Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search
Journal : Journal of Education Research

Pengaruh Senam Aerobik terhadap Minat Belajar Siswi Putri Kelas X SMA Negeri 1 Pagerbarang Kabupaten Tegal Sa’adah, Novi Nur; Maufur, Maufur; Suriswo, Suriswo
Journal of Education Research Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i3.372

Abstract

Penelitian ini di latarbelakangi oleh adanya siswi yang belum mampu mengikuti gerakan-gerakan senam aerobik, pembelajaran tentang senam aerobik juga masih sangat rendah, kurangnya kebugaran jasmani yang baik sehingga mampu mempengaruhi aktivitas belajar siswi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh senam aerobik terhadap minat belejar siswi kelas X SMA Negeri satu Pagerbarang Kabupaten Tegal. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan jenis penelitian ex post facto. Hasil penelitian menunjukan  bahwa terdapat pengaruh signifikan dari senam areobik terhadap minat belajar siswi kelas X SMA N satu Pagerbarang.
Strategi Sweet Love Membangun Kompetensi Pedagogi Guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Aenah, Siti; Hartinah, Sitti; Suriswo, Suriswo
Journal of Education Research Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i4.556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah strategi Sweet Love membangun kompetensi pedagogik guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dan mendeskripsikan strategi Sweet Love membangun kompetensi pedagogik guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di lingkungan sekolah dasar Kabupaten Tegal. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian dan Pengembangan untuk strategi Sweet Love Membangun Kompetensi Pedagogi Guru Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Di Sekolah Dasar Kab.Tegal. Pada rancangan penelitian pengembangan instrumen menggunakan model prosedural ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. Uji Coba instrumen melibatkan tujuh puluh responden yang terdiri dari enam puluh guru kelas dan sepuluh Kepala Sekolah Dasar di lingkungan Kabupaten Tegal. Strategi Sweet Love membangun kompetensi pedagogik guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di lingkungan sekolah dasar Kabupaten Tegal pada indikator membangun kolaborasi lintas generasi dengan kategori baik, pada indikator memotivasi penerapan sweet learning  dengan kategori baik, pada indikator menciptakan student wellbeing  dengan kategori baik, pada indikator membangun kerjasama dalam kekuatan cinta memperoleh kategori baik, dan pada indikator menciptakan iklim sekolah yang kondusif memperoleh kategori baik. Sedangkan rata-rata strategi sweet love membangun kompetensi pedagogik guru dalam implementasi kurikulum merdeka di lingkungan sekolah dasar Kabupaten Tegal memperoleh kategori baik.
Evaluasi Model CIPP ( Context, Input, Proces, Product ) Kurikulum 2013 Spirit Implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah Aliyah Subulul Ikhsan Kersana Indriyati, Indriyati; Basukiyatno, Basukiyatno; Suriswo, Suriswo
Journal of Education Research Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i4.640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Kurikulum dua ribu tiga belas Spirit Implementasi Kurikulum Merdeka Program Ilmu Pengetahuan Sosial di Madrasah Aliyah Subulul Ikhsan Kersana Tahun Pelajaran dua ribu dua puluh dua hingga dua ribu dua puluh tiga yang dievaluasi dengan model CIPP atau Coteks, Input, Proces, Product . Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data subjek dari penelitian adalah kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, guru, dan tata usaha dengan menggunakan instrumen wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengujian keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan ketekunan pengamatan, disertai triangulasi yaitu sumber, metode dan teori. Analisis menggunakan tehnik analisis data kualitatif. Hasil penelitian pertama Evaluasi konteks pelaksanaan Kurikulum dua ribu tiga belas Spirit Implementasi Kurikulum Merdeka berupa lingkungan dan keadaan madrasah yang cukup mendukung, dan guru dapat memahami tentang Kurikulum dua ribu tiga belas Spirit Implementasi Kurikulum Merdeka. Kedua evaluasi input pelaksanaan Kurikulum dua ribu tiga belas Spirit Implementasi Kurikulum Merdeka berupa dokumen dan buku pedoman guru dan pegangan siswa masih belum lengkap juga sumber daya manusia atau tenaga pendidik masih lemah kualitasnya, serta sarana dan prasarana yang dimiliki madrasah ini belum terpenuhi standarisasinya, Ketiga Evaluasi proses pelaksanaan Kurikulum dua ribu tiga belas Spirit Implementasi Kurikulum Merdeka berupa persiapan pembelajaran Kurikulumdua ribu tiga belas Spirit Implementasi Kurikulum Merdeka guru masih belum maksimal. Keempat Evalusi produk pelaksanaan Kurikulum dua ribu tiga belas Spirit Implementasi Kurikulum Merdeka yaitu berupa hasil belajar siswa telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan
Evaluasi Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter di SD Muhammadiyah Pacul Model CIPP (Contex, Input, Process, Product) Krisnawati, Erna; Susongko, Purwo; Suriswo, Suriswo
Journal of Education Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i1.801

Abstract

Program Penguatan Pendidikan Karakter adalah Program pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan dukungan pelibatan publik dan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental Adapun urgensi Program Penguatan Pendidikan Karakter adalah Pembangunan SDM merupakan pondasi pembangunan bangsa, Keterampilan abad dua puluh satu yang dibutuhkan siswa: Kualitas Karakter, Literasi Dasar, dan Kompetensi empat C, guna mewujudkan keunggulan bersaing Generasi Emas dua ribu empat puluh lima, Kecenderungan kondisi degradasi moralitas, etika, dan budi pekerti. Tujuan program Penguatan Pendidikan Karakter adalah menanamkan nilai-nilai pembentukan karakter bangsa ke peserta didik secara masif dan efektif melalui lembaga pendidikan dengan prioritas nilai-nilai tertentu yang akan menjadi fokus pembelajaran, pemahaman, pengertian, dan praktik, sehingga pendidikan karakter sungguh dapat mengubah perilaku, cara berpikir, dan cara bertindak seluruh bangsa Indonesia menjadi lebih baik dan berintegritas. Penguatan Pendidikan Karakter dimulai dari Pendidikan Anak Usia Dini, dilanjutkan dengan prioritas pada jenjang pendidikan dasar, yaitu Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Gerakan PPK pada usia dini dan jenjang pendidikan dasar ini akan diintegrasikan dengan prioritas nilai dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental sehingga terjadi perubahan yang masif dan serentak di seluruh Indonesia
Analisis Kesiapan Guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SMK Negeri 2 Slawi Ropiyah, Ropiyah; Suriswo, Suriswo; Mulyono, Tri
Journal of Education Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i1.838

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan memakai pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif ialah suatu pendekatan penelitian yang pada hakikatnya itu penafsiran yang memakai angka mulai dari penyatuan data, perhitungan pada data, beserta penampilan dan hasilnya. Adapun teknik penelitian yang peneliti gunakan adalah survey. Survey ialah penelitian yang diambil dari sampel suatu populasi dan memakai kuesioner sebagai akumulasi data utama. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui kesiapan guru dalam implementasi kurikulum merdeka di SMK Negeri dua Slawi, Mengetahui seberapa besar kesiapan guru dalam implementasi kurikulum merdeka di SMK Negeri Dua Slawi, dan Mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasi kurikulum Merdeka di SMK Negeri Dua Slawi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua di SMK Negeri Dua Slawi yang berjumlah seratus enam orang guru. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah guru kelas XII yang menajar mata pelajaran umum dan kejuruan yang berjumlah lima puluh dua responden. Berdasarkan hasil analisis data yang telah didapatkan, maka dapat ditarik suatu kesimpulan kesiapan guru dalam implementasi kurikulum merdeka di SMK Negeri dua Slawi  diperoleh hasil sebagai berikut:  pemahaman struktur kurikulum sangat tinggi, kesiapan modul ajar tinggi atau baik, kesiapan proses pembelajaran sangat tinggi, kesiapan penilaian pembelajaran tinggi atau baik, dan kesiapan sarana dan prasarana tinggi atau baik. Sedangkan Faktor-faktor yang mendukung implementasi kurikulum Merdeka di SMK Negeri dua Slawi antara lain: Komitmen kepala sekolah dan guru untuk mengimplementasikan kurikulum Merdeka. Dukungan orang tua siswa di SMK Negeri dua Slawi terhadap implementasi kurikulum Merdeka. Fasilitas dan prasarana yang memadai untuk mendukung implementasi kurikulum Merdeka. Karakteristik siswa yang sesuai dengan kurikulum Merdeka. Sementara itu, faktor-faktor yang menghambat implementasi kurikulum Merdeka di SMK Negeri dua Slawi antara lain: Kurangnya pemahaman guru tentang kurikulum Merdeka. Kurangnya pelatihan dan pendampingan, Tekanan waktu yang tinggi. Ketersediaan anggaran yang terbatas
Analisis Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka untuk Meningkatkan Kreatifitas dan Kemandirian di Sekolah Dasar Nurbani, Anieq; Suriswo, Suriswo; Apriani Fr, Dewi
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1394

Abstract

Dalam pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila kemandirian dan kreatifitas peserta didik tidak dapat tumbuh begitu saja, akan tetapi perlu adanya dorongan atau stimulus yang diberikan baik dari wali murid, guru maupun lingkungannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi, tantangan, tindakan dan refleksi yang dilakukan dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Penelitian yang dilaksanakan merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Tempat penelitian merupakan sampel empat SD beradasarkan letak geografis dan perwakilan dari masing masing daerah binaan yang ada di Koordinator Wilayah Kecamatan Talang Kabupaten Tegal. Hasil penelitian menemukan bahwa guru yang mengajar di  SD Negeri di Kecamatan Talang Kabupaten Tegal melakukan berbagai cara untuk menumbuhkan kemandirian dan kreativitas peserta didik di lingkungan sekolah seperti mempelajari lebih dalam tentang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila agar lebih fleksibel dalam memilih model, metode, bekerjasama dengan guru lain dan melakukan pendampingan pada peserta didik.
Implementasi Kurikulum Merdeka Melalui Penguatan Profil Pelajar Pancasila Gugus Raden Saleh Apriana, Susanti; Suriswo, Suriswo; Agung N, Rahmad
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1408

Abstract

Kurangnya pemahaman tentang tujuan dan struktur Kurikulum Merdeka mengakibatkan guru mengalami kesulitan dalam mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) pemahaman guru dan kepala sekolah tentang Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila di Gugus Raden Saleh, (2) kesiapan guru dan kepala sekolah dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka melalui Projek P5, (3) faktor-faktor pendukung dan penghambat implementasi Projek P5, dan (4) dampak Projek P5 terhadap penguatan Profil Pelajar Pancasila pada siswa di Gugus Raden Saleh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif studi kasus, di mana peneliti fokus untuk menyelidiki kondisi objek penelitian yang bersifat alamiah dengan penekanan pada pemahaman makna. Subjek penelitian ini adalah Kepala Sekolah  dan guru di Gugus Raden Saleh. Teknik pengambilan data melalui observasi lapangan dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat dikesimpulan sebagai berikut: (1) pemahaman guru dan kepala sekolah terhadap kurikulum merdeka dan profil pelajar pancasila di Gugus Raden Saleh secara umum memiliki pemahaman yang cukup baik, (2) kesiapan guru dan kepala sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka melalui projek P5 antara lain guru dan kepala sekolah sudah memiliki pemahaman yang cukup mendalam. Kesiapan tersebut antara lain merancang dan melaksanakan projek penguatan profil pelajar pancasila yang sesuai dengan kebutuhan dan minat peserta didik, (3) faktor pendukung implementasi Projek P5 sekolah dasar di Gugus Raden Saleh antara lain Kepala sekolah dan guru memiliki komitmen yang tinggi untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan Projek P5, Memiliki sumber daya yang memadai untuk mendukung pelaksanaan Projek P5, menjalin kolaborasi yang baik dengan berbagai pemangku kepentingan, Guru memiliki kreativitas yang tinggi dalam merancang projek yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan dan minat peserta didik. Faktor penghambat implementasi Projek P5 di Gugus Raden Saleh antara lain terdapat beberapa guru dan kepala sekolah yang belum memahami secara secara menyeluruh, guru memiliki beban kerja yang cukup berat dan waktu yang terbatas untuk merancang dan melaksanakan projek, kurangnya sumber daya manusia yang kompeten dalam melaksanakan projek.
Pengembangan Bahan Ajar IPAS Menggunakan Metode Project Based Learning Bermuatan Etnosains untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SD Dewi, Enggel Kusuma; Suriswo, Suriswo; Muljani, Sutji
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1419

Abstract

Pembelajaran secara kontekstual atau pembelajaran etnosains belum terlaksana, sehingga membuat kurangnya pengetahuan peserta didik mengenai hubungan konsep IPA dengan peristiwa kehidupan sehari – hari. Tujuan penelitian ini untuk (1) menganalisis bahan ajar IPAS dengan Model Project Based Learning (PjBL) bermuatan etnosains untuk meningkatkan berpikir kreatif siswa SD, (2) mendesain bahan ajar IPAS dengan Model Project Based Learning (PjBL) bermuatan etnosains untuk meningkatkan berpikir kreatif siswa SD, (3) mengetahui pengembangan bahan ajar IPAS dengan Model Project Based Learning (PjBL) bermuatan etnosains untuk meningkatkan berpikir kreatif siswa SD dan (4)  mengetahui keefektifan bahan ajar IPAS dengan Model Project Based Learning (PjBL) bermuatan etnosains untuk meningkatkan berpikir kreatif siswa SD di Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan Research and Development (R&D). Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE yang terdiri atas lima tahapan yaitu Analysis (analisis), Design (perancangan), Development or production (pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (evaluasi) (Sugiyono, 2016:38). Namun penilaian yang dilaksanakan hanya sampai tahap Development. Teknik pengumpulan data atau subjek uji coba yang digunakan adalah teknik observasi, tes tertulis, angket dan dokumentasi. Sampel sumber data yang menjadi pertimbangan pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Argatawang Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal berjumlah 24 siswa. Berdasarkan pemaparan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa: 1) proporsi ketuntasan kemampuan berpikir kreatif siswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol lebih dari 75%, 2) rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa pada pembelajaran PjBL bermuatan etnosains lebih besar sama dengan nilai KKM individu, 3) analisis uji dua pihak membuktikan penerapan bahan ajar model PjBL bermuatan etnosains berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa, 4) analisis uji N-Gain kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan peningkatan sedang yaitu 0,4 dan 0,3. pembelajaran yang mengeksplorasi, mengimplementasikan, dan melestarikan potensi lokal dapat membangun identitas dan karakter siswa yang berbudaya. Wawasan lokalitas dengan keanekaragaman budaya dapat menciptakan karakter persatuan dan keragaman di setiap wilayah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahan ajar model pembelajaran PjBL dengan etnosains dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa.
Pengembangan Bahan Ajar IPAS Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Hamidah, Fitri Isdartuti; Suriswo, Suriswo; Kusrina, Tity
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1423

Abstract

Proses pembelajaran IPAS di SD memiliki potensi besar dalam merangsang rasa ingin tahu, membentuk pemahaman konsep awal, serta mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah. Salah satu kendala dalam pembelajaran IPAS yaitu kurangnya bahan ajar yang dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan dapat meningkatkan hasil belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis, mendesain dan mengembangkan bahan ajar dan untuk mengetahui hasil pengembangan bahan ajar untuk meingkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPAS kelas IV di Kabupaten Tegal.Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Research and Development (R&D) model ADDIE (Analysis, Design, Develop, Implementation dan Evaluation). Tahap Analysis merupakan tahap awal untuk menganalisis kebutuhan peserta didik. Tahap Design merupakan tahap merancang produk yang akan dibuat sesuai dengan kurikulum Merdeka. Develop merupakan tahap validasi oleh ahli materi dari hasil yang diperoleh dari validasi ahli materi bahwa produk valid dan layak. Uji T menunjukkan bahwa nilai t hitung pada penelitian ini -24,698 < 1.295 atau nilai t hitung < nilai t tabel, maka H0 diterima terdapat adanya perbedaan signifikan antara posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Jadi, kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh penggunaan bahan ajar discovery learning berbasis proyek terhadap hasil belajar siswa kelas IV pada materi tumbuhan bagian paling penting dibumi di kelas eksperimen.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Website untuk Meningkatkan Prestasi Belajar di Perbatasan Jawa Sunda Wiyono, Teguh; Hartinah D. S., Sitti; Suriswo, Suriswo
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1440

Abstract

Penelitian ini berfokus pada Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Website untuk meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Bahasa Jawa di SMAN 1 Losari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar peserta didik, untuk mengetahui efektifitas penggunaan Website dalam pembelajaran Bahasa Jawa di SMAN 1 Losari Losari. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian pengembangan dengan mengacu pada Metode Penelitian dan Pengembangan yang bisasa disebut  dengan R&D atau Research and Development dengan model penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model procedural yang prosesnya bersifat deskriptif mengikuti penelitian model ADDIE dengan menerapkan tiga langkah yaitu (1) Analysis (analisis), (2) Design (desain), (3) Development (pengembangan), (4) Implement (implementasi), dan (5) Evaluatie (evaluasi). Teknik analisis dta yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif dengan menghitung kelayakan dan efektifitas media yang dikembangkan. Hasil dari penelitian ini adalah Media Pembelajaran berbasis Website pada mata pelajaran Bahasa Jawa serta efektif digunakan sebagai media untuk menunjang pembelajaran dalam rangka meningkatkan prestasi belajar peserta didik.