Pendidikan Islam Transformatif di Indonesia : Rekontruksi Epistemologi dan Praksis di Era Disrupsi Abdul Hamid; Nur Cholid; M. Ahsanul Husna
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi dan signifikansi penerapan paradigma pendidikan Islam transformatif di tengah dinamika disrupsi teknologi dan kompleksitas problem sosiologis di Indonesia. Fenomena stagnasi pendidikan Islam yang cenderung terjebak pada aspek kognitif-ritualistik dan pola pembelajaran konservatif (banking concept) menyebabkan output pendidikan seringkali teralienasi dari realitas sosial, seperti krisis ekologi, intoleransi, dan degradasi moral. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan (library research), penelitian ini mengeksplorasi dekonstruksi epistemologi pendidikan Islam menuju model yang lebih inklusif, dialogis, dan kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pendidikan Islam menjadi sebuah keharusan melalui tiga pilar utama: (1) integrasi-interkoneksi antara ilmu agama dan sains modern (seperti ekoteologi dan literasi digital); (2) reorientasi pedagogi dari pusat guru (teacher-centered) menuju dialog emansipatoris yang menumbuhkan kesadaran kritis (conscientization); dan (3) internalisasi nilai-nilai moderasi (Aswaja) serta kearifan lokal (Islam Nusantara) sebagai benteng ideologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam transformatif mampu merekonstruksi peran agama sebagai kekuatan pembebas yang responsif terhadap tantangan zaman. Implikasi dari penelitian ini menuntut adanya perombakan kebijakan kurikulum yang lebih fleksibel dan pengembangan kapasitas pendidik sebagai agen perubahan sosial yang adaptif terhadap era kecerdasan buatan (AI).